5 Makanan Ini Ternyata Nggak Bergizi Seperti yang Digembar-gemborkan - Be Wise!

5 Makanan Ini Ternyata Nggak Bergizi Seperti yang Digembar-gemborkan - Be Wise!

1.6K
Banyak makanan beredar di pasaran yang diklaim sehat dan bergizi. Namun kalau kita lebih jeli lagi, ternyata makanan tersebut justru mengandung zat-zat yang perlu kita hindari. Waspadalah, Ma!
Jangan percaya klaim-klaimnya, Ma, apalagi sekadar iklan. Beberapa makanan ini hampir nggak bergizi seperti yang digembar-gemborkan lho.

Semakin ke sini makin berat pula tugas kita untuk mengajak si kecil makan makanan dengan benar ya, Ma. Mama pastinya nggak mau kan membuang waktu membujuk si kecil untuk mencoba makanan baru dan kemudian mengetahui bahwa makanan itu ternyata nggak bergizi.

“Banyak produk di supermarket dan restoran mengklaim bahwa makanan mereka sehat dan bergizi, tapi tidak. Sehingga banyak keluarga akhirnya tertipu.”

Begitu penjelasan dari Brian Wansink, Ph.D, direktur Food and Brand Lab di Cornell University.

Dan, karena kita nggak punya banyak waktu untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai hal ini, maka Rocking Mama melakukan riset secara online ke beberapa situs untuk mencari kebenaran gizi di balik makanan-makanan berikut ini, agar Mama tidak tertipu lagi.


BACA JUGA


5 Bahan Makanan Ini Bila Salah Pengolahan Bisa Membahayakan Kesehatan!

5 Bahan Makanan Ini Bila Salah Pengolahan Bisa Membahayakan Kesehatan!

Kita memang bertanggung jawab akan kesehatan keluarga. Makanya, pengetahuan soal bahan makanan ini sangat penting. Simak sampai selesai ya, ...

Read more..


Berikut beberapa fakta tentang makanan yang ternyata tak se-bergizi yang digembar-gemborkan


1. Roti atau pasta multigrain


Mama merasa telah cukup mengonsumsi biji-bijian atau gandum utuh?

Well, mungkin ya, mungkin tidak.

“Multigrain berarti ada lebih dari satu jenis biji-bijian yang digunakan dalam produk. Beberapa merek memiliki sedikit biji-bijian utuh (whole grains). Sisanya diolah dengan membuang antioksidan, mineral, dan nutrisi lainnya selama pengolahan.”

Demukian jelas Lisa Drayer, RD, penulis the Beauty Diet. Sehingga, janganlah tertipu mengiranya sebagai makanan yang sehat hanya karena roti itu berwarna gelap atau terlihat kasar.

Produsen-produsen mungkin menggunakan sirop gula atau pewarna caramel untuk membuat produk gandum tampak lebih sehat dari yang sebenarnya, lanjut Drayer.

Waduh, terus gimana dong?

Kita harus memperhatikan merek-merek yang berlabel 100% biji-bijian utuh atau 100% gandum utuh (whole wheat), dan memastikan untuk memeriksa dengan saksama daftar atau label kemasan yang mencantumkan bahan-bahannya, Ma. Biji-bijian utuh harus menjadi prioritas.

Bila keluarga Mama nggak menyukai rasa atau tekstur tradisional roti-roti biji-bijian utuh, pertimbangkan untuk mencoba sandwich loaf yang lembut.


2. Salad


Sayangnya, memang sangat mudah untuk merusak kesempurnaan semangkuk makanan yang berupa sayuran hijau dan aneka sayuran lain ini, Ma.

Banyak salad restoran—dan bahkan salad-salad yang Mama ambil di bar salad—yang sarat dengan lemak daging, keju, croutons dan saus krim.

Sebagai contoh nih ya, Pecan-Crusted Chicken Salad di Applebee memiliki kalori sebesar 1.320!

“Penggunaan bahan-bahan sehat yang berlebihan, seperti avokad dan kacang-kacangan, dapat mengubah salad menjadi makanan perusak.”

Begitu kata Julie Upton RD, salah satu penulis buku Energy to Burn: The Ultimate Food and Nutrition Guide to Fuel Your Active Life.

Jadi, harus gimana?

Masih menurut Upton begini, Ma.

“3/4 dari salad harus berupa sayuran hijau dan sayur-sayuran lain. Sisanya mesti protein rendah lemak seperti ayam panggang, telur rebus, udang, tahu atau buncis, dan porsi kecil dari lemak sehat, seperti avokad, kacang-kacangan, zaitun atau keju. Lemak ini perlu karena bisa membantu kita menyerap nutrisi dalam sayuran.”

Lalu, kita juga harus memperhatikan sausnya. Setiap sendok makan saus itu berarti kita menambahkan sekitar 70 kalori. So, di restoran selalu mintalah saus sebagai pendamping dan makan seperlunya saja. Sebagai ilustrasi, 430 kalori dalam salad Applebee berasal dari sausnya, Ma.

Nah, jika Mama pengin ajak si kecil untuk ikut menikmati makanan satu ini, maka gunakan pendekatan yang berbeda. Mulailah dengan sayuran yang Mama tahu mereka suka, seperti irisan mentimun, atau parutan wortel, dan sedikit parutan lettuce yang lembut.

