4 Teknik Fotografi Dasar yang Bisa Mama Praktikkan Sembari Liburan dan Jalan-jalan di Weekend Besok

4 Teknik Fotografi Dasar yang Bisa Mama Praktikkan Sembari Liburan dan Jalan-jalan di Weekend Besok

948
Teknik fotografi dasar Mama perlukan jika ingin menghasilkan foto yang bagus. Mumpung besok weekend, dan barangkali Mama sudah punya acara liburan, ayo, Ma, pelajari dan praktikkan teknik fotografi dasar ini. Siapa tahu, Mama lantas bisa ikutan kompetisi fotografi National Geographic lho!

Berwisata bersama keluarga adalah hal yang sangat positif dan bermanfaat bagi kita. Tentu saja hal yang menyenangkan ini terasa kurang jika kita tidak mengabadikan momen dan perjalanan kita. Betul nggak, Ma? Ada beberapa tips teknik fotografi sederhana yang ingin saya bagikan jika Mama ingin akan mengabadikan momen atau perjalanan.


BACA JUGA


Hobi Fotografi? Tekuni, dan Mama Bisa Saja MenJadi Sehebat 5 Fotografer Perempuan Kelas Dunia Ini!

Hobi Fotografi? Tekuni, dan Mama Bisa Saja MenJadi Sehebat 5 Fotografer Perempuan Kelas Dunia Ini!

Fotografi telah membawa mereka ke kesuksesan dengan karya-karya yang diakui secara mendunia

Read more..


Yah, sebenarnya sih tidak ada kamus benar atau salah, namun tantangannya adalah bagaimana menikmati liburan dan perjalanan tanpa terganggu aktivitas memotret. Kan nggak asyik kan, bukannya ikut menikmati liburan tapi malah repot sama peralatan fotografi dan bingung mau motret apaan, serta gimana caranya motret yang bagus.

Yuk, ikuti artikel ini sampai selesai ya, Ma.


Beberapa tips teknik fotografi sederhana yang bisa Mama terapkan untuk mendokumentasikan perjalanan liburan tanpa repot


Teknik Fotografi Dasar #1. Bawa gawai yang mudah dibawa

Kecuali Mama bekerja untuk National Geographic, jangan terlalu banyak membawa perangkat fotografi yang ujung-ujungnya tidak Mama pakai juga.

Jika ingin membawa kamera DSLR, bawalah yang kompak dan ringan. Lensa gunakan yang middle range, atau lensa yang hampir 90% selalu Mama pakai. Saya pernah membawa kamera DSLR dan membawa 3 lensa, tapi ujung-ujungnya hanya 1 lensa yang paling banyak digunakan. Ketiga lensa itu adalah 50 mm, 15-85 mm, dan 70-200 mm. Yang terakhir beratnya saja sekitar 1.5 kilogram. Ditambah bodi kameranya bisa sekitar 2 kiloan.

Waduw! Udah ngalah-ngalahin fitness di gym aja.

Akhirnya saya biasanya hanya membawa yang 15-85 mm, yang fleksibel untuk foto close up atau pemandangan. Membawa lensa 70-200 mm seperti ini memang bagus untuk sesi fotografi ketika ada hajatan atau untuk menghasilkan foto ala model dan candid. Tapi, beratnya itu lho, Ma, bisa membuat pegal-pegal. Belum tenaga kita juga pasti terkuras untuk jalan-jalannya.

Akhirnya sekarang untuk jalan-jalan tanpa sesi pemotretan khusus, saya hanya hanya membawa iPhone 6 dengan dua power bank, 20.000 mAh dan 10.000 mAh. iPhone saya gunakan untuk menelepon, berbagi momen indah langsung ke media sosial, melakukan siaran langsung dari Instagram atau Facebook, dan sebagainya.

Jika Mama suka selfie atau welfie bareng keluarga, jangan lupa tongsis ya, Ma!



Teknik Fotografi Dasar #2. Nikmati perjalanan dan gunakan mata hati

Jangan terlalu banyak mengambil gambar, Ma. Nikmati perjalanannya.

Mampirlah ke warung atau restoran lokal. Rasakan kedekatan dan keramahan orang-orang lokal. Ajak bicara tukang ojek, sopir taksi, penjual buah-buahan di pinggir jalan, dan sebagainya.

