4 Cara Agar Mama Beralih Ke Makanan Organik!

4 Cara Agar Mama Beralih Ke Makanan Organik!

901
Makanan organik lebih merepotkan dan mahal? Well, think again!

Di bulan ketiga di tahun 2017 ini, apakah resolusi hidup sehat Mama masih dijalankan? Sudah? Alhamdulillah, sesuatu. Tingkatkan terus secara berkala ya, Ma. Yang sebelumnya Mama pecinta junk-food atau fast-food addict, jadi mengurangi porsinya, menggantinya dengan menu makanan sehat, serta mengonsumsi makanan yang lebih banyak mengandung serat dan vitamin. Seperti beralih ke makanan organik, misalnya.


BACA JUGA


11 Resolusi Tahun Baru untuk Hidup yang Lebih Sehat di Tahun 2017 (Selain Resolusi Menurunkan Berat Badan yang Terlalu Mainstream)

11 Resolusi Tahun Baru untuk Hidup yang Lebih Sehat di Tahun 2017 (Selain Resolusi Menurunkan Berat Badan yang Terlalu Mainstream)

Resolusi tahun baru pengin menurunkan berat badan? Ah, mainstream sekali! Dan, apa hasilnya? Biasanya hanya tinggal jadi resolusi, tanpa ...

Read more..


Oh ya, soal makanan organik. Sudah pernah coba belum, Ma?

Makanan organik ini lebih sedikit residu daripada makanan non-organik yang terkontaminasi pestisida. Maka, sudah jelas ya, kalau makanan organik ini pasti lebih sehat ya, karena tidak terkontaminasi zat-zat kimia yang barangkali ditambahkan selama proses pembuatan atau penanamannya.

Tapi, memang ada beberapa hal yang mungkin membuat Mama kesulitan beralih ke makanan organik dari makanan yang biasa Mama beli dan konsumsi. Di antaranya, makanan organik cenderung lebih mahal atau Mama masih bingung untuk mengolahnya.

Well, agar Mama lebih mudah menerapkannya (kepada diri Mama dan keluarga), ikuti 4 cara berikut ini!


4 Cara agar lebih mudah beralih ke makanan organik

1. Periksa label kemasan

Saat belanja makanan organik dan makanan non-organik, tentunya lebih besar biaya yang keluar pada pembelian makanan organik. Akan tetapi, kalau dipikirkan ulang, sebetulnya Mama lebih untung.

Lho? Kan lebih mahal makanan organik, kok lebih untung?

Jelas. Makanan organik mengandung lebih sedikit bahan pengawet, pewarna, pemanis buatan dan monosodium glutamat (MSG). Bahan-bahan inilah yang dapat menyebabkan penyakit dalam tubuh, tidak terkecuali kanker.

Pikirkanlah mengenai hal ini, dan prioritaskanlah di atas harga yang kita bisa bayar sehari-hari. Kebayang nggak, betapa "mahalnya" kalau kita sakit. Dengan demikian, maka Mama telah meyakinkan diri Mama sendiri, bahwa harga sebuah kesehatan adalah lebih penting.

Cek selalu label yang tertera di makanan organiknya ya, Ma. Mama harus cermat. Label '100% organik' berarti murni dari proses sampai pengemasannya tidak mengandung tambahan bahan pengawet. Label 'organik' berarti 95% prosesnya tidak menggunakan bahan pengawet.

So, secara garis besar memang makanan organik ini lebih sedikit residu pestisida dalam proses pengolahannya. Kalau Mama mau lebih efisien, belilah dalam jumlah yang besar. Lalu, segera eliminasi makanan cepat saji dan perbanyak sayur dan buah.


2. Makanan olahan sendiri

Setelah Mama punya cukup banyak makanan organik, racik deh bahan-bahan tersebut jadi kudapan yang sehat sekaligus enak.

Siapa bilang kalau 'makanan enak, nggak sehat. Makanan sehat, nggak enak'?

Kemas makanan organik menjadi hidangan yang beda dari biasanya. Misalkan Mama ingin menyajikan salad untuk Papa dan anak, jangan hanya sekadar 'menaburkan' di piring seperti salad pada umumnya. Coba deh, selada sebagai alas pertama, diisi dengan potongan kol, wortel, kentang, ikan, lalu gulung dan kaitkan dengan tusuk gigi.

Tampilannya memang beda namun dengan kandungan gizi yang sama, kan, Ma? Yuk, Ma, variasikan penampilannya, pun isi salad-nya. Biar 'hanya' sayur mayur dan buah, tapi variasi tetap bisa diusahakan tergantung kreativitas Mama. Kalau Mama ingin mendapatkan berbagai macam ide penyajian salad, Mama bisa deh mencarinya di Foodnetwork.com. Ada lengkap di sana!


3. Menu sama, bahan beda

Anak dan Papa biasa sarapan roti? Memang sih, roti cukup praktis dan mengenyangkan, karena saat pagi hari atau kebutuhan saat sarapan rata-rata yakni 120 kalori (disesuaikan dengan aktivitas dan kondisi fisiknya).

So, kalau memang sulit mengganti menu, nggak perlu ekstrim langsung ganti menu makanan organik jadi sarapan yogurt dan buah, Ma.

Tetaplah sajikan roti, tapi rotinya gandum. Nah, kalau biasanya pakai topping cokelat, sekarang gantilah dengan selai kacang atau madu. Ditambah dengan taburan kacang almond juga enak, Ma. Krenyes-krenyes gitu. Yummm!


4. Katering

Mama nggak punya cukup waktu untuk belanja, mengolah, dan menyiapkan hidangan makanan organik?

Well, katering bisa jadi solusinya! Sekarang udah banyak katering makanan organik lho, Ma. Nggak sulit untuk menemukannya.

Artis dan public figure pun banyak yang udah beralih ke makanan organik, dan langganan katering organik itu. Yash, tentunya sedikit lebih mahal, tapi kan sehat dan kenyang lebih lama, serta lebih sedikit menggunakan perisa buatan, lho. Think again.


BACA JUGA


Pola Makan Sehat Saya Terapkan demi Mengusir Tumor dari Tubuh Saya - Mama pun Perlu Melakukannya!

Pola Makan Sehat Saya Terapkan demi Mengusir Tumor dari Tubuh Saya - Mama pun Perlu Melakukannya!

Pola makan sehat menjadi hal yang dilakukan oleh orang-orang sekarang ini. Manfaat pola makan sehat tentunya untuk kesehatan

Read more..


Masih memilih makanan non-organik daripada makanan organik karena terkesan merepotkan? Well, nggak usah langsung menerapkan keempat cara di atas. Coba saja satu cara yang Mama anggap paling mudah. Dalam waktu beberapa minggu, Mama dan keluarga akan merasakan perubahannya!

Stay healthy, Mama!



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "4 Cara Agar Mama Beralih Ke Makanan Organik!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Githa MuthiaAnanda | @githamuthiaananda

Silahkan login untuk memberi komentar