5 Bahan Makanan Ini Bila Salah Pengolahan Bisa Membahayakan Kesehatan!

5 Bahan Makanan Ini Bila Salah Pengolahan Bisa Membahayakan Kesehatan!

821
Kita memang bertanggung jawab akan kesehatan keluarga. Makanya, pengetahuan soal bahan makanan ini sangat penting. Simak sampai selesai ya, Ma.

Tak dapat dipungkiri lagi, Mama memang ujung tombak penyedia nutrisi di rumah. Gaya hidup sehat yang Mama terapkan bisa berpengaruh ke anggota keluarga lainnya. Namun, menyediakan makanan sehat saja tidak cukup. Mama juga harus pandai mengolah bahan makanan tersebut agar tidak malah menyebabkan gangguan kesehatan bagi yang mengonsumsinya.


BACA JUGA


Racun Pada Makanan Seringkali Dikonsumsi Tanpa Kita Sadari. Waspadai 5 Bahan Ini, Ma! Berbahaya!

Racun Pada Makanan Seringkali Dikonsumsi Tanpa Kita Sadari. Waspadai 5 Bahan Ini, Ma! Berbahaya!

Sering banget kita tidak menyadari 'kehadiran' racun pada makanan. Saking asyiknya kita menyantap makanan, kita tidak tau bahwa bahaya ...

Read more..


Beberapa makanan sehat ini bila salah olah justru akan membahayakan kesehatan tubuh lho. Apa saja, ya Ma? Simak terus ya, Ma.


5 makanan berikut akan dapat membahayakan kesehatan bila sampai salah olah


1. Minyak zaitun


Minyak zaitun (olive oil) sangat baik untuk kesehatan karena mengandung anti oksidan, polifenol dan lemak tak jenuh tunggal.

Minyak zaitun sangat bermanfaat untuk kesehatan jantung dan menurunkan kadar kolesterol jahat. Minyak yang satu ini juga sangat baik untuk kecantikan kulit karena kandungan vitaminnya.

Duh, sayangnya banyak yang nggak tahu, Ma, kalau minyak zaitun nggak boleh dipakai untuk menggoreng dengan suhu tinggi.

Yup, Mama, pemanasan minyak zaitun pada suhu tinggi justru akan merusak semua manfaatnya. Ketika minyak zaitun dipanaskan maka zat yang terkandung di dalamnya akan berubah menjadi karsinogenik, yaitu suatu bahan yang dapat memicu kanker.

Ih, kok serem. Alih-alih mendapat manfaat baik minyak zaitun, salah dalam pengolahannya justru akan membahayakan kesehatan.

Bila Mama ingin menggoreng makanan dengan suhu tinggi maka minyak canola atau minyak kelapa bisa jadi alternatif terbaik. Selain lebih murah, minyak canola juga mengandung asam lemak omega 3 yang baik untuk jantung.

Adakalanya minyak zaitun yang sehat dan mahal ini justru berubah menjadi merugikan kesehatan, karena sedikit kesalahpahaman tentang cara menggunakannya. Lantas gimana, ya menggunakan minyak zaitun yang benar agar manfaatnya tidak hilang?

Minyak zaitun sangat baik digunakan untuk menumis makanan dengan suhu rendah atau dipakai langsung untuk dressing salad. Minyak zaitun juga memiliki rasa dan aroma yang unik. Sehingga minyak nabati ini bisa menjadi pilihan terbaik bila langsung digunakan ke dalam piring dengan sayuran kukus, sup atau roti. Bahkan, ada sebagian orang yang langsung minum minyak zaitun demi mendapatkan manfaat baiknya.


2. Santan


Perasan daging kelapa, atau yang sering disebut santan sudah turun temurun digunakan untuk memasak.

Penambahan santan tak urung mampu meningkatkan cita rasa masakan. Sebenarnya, santan mengandung zat gizi yang beragam, misalnya lemak, karbohidrat, protein, vitamin dan berbagai mineral. Lemak yang ada dalam santan terutama terdiri dari lemak tak jenuh tunggal, lemak tak jenuh ganda (omega 3 dan omega 6) serta lemak jenuh.

Kalau Mama bisa mengolah santan dengan cara tepat, tentunya lantas akan mendapat semua kebaikan dari santan. Yup, mengolah santan dengan benar cukup memeras daging kelapa dengan air matang kemudian campurkan dengan masakan tanpa pemanasan.

Namun, sayangnya memasak rendang nggak akan sedap kalau santannnya nggak dimasak. Padahal pemanasan santan dengan suhu tinggi bisa merusak vitamin dan mineral di santan.

Bukan cuma itu, lemak santan yang semula baik juga berubah jadi lemak jahat sehingga meningkatkan kolesterol dalam darah. Mama tentunya tahu kan, kalau kolesterol tinggi pastinya akan diikuti dengan berbagai penyakit antara lain jantung dan darah tinggi.

Wah, terus dilema nih, jika disodorin rendang dimakan nggak, ya?


BACA JUGA


Hati-hati, Ma! Ada Bahaya dalam Makanan-Makanan Berikut Ini!

