3 Alasan Mengapa Hubungan Suami Istri yang Hangat Tidak Selalu Berarti Penuh Cinta

3 Alasan Mengapa Hubungan Suami Istri yang Hangat Tidak Selalu Berarti Penuh Cinta

213
Selama ini, Mama mungkin sering membaca kiat-kiat untuk melanggengkan hubungan intim suami-istri, dengan seks di bagian paling atas. Well, bisa jadi hal itu benar--jika kedua hati dipenuhi rasa cinta.

Sekarang ini banyak sekali terjadi perselingkuhan. 'Penyakit' main belakang ini tidak lagi diam-diam dilakukan seorang kepala desa dengan gadis belasan tahun di pelosok sana, atau didominasi para selebritis. Bahkan para pemuka agama pun melakukannya.

Mama tentu ikut gemas kan, dengan berita-berita poligami yang tersebar kemarin-kemarin ini? Tapi, reality bites. Kenyataannya, selingkuh memang rawan sekali terjadi, dengan seks adalah sebagai latar belakang utamanya.

Oleh karena itu, jangan dulu tertipu oleh permainan ranjang warbyasak itu, ya! Karena bisa jadi, kenikmatan saat melakukan hubungan suami istri itu adalah tipu muslihat belaka.


BACA JUGA


7 Mitos Seputar Hubungan Suami Istri yang Justru Akan Membahayakan Kehidupan Pernikahan

7 Mitos Seputar Hubungan Suami Istri yang Justru Akan Membahayakan Kehidupan Pernikahan

Selama ini banyak beredar berbagai mitos tentang hubungan suami istri atau seks yang nggak jelas kebenarannya. Padahal banyak di antaranya ...

Read more..


Yuk kita intip, mengapa hubungan suami istri yang hangat di atas ranjang itu belum tentu penuh dengan cinta!

Hubungan suami istri yang menggebu-gebu, karena sebuah pertemuan yang terlarang


Seseorang bisa saja mengajak pasangannya melakukan hubungan suami istri yang panas dan memesona. Tapi ini bisa jadi karena ia baru saja bertemu dengan orang ketiga yang sedang menghuni pikirannya. Pertemuan itu meninggalkan gelora tertahan yang tak terlampiaskan. Untuk itu, hasratnya disalurkan dengan pasangannya di rumah.

Namun, bukanlah sang pasangan yang berada dalam pikirannya. Ia membayangkan sang orang ketiga 'bermain' bersamanya. Berimajinasi beradu fisik dan berpeluh dengan seseorang yang tidak sedang di ranjang yang sama. Melayang jauh dalam halusinasi yang terlarang.

Dan, yang terlarang itu cenderung lebih mendebarkan. Menimbulkan sensasi takut ketahuan sekaligus tak ingin dihentikan, yang berpadu menjadi kenikmatan tersendiri.

Karena alasan inilah, maka permainan bisa sangat menggebu-gebu.


Hubungan suami istri yang eksotis, disebabkan oleh 'rasa bersalah'


Bayangkan jika Mama sedang merasa bersalah. Rasanya ingin melakukan apa pun untuk menebus kesalahan itu. Termasuk melakukan hubungan suami istri.

Beberapa orang memang melakukan ini pada pasangannya, untuk menutupi apa yang ia perbuat dengan orang ketiga. Walaupun yang diperbuatnya dengan orang ketiga itu belum sampai pada tahap interaksi fisik, namun rasa bersalah itu sudah cukup menghantui.

Siapa yang tidak 'berdosa' karena membuat siluet tubuh indah seseorang dalam pikiran sebelum tidur? Sambil berharap dapat membawanya ke alam mimpi, untuk bertemu dan meneruskan interaksinya lebih jauh lagi.

Di sisi lain, harapannya itu diempaskan oleh sang belahan jiwa yang setia mendampingi. Sehingga siluet itu berganti dengan banyak sesi hubungan suami istri nan eksotis bersama pasangan yang tanpa arti, hanya sekadar mencoba meringankan rasa bersalah di hati.


BACA JUGA


Untuk Hubungan Suami Istri yang Lebih Passionate, Simak Dulu 5 Rahasia Timing yang Tepat Ini!

Untuk Hubungan Suami Istri yang Lebih Passionate, Simak Dulu 5 Rahasia Timing yang Tepat Ini!

Ternyata timing yang tepat sangat menentukan, apakah hubungan suami istri yang dilakukan berakhir bahagia

Read more..


Hubungan suami istri yang penuh kamuflase, dengan orgasme yang dipalsukan


Biasanya para wanita yang bisa melakukan ini, bahkan berkali-kali!

Sebagai makhluk yang lemah lembut, wanita perlu emosi dalam melakukan aktivitas seksual. Jika tidak, seks tidak lain hanya menjadi percobaan perkosaan. Tidak ada rasa, tidak ada minat, tidak ada apa-apanya.

Sebaliknya, jika seorang pria mampu mengambil hati sang wanita, maka hubungannya akan menjadi intim, bukan sekadar intercourse belaka. Tapi tentu saja, perlu waktu dan upaya untuk mengambil hati wanita.

Karena alasan tersebutlah banyak wanita yang melayani suaminya dengan penuh kamuflase. Sebatas menjalankan tugas untuk urusan kasur, agar kewajiban utamanya dalam pernikahan gugur. Satu dua kali mungkin tidak akan terlalu berarti. Bagi wanita, apa susahnya berpura-pura menjerit nikmat? Badannya dikorbankan, tanpa membawa perasaan. Tidak ada emosi kecuali kepalsuan.


BACA JUGA


Semakin Rekatkan Hubungan Suami Istri dengan Beberapa Ritual Sebelum dan Sesudah Bercinta Ini Yuk, Ma, Pa!

Semakin Rekatkan Hubungan Suami Istri dengan Beberapa Ritual Sebelum dan Sesudah Bercinta Ini Yuk, Ma, Pa!

Hubungan suami istri yang hanya menjadi rutinitas, dan dianggap tugas atau kewajiban, lama kelamaan bakalan membosankan! Coba rasakan ...

Read more..


Jadi, Ma, sejatinya, hanya ada satu kunci untuk hubungan suami istri yang mesra, yaitu rasa cinta.

Jadi, abaikan anggapan bahwa hubungan intim itu adalah pemersatu, karena buktinya, banyak kegiatan itu yang didasari alasan belaka, namun tanpa cinta.

Mulai sekarang, ajak Papa untuk selalu mengekspresikan kasih sayang, ya. Misalnya dengan berpelukan, mencium pipi dan kening, berdansa, atau kencan romantis. Hal-hal demikian niscaya akan menghindarkan Mama dan Papa dari keinginan berselingkuh, serta merangsang hubungan yang lebih tulus dan indah, karena ada cinta di dalamnya!

Selamat melakukan hal-hal indah di bawah dan di atas ranjang bersama Papa ya, Ma!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "3 Alasan Mengapa Hubungan Suami Istri yang Hangat Tidak Selalu Berarti Penuh Cinta". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


PutuAyu Winayasari | @ayuwinayasari

A whole-hearted writer. A caring teacher. A Rocking Mama. A loving wife-daughter. Visit me at bilikayuwinayasari@blogspot.co.id. Reach me at raynorkayla@gmail.com. Or just come by to LIA-Bandung to have some bakso with me :)

Silahkan login untuk memberi komentar