Berikan pula pilihan selera (carte blanche) pada mereka, Ma, untuk satu atau dua taburan, misalnya seperti buah kering atau keju parut. Ambilkan saus untuk mereka dengan takaran yang tepat, sehingga asupan gizi mereka nggak berlebihan.


3. Yoghurt buah


Yes, yoghurt memang merupakan makanan (atau minuman) yang mengandung protein dan kalsium yang penting bagi Mama dan keluarga.

Lalu, apa masalahnya? Gula.

Yes, gula yang terkandung dalam yoghurt itu ternyata menjadi masalah, Ma.

Yoghurt memang mengandung pemanis alami dari susu, namun sebagian besar merek dengan rasa buah memiliki setidaknya 2 sendok teh gula tambahan.

Anak usia 4 – 8 tahun nggak semestinya mendapat lebih dari 3 sendok teh gula tambahan per hari dan batas untuk Mama adalah 6 sendok teh.

Namun, pastinya, yoghurt terlalu sehat untuk dihilangkan sama sekali dari daftar menu makanan sehari-hari keluarga Mama. Mama juga nggak harus memberi yoghurt pada si kecil karena efeknya pada anak-anak sebenarnya belum diteliti dengan baik.

Yang paling baik adalah membeli yoghurt rendak lemak dan mencampurnya dengan buah-buahan manis, seperti buah berry-berry-an yang dilunakkan, potongan pisang, atau irisan melon untuk memberikan rasa.


BACA JUGA


Begini Lho Prinsip Menu Makanan Sehat Food Combining - Coba, Yuk, Supaya Keluarga Mama Lebih Sehat!

Begini Lho Prinsip Menu Makanan Sehat Food Combining - Coba, Yuk, Supaya Keluarga Mama Lebih Sehat!

Menu makanan sehat ala food combining sebenarnya gimana sih? Buah kan ada banyak jenisnya, jangan-jangan yang kita makan ini nggak termasuk ...

Read more..


4. Minuman olahraga


Yang satu ini memang minuman ya, Ma, bukan makanan. Tapi, patut juga kita waspadai.

Si kecil sedang latihan sepak bola, lalu saat break time ia segera mengambil minuman olahraga dari tas pendingin tim setelahnya.

Hmmm … sehatkah?

Nggak juga, Ma. Kecuali anak-anak atau orang dewasa telah berolahraga berat selama 1 jam atau lebih dalam panas atau keringat yang super banyak, sebenarnya minuman seperti itu sama sekali nggak dibutuhkan.

Begini menurut Cynthia Sass, RD, penulis buku S.A.S.S! Yourself Slim.

Terlebih lagi, dengan sekitar 125 kalori dari sebuah botol ukuran 20 ons, mereka memasukkan lebih banyak kalori dibandingkan yang telah dibakar.

So, gimana nih baiknya?

Dinginkan saja beberapa botol air putih sebelum keluar rumah sehingga airnya masih sangat dingin ketika Mama atau anak-anak bersiap menenggaknya. Bahkan anak-anak yang bukan penyuka air biasanya akan menyukai tekstur sedikit ber-es dari botol yang hampir cair.


5. Biskuit energi


Tak diragukan lagi, makanan penambah energi ini memang dibutuhkan oleh si kecil, tetapi waspada, Ma.

“Energi” di sini bisa berarti adalah kode untuk kalori, kebanyakan dalam bentuk biji-bijian olahan dan pemanis tambahan, ujar Upton. Para produsen wajib mencantumkan daftar gula (atau pemanis yang sama seperti sirop beras merah atau madu) bila produknya mengandung lebih banyak gula dibandingkan bahan lainnya.

Untuk menyiasati aturan tersebut, beberapa produsen menggunakan beberapa sumber gula berbeda, sehingga pastikan Mama membaca seluruh daftar bahan-bahannya ya.

Salah satu merek biskuit energi, misalnya, mengandung 12 gram (3 sdm) gula tambahan, dan ini setara dengan 2 keping biskuit cokelat.

Jika Mama masih ingin membelikan si kecil biskuit energi, maka carilah yang berbahan buah atau kacang. Atau yang lebih baik, buatlah sendiri biskuit energi Mama untuk si kecil.


BACA JUGA


Hati-hati, Ma! Ada Bahaya dalam Makanan-Makanan Berikut Ini!

Hati-hati, Ma! Ada Bahaya dalam Makanan-Makanan Berikut Ini!

Food is essential to life, therefore, make it good

Read more..


Nah, Mama, setelah membaca beberapa fakta mengenai makanan yang digembar-gemborkan sehat namun ternyata tidak di atas, pastinya Mama sekarang akan lebih waspada ya. Memang, kita perlu menjadi sangat bijak kalau soal memilih makanan untuk si kecil dan keluarga. Maunya mereka sehat, eh malah kemudian menimbun penyakit dalam tubuh mereka. Penyakit-penyakit tak kelihatan yang pada waktunya nanti bisa mengancam jiwa mereka.

Duh, nggak mau kan ya, Ma?

So, be wise, Mama!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "5 Makanan Ini Ternyata Nggak Bergizi Seperti yang Digembar-gemborkan - Be Wise!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Dewi Kamaratih | @DewiKamaratih

A mom. A wife. A fighter.

Silahkan login untuk memberi komentar