23 Daftar Wisata Kuliner Khas Yogyakarta Terlengkap - dari yang Paling Populer hingga yang Paling Ekstrem

Wisata kuliner khas Yogyakarta. Image via WowTravelling.

23 Daftar Wisata Kuliner Khas Yogyakarta Terlengkap - dari yang Paling Populer hingga yang Paling Ekstrem

5.6K
Berlibur nggak akan lengkap kalau nggak sambil wisata kuliner. Kalau yang biasa-biasa saja sudah dicoba semua, kenapa nggak coba wisata kuliner ekstrem? Berani, Ma?

Main ke Yogyakarta? Belum lengkap kalau belum wisata kuliner makanan khas Yogyakarta. Cuma pernah nyobain yang paling terkenal, Ma? Well, lengkapi pengalaman wisata kuliner Mama dengan nyobain juga makanan khas Yogyakarta yang lebih ekstrem.


BACA JUGA


17 Objek Wisata di Jogja Paling Populer - dari Wisata Alam Hingga Wisata Kuliner

17 Objek Wisata di Jogja Paling Populer - dari Wisata Alam Hingga Wisata Kuliner

17 objek wisata di Jogja yang nggak boleh sampai dilewatkan. Kalau belum ke sini, rasanya belum ke Jogja aja gitu

Read more..


Mau tahu nggak, Ma, makanan apa saja khas wisata kuliner Yogyakarta, dari yang populer sampai yang paling ekstrem?


1. Gudeg


Wisata kuliner khas Yogyakarta - Gudeg. Image via gudegyudjumpusat

Sudah pasti semua orang kalau ditanya apa wisata kuliner khas Yogyakarta yang pernah dicoba, jawabannya seragam. Gudeg.

Sebenarnya ada beberapa jenis gudeg, gudeg basah, gudeg kering, dan gudeg ala Solo. Lho, katanya khas Yogyakarta tapi kok ala Solo ya? Hahaha. Gudeg ala Solo punya areh atau kuah yang berwarna putih. Di Yogyakarta, jarang sih yang jualan gudeg areh putih ini, adanya ya di Solo.

Gudeg basah, tentunya ya basah alias berkuah meski sedikit. Gudeg basah ini contohnya gudeg-gudeg yang dijual oleh Yu Djum, Bu Ahmad Barek, Bu Tjitro dan sebagainya. Gudeg kering, ya kering. Tanpa kuah. Gudeg kering sangat cocok dijadikan oleh-oleh, karena tahan sampai beberapa hari. Sentra penjualan gudeg kering di kampung Wijilan.


2. Oseng-oseng Mercon


Wisata kuliner khas Yogyakarta - Oseng-oseng mercon. Image via Jajan Jogja.

Buat Mama penggemar masakan pedas, coba tantangan masakan Oseng-oseng Mercon, wisata kuliner khas Yogyakarta satu ini, yang warungnya bisa ditemukan di penggalan Jalan KH Ahmad Dahlan ini.

Oseng-oseng ini adalah masakan daging sapi dan lemak, yang dicampur dengan cabai hingga pedasnya luar biasa. Siapkan air minum yang banyak ya, kalau Mama mau coba menu wisata kuliner khas satu ini.


3. Bakmi Jawa


Wisata kuliner khas Yogyakarta - Bakmi Jawa. Image via Good Indonesia Food.

Memasak mi memang bisa dengan banyak cara. Tapi rasa yang ada di bakmi Jawa memang sangat khas, yang konon dihasilkan dari cara memasaknya yang menggunakan anglo, atau kompor tanah liat.

Warung bakmi Jawa yang sangat terkenal di Yogyakarta ada banyak, misalnya saja Bakmi Kadin, Bakmi Harjo Geno, Mbah Mo, Mbah Hadi, Bakmi Pele dan lain sebagainya.


4. Bakpia


Wisata kuliner khas Yogyakarta - Bakpia. Image via bisnisrumahanbakpia.

Dulu, bakpia hanya berisi kacang ijo yang dihaluskan. Sekarang? Ada banyak varian rasa bakpia, ada cokelat, keju, durian, stroberi dan sebagainya.

Sentra pembuatan bakpia ada di Pathuk, sebelah barat Malioboro (sekitar 10 menit naik becak). Tapi penjualannya sih ada di banyak tempat. Yang sekarang sedang ngehits adalah bakpia Kurnia Sari, yang sentranya bisa Mama datangi di Jl. Glagah Sari, sedangkan outletnya ada di beberapa tempat tersebar di seluruh Yogyakarta.