Selain untuk mendapatkan informasi lokal yang bermanfaat, Mama bisa mendapatkan rasa dan kultur mereka, sehingga kita bisa menyatu dan akhirnya memiliki cerita indah untuk dikenang.

Jika mungkin dan mereka mengizinkan, ambillah gambar close up mereka. Bukan hanya tempat wisatanya saja. Kalau sekadar foto wisata saja sih, mungkin kita Google saja sudah banyak.

Tetapi mengambil gambar yang sesuai dengan kearifan lokal, hanya bisa didapat dengan mata hati kita. Harus ada sentuhan indah dalam hati ketika kita akan mengabadikan suatu gambar. Hal ini nggak ada dalam kamus teknik fotografi mana pun, Ma. Karena memang butuh jam terbang termasuk sering melihat foto-foto indah dari perjalanan orang lain.



Teknik Fotografi Dasar #3. Manfaatkan cahaya

Fotografi artinya melukis dengan cahaya. Kalau kita tidak menguasai cahaya dan bagaimana cara kerja gawai kita dengan cahaya, maka hasilnya tidak maksimal. Beberapa hal yang penting dan mendasar dalam teknik fotografi sederhana ini, misalnya:

  • jangan mengambil foto dengan menantang cahaya, karena akan menimbulkan efek siluet, yaitu objek di depan kamera akan gelap, kecuali memang itu yang Mama inginkan;


  • memanfaatkan golden hour, yaitu sesaat sesudah matahari terbit dan sebelum terbenam, karena cahaya jatuh dengan lembut dan tidak menyilaukan mata. Biasanya kalau saya pergi berkemah, setelah salat subuh saya mengambil kamera untuk berkeliling mengambil gambar foto sekitar dan mendapatkan gambar pemandangan yang indah;


  • gunakan lensa dengan aperture tinggi seperti 1.2 – 2.8 jika kondisi cahaya tidak maksimal. Jangan selalu mengandalkan ISO karena semakin tinggi ISO maka gambar akan berisiko berbintik-bintik (grain).

Jika Mama pemula dalam menggunakan DSLR, selalu perhatikan exposure cahaya dalam fotografi, Ma. Ada 3 hal utama yaitu aperture, shutter speed, dan ISO.

Waduh, istilah apa pula itu? Untuk mudah mengingatnya, kita singkat saja ASI – Aperture, Shutter, ISO.

Nah, jangan malas dulu ya, Ma. Teknik fotografi dasar ini penting untuk diketahui dulu, jika Mama ingin menghasilkan foto perjalanan yang menarik.


3 hal utama dalam teknik fotografi dasar yang harus selalu diingat setiap kali Mama bermain kamera

Yaitu lubang dalam lensa. Semakin besar lubangnya, maka semakin banyak cahaya yang bisa masuk. Artinya lensa dengan aperture besar cocok untuk kondisi redup dan menghasilkan latar belakang yang kabur (blurred) atau sering disebut dengan istilah bokeh.

Lensa dengan aperture besar misalnya f/2.8, f/1.8, f/1.4, dan f/1.2 cocok untuk:

  • Menghasilkan gambar bokeh yaitu latar belakang yang tidak jelas sehingga menonjolkan objek di depan kamera
  • Mengambil gambar di waktu senja, hari mendung, atau di dalam ruangan ketika cahaya redup


Yaitu seberapa lama kamera kita menangkap cahaya. Semakin cepat shutter-nya, maka semakin sedikit cahaya yang masuk. Semakin lama dibuka semakin banyak cahaya yang masuk. Kecepatan pengambilan cahaya ini bisa secepat 1/8000 detik atau selama 30 detik, misalnya.

Kalau siang hari bolong, pastikan shutter dibuka sebentar saja, misal 1/2000 sampai 1/200 detik, tergantung terangnya cahaya. Mengapa? Karena cahaya sudah banyak. Kalau kelamaan, misal ½ detik, maka gambar akan kelebihan exposure, jadinya putih.

Kalau cahaya redup, misal dalam ruangan atau sore hari, kita butuh agak lama, misal 1/80 atau 1/60 detik. Kalau terlalu singkat, hasilnya gelap.


Seperti halnya shutter, ISO adalah fitur dalam kamera kita yang berfungsi untuk mengatur kepekaan sensor terhadap cahaya, Ma. Semakin tinggi ISO yang kita atur, maka kamera kita akan semakin peka terhadap cahaya.

