5 Jenis Tempat Makan dan Minum Ini Mungkin Sudah Sering Mama Kunjungi, Tapi Ternyata Konsepnya Beda-Beda Loh!

5 Jenis Tempat Makan dan Minum Ini Mungkin Sudah Sering Mama Kunjungi, Tapi Ternyata Konsepnya Beda-Beda Loh!

182
Mau berburu tempat makan? Atau, mungkin mempertimbangkan hendak berbisnis kuliner? Kenali dulu konsep beberapa jenis tempat makan dan minum ini, Ma!

Selama ini kita hanya mengenal istilah warung untuk tempat makan dan minum, ya. Pokoknya di warung itu, semua serba ada. Namun, istilah warung ini pun mulai bergeser ke restoran, kafe, bar, dan seterusnya.

Banyak yang berpendapat bahwa istilah tersebut intinya sama saja, ya sebagai tempat untuk makan dan minum saja. Bahkan ada yang mengira penamaannya bergantung pada selera pemilik usaha.

Padahal masing-masing istilah punya arti dan cerita tersendiri lo, Ma, yang akhirnya berpengaruh pada konsep tempat makan, daftar menu, tingkat harga hingga sistem pelayanan.

Ciyus? Iyes, Ma.

Di dalam pikiran kita masa sih hanya istilah untuk menunjukkan tempat makan dan minum pun ternyata memiliki setangkup cerita yang ternyata berpengaruh terhadap konsep umumnya. Hayo, Mama penasaran nggak?


BACA JUGA


Mau Makan di Restoran? Ini Dia 11 Trik Supaya Tetap Hemat Tapi Tetap Kenyang dan Having Fun!

Mau Makan di Restoran? Ini Dia 11 Trik Supaya Tetap Hemat Tapi Tetap Kenyang dan Having Fun!

Makan di restoran memang jadi selingan yang menyenangkan ya, apalagi kalau lagi ada momen istimewa buat keluarga. Trin anti boros makan di ...

Read more..


5 Istilah ini digunakan untuk tempat makan dan minum tapi konsepnya beda-beda loh, Ma!

1. Restaurant (Restoran)

Saya pikir selama ini kata restaurant itu berasal dari bahasa Inggris, ternyata istilah ini pertama kali ditemukan di negara super romantis, Prancis. Asal katanya restaurer atau restore yang berarti kaldu pembangkit tenanga. Singkatnya, istilah ini digunakan untuk sajian sup.

Di abad ke-18, resto diartikan sebagai ruang kecil di sebuah pondokan, atau tempat makan bagi para turis mengisi perut. Makanan yang disajikan adalah hidangan sederhana.

Perkembangan pun terus berlangsung. Kini, restoran menjadi dua jenis:

  • Restoran kasual, yang menjual makanan sehari-hari.
  • Fine dining, yaitu restoran dengan tampilan eksklusif (pastinya mahal juga) dengan menu yang ditata secara apik dengan peranti makan mewah.

Untuk restoran kasual ternyata mengalami perkembangan lagi. Hal ini dipengaruhi oleh gaya hidup orang Amerika. Dan sekarang ini kita lebih mengenal cafetaria, rest-stop restaurant, bistro, fast food restaurant yang masuk ke dalam kategori restoran kasual.


2. Deli

images from yelo.com

Deli berasal dari bahasa Jerman, delicatessen di mana artinya makanan lezat. Pertama kali populer di benua Eropa. Deli ini nggak jauh beda dari supermarket yang menjual berbagai varian bahan makanan.

Perbedaannya, di deli Mama bakal menemukan bahan makanan impor yang sulit didapatkan. Ada juga beberapa deli yang mengisi rak-raknya dengan wine, cookies, teh, kopi, cokelat, soft drink, dan lain-lain.

Menjamurnya deli di Amerika disebabkan oleh orang-orang Eropa yang bermukim di sana. Mereka mendirikan deli untuk menyediakan bahan makanan yang sulit didapat di Amerika.

Di sini konsep deli pun berkembang. Nggak hanya menyediakan bahan makanan, tapi juga menyajikan makanan cepat saji. Ruangan deli biasanya nggak besar, dan ini juga menjadi ciri khas. Sehingga bisa membuat pemilik deli lebih banyak melayani pesanan dibawa pulang, dan ada juga pembeli menikmati pesanannya di tempat.

Deli ala Amerika ini menjamur di beberapa negara. Bahkan, deli yang lebih fokus pada penjualan makanan siap saji boleh dikatakan lebih laris dibandingkan dengan deli yang hanya menjual bahan mentah.


3. Bar

Sekali lagi negara Prancis menjadi awal mula untuk istilah tempat makan dan minum ini. Bar digunakan untuk menyebut tempat yang menawarkan alkohol dengan konsep desain khas seperti kursi berkaki tinggi, meja persegi dan ada counter untuk menyambut pelanggan.

Gaya hidup ini turut membawa perubahan pada varian minuman yang disediakan. Sekarang nggak hanya minuman alkohol juga yang disediakan, ada juga minuman racikan seperti cocktail, mocktail, dan tequilla.

