Ini Dia 3 Bisnis yang Paling Laris Manis Saat Ramadan hingga Lebaran

Image via LA Times

Ini Dia 3 Bisnis yang Paling Laris Manis Saat Ramadan hingga Lebaran

1.9K
A business woman needs a successful mix of design and practicality. ~ Donatella Versace

Wah, ternyata kita sudah akan kembali memasuki bulan Ramadan ya, Ma! Seneng banget pastinya ya.

Well, bulan puasa selain untuk beribadah, ternyata juga ditunggu-tunggu oleh beberapa orang karena mendatangkan rezeki bagi mereka. Betul, selain kesempatan untuk beribadah dan lebih mendekatkan diri pada Yang Ilahi, ternyata Ramadan juga membuka kesempatan bisnis yang cukup menggiurkan.


Baca juga: Modal Hanya Pas-Pasan? Tetap Bisa Membangun Bisnis Start-Up dengan 7 Tip Praktis Ini!


    Mama pengin ikutan mengais rezeki musiman bulan Ramadan? Ini dia beberapa bisnis yang laris manis saat bulan puasa tiba, hingga hari raya nantinya.


    1. Bisnis kuliner


    Image via Konsulitasi Usaha

    Dari mulai menyediakan makanan takjil hingga menyediakan menu sahur, bisnis kuliner Ramadan sangatlah menjanjikan. Nggak akan pernah sepi, dan justru makin ramai saat bulan puasa tiba. Terutama sih, keuntungan besar bisa kita dapatkan jika kita memilih jenis makanan takjil dengan target penjualan para pekerja sibuk yang bekerja di luar rumah sehingga nggak sempat memasak, atau bahkan nggak sempat pulang untuk berbuka. Target potensial lainnya yang bisa menjadi pelanggan adalah para anak kost.

    Minuman dan minuman takjil yang biasanya sangat laris adalah kolak, sup buah, es pisang ijo dan penganan-penganan kecil lainnya. Dengan modal yang tak terlalu banyak, katakanlah Rp 500.000 – Rp 1 juta (tergantung jenis takjil dan banyaknya porsi yang disediakan), Mama sudah bisa mulai menjalankan bisnis ini.

    Alat-alat yang Mama butuhkan untuk mengoperasikan bisnis ini pun cukup mudah, barangkali hanya melibatkan barang-barang yang setiap hari Mama gunakan juga, yaitu alat-alat memasak untuk membuat takjilnya. Kemudian Mama akan memerlukan meja kecil untuk menaruh dagangan Mama, dan berbagai kemasan plastik misalnya seperti gelas-gelas plastik atau mangkuk styrofoam.

    Harga jual per porsi tentu bervariasi ya. Bahkan lokasi dan kemasan pun juga bisa menentukan harga jual. Jika Mama menjual makanan takjil ini di kompleks perumahan Mama tentu harganya akan berbeda dengan kalau Mama menjualnya di area perkantoran yang dipenuhi para karyawan eksekutif. Belum lagi kemasannya, kalau Mama mengemasnya hanya dengan kantong plastik biasa, tentu akan berbeda harganya dengan makanan yang dikemas dalam cup plastik.

    Sedikit tips jika Mama ingin berbisnis makanan takjil pada bulan Ramadan ini:

    • Sesuaikan makanan yang dijual dengan selera pembeli atau target pembeli Mama.
    • Mama bisa membuat layanan pesan antar untuk menjangkau pembeli yang lebih luas. Mama bisa memanfaatkan layanan ojek online untuk mengantarkan makanan Mama.
    • Sesekali berikan bonus pada pelanggan yang setia atau memborong dagangan Mama.

    Bisnis kuliner ini juga nggak berhenti saat Ramadan saja, Ma, tapi bahkan hingga saat Lebaran. Sudah pasti kita kangen dengan kue-kue Lebaran semacam kue putri salju, nastar atau kastangel kan? Nah, Mama juga bisa nih memanfaatkan peluang ini. Yang penting, Mama harus mengemasnya secara unik dan menarik karena yang wira wiri di bisnis kue Lebaran ini begitu banyak, sehingga Mama harus lebih menonjol dibandingkan dengan yang lain jika ingin produk Mama laku. Sedikit ide nih, Ma, barangkali Mama bisa mengombinasikan banyak jenis kue dalam satu kemasan. Pilihlah kombinasi yang mempunyai rasa dan aroma yang tak jauh berbeda ya, supaya nggak merusak kue-kue itu sendiri.

    Untuk bisnis kue Lebaran ini, Mama bisa mencuri start nih, Ma. Buatlah brosur mengenai berbagai macam kue yang bisa Mama buat, kemudian sebarkanlah seminggu sebelum Ramadan. Iya, Ma, sebelum bulan puasa dimulai. Jadi yang membutuhkan pasti akan datang pada Mama lebih cepat karena informasinya sudah mereka simpan terlebih dahulu.


