4 Cara Menemukan Bakat Anak yang Bisa Mama Lakukan Untuk Si Kecil

4 Cara Menemukan Bakat Anak yang Bisa Mama Lakukan Untuk Si Kecil

1.3K
Cara menemukan bakat anak bisa Mama lakukan kapan saja. Dan terkadang cara menemukan bakat anak pun bisa secara spontan, tanpa terduga.

Menurut para ahli, cara menemukan bakat anak bisa dilihat sejak si kecil berusia satu tahun.

Hanya saja seringkali kita agak susah menemukan bakat yang mereka miliki walaupun setiap hari menghabiskan waktu bersama. Tak perlu bersedih, Ma, karena Mama nggak sendiri. Satu hal yang perlu diingat, bahwa setiap anak itu berbeda dan memiliki keunikan tersendiri. Maka itupun berlaku dibakat dan minat yang akan mereka pilih.

BACA JUGA


4 Bentuk Soft Skills yang Bisa Mama Biasakan pada Si Kecil Sejak Dini Agar Kelak Berguna Saat Masuk Dunia Kerja

4 Bentuk Soft Skills yang Bisa Mama Biasakan pada Si Kecil Sejak Dini Agar Kelak Berguna Saat Masuk Dunia Kerja

Soft skills yang dicari di dunia kerja memang berbeda-beda, tergantung pada bidang perusahaannya. Namun, 4 keterampilan ini pasti dibutuhkan ...

Read more..
Bakat adalah sesuatu yang menonjol dari dalam diri anak
Minat adalah kesukaan anak terhadap sesuatu. Misalnya, anak suka mendengarkan nyanyian, belum tentu nantinya dia bisa menyanyi dengan baik. Atau si kecil suka membaca, belum tentu dia menjadi penulis.

Mama bisa melakukan observasi atau mengamati perilaku si kecil sejak dini untuk menemukan bakatnya. Biasanya sih bakat itu adalah turunan genetik dari orang tua. Seperti, jika orang tuanya memiliki suara merdu, bisa melukis, biasanya menurun ke salah satu anak dan mereka pun menunjukkan tanda-tanda bakat tersebut sejak kecil. Mama harus pintar melihatnya.

Peran orang tua sangat besar dalam menemukan bakat anak. Nah, kali ini saya akan berbagi 4 cara menemukan bakat anak sejak dini.

1. Riwayat prestasi

Coba Mama cari tahu riwayat prestasi apa yang ada di dalam keluarga, entah itu dari keluarga Mama dan Papa. Lalu perhatikan si kecil.

Contohnya nih, putriku mewarisi kecerdasan bahasa yang berasal dari saya. Sejak kecil, saya memang suka berperan menjadi seorang guru, hal ini berlanjut dan membawa saya menyukai dunia pentas. Saya pun sering menjadi pembawa acara, berdeklamasi, memimpin menyanyikan lagu Indonesia Raya saat upacara. Dan itu saya lakukan penuh sukacita. Saya selalu menantikan momen-momen tersebut. Setelah ditelusuri, bakat saya tersebut rupanya menurun dari Ibuku!

See, genetic does matter in talent, Ma!

Jadi, sebagai orang tua kita harus jernih dan jeli dalam mengamati potensi si kecil. Nggak ada salahnya mulai sekarang mencari tahu riwayat prestasi keluarga besar kita.

2. Stimulasi potensi

Hindari yang namanya trial and error, Ma!

Nggak perlu repot memasukkannya ke les ini, les itu atau kursus untuk mengetahui bakat yang ada di dalam diri si kecil.

Jika dia melakukan suatu kegiatan, yang perlu Mama lakukan cukup menanyakan saja, "Sayang suka nggak kegiatan ini?"

Apabila si kecil menyukai dan menikmati, secara spontan dia akan menjawab "iya", dan akan dilakukan kegiatan tersebut secara rutin.

BACA JUGA


Anak dengan Gaya Belajar Visual - Apa yang Ada di Balik Kekuatannya dan Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Anak dengan Gaya Belajar Visual - Apa yang Ada di Balik Kekuatannya dan Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Anak dengan gaya belajar visual adalah peniru ulung. So, pastikan Mama dan Papa mendidiknya dengan cara memberinya contoh langsung, termasuk ...

Read more..

3. Perhatian orang tua

Jadilah orang tua yang penuh perhatian dan partner yang menyenangkan bagi si kecil

Mama bisa melakukannya dengan memfasilitasi kegiatannya, meluangkan waktu saat latihan, mendampinginya saat mengikuti kompetisi dan terutama jadilah suporter di barisan depan! Dan jangan lupa untuk mendokumentasikan kegiatan-kegiatan tersebut, ya, Ma.

Di setiap kegiatan, pastinya akan ada hal-hal kecil tak terduga yang biasanya terjadi. So, jangan lewatkan kesempatan tersebut, Ma. Terus dampingi si kecil yes.

Dan jangan lupa, Mama juga mesti memperkaya pengetahuan dengan membaca atau menonton berita. Agar, kita pun bisa memberikan informasi terbaik bagi se kecil dalam mengembangkan bakatnya,

4. Komitmen dan Konsisten

Komitmen dan konsisten syarat mutlak untuk mengembangkan bakat anak, Ma.

Karena proses yang terjadi dari deteksi, stimulasi, perhatian hingga akhirnya si kecil memiliki prestasi dari bakat tersebut, tentunya memerlukan waktu dan latihan. Mama harus bisa menjadi bagian dari proses tersebut. Jangan pernah lepaskan si kecil berjalan sendiri dalam proses.

Anak dan orang tua seperti dua mata rantai yang saling bertaut untuk mengasah bakat bukan untuk membuatnya berkarat hingga lapuk. Karena, bakat bisa saja menjadi 'tumpul' apabila tidak diasah. Oleh karena itu, jika Mama sudah menemukan bakat si kecil, ajak dia untuk belajar mengembangkan dan Mama pun harus mendukungnya.

Percayalah, dari bakat tersebut si kecil akan menjadi lebih mandiri, percaya diri, bisa menebar kebaikan untuk sekelilingnya dan berprestasi.

BACA JUGA


Anak Bermain Ada Manfaatnya Lho, dan Bahkan Penting Bagi Tumbuh Kembangnya!

Anak Bermain Ada Manfaatnya Lho, dan Bahkan Penting Bagi Tumbuh Kembangnya!

Anak bermain keharusan. Nggak boleh diganggu gugat! Karena dengan bermain, mereka bisa mengembangkan daya kreatifitas dan juga bisa melatih ...

Read more..

Ada satu pepatah, 'hasil tidak akan pernah mengkhianati kerja keras.' Betul?

Jangan pernah berhenti untuk menemukan bakat si kecil, ya, Ma. 4 cara menemukan bakat anak ini semoga bisa membantu Mama dalam menemukan 'berlian' yang terpendam di diri si kecil. Jangan mudah berputus asa jika belum menemukan pun jangan memaksakan kehendak untuk ikut ini-itu dengan alasan ingin terlihat anak kita bisa melakukan apa saja di depan orang lain. Biarkan dia menunjukkan bakatnya secara alami tidak dengan cara dipaksa.

Semangat, Ma!



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "4 Cara Menemukan Bakat Anak yang Bisa Mama Lakukan Untuk Si Kecil". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Rosanna Simanjuntak | @rosannasimanjuntak

Silahkan login untuk memberi komentar