5 Perawatan Bayi Baru Lahir yang Wajib Dilakukan Agar Selalu Sehat

5 Perawatan Bayi Baru Lahir yang Wajib Dilakukan Agar Selalu Sehat

4.1K
Perawatan bayi baru lahir kadang begitu membingungkan, apalagi untuk Mama yang belum berpengalaman. Don't panic, Rocking Mama telah menuliskan 5 perawatan bayi baru lahir yang paling mendasar dan wajib ini untuk membantu Mama merawat si newborn.

Halo, Mama! Apa kabar bayi Mama yang mungil dan menggemaskan? Sudah nambah BB-nya? Sebagai mama baru, apakah Mama masih saja takut dan kikuk dalam perawatan bayi baru lahir Mama ini? Takut salah merawat, terus bayinya kenapa-kenapa ....

Belum lagi banyak masukan dan saran dari mama-mama lain yang kadang justru saling berkebalikan. Ada yang menyarankan bayi jangan dibedakin, namun ada yang bilang nggak apa-apa. Ada yang bilang bayi nggak boleh dipijat, tapi ada yang justru menganjurkan sebaiknya bayi dipijat.

Terus, pegimana ini? Barbie kan jadi pusing!

Tenang, tenang. Coba, Ma, kita lihat yuk, 5 ritual perawatan bayi baru lahir yang umum dilakukan dan disarankan oleh rumah sakin bersalin ataupun bidan ini. Apakah aman dan sehat untuk bayi baru lahir? Nanti boleh Mama simpulkan sendiri, dan Mama jugalah yang memutuskan, apakah perawatan bayi baru lahir tersebut memang bermanfaat untuk bayi Mama.


5 perawatan bayi baru lahir yang biasanya dilakukan dan disarankan oleh rumah sakit bersalin


1. Berjemur di bawah sinar matahari pagi


Waktu anak pertama saya lahir, bilirubinnya cukup tinggi, Ma, yaitu 16 mg/dl. Padahal angka normal bilirubin untuk bayi baru lahir itu maksimal di angka 10 mg/dl.

Apa sih bilirubin?

Bilirubin adalah hasil pemecahan eritrosit yang sudah nggak dibutuhkan lagi dalam tubuh bayi. Jika kandungan bilirubin ini tinggi, biasanya disebabkan oleh organ hati bayi yang belum matang sepenuhnya. Hal ini bisa menyebabkan bayi menderita penyakit yang disebut sebagai sakit kuning.

Pihak rumah sakit saat itu meminta izin kepada saya dan suami untuk melakukan tindakan pada bayi saya untuk difototerapi. Saat itu kami memang pasrah saja, karena kami yakin bahwa hal tersebut merupakan solusi yang terbaik.

Sebenarnya sih nggak tega juga melihat bayi saya yang baru berumur 3 hari itu ditengkurapkan lalu disinar dalam kotak kaca mirip inkubator. Tapi yah, kan demi kebaikannya ya, Ma. Syukurlah, setelah beberapa kali difototerapi, kandungan bilirubin bayi saya pun menurun hingga ke batas normal, sehingga boleh segera pulang.

Selanjutnya, saya tetap melakukan perawatan bayi baru lahir ini, sesuai saran dokter, dengan menjemurnya di bawah sinar matahari pagi, agar semakin menambah sehat.

Saya sempat bertanya, sampai usia berapa bayi boleh dijemur di bawah sinar matahari pagi begitu? Dokter bilang, boleh sampai selamanya.

Maka hampir setiap hari saya jadi ikutan berjemur, dan benar, Ma, badan ini juga rasanya ikutan lebih sehat bareng si bayi.