Bakpia juga awet, cocok kalau mau dibawa sebagai oleh-oleh.


5. Geplak


Wisata kuliner khas Yogyakarta - Geplak Bantul. Image via bakpiadjava.

Geplak terbuat dari parutan kelapa, yang dicampur dengan gula aren lalu dibentuk bulat-bulat, rasanya sangat manis. Dulu geplak hanya diproduksi satu warna satu rasa, sekarang sudah berkembang berbagai varian rasa. Ada geplak cokelat, durian, stroberi dan lain-lain.

Warga Bantul Yogyakarta dulu mengolah kelapa dan gula menjadi geplak, dan menjadikannya sebagai makanan sehari-hari saat masa paceklik, Ma.


BACA JUGA


7 Wisata Kuliner Nusantara Rekomendasi Rocking Mama Ini Mesti Mama Coba!

7 Wisata Kuliner Nusantara Rekomendasi Rocking Mama Ini Mesti Mama Coba!

Wisata kuliner selalu menjadi tujuan ketika Mama berkunjung di satu kota ataupun di kota sendiri. Kali ini Rocking Mama akan ...

Read more..


6. Peyek tumpuk


Wisata kuliner khas Yogyakarta - Peyek tumpuk. Image via Tokopedia.

Masih dari Bantul, Mama mesti coba juga peyek tumpuk.

Peyek ini sebenarnya rempeyek kacang seperti yang biasa banyak dijumpai dan kita makan. Hanya saja alih-alih berbentuk bundar dan pipih, peyek tumpuk kacangnya numpuk-numpuk hingga sekepalan tangan orang dewasa.

Peyek tumpuk pertama kali diproduksi oleh Mbok Tumpuk, tapi sekarang peyek tumpuk bisa dijumpai di mana saja di daerah Bantul.


7. Ampyang


Wisata kuliner khas Yogyakarta - Ampyang. Image via Norma Fauziyah.

Ampyang merupakan camilan khas Jawa ini terdiri atas kacang yang dicampur dengan gula jawa atau gula kelapa. Paling cocok nih dimakan di sore hari yang gerimis, sambil menyeruput teh jahe panas. Wahhh!


8. Sate klatak


Wisata kuliner khas Yogyakarta - Sate klatak. Image via satepakjede.

Satenya sih dari daging kambing biasa. Yang unik, daging-daging ini ditusuk dengan jeruji roda sepeda. Bumbunya juga nggak aneh-aneh, hanya garam saja.

Sate klatak pertama ada di warung Mbah Ambyah, Jejeran Pleret Bantul. Namun, sekarang Mama bisa menemui banyak warung sate klatak di mana-mana.


9. Sate Karang


Wisata kuliner khas Yogyakarta - Sate karang. Image via Food Discoverer.

Di daerah lapangan Karang Kotagede, ada wisata kuliner yang terkenal banget, Ma. Yaitu warung sate yang terkenal dengan hidangan sate Karang-nya.

Satenya khas, karena disuguhkan dengan lontong dan irisan tempe berkuah santan. Hidangan ini tak bisa ditemukan di lain tempat, jadi pastikan Mama cobain ya. Pasti akan nagih lagi.


10. Yangko


Wisata kuliner khas Yogyakarta - Yangko. Image via Twitter gethuk ECO.

Ini dia kue moci-nya Yogyakarta. Terbuat dari tepung beras, agak lengket kalau dikunyah dan ditaburi tepung dibungkus kertas minyak warna-warni. Rasanya persis kue moci, tapi sekarang juga bertambah varian rasanya seperti halnya bakpia dan geplak.


BACA JUGA


Suka Wisata Kuliner? Pastikan Mama Perhatikan Beberapa Hal Ini Sebelum Memesan Makanan di Warung Makan!

Suka Wisata Kuliner? Pastikan Mama Perhatikan Beberapa Hal Ini Sebelum Memesan Makanan di Warung Makan!

Wisata kuliner memang asyik! Memburu masakan lokal, lalu dicobain. Memberikan kita pengalaman baru yang seru. Tapi, petualangan itu bisa ...

Read more..


11. Kipo


Wisata kuliner khas Yogyakarta - Kipo. Image via Jajan Jogja.

Kipo merupakan wisata kuliner Yogyakarta khas Kotagede, Ma. Mama bisa mendapatkannya di pasar tradisional di Kotagede. Bahan dasar kipo adalah tepung ketan, isinya parutan kelapa yang dicampur dengan gula kelapa. Warna hijaunya didapat dari daun suji. Rasanya legit-legit gurih.


