5 Fakta Tentang Ibu Rumah Tangga yang Sebenarnya Hanyalah Mitos Belaka

5 Fakta Tentang Ibu Rumah Tangga yang Sebenarnya Hanyalah Mitos Belaka

448
Menjadi ibu rumah tangga? Siapa takut?

Hello, Ma! Siapa yang merasa tertekan sewaktu menjadi seorang ibu rumah tangga? Siapa merasa 'salting' sewaktu ditanya profesi kerja atau ngapain aja di rumah?

Memang benar pendapat masyarakat mengenai perempuan itu berubah seiring perkembangan zaman. Zaman now, perempuan pun seolah-olah dituntut semakin banyak. Sekarang seorang perempuan tidak lagi seharusnya di rumah saja, seharusnya bisa membantu suami mencari uang. And the list goes on and on.

Menanggapi artikel mengenai fakta ibu rumah tangga yang pernah ada di Rocking Mama, saya ingin menyumbangkan opini pribadi mengenai sisi lain menjadi seorang ibu rumah tangga di Indonesia ataupun di mana saja.


BACA JUGA


Setiap Ibu Rumah Tangga Butuh 15 Trik Ini Agar Tetap Waras

Setiap Ibu Rumah Tangga Butuh 15 Trik Ini Agar Tetap Waras

Menjadi ibu rumah tangga bukanlah hal yang sulit. Sungguh

Read more..


Ibu rumah tangga dan fakta serta mitos yang menyertainya

Mitos #1. Tidak memiliki jam kerja yang pasti


Dengan adanya teknologi yang semakin canggih, sebenarnya ibu rumah tangga zaman sekarang makin gampang manage jam kerja. Walaupun tanpa gadget, sebenarnya para ibu rumah tangga tetap perlu dan bisa belajar otodidak ilmu manajemen, khususnya di time management untuk bisa mengelola waktu sama seperti pekerjaan lainnya (yang non-domestic).

Pastinya hal ini akan membutuhkan proses dan harus diiringi dengan kebutuhan keluarga. Kegagalan mengelola waktu seringkali disebabkan karena para ibu rumah tangga ini menganggap bahwa mereka harus bisa mengerjakan dan menyelesaikan semuanya hingga melupakan prioritas.

Sebenarnya, Ma, ini adalah hal yang wajar sekali, dan nggak hanya terjadi pada ibu rumah tangga saja. Hal ini sering terjadi pada semua orang, akibat tidak biasa membuat perencanaan atau justru terlalu banyak perencanaan.

Jam kerja (termasuk jam kerja ibu rumah tangga) seharusnya bisa kita atur. Jangan langsung menyerah sewaktu to do list yang ingin kita lakukan nggak bisa terselesaikan semua.

Every work is about giving and taking. Kita mesti bisa berkompromi, dan ingat manusia berencana tetapi tetap Yang Berkuasa menentukan arah jalan kita. Pastinya, ini bukan berarti kita pasrah begitu saja, tapi sudah tidak bisa dimungkiri bahwa banyak sekali ibu rumah tangga yang memforsir diri mereka sendiri, sampai lupa kalau mereka in control.

Hmmm. Apakah Mama juga melakukannya?


Mitos #2. Seringkali malu mendatangi reuni


Ini subjektif. Karena saya sendiri suka sekali mendatangi undangan reuni.

Tetapi memang benar sih. Awalnya, saya suka kelabakan karena sudah terlalu lama nggak update stok make up di rumah. Dan itu bikin saya suka panik sendiri, karena saya sudah lupa cara make up, pun barang-barang make up tidak selengkap dulu. Saya juga merasa tidak percaya diri karena tidak update dengan dunia fashion, dan seterusnya.

Namun, menurut saya, semua itu wajar saja terjadi. Karena prioritas para ibu rumah tangga adalah keluarga, sehingga mereka sering kali mengabaikan kebutuhan pribadi mereka. Untuk bisa bersosialisasi dengan teman-teman lama, mereka pun perlu waktu untuk bisa kembali bersosialisasi lagi dengan teman-teman lama.

Tips pribadi saya dan mendorong saya untuk selalu maju tanpa mundur di saat reuni adalah pepatah ini: True friends stays forever.

Yes, teman sejati nggak akan mempermasalahkan apa yang profesi kita, dan begitulah hendaknya kita, Ma. Karena sahabat adalah untuk selamanya, walaupun sempat ada jarak dan waktu yang memisahkan.

Reuni bisa menjadi ajang networking. Tetapi ingat, reuni sesungguhnya adalah untuk berkumpul kembali dengan guru-guru dan teman-teman lama Mama, dan ini adalah salah satu kesempatan untuk bisa menjalin komunikasi lagi dengan mereka.