Hati-hati, Ma! Ada Bahaya dalam Makanan-Makanan Berikut Ini!

Food is essential to life, therefore, make it good

Read more..


3. Daging


Baik daging sapi maupun unggas adalah sumber protein hewani yang sering dikonsumsi manusia. Ayam bakar atau sate daging selalu menggugah selera, ya Ma.

Duh, menu makanan ini sih selalu sulit dihindari, lantaran aroma dan rasa daging dari proses pembakaran sangat gurih dan lezat.

Kabar buruknya, Ma, proses pengolahan daging dengan cara dibakar bisa membahayakan kesehatan. Ouch!

Saat daging yang kaya protein dipanaskan dengan suhu tinggi menggunakan arang akan terbentuk senyawa PAH (Polycyclic Aromatic Hydrocarbon) dan HCA (Heterocyclic Amine). Kedua senyawa tersebut dapat memicu kanker.

Daging lebih sehat jika dimasak dengan suhu rendah walaupun membutuhkan waktu yang lebih lama. Menurunkan suhu memasak daging akan mengurangi jumlah senyawa HCA secara signifikan sehingga menghindari risiko kanker.

Yah, kalau Mama benar-benar tak mampu menahan diri untuk menyantap daging bakar, sebaiknya daging dibakar agak jauh dari arang (sumber api), untuk menghindari interaksi langsung antara daging dan arang.

Memang sih, butuh waktu yang lebih lama tapi cara pengolahan ini lebih sehat, Ma.


4. Jamur


Sama halnya dengan daging, jamur juga kaya protein. Bahan makanan ini merupakan salah satu makanan favorit di Asia, termasuk Indonesia.

Jamur memiliki rasa yang enak dan gurih. Namun, harus diperhatikan, bahwa cara mengolah dan mengonsumsinya haruslah benar. Pastikan bahwa jamur yang akan kita olah tidak beracun karena tidak sedikit jenis jamur yang mengandung racun yang mematikan.

Hal lain yang patut diketahui adalah cara memasak jamur itu sendiri. Jika salah memasak jamur juga berakibat fatal, Ma. Jamur seharusnya disantap segar dan tak boleh dihangatkan. Komposisi dari protein dari jamur akan berubah dan bisa jadi punya efek yang sangat berbahaya.

Proses memasak yang terlalu lama dengan suhu tinggi akan menyebabkan jamur melepaskan senyawa nitrit yang berbahaya untuk kesehatan.


5. Bayam


Sayur bayam tampaknya jadi andalan para ibu sebagai menu makan si kecil ya. Bukan cuma anak-anak, sayur bayam juga sering dikonsumsi ibu hamil dan menyusui karena kandungan nutrisinya yang tinggi.

Ya, iyalah bayam memang kaya nutrisi. Dalam 100 gram daun bayam mengandung lebih dari 2 gram protein, 3 gram karbohidrat, 3 gram zat besi, 80 gram kalsium dan memiliki berbagai vitamin yaitu vitamin A dan C serta mengandung magnesium dan natrium.

Mungkin Mama pernah dengar kalau sayur bayam nggak boleh dibiarkan lebih dari 5 jam, dan dipanaskan berulang?

Yes, memang benar, Ma. Bayam mengandung asam oksalat, nitrat dan zat besi. Bila sayur bayam dibiarkan alias tidak langsung habis dikonsumsi dan dipanaskan berulang akan meningkatkan kandungan asam oksalat dalam sayur. Asam oksalat di dalam tubuh manusia akan bereaksi membentuk kristal oksalat yang dapat menyebabkan batu ginjal dan memperparah penyakit asam urat.

Selain itu, senyawa nitrat yang terkandung di dalam daun dan batang bayam juga akan berubah menjadi nitrit yang beracun bagi manusia. Sayur bayam yang dipanaskan berulang sama artinya dengan meningkatkan jumlah racun dalam makanan yang akan Mama konsumsi bersama keluarga. Serem nggak sih, Ma?

Nah, Mama sebaiknya memasak bayam sebentar saja ya, cukup hingga layu. Tujuannya agar nutrisi bayam nggak hilang dan nggak membahayakan kesehatan.


BACA JUGA


Apa yang Harus Mama Ketahui Tentang Serat dalam Makanan yang Mama Santap

Apa yang Harus Mama Ketahui Tentang Serat dalam Makanan yang Mama Santap

You don't have to eat less. You just need to eat right

Read more..


Itulah 5 jenis makanan yang bila salah olah dapat menyebabkan masalah kesehatan.

Mama sebagai juru masak di rumah pastinya harus mengetahui cara memasak yang benar. Tetap sehat ya, Ma dan tetap semangat memasak untuk keluarga tercinta.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "5 Bahan Makanan Ini Bila Salah Pengolahan Bisa Membahayakan Kesehatan!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Anittaqwa Elamien | @anittaqwaelamien

Setelah resign sebagai peneliti di lembaga Penelitian Penyakit Tropis Universitas Airlangga. Bunda dari Fikri dan Raisa benar-benar jatuh cinta pada dunia menulis. Baginya menulis merupakan katarsis stress yang paling ampuh.

Silahkan login untuk memberi komentar