12. Getuk


Wisata kuliner khas Yogyakarta - Getuk tradisional. Image via Youtube.

Getuk yang paling tradisional ini harus banget Mama coba. Ini beda lho, Ma, dengan getuk lindri ataupun getuk khas Magelang.

Getuk tradisional ini adalah getuk yang dijual di pasar-pasar tradisional dalam tampah yang besar, diiris-iris lalu ditaburi parutan kelapa. Sensasi rasa gurih dan manisnya sempurna banget.


13. Gatot


Wisata kuliner khas Yogyakarta - Gathot. Image via Cerita Kuliner Indonesia

Gatot yang ini bukanlah nama orang, tapi nama makanan tradisional. Seperti getuk, gatot juga terbuat dari singkong, lebih tepatnya dari gaplek (singkong yang dikeringkan). Warnanya kehitaman dan lengket di tangan, hingga mungkin bagi beberapa orang, kenampakan gatot memang tidak menarik.

Tapi, tunggu dulu. Coba dulu dimakan sambil dicocolkan ke parutan kelapa. Wuah! Enak banget! Antara manis dan gurih, berpadu dengan seimbang.


14. Tiwul


Wisata kuliner khas Yogyakarta - Tiwul. Image via Jogjaguides.

Tiwul, hampir sama seperti getuk tradisional, juga terbuat dari singkong cuma berbeda sedikit di proses memasaknya. Dulu penduduk Gunung Kidul Yogyakarta mengolah singkong menjadi tiwul pada masa penjajahan Belanda untuk mengganti beras.

Tiwul juga bisa ditemukan di berbagai pasar tradisional di Yogyakarta.


15. Cenil


Wisata kuliner khas Yogyakarta - Cenil. Image via masteresep.

Cenil, masih terbuat dari singkong yang dihaluskan. Wah, ternyata banyak ya, Ma, makanan yang terbuat dari singkong yang khas dari Yogyakarta?

Cenil ini lebih menarik, karena biasanya diberi warna yang meriah dengan pewarna makanan; merah, oranye, hijau, dan di atasnya ditaburi kelapa. Sangat menggugah selera, apalagi kalau sudah dimakan.


BACA JUGA


Sudah Coba Masakan Belut Khas Pemalang Ini Belum, Ma? Penuh Gizi Lho!

Sudah Coba Masakan Belut Khas Pemalang Ini Belum, Ma? Penuh Gizi Lho!

Masakan belut pasti jarang dihidangkan di meja makan ya, Ma? Cobain masakan belut yang satu ini yuk! Istimewa

Read more..


16. Jadah tempe


Wisata kuliner khas Yogyakarta - Jadah tempe. Image via kooliner.com

Wisata kuliner khas Kaliurang Yogyakarta ini sering disebut sebagai sandwich ndeso.

Cara makannya, tempe bacemnya ditaruh di antara dua jadah, lalu dimakan seperti makan sandwich. Jangan lupa cabainya untuk menemani rasa manis dari tempe bacem. Rasanya? Yummy!

Jadah tempe paling terkenal adalah jadah tempe dari warung Mbah Carik di Kaliurang. Tapi sebenarnya, jadah tempe dari warung yang lain pun tak kalah enaknya.


17. Sego pecel


Wisata kuliner khas Yogyakarta - Sego pecel. Image via gudegnet.

Sego pecel, atau nasi pecel, merupakan menu khas Jawa Tengah dan Yogyakarta. Terdiri atas bayam, kangkung, tauge, kacang panjang, lalu disiram dengan bumbu kacang seperti gado-gado.

Warung nasi pecel paling terkenal di Yogyakarta adalah warung Bu Wiryo, yang ada di kawasan UGM.


18. Geblek


Wisata kuliner khas Yogyakarta - Geblek. Image via lungo . id

Dari Kulon Progo, ada wisata kuliner khas berupa camilan bernama geblek. Terbuat dari tepung tapioka yang dibumbui garam dan bawang putih. Adonan tapioka dikukus, diberi bumbu, lalu dibentuk angka 8.

Paling enak makan geblek dengan saus atau dengan tempe benguk bacem, Ma. Cobain deh.


19. Belalang goreng


Wisata kuliner khas Yogyakarta - Belalang goreng. Image via wisatawan ID.

Gunung Kidul Yogyakarta sungguh kaya dengan berbagai makanan alternatif, dari mulai yang populer dari singkong seperti getuk, tiwul, gatot di atas, tapi juga yang satu ini, belalang goreng.