    Baca juga: Mau Bisnis Lebih Sukses Tahun Ini? Ini Dia 5 Hal yang Harus Diinvestasikan oleh Seorang Mompreneur!


    2. Bisnis fashion


    Image via Huffington Post

    Selain kuliner, bisnis lain yang sangat menguntungkan terutama saat Lebaran adalah bisnis hijab, pakaian muslim, dan perlengkapan ibadah seperti mukena. Cocok banget kan untuk Mama yang juga seorang fashionista?

    Belilah produk fashion muslim, mukena dan jilbab secara grosir dan kemudian menjualnya per potong. Biasanya ada keuntungan sekitar 40 – 25% dari harga grosirnya, Ma. Kalau perlu, Mama juga bisa menjualnya dengan sistem kredit. Pelunasan dilakukan saat menjelang Lebaran.

    Untuk penjualannya, Mama bisa menjualnya secara langsung pada keluarga, teman-teman, teman kantor ataupun tetangga Mama. Selain itu, sekarang sudah serba digital ya, maka Mama juga bisa memanfaatkannya untuk memperluas target pasar Mama. Juallah secara online, manfaatkan media sosial seperti Facebook atau Instagram, juga manfaatkan jasa marketplace-marketplace online yang sekarang kian menjamur.

    Carilah kesempatan untuk bisa mengikuti bazar-bazar yangbanyak diadakan selama bulan Ramadan. Biasanya sih bazar-bazar ini berlokasi di tempat-tempat strategis ya, Ma. Jadi analisislah apakah cukup menguntungkan jika Mama juga ikut menyewa stand atau booth di bazar tersebut. Jika terlalu berat untuk Mama, cobalah ajak teman untuk share tempat.

    Yang paling penting jika Mama ingin menjalankan bisnis ini adalah kejelian Mama dalam melihat tren fashion produk muslim. Sekarang orang-orang lagi suka model yang seperti apa, warna seperti apa dan seterusnya.


    Baca juga: Sering Merasa Nggak Percaya Diri dengan Penampilan? Coba Temukan Personal Style Kita Yuk!


    3. Bisnis parsel


    Image via Basket World

    Meski pemerintah sudah melarang para pegawai negeri menerima parsel saat Lebaran, namun bukan berarti bisnis ini berhenti atau surut, Ma. Masih banyak kok orang-orang yang butuh untuk memberi bingkisan seperti parsel ini pada orang lain dengan alasan-alasan tertentu.

    Parselnya sendiri kini juga nggak melulu berisi makanan dan buah, Ma. Tapi lebih bervariatif. Mulai dari perabotan rumah tangga dan dapur seperti gelas dan piring, alat ibadah, hingga gadget.

    Berapa modal untuk memulai bisnis ini? Tergantung juga dengan isi parsel, besar parsel dan target marketnya. Barang yang Mama perlukan untuk memulai juga tak terlalu sulit dicari, misalnya keranjang besar dan isi parselnya sendiri. Barangkali Mama bisa memulainya dengan makanan-makanan kemasan yang mudah dicari di mana-mana itu, Ma. Kemudian sediakan pernak pernik untuk menghias parsel Mama. Ada banyak ide wrapping yang bisa Mama temukan di Internet, yang kemudian selanjutnya tergantung pada kreativitas Mama tentu ya.

    Promosikan usaha parsel Mama pada orang-orang terdekat lebih dulu, seperti keluarga, teman-teman arisan, tetangga dekat atau teman kantor Mama. Selanjutnya Mama juga bisa memanfaatkan media sosial untuk menjangkau pembeli yang lebih luas.

    Satu tips keren dari Rocking Mama yang barangkali bisa Mama pikirkan, cobalah untuk membuat parsel yang unik, Ma. Misalnya nih, parsel camilan khas Korea, atau parsel camilan khas tempo doeloe yang berisi jajanan-jajanan jadul, atau parsel ibadah sekeluarga, isinya sarung, kopiah, mukena, sajadah yang bisa dipakai oleh seluruh anggota keluarga. Dengan menjadi unik, pastilah calon pelanggan Mama akan lebih tertarik.


    Baca juga: Pertahankan Bisnis Online Shop Mama dengan 4 Trik Mudah dan Sederhana Ini!


    Nah, gimana, Ma? Cukup menggiurkan ya?

    Atau Mama punya pengalaman lain saat berbisnis di bulan penuh rahmat ini? Sharing ya!


    Write for Us!

    Kamu baru saja membaca artikel "Ini Dia 3 Bisnis yang Paling Laris Manis Saat Ramadan hingga Lebaran". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

    Tulis ceritamu di sini !


    Carolina Ratri | @carolinaratri

    An INFJ-T sarcastic sagittarian Managing Editor of Rocking Mama. Deeply passionate about writings, graphic designs, hand-drawings, and hand-letterings. Read her journal at www.CarolinaRatri.com

    Silahkan login untuk memberi komentar