Kalau keadaan cahaya berlimpah, ISO kita atur minimal saja, misal 50 atau 100 saja, Ma. Ketika redup, naikkan sekedarnya saja, misal 200 atau 400. Jangan lebih dari itu Ma, karena nanti gambar yang kita hasilkan berbintik-bintik.

Kalau dengan ISO 100 atau 200 masih gelap, Mama bisa mengatur aperture (gunakan lensa dengan aperture besar) atau buka shutter lebih lama. Kalau takut goyang, gunakan saja tripod atau letakkan di atas meja agar tidak goyang, Ma. Hampir banyak kasus, ISO sebaiknya selalu dipertahankan di 50 – 200 saja. Mainkan dua elemen di atas untuk kompensasi cahaya ya, Ma.


Nah, sekali lagi, jangan pusing dengan segala printilan teknik fotografi di atas, ya Ma!

Tenang saja, pada awalnya saya sendiri juga bingung dengan ketiga istilah ini. Namun seiring berjalannya waktu kita sering menggunakan kamera kita, akhirnya kita akan paham. Imajinasikan ketiga konsep ASI ini sebagai jendela, Ma. Misal Mama sedang di dalam ruangan. Jika butuh cahaya banyak, ada dua cara untuk mencapainya:

- Buka jendela lebar-lebar (gunakan lensa dengan aperture besar) atau

- Buka lebih lama jendelanya (gunakan shutter speed lebih lama) atau

ISO selalu kita coba tekan di 50, 100, atau 200 saja. Lampu flash pada beberapa kasus membantu juga, Ma. Kita bisa memanfaatkan lampu flash di kamera hp atau DLSR bawaan kita, atau juga terpisah.


Teknik Fotografi Dasar #4. Manfaatkan fitur panorama di kamera

Hampir semua smartphone generasi saat ini ada fitur mode panorama. HP seperti iPhone dan Samsung bisa mengambil gambar panorama yang bila diunggah dengan aplikasi Facebook di HP dapat menampilkan efek 180-360 derajat, sehingga penikmat foto bisa merasakan seolah-olah berada di TKP dengan menggeser gawainya.


5. Manfaatkan aplikasi pengolah gambar untuk mengatur:

  • Saturation (kecerahan warna)
  • Ambience (kecerlangan cahaya)
  • Framing (cropping gambar untuk membuang objek yang tidak penting dan menonjolkan POI – Point of Interest gambar)

Aplikasi yang bisa digunakan misalnya:

  • Bawaan dari HP sendiri
  • Snapseed
  • Pro HDR (mengambil gambar di pagi atau senja hari agar eksposur langit dan bumi seimbang, sama terangnya)
  • Prisma atau Toon Camera untuk gambar yang artistik
  • Layout untuk menghasilkan beberapa gambar dalam satu foto


BACA JUGA


Ini Dia Foto-foto Pemenang 2016 National Geographic International Photography Contest for Kids - Salah Satunya dari Indonesia!

Ini Dia Foto-foto Pemenang 2016 National Geographic International Photography Contest for Kids - Salah Satunya dari Indonesia!

National Geographic memang terkenal sebagai wadah para fotografer andal unjuk gigi. Siapa menyangka, 14 anak usia di bawah 17 tahun ini bisa ...

Read more..


Nah, itu dia beberapa teknik fotografi mendasar yang bisa Mama coba dan terus lakukan agar kemampuan fotografi Mama semakin terasah. Semua fotografer profesional dulunya amatir kok. Siapa tahu Mama nanti bisa menjual foto Mama di Internet, misalnya di 500px, EyeEm, atau berbagi di Pixabay. Atau mungkin ikutan kompetisi fotografi yang sering diadakan oleh National Geographic? Hmmm ... siapa tahu kan? Padahal Mama hanya memulainya dari perjalanan liburan bersama keluarga saja!

Ayo, Ma, asah kemampuan melihat kita dan abadikan dengan kamera!

Gambar-gambar ilustrasi di atas diambil dari Pixabay.



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "4 Teknik Fotografi Dasar yang Bisa Mama Praktikkan Sembari Liburan dan Jalan-jalan di Weekend Besok". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Wisnu Widiarta | @wishknew

A father of two cool kids who love to share good stuffs about movies, outdoor activities, family, and technology. wisnuwidiarta.com

Silahkan login untuk memberi komentar