Si matahari pagi itu memang penuh manfaat beneran deh, di antaranya:

  • Penuh mengandung vitamin D yang bertugas dalam proses penyerapan kalsium sehingga tulang menjadi lebih kuat
  • Menurunkan kadar bilirubin yang tinggi, terutama bagi bayi
  • Mengurangi risiko terkena kanker
  • Menurunkan kadar kolesterol
  • Mengurangi risiko depresi
  • Memperlancar sirkulasi darah
  • Baik untuk sistem kekebalan tubuh
  • Membuat tidur lebih nyenyak

Sinar matahari pagi yang paling baik untuk diserap adalah yang berada di antara pukul 7.00 - 8.00 pagi. Maka, ajaklah bayi untuk berjemur selama 15 - 30 menit di antara waktu-waktu tersebut.

Saat dijemur, bayi cukup mengenakan popok saja. Biarkan matahari langsung mengenai kulit. Jangan lupa posisi bayi dibolak-balik ya, Ma, supaya sinar mataharinya merata menyentuh kulitnya. Tapi, kalau lagi berangin, sebaiknya ya libur dulu acara berjemurnya, Ma. Tunggu cuaca cerah dan bersahabat lagi saja.


2. Mendengarkan Musik Klasik


Perawatan bayi baru lahir yang satu ini sudah saya lakukan sejak saya hamil.

Saya selalu punya acara untuk relaks tiduran, sambil mendengarkan musik klasik Mozart. Mengapa harus Mozart? Konon, musik oleh Mozart adalah musik terlembut namun nada-nadanya bisa menstimulasi otak sedemikian rupa, Ma.

Musik Mozart ini diperdengarkan hampir setiap hari sejak saya hamil sampai bayi saya berumur 1 tahun saat menjelang tidur hingga saatnya bangun tidur. Rasanya memang tenang, nyaman, dan damai banget deh. Teduh, kita jadi cepat mengantuk dan akhirnya bayi selalu bisa tidur dengan nyenyak.

Ternyata memang ada banyak manfaat mendengarkan musik klasik, Ma, di antaranya:

  • Merangsang kecerdasan otak
  • Membuat bayi menjadi lebih tenang dan mengurangi sifat rewelnya


3. Pijat bayi


Meski ada yang bilang, bahwa perawatan bayi baru lahir satu ini nggak perlu dilakukan, namun kalau bayi dipijat dengan benar, pasti ada manfaatnya.

Bayi yang aktif akan banyak bergerak. Kakinya menendang-nendang, tangannya meraih ini itu. Belum lagi kalau dia sudah bisa gegulingan atau merangkak. Wah, makin banyak saja geraknya. Sehingga wajar dia merasa capek. Dan, berbeda dengan kita yang kalau capek bisa beristirahat, bayi kadang nggak ngeh kalau dia capek. Maunya gerak terus. Kecapekan, rewel deh.

Lalu bagaimana cara memijat bayi yang benar? Cukup diusap-usap saja dengan penuh kelembutan dan kasih sayang, Ma. Kalau Mama mau lihat caranya, ada banyak video cara memijat bayi di Youtube yang bisa Mama sontek caranya. Salah satunya yang berikut ini.



Atau masukkan saja kata "newborn baby massage" atau "infant massage" atau "pijat bayi" di kolom search-nya.

Ritual pijat ini sebaiknya dilakukan oleh Mama, ketimbang dibawa ke tukang pijat pada umumnya. Mengapa? Karena nggak ada tambahan rasa cinta yang berlimpah dari seorang tukang pijat, Ma. Dengan memijat bayi Mama sendiri, ada bonding yang akan cepat terbentuk, karena sambil memijat pastinya Mama akan sambil mengajaknya mengobrol kan?

Manfaat pijat bayi ternyata ada banyak sekali lho, di antaranya:

  • Melancarkan peredaran darah bayi
  • Mendekatkan hubungan ibu dan bayi, seperti yang sudah saya sebutkan di atas.
  • Memberikan rasa nyaman pada bayi
  • Mengurangi rasa capek pada bayi
  • Melemaskan otot-otot bayi


4. Biarkan bayi tidur tengkurap


What? Masih bayi banget masa ditengkurapkan?