Mitos #3. Tertekan ketika ditanya apa pekerjaannya

Ini adalah mindset. Mindset para ibu rumah tangga yang lupa update wisdom. Tanpa ada maksud lain terhadap semua ibu rumah tangga setanah air dan seluruh dunia, izinkanlah saya bercerita mengapa saya mengatakan demikian.

Beberapa tahun yang lalu, saya pernah tertekan sewaktu ditanya, saya lagi ngapain? Saya selalu menjawab, saya jaga anak.

Waktu itu saya tidak mengerti kalau ibu rumah tangga itu ada bahasa masa kininya. Mau tahu nggak, Ma?

Bahasa keren ibu rumah tangga adalah Home Manager. Para ibu secara otomatis adalah manager keluarga, yang memang cakupan kerjaannya banyak. Tidak kalah banyaknya dengan direktur sebuah perusahaan bonafide.

Saya percaya saya tidak perlu mengulas panjang lebar perihal ini. Bagaimana, Ma? Setuju kan dengan pemikiran saya?


BACA JUGA


Menjadi Ibu Rumah Tangga Adalah Hal yang Luar Biasa. Setelah Menikah, Siapkan Diri Mama Dengan 5 Hal Ini!

Menjadi Ibu Rumah Tangga Adalah Hal yang Luar Biasa. Setelah Menikah, Siapkan Diri Mama Dengan 5 Hal Ini!

Ibu rumah tangga adalah kodrat semua wanita. Menjadi ibu rumah tangga pun banyak hal yang bisa kita temui di dalamnya

Read more..


Mitos #4. Sering menangis tanpa sebab yang jelas

Ini adalah blessing in disguise. Hanya ada 2 penyebab wanita menangis; tangisan kebahagian ataupun tangisan kesedihan.

Let's admit those cries. There is nothing wrong with it and it will never be a sin. Kita menangis karena kita merasa tidak berdaya, walaupun hanya masalah sepele saja.

Anak pertama saya sewaktu masuk playgroup pertama kali, ternyata bisa masuk sendiri tanpa merasa takut. I'm so proud of her, tapi saya merasakan suatu kesedihan. Anak saya sudah makin besar dan saya tidak biasa ditinggal begitu.

Yup. It happened to me.

Anak kedua saya nangis terus waktu saya tinggal ke playgroup, bagaikan ada sebuah peniti yang menusuk hati saat mendengar ia menangis. Tangisannya bagai adegan drama Korea (I mean it). Saya juga menangis di malam hari saat akan tidur karena pekerjaan suami mengalami masalah.

Ini semua adalah proses. Nggak semua ibu rumah tangga memang mengalaminya, tapi itu adalah hal yang wajar dalam kehidupan manusia. Bahkan, ini bisa terjadi kepada siapa saja.

Hanya saja, saran saya, seandainya Mama keseringan menangis tanpa sebab, bisa jadi Mama memerlukan teman bicara. Atau, Mama bisa mendiskusikannya dengan dokter yang terpercaya. Karena bisa jadi itu adalah depresi yang harus segera disembuhkan.


Mitos #5. Sering merasa tidak bermanfaat

Nah, hati-hati seandainya Mama sering merasakan ini. Mindset memang pengaruh, tetapi Mama tentunya pernah dengar tentang "you are what you eat".

Terserah Mama termasuk tipe sifat yang kolerik, melankolis atau yang lainnya. Namun, mungkin sedang terjadi ketidakseimbangan hormon di dalam tubuh Mama. Ada lo, penelitian mengenai hubungan emosi dan makanan, Ma. Dalam penelitian tersebut terbukti, bahwa seandainya badan kita tidak diberi gizi yang cukup plus nggak punya gaya hidup yang tidak sehat, maka itu semua akan memengaruhi mood kita.

Mengapa gizi kita tidak cukup? Karena banyak mama yang tidak sengaja terperangkap di permainan menghabiskan sisa makanan anak, atau terlalu capek untuk makan, atau makan seadanya agar kejar waktu itu dan itu.


BACA JUGA


7 Trik Meningkatkan Produktivitas Kerja Tanpa Stres Bagi Ibu Bekerja dan Ibu Rumah Tangga

7 Trik Meningkatkan Produktivitas Kerja Tanpa Stres Bagi Ibu Bekerja dan Ibu Rumah Tangga

Produktivitas kerja itu penting, baik bagi ibu bekerja (di luar dan di rumah) juga bagi ibu rumah tangga. Begini cara meningkatkan ...

Read more..


Nah, Mama, semoga artikel ini bermanfaat untuk Mama, para ibu rumah tangga, ya.

Salam berjuang! Life is a learning journey! Never stops learning!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "5 Fakta Tentang Ibu Rumah Tangga yang Sebenarnya Hanyalah Mitos Belaka". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Yuzzie Lindsey | @yuzzielindsey

Silahkan login untuk memberi komentar