Ingin Bahan Makanan Tetap Awet Selama Bulan Puasa? Yuk, Ma Lakukan 13 Tips Simpel Ini!

Ingin Bahan Makanan Tetap Awet Selama Bulan Puasa? Yuk, Ma Lakukan 13 Tips Simpel Ini!

846
Laughter is brightest where food is best. ~ Irish Proverb

Puasa sudah kita jalani selama satu minggu nih, Ma. Nggak kerasa ya? Jadi, sudah bikin apa saja buat buka puasa kemarin-kemarin ini? Pasti deh, enak-enak yah.

Nah, biasanya nih untuk mengantisipasi kesibukan yang lebih di bulan puasa, Mama sering banget menyimpan atau nyetok bahan-bahan makanan. Alasan menyimpan sih lebih ke praktis, biar nggak rempong lagi harus keluar ke mini market atau ke pasar.

Pernah nggak sekali waktu, saat mau bikin cake untuk buka puasa jadi batal karena tepungnya udah bau tengik atau ada kutu? *huft* KZL banget ya, Ma! Belum lagi mau bikin kue kering pakai almond, ealaah ... almond yang disimpan sudah berubah menjadi ‘sarang’ kutu. *for God’s sake!*

Heran deh, kok bisa-bisanya bahan makanan yang sudah disimpan dengan baik bahkan tertutup rapat masih saja rusak!

Usut diusut ternyata penyebab kerusakan bahan makanan bisa bermacam-macam; karena mikroba, kapang, jamur, bahan kimia dan suhu penyimpanan yang tidak tepat. Selain itu, juga karena tiap bahan makanan memiliki karateristik yang berbeda, ini turut memengaruhi cara penyimpanannya kalau mau kualitasnya tetap terjaga.


Baca juga: Jangan Lupa Berbuka dengan yang Sehat-Sehat! 6 Tips Ini Bisa Bantu Mengingatkan Mama


Sebagai seorang Rocking Mama yang selalu punya seribu macam jurus, kita harus punya strategi untuk menyiasati bahan-bahan makanan ini, Ma, agar awet dan bisa dipakai dalam jangka waktu yang lama. Apalagi nih, selama bulan puasa Mama nggak mau ngomel-ngomel kan, hanya karena bawang udah busuk nggak bisa dipakai? Apalagi mau ke pasar pun udah dekat waktu berbuka puasa. Atau Mama mau bikin kue kering, tepung udah bau tengik, ke mini market pun cuaca lagi panas banget. *haish pucing pala barbie* Wah, kondisi darurat bener ini ya!

Salah satu hal yang bisa menyelamatkan kegaduhan dapur dari hal-hal tersebut adalah ubah cara simpan yang Mama lakukan selama ini!

Kali ini Rocking Mama akan berbagi tips menyimpan bahan makanan yang sering banget digunakan selama bulan puasa. Simpel dan bisa langsung dipraktikkan.


1. Tepung

Sifatnya yang mudah menyerap uap air dan bau membuat tepung rentan berjamur, berbau tengik, menggumpal dan menjadi ‘sarang’ kutu. Menyimpan di dalam wadah tertutup adalah syarat mutlak penyimpanan.

Bila kemasan belum dibuka, simpan di suhu ruang. Kalau sudah dipergunakan sebagian, sisanya pindahkan ke wadah kedap udara, nggak terkena cahaya, tetap di suhu ruang.

Manfaat: menjaga kondisi tepung tetap baik hingga 6 bulan. Untuk umur simpan yang lebih lama, Mama boleh simpan di dalam freezer.


Baca juga: Lakukan Trik-Trik Kecil Ini Untuk Membuat Kue-Kue Kering yang Lezat, Empuk dan Getas


2. Teh

Ini nih yang WAJIB ada di meja makan setiap bulan puasa. Teh!

FYI, Ma,tiap jenis teh memiliki umur simpan berbeda. Teh bunga (tisane) berumur simpan kurang dari sebulan. Teh hitam dua tahun, sedangkan teh hijau kurang dari setahun. Untuk menjaga kualitas teh hingga masa akhirnya, Mama bisa menyimpan di dalam kemasan kaleng atau kemasan laminat aluminium yang memiliki perekat. Wadah kedap cahaya dan udara mampu menjaga kondisi teh tetap kering. Atau, masukkan silica gel agar teh tetap kering.

Manfaat: cara ini juga menghindari aroma teh rusak karena sifatnya mudah menyerap bau. Idealnya disimpan di dalam ruangan yang sejuk.


3. Gula

Sering banget ditemui gula itu menggumpal walaupun di dalam stoples ya, Ma?

