3 Kekeliruan Mendidik Anak yang Cukup Fatal dan Seringkali Dilakukan oleh Orangtua. Mama Termasukkah?

3 Kekeliruan Mendidik Anak yang Cukup Fatal dan Seringkali Dilakukan oleh Orangtua. Mama Termasukkah?

1.1K
Dalam mendidik anak, kita pasti memilih dan melakukan yang terbaik untuk anak kita. Tapi bukan berarti Mama tidak pernah keliru kan?

Setiap mama pasti akan melakukan yang terbaik demi anaknya, tapi bukan berarti kita tak pernah keliru saat mendidik anak. Yah, namanya juga manusia ya, Ma. Meski kita dituntut untuk selalu bisa menjadi role model dan contoh yang baik untuk anak-anak, kadang ya teteup. Adaaa ... aja salahnya.

Hvft!


BACA JUGA


Hai, Orangtua, Mau Mengasuh Anak dengan Bijak? Kalau Begitu, Jangan Katakan 8 Kalimat Ini pada Si Kecil!

Hai, Orangtua, Mau Mengasuh Anak dengan Bijak? Kalau Begitu, Jangan Katakan 8 Kalimat Ini pada Si Kecil!

Mengasuh anak dengan bijak itu tak cuma membutuhkan teori, namun terutama membutuhkan hati. So, sediakan hati Mama selalu untuk mereka ...

Read more..


Ada yang memang tanpa sengaja kesalahan ini kita buat karena ketidaktahuan kita sebagai orangtua, tapi ada juga yang karena kesalahan kita saat mengungkapkannya pada si kecil.

So, coba yuk, Ma, kita telusur lagi apa saja kesalahan kita dalam mendidik si kecil, baik yang tak disengaja atau karena kita salah mengatakannya.


3 Kesalahan mendidik anak yang sering kita lakukan

1. "Jangan pernah memukul perempuan atau kasar sama temen cewekmu, ya!"


Hmmm, pasti Mama udah familiar dengan kalimat yang ditujukan untuk anak laki-laki, kan? Atau, Mama juga sering mengatakannya pada si jagoan?

Well, memang sih nggak sepenuhnya salah, tapi kalau kalimat tersebut diberikan pada anak, bisa jadi salah paham lho!

Apalagi kalau Mama mengatakannya pada kedua jagoan Mama, yang satu masih preschool dan yang lainnya sudah jelang remaja. Keduanya akan punya persepsi yang berbeda!

Si preschooler akan benar-benar menyerap kalimat tersebut apa adanya, tidak bisa 'mencerna lebih jauh'. Bisa jadi, ia malah mengira kalau memukul anak laki-laki diperbolehkan.

Nah, dalam mendidik anak, sebaiknya katakan saja, bahwa kita tidak boleh memukul siapa pun, meski hanya bercanda. Khawatirnya bakalan keterusan soalnya, Ma.

Katakan pada si kecil, bahwa memukul merupakan bentuk kekerasan fisik yang tidak sepatutnya diakukan oleh siapa pun, baik pada teman sesama laki-laki maupun teman perempuan.


2. Membiarkan anak tidak main tanpa pakaian lengkap


Mama harus sadar, saat mendidik anak, hal (yang Mama kira), bahwa hal kecil jika dilakukan terus akan berdampak besar, lho. Dan dampaknya bisa negatif maupun positif.

Dalam konteks ini, pembiaran yang Mama lakukan ketika anak Mama tidak memakai pakaian (baju atau celana) di depan orang selain keluarga. Jika Mama mempercayakan anak Mama kepada orang dekat pun, seperti baby sitter, usahakan jangan terlalu sering gonta-ganti orang ya, Ma.

Sebaiknya batasi juga, jika ada anggota keluarga yang ingin membantu atau mau memandikan atau menggantikan baju si kecil. Apalagi kalau ada orang asing di sekitar kita, wah, jangan sampai deh menelanjangi si kecil di depan umum seperti itu ya!

Hal ini penting, Ma, karena merupakan dasar dan prinsip untuk mencegah terjadinya pelecehan seksual pada anak.

Kok bisa sih, efek membiarkan anak tidak memakai baju sampai segitunya? Bisa, Mai, karena kurangnya pengawasan orangtua terhadap anaknya atau pembiaran 'hal kecil' ini.


3. Berbohong karena terpaksa


Pernah dengar istilah white lie, Ma?

Mama setuju nggak sih kalau ada istilah bohong demi kebaikan? Hmmm, sebetulnya tergantung situasi dan kondisi juga ya.

Akan tetapi, dua minggu lalu saya mendapat cerita yang cukup menohok. Kerabat saudara saya, usia pertengahan 30-an, dengan keluarga kecilnya, berencana pergi ke taman bermain dengan berbagai wahana. Nah, untuk anak usia 6 tahun atau kurang, mendapat potongan harga tiket masuk sebesar 50%! Lumayan kan, untuk menghemat pengeluaran? Papa sang anak tersebut berpesan sebelum sampai di tempat tujuan,

"Nak, kamu kalau ditanyain sama petugasnya nanti bilang umur kamu 6 tahun, ya."

Bisa Mama tebak jawaban anaknya?

"Loh, Pa? Umur aku kan 8 tahun. Cuma badan aku aja yang kecil tapi umur aku 8 tahun, Pa, bukan 6. Kenapa Papa ngajarin aku supaya bohong?"

Krik krik krik ...

Tamparan besar bagi sang papa deh jadinya. Hehehe. Akhirnya, mungkin merasa malu terhadap si kecil yang sudah bisa menghargai kejujuran, si papa tetap membayar tiket masuk sesuai harga yang berlaku.

Untuk apa hanya demi menghemat uang tapi menurunkan moral? Pelajaran mendidik anak yang didapat langsung dari sang anak. Hehehe.


BACA JUGA


Dalam Mendidik Anak, Selalu Ucapkanlah 11 Kalimat Positif Ini Setiap Waktu Pada Mereka!

Dalam Mendidik Anak, Selalu Ucapkanlah 11 Kalimat Positif Ini Setiap Waktu Pada Mereka!

Mendidik anak bukanlah perkara mudah. Setuju? Terkadang anak-anak pun ingin mendapat kalimat-kalimat positif dari Mama, nggak selalu hanya ...

Read more..


Semoga 3 kekeliruan dalam mendidik anak ini bisa Mama hindari, ya.

Sampaikan juga hal ini pada Papa dan orang rumah yang ikut andil dalam mendidik anak. Bagaimanapun juga, Mamalah yang memiliki kontrol atas apa yang patut dan tidak patut dilakukan oleh dan kepada si kecil. Semoga info ini bermanfaat dan dapat Mama bagikan kepada mama yang lain.

Happy parenting ya, Ma!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "3 Kekeliruan Mendidik Anak yang Cukup Fatal dan Seringkali Dilakukan oleh Orangtua. Mama Termasukkah?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Githa MuthiaAnanda | @githamuthiaananda

Silahkan login untuk memberi komentar