Saat anak pertama saya berumur 1 bulan, dia sudah harus diperiksakan lagi ke dokter spesialis anak, Ma. Waktu itu keluhannya mirip alergi karena hampir seluruh tubuhnya merah-merah. Saat diperiksa, dokter tiba-tiba membalikkan tubuh bayi saya ke posisi tengkurap. Waduh! Hampir copot jantung saya.

"Bayi juga harus dibiasakan tidur posisi tengkurap supaya napasnya kuat."

Demikian respon dokter saat melihat kekalutan saya. Hahaha. Baiklah, Dok, maafkan mama baru yang masih harus belajar banyak ini.

Ternyata ini juga merupakan perawatan bayi baru lahir yang wajib banget kita lakukan, Ma. Dan,setelah sering tidur dengan posisi ditengkurapkan, memang bener tuh, anak saya nggak pernah mendengkur lagi. Iya, entah kenapa, meski masih bayi, anak pertama saya itu kalau tidur sering mendengkur.

Yah, sejak lahir, anak saya ini memang banyak sekali mendapatkan tindakan, seperti harus difototerapi karena bilirubinnya tinggi, harus dibantu dengan oksigen karena napasnya kurang stabil, diinkubator karena sering kedinginan, hingga harus diinfus karena kadar gula darahnya rendah. Duh, ya, Mama, kalau ingat saya jadi suka ngilu sendiri sekarang. Tapi, syukurlah, sekarang dia tumbuh dengan sehat!

Kembali lagi ke soal tidur tengkurap. Jadi, posisi tidur tengkurap ini mempunyai banyak manfaat bagi bayi, Ma, selain bisa melatih pernapasannya, yaitu:

  • Mengembangkan kekuatan leher, punggung dan otot bagian atas tubuhnya
  • Membantu perkembangan sensor motoriknya
  • Membuat tidur bayi lebih pulas
  • Melatih pernapasan
  • Agar kepalanya tumbuh dengan baik


5. Diayun


Meski ini sudah natural dilakukan oleh para mama, tapi ternyata perawatan bayi baru lahir yang satu ini juga berperan penting untuk pertumbuhan bayi lho.

Pada umumnya, bayi pasti senang diayun, karena akan membuatnya tertidur pulas. Saat bayi terpenuhi kebutuhan tidurnya, maka kecerdasannya akan berkembang dengan baik.

Ternyata, mengayun saja ada caranya, Ma, nggak boleh sembarangan asal ngayun ya.

Bayi harus diayun dengan smooth, jangan sampai membuat bayi terguncang. Sangat tidak disarankan untuk mengguncang-guncang bayi, apalagi dengan keras, karena dapat menyebabkan kerusakan otak sampai mengakibatkan kematian mendadak.

Ayunannya sebaiknya terbuat dari bahan kain yang bisa menyesuaikan dengan postur tubuh bayi dan lentur.

Manfaat mengayun bayi di antaranya adalah:

  • Baik untuk perkembangan motorik bayi
  • Membentuk postur tubuh ideal
  • Memberikan ketenangan


Yes, itu tadi perawatan bayi baru lahir paling mendasar dan wajib dilakukan agar dia selalu sehat dan tumbuh dengan optimal, Ma. Mama ada tambahan perawatan bayi baru lahir lainnya? Yuk, share di kolom komen ya!

Stay healthy and happy, Mama!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "5 Perawatan Bayi Baru Lahir yang Wajib Dilakukan Agar Selalu Sehat". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Juliastri Sn | @juliastrisn

A mom of 2, suka menulis di blog www.juliastrisn.com. Entrepeneur di bidang otomotif. Beberapa tulisan pernah dimuat di majalah wanita dan majalah parenting terkemuka di Indonesia.

Silahkan login untuk memberi komentar