Ternyata nih Ma, gula pasir dan gula bubuk mudah menggumpal karena bersifat mudah menyerap uap air. Maka, yang perlu Mama lakukan adalah simpan gula di kemasan kedap udara, kedap cahaya, kering dan sejuk. Pastikan kemasan tertutup rapat setelah digunakan, sebab gula juga dapat menyerap bau di sekitarnya. Simpan di dalam suhu ruang. Bila disimpan di dalam freezer, kualitasnya bisa tetap terjaga hingga 2 tahun.


4. Telur

Simpan di dalam kulkas agar kualitasnya terjaga 4-6 bulan.

Sebelum disimpan, cuci bersih telur dengan air ya. Karena, kotoran ayam yang tertinggal mengandung bakteri salmonella, dan bisa masuk serta merusak telur lewat pori kulitnya. Jangan pula menyimpan telur yang retak, karena bakteri akan mudah masuk.

Telur yang dijual dalam kemasan karton sebaiknya tetap disimpan di dalam wadahnya. Kemasan karton dapat melindungi penguapan air dari dalam telur melalui pori kulitnya.

Tips: jika akan digunakan untuk adonan kue, gunakan telur pada suhu ruang.


Baca juga: 3 Langkah Mudah untuk Semangkuk Sarapan Sehat


5. Kacang-kacangan

Untuk kacang-kacangan, sebaiknya Mama menyimpan di tempat penyimpanan yang kering, bebas paparan cahaya dan kedap udara, untuk menjaga kadar air dalam kacang tetap rendah (7%-14%).

Well, si kacang ini memang agak riweuh ya. Bila suhu lebih tinggi, kacang mudah berbau tengik dan ditumbuhi jamur. Namun, suhu yang lembap juga bisa mengundang kutu dan serangga pemakan kacang. Serba salah deh. Jadi, kudu diperhatikan baik-baik ya, Ma, penyimpanannya. Sayang kan, udah nyetok banyak akhirnya jadi basi.

Manfaat: di suhu ruang, kualitas kacang terjaga 6 bulan. Bila ingin umur simpan yang lebih panjang, simpan di dalam freezer.


6. Saus dan bumbu cair

Sering banget terjadi nih, karena alasan kepraktisan Mama menyimpan segala macam saus botol di dalam kulkas. Bener nggak, Ma?

Well, saus untuk setiap jenisnya memiliki karakter simpan yang berbeda, lho Ma!

  • Jenis yang bisa disimpan di dalam kulkas antara lain black bean sauce, saus sambal, saus hoisin, dan saus tiram.
  • Jenis yang bisa disimpan di dalam lemari dapur bersuhu ruang antara lain hot chili oil, cuka beras, minyak zaitun, minyak wijen, kecap ikan, kecap manis, dan saus BBQ siap pakai.

Hindari paparan cahaya dan panas secara langsung agar tidak timbul reaksi oksidasi pada produk. Sejak kemasan dibuka, saus dan bumbu masih bisa bertahan 2 – 6 minggu. Jangan gunakan bila muncur jamur dan bintik putih (khamir) di permukaan mulut botol, warna berubah lebih gelap dan kekentalan berkurang.


7. Garam

Kandungan yodium pada garam mudah rusak bila terpapar cahaya.

Jadi sebaiknya Mama simpan garam di dalam wadah kering yang kedap cahaya. Sering kali kita mendapati garam dalam keadaan basah dan menggumpal. Ini dikarenakan sifatnya yang mudah menyerap air di udara. Usahakan wadahnya tertutup setelah digunakan. Garam cukup disimpan di dalam suhu ruang yang sejuk.


8. Cokelat

Cokelat cukup disimpan di suhu ruang. Hindari ruang simpannya dari paparan cahaya langsung, sebab cokelat akan mudah meleleh. Cokelat bisa bertahan hingga 18 bulan.

Hayo, biasanya Mama sering kan nyimpan cokelat di dalam kulkas? Ternyata nih, cokelat sebaiknya nggak disimpan di dalam kulkas! Karena, cokelat yang disimpan di dalam kulkas biasanya akan timbul bercak putih di permukaan cokelat yang disebabkan oleh terpisahnya lemak cokelat.

Tips: untuk semua sisa cokelat, selalu bungkus rapat dengan plastik lengket.


Baca juga: Awas! 7 Minuman Ini Memang Begitu Segar dan Nikmat, Tapi Mengandung Bom Kalori Jahat!


9. Susu

Ini perlu digarisbawahi ya Ma. Bahwa, berbeda jenis susu, berbeda pula perlakuannya.

