Say No to Bullying! Bagaimana Jika Anak Kita yang Menjadi Pelaku Bullying? Coba Atasi dengan 5 Langkah Ini!

ecyouthdiversion.ca

Say No to Bullying! Bagaimana Jika Anak Kita yang Menjadi Pelaku Bullying? Coba Atasi dengan 5 Langkah Ini!

1.3K
I kill about about 13 million kids a year. -- Bullying

Belakangan ini, kasus bullying pada anak-anak makin mengkhawatirkan ya, Ma.

Fenomena ini bahkan membuat beberapa pakar psikologi untuk turun tangan dan memberikan beberapa alternatif untuk mencegah anak kita menjadi korban bully.

Tapi, Ma, pernahkah terpikir, bagaimana jika anak kita sendiri justru yang menjadi pelaku bullying? Apa yang harus kita lakukan agar si kecil tahu, bahwa perbuatannya itu salah?


Baca juga: Say No to Bullying! Bekali Anak dengan 5 Jurus Ini


Saat Mama pada akhirnya tahu, bahwa ternyata si kecil suka membully teman-temannya, maka Mama harus tetap tenang. Ajak si kecil mengobrol, berbincang dari hati ke hati mengenai perilakunya ini. Tetaplah positive thinking ya, bahwa si kecil nggak tahu kalau perbuatannya ini salah.

Dan kemudian, coba Mama lakukan beberapa langkah berikut ini.


1. Tangani bullying dengan serius


Pastikan si kecil paham bahwa Mama, sebagai orangtuanya, nggak bisa menerima tindakan bullying di rumah atau di tempat mana pun dia melakukan bully. Buat peraturan yang tegas dan terapkan baik-baik. Jika Mama ingin menghukumnya, pastikan hukumannya membuat jera namun tetap tanpa kekerasan. Misal, jika si kecil membully temannya melalui SMS, atau sosial media, maka tahan dulu aksesnya terhadap ponsel atau komputer dalam jangka waktu tertentu.

Jika si kecil berlaku agresif pada saudaranya di rumah, lekaslah untuk melerai mereka. Ajarkan mereka teknik menyelesaikan masalah tanpa kekerasan, misalnya dengan menghindari satu sama lain dulu selama beberapa waktu.


2. Ajari si kecil untuk memperlakukan orang lain dengan baik


Beri pengertian pada si kecil bahwa menertawakan perbedaan orang lain (contoh: ras, penampilan, kebutuhan khusus, jenis kelamin, status ekonomi) itu salah. Kita bisa menanamkan empati pada si kecil dengan melibatkannya dalam komunitas penyandang disabilitas, panti asuhan, atau ruang publik yang memberikan mereka keleluasaan untuk berinteraksi dengan anak-anak lain dari berbagai kalangan.


3. Pelajari lingkungan pertemanan si kecil


Ada baiknya juga, kita melihat faktor luar yang mungkin memengaruhi tingkah laku si kecil di lingkungan sekolah (atau lingkungan mana pun tempat terjadinya bullying). Bicarakan dengan sesama orang tua dari teman-teman si kecil, guru di sekolah, tutor les atau kepala sekolahnya. Coba untuk mendiskusikan hal-hal berikut: Apakah anak-anak lain juga melakukan bullying? Apakah mereka membully secara berkelompok atau sendirian? Apakah ada tekanan yang dialami anak-anak selama di sekolah? Bicarakan juga dengan si kecil, adakah permasalahan yang mereka alami selama di sekolah. Ajarkan mereka untuk berteman dengan semua anak tanpa memilih-milih.


4. Dukung Sikap Baik Mereka


Dukungan positif bisa lebih ampuh untuk mendisiplinkan anak ketimbang cara-cara kekerasan. Setuju kan, Ma? Berikan apresiasi saat si kecil berbuat baik, atau ketika mereka mengerjakan sesuatu dengan sabar dan telaten. Berikan pujian padanya dengan tidak berlebihan, dan selalu dukung dia untuk berbuat baik.


5. Berikan Contoh yang Baik


Mama, pikirkan baik-baik kata-kata yang hendak Mama ucapkan ketika si kecil ada di dekat Mama, meski lawan bicara Mama adalah sesama orang dewasa. Sikap Mama dan cara Mama menyelesaikan masalah juga harus diperhatikan. Misalnya, Mama lupa menaruh kunci mobil, alih-alih panik dan menggerutu, Mama harus mengendalikan emosi dengan mencoba mengingat kembali tempat terakhir Mama meletakkan kunci dan mencari dengan hati-hati tanpa mengacak-acak seisi rumah. Yah, meski dalam hati kita pasti jengkel sekali ya, Ma, apalagi kalau sudah diburu waktu. Karena, Ma, jika Mama bersikap agresif di depan anak-anak, ada kemungkinan mereka akan meniru sikap Mama. Jadi, contohkan anak untuk bersikap positif dan mengelola emosi.


Semoga 5 langkah mencegah sifat pembully pada anak di atas bisa bermanfaat ya, Ma.

Yang terpenting adalah dampingi terus si kecil agar dia bisa tumbuh sehat dan bahagia, tanpa menyimpan emosi berlebih hingga membuatnya menjadi pembully.

Referensi :

m.kidshealth.org/parent/emotions/behavior/no_bullying.html


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Say No to Bullying! Bagaimana Jika Anak Kita yang Menjadi Pelaku Bullying? Coba Atasi dengan 5 Langkah Ini!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Nadia Pratiwi | @nadiapratiwi

Mengaku INTJ-A dan feminis. Penggemar sastra klasik dan buku-buku nonfiksi di luar profesinya, serta sedikit eksentrik.

Silahkan login untuk memberi komentar