Dulu Gunung Kidul pernah diserang oleh hama belalang, Ma. Ribuan belalang menyerbu ladang penduduk, hingga menyebabkan banyak tanaman mati. Saat mulai dibasmi, banyak belalang yang mati yang dikumpulkan dan kemudian coba diolah oleh penduduk setempat. Ternyata rasanya cukup sedap, seperti udang goreng.

Di sepanjang jalan raya Gunung Kidul, Mama akan banyak menemukan para penjual belalang, baik yang masih mentah siap goreng, maupun yang sudah digoreng dan siap disantap.


20. Kepompong ulat goreng


Wisata kuliner khas Yogyakarta - Kepompong dan ulat goreng. Image via Bangka Pos.

Lagi-lagi Gunung Kidul menawarkan hidangan ekstrem bagi para penikmat wisata kuliner yang ingin mencoba berbagai makanan khas Yogyakarta.

Kepompong ulat yang digoreng ini adalah kepompong ulat pohon jati. Berani coba, Ma?


BACA JUGA



21. Ular kobra


Wisata kuliner khas Yogyakarta - Ular kobra. Image via tipsbermanfaat.

Pada awalnya ular kobra dimasak sebagai obat kanker, terutama empedu dan sumsumnya. Namun kini, ular kobra bisa dinikmati bukan hanya untuk obat, tapi bisa dimakan oleh siapa saja yang menginginkannya.

Salah satu warung yang menjual berbagai hidangan ular kobra adalah warung Kobra Imperial Kitchen yang ada di Jl. Lempuyangan. Berbagai menu ular kobra ditawarkan, dari sup ular kobra, sate ular kobra, tom yam hingga hamburger ular kobra.


22. Codot goreng


Wisata kuliner khas Yogyakarta - Codot goreng. Image via Tribunnews.

Di Pura Pakualaman, ada warung sederhana yang menyajikan berbagai hidangan menu ekstrem. Di antaranya adalah hidangan yang berbahan tokek, luwak (musang), bajing (tupai), kelelawar dan beberapa hewan lain.

Yang menjadi andalan dari warung ini adalah codot (kelelawar) goreng. Disajikan lengkap dengan lalapan, sambal, dan nasi, menu codot goreng ini sangat laris. Tak hanya digoreng, tapi codot juga bisa dimasak dengan cara dibakar ataupun dirica-rica. Harganya pun sangat bersahabat, sepiring nasi codot goreng hanya dibanderol sekitar Rp 10.000, sedangkan nasi dengan bajing goreng harganya Rp 15.000.


23. Sate kuda


Wisata kuliner khas Yogyakarta - Sate kuda. Image via Wisata Kuliner Jogja

Sate sapi? Sate ayam? Sate kambing? Sudah coba semua? Sekarang saatnya Mama coba sate kuda.

Daging kuda dipercaya mampu menyembuhkan berbagai penyakit, seperti reumatik, asma, dan mampu meningkatkan gairah para pria.

Penjual sate kuda di Yogyakarta cukup banyak, di antaranya di Jl. Kranggan, di kawasan Pojok Beteng Wetan, di Jalan Jendral Sudirman, hingga Jalan Parangtritis. Daging kuda biasanya diperoleh dari tempat pemotongan kuda di daerah Pleret Bantul.


BACA JUGA


Bosan dengan Objek Wisata di Jogja yang Itu-Itu Saja? Ini Dia 9 Objek Wisata Paling Baru dan Kekinian di Jogja!

Bosan dengan Objek Wisata di Jogja yang Itu-Itu Saja? Ini Dia 9 Objek Wisata Paling Baru dan Kekinian di Jogja!

Objek wisata di Jogja semacam Keraton, Malioboro dan Prambanan mah sudah berkali-kali dikunjungi. Bosan! Nah, coba agendakan untuk ...

Read more..


Nah, gimana? Tertarik untuk berpetualang wisata kuliner khas Yogyakarta di atas? Mama barangkali sudah sering mencoba menu-menu yang populer ya, jadi barangkali Mama sekeluarga juga ingin mencoba menu lain. Yang ekstrem barangkali?

Selamat berwisata kuliner, Mama!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "23 Daftar Wisata Kuliner Khas Yogyakarta Terlengkap - dari yang Paling Populer hingga yang Paling Ekstrem". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Carolina Ratri | @carolinaratri

An INFJ-T sarcastic sagittarian Managing Editor of Rocking Mama. Deeply passionate about writings, graphic designs, hand-drawings, and hand-letterings. Read her journal at www.CarolinaRatri.com

Silahkan login untuk memberi komentar