  • Susu cair pasteurisasi harus disimpan di kulkas walau belum dibuka. Masa simpannya singkat, yaitu 7-21 hari.
  • Susu cair sterilisasi bisa disimpan di suhu ruang, bila belum dibuka. Jika sudah dibuka, harus disimpan di kulkas. Masa simpannya bisa mencapai 6 bulan.
  • Susu bubuk paling mudah penanganannya. Cukup simpan di wadah kedap udara, kedap cahaya, di suhu ruang (bertahan 6-12 bulan). Penyimpanan di freezer bisa meningkatkan umurnya.

Namun, apa pun jenisnya hindari mengonsumsi susu yang sudah berubah warna, rasa dan aroma.


Baca juga: 3 Kebiasaan Baik Ini Akan Didapat Si Kecil Jika Mau Minum Susu Secara Teratur Sampai Usia 12 Tahun


10. Cabai

Hal yang sering banget dilakukan para mama (sedunia) salah satunya adalah nyetok cabai. Masa iya, tiap hari ke pasar hanya untuk beli cabai. Nggak praktis banget kan, Ma?

Di kulkas, cabai bertahan seminggu. Cukup Mama bungkus dulu cabai dengan kertas agar masih bisa ‘bernapas’ saat disimpan. Hindari kemasan plastik karena membuatnya lekas busuk.

Untuk penyimpanan jumlah banyak, rebus cabai hingga matang. Taruh di dalam wadah kedap udara, lalu bekukan. Cara ini memperpanjang umurnya hingga 1 bulan!

Tips: cara lain adalah mengeringkannya di bawah sinar matahari atau oven, lalu dibungkus dengan kertas dan simpan di dalam suhu ruang.


11. Bawang-bawangan

Saat Lebaran semakin dekat, pasti buanyaaak banget aneka menu yang bakal dimasak. Terus, biar nggak rempong, sering banget Mama beli bawang yang sudah dikupas. Nah, supaya tahan lama, bisa Mama lakukan cara-cara simpel ini:

  • Di kulkas, bawang bombay dan bawang merah bisa bertahan selama 6 - 7 bulan.
  • Di kulkas, bawang putih hanya 2 minggu. Bila ingin awet, justru simpan di dalam suhu ruang karena bisa bertahan hingga 1 bulan. Alasannya, bawang putih lebih cepat kering dan kulitnya keriput bila terlalu lama di kulkas.

Tips: untuk bawang yang sudah dikupas, bisa direndam di dalam air, dan tempatkan dalam wadah tertutup misalnya stoples atau kontainer, dan bekukan. Ini menjaga bawang tetap lembap, namun tidak busuk.


12. Bumbu bubuk

Bubuk merica, kayu manis, pala dan sejenisnya mengandung air yang sangat rendah dan mudah menyerap uap air di udara, sehingga mudah menggumpal. Mama cukup menyimpan di wadah kedap udara dan kering.

Kelemahan bumbu bubuk adalah mudah kehilangan cita rasa dan aroma. Segera tutup setelah digunakan. Umur simpannya di suhu ruang adalah 6-12 bulan.

Tips: bila persediaan banyak, sebaiknya simpan di dalam freezer, karena bumbu bisa awet hingga 2 tahun.


13. Bumbu dapur segar

Apa tuh bumbu dapur segar?

Sebangsa daun salam, daun jeruk, lengkuas, jahe dan serai. Sebelum disimpan, cuci, dan seka hingga kering. Bungkus dengan kemasan berpori (tisu, kertas, kardus) agar bumbu masih bisa ‘bernapas’. Pisahkan tiap bumbunya ya, sebab umur simpan dan aromanya saling berbeda. Simpan di dalam kulkas, bukan di dalam freezer.

Tips: kondisi bumbu yang kering menandakan kualitasnya sudah menurun sehingga cita rasanya berkurang saat digunakan.


Baca juga: Atasi Kerepotan Menyiapkan Hidangan Sahur dengan 5 Trik Praktis Ini!


Gimana, Ma, simpel yes? Ayo dipraktikkan biar bahan-bahan makanan tetap awet. Pasti udah pada sibuk sama resep ini-itu bukan? Jangan biarkan bahan-bahan makanan tersebut rusak dan mengganggu aktivitas dan juga kadar emosi Mama selama bulan puasa.

Selamat memasak untuk menu buka puasa, Ma!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Ingin Bahan Makanan Tetap Awet Selama Bulan Puasa? Yuk, Ma Lakukan 13 Tips Simpel Ini!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Ranny Afandi | @rannyafandi

Content creator. Aquarian. Movie lover. Bookaholic. Read my stories at www.hujanpelangi.com | Find me on IG & twitter : @rannyrainy

Silahkan login untuk memberi komentar