Kini, terdapat beragam jenis tempat yang masuk kategori bar.

Seperti lounge, yaitu bar kelas atas yang biasanya ada di dalam sebuah restoran, hotel atau bandara internasional. Dan brew pub, yaitu tempat yang menyediakan bir hasil produksi sendiri.


BACA JUGA


Ini Dia 6 Pola Makan Buruk yang Harus Diubah Agar Mama Tetap Sehat

Ini Dia 6 Pola Makan Buruk yang Harus Diubah Agar Mama Tetap Sehat

Pola makan yang buruk bisa mengganggu metabolisme tubuh. Yuk, diperhatikan, Ma

Read more..


4. Café (Kafe)

Kafe yang pertama dibuka di Constantinople, ibu kota Kerajaan Ottoman, Turki, pada tahun 1555. Ini bertepatan dengan pembukaan toko yang menyediakan kopi di distrik Tahtakale oleh Hakam dan Shams, imigran asal Turki dari Aleppo.

Pada abad ke-17, kafe mulai menjamur di Eropa. Bisa dikatakan imigran yang berasal dari Armenia-lah yang membuat konsep kafe ini pertama kali. Mereka membuka warung kecil di pinggir jalan dan menjual kopi dalam. Ternyata, warung ini mendapat sambutan positif dari warga sekitar. Dari sinilah, orang Armenia pun berani memperlebar kawasan kafenya hingga ke wilayah eropa lainnya.

Pertumbuhannya pun sangat pesat. Boleh jadi karena saat itu orang Prancis sudah terkenal sebagai peminum kopi. Orang-orang Eropa yang dulu menikmati kopi di rumah, mulai berdatangan ke kafe. Sambil ngopi,mereka asyik ngobrol isu politik, main kartu dan membaca koran.

Di abad ke-19 hingga ke-20, kafe tak hanya berfungsi sebagai tempat ngopi, tapi juga tempat untuk berdiskusi.

Di Amerika, kafe tak sekedar menyajikan kopi, tapi juga makanan ringan seperti sandwich, cake dan pastry. Kafe ala Amerika dipelopori oleh imigran Italia di Amerika yang membuka espresso bar (kedai kopi waralaba). Kafe jenis inilah yang kini banyak beredar di mana-mana.

Untuk di negara kita sendiri, kafe menjelma menjadi tempat nongkrong yang asyik. Menu yang ditawarkan pun umumnya ada kopi ya, makanan ringan, varian minuam lainnya bahkan ada juga beberapa kafe menampilkan live music.


5. Bakery

Bakery atau toko roti adalah tempat membuat dan menjual aneka roti.

Hingga akhir Perang Dunia I, pengolahan roti di Prancis hanya dilakukan di rumah. Beberapa bakery sudah bermunculan, tetapi masih dalam skala kecil.

Biasanya, pembeli yang datang ke bakery hanya membungkus roti sehingga tidak ada penataan meja maupun kursi. Konsep ini pun masih dipakai hingga saat ini. Yang menjadi pembedanya, sekarang ini koleksi makanan semakin banyak. Tak hanya menyajikan roti, Bakery juga menyediakan macam cookies, pastry, cake, permen, es krim hingga puding.

Inilah membuat pemilik usaha bakery kerap menamakan tempat makan yang dibuatnya sesuai dengan jenis makanan yang dijual. Seperti, pastisserie, istilah ini digunakan untuk tempat membuat dan menjual pastry manis (cake, quiche dan eclair) dan gurih (risoles, pancake dan crepes), yang panas maupun dingin.


BACA JUGA


Suka Wisata Kuliner? Pastikan Mama Perhatikan Beberapa Hal Ini Sebelum Memesan Makanan di Warung Makan!

Suka Wisata Kuliner? Pastikan Mama Perhatikan Beberapa Hal Ini Sebelum Memesan Makanan di Warung Makan!

Wisata kuliner memang asyik! Memburu masakan lokal, lalu dicobain. Memberikan kita pengalaman baru yang seru. Tapi, petualangan itu bisa ...

Read more..


Ternyata, asal usul 5 istilah tempat makan dan minum ini dari Eropa ya. Saya pikir kayak restoran itu dari Amerika lo.

Mengetahui sejarah dan konsep 5 istilah tempat makan dan minum ini, semoga bisa membuat Mama bisa membedakannya dengan baik ya. Atau Mama pengin membuka usaha kuliner, barangkali 5 istilah ini bisa jadi bahan pertimbangan Mama untuk menyusun konsepnya.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "5 Jenis Tempat Makan dan Minum Ini Mungkin Sudah Sering Mama Kunjungi, Tapi Ternyata Konsepnya Beda-Beda Loh!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Ranny Afandi | @rannyafandi

Content creator. Aquarian. Movie lover. Bookaholic. Read my stories at www.hujanpelangi.com | Find me on IG & twitter : @rannyrainy

Silahkan login untuk memberi komentar