5 Strategi Mendampingi Anak Menghadapi Hal Baru dalam Kehidupannya

5 Strategi Mendampingi Anak Menghadapi Hal Baru dalam Kehidupannya

5K
Anak akan terus menghadapi hal baru dalam setiap stage hidupnya. Itu wajar, Ma. Hanya Mama yang bisa mendampinginya.

Pada setiap tahapan perkembangannya, seorang anak akan selalu menghadapi berbagai hal baru. Ia akan belajar beradaptasi dengan lingkungan.

Pastinya ini nggak akan mudah baginya ya, Ma. Adalah wajar jika kemudian anak merasa cemas dan nggak nyaman. Reaksi yang timbul juga beragam; anak jadi rajin menangis, merengek atau menjerit.

Bahkan, ketakutan yang berlebihan terhadap sesuatu yang baru ini bisa membuat si kecil menyakiti orang di sekitarnya lho.

Tenang, Ma, kalau si kecil juga sering menunjukkan berbagai gejala seperti ini saat harus menghadapi hal baru. Konon katanya, ini cukup alami sebab anak belum tahu cara mengekspresikan perasaannya dengan berbicara. Baginya, menangis dan berekspresi melalui gerakan tubuh akan lebih mudah dilakukan.


BACA JUGA


Cara Mendidik Anak Super Berawal dari Kekompakan Orang Tua. 10 Pola Asuh Ini Akan Mewujudkannya!

Cara Mendidik Anak Super Berawal dari Kekompakan Orang Tua. 10 Pola Asuh Ini Akan Mewujudkannya!

Cara mendidik anak super tak terlalu muluk-muluk, namun semua bermula dari hubungan kedua orang tua. Pastikan Mama dan Papa selalu kompak

Read more..


Nah, saya dapat bocoran nih, Ma, dari berbagai sumber, mengenai bagaimana strategi untuk mendampingi anak menerima hal baru dengan nyaman. Mumpung sebentar lagi tahun ajaran baru dimulai kan.

Bagi si kecil yang baru mulai masuk sekolah, pasti perasaannya nano-nano deh. Campur aduk; excited sekaligus cemas. Apakah ia akan menyukai teman-teman barunya? Seperti apa ya gurunya nanti?

Ha! Jangan-jangan Mama pun lagi deg-degan untuk hari pertama si kecil sekolah ya. Hahaha.


Yuk, kita lihat bagaimana strategi mendampingi anak menghadapi berbagai hal baru yang bakal ditemuinya!


1. Lingkungan baru


Nah, kebetulan sebentar lagi tahun ajaran baru dimulai. Si kecil akan memasuki lingkungan baru, yaitu sekolah ataupun PAUD.

Untuk membuat anak lebih nyaman, pada hari pertamanya berada di sekolah atau PAUD barunya, Mama boleh meminta izin pada pengasuh dan gurunya untuk membiarkannya membawa boneka kesayangannya.

Pada usia ini, anak akan membutuhkan sesuatu yang bisa memberinya rasa nyaman dan aman.

Sesaat sebelum mulai memasuki gedung sekolah atau PAUD-nya, katakan pada si kecil dengan wajah penuh semangat, “Kita mau ke tempat yang banyak mainannya, banyak teman, dan banyak buku. Asyik kan, Dik? Nanti Adik boleh bermain apa saja di dalam.”

Lalu, biarkan si kecil mengadaptasikan dirinya dulu di luar, sebelum akhirnya ikut masuk bersama Mama.


2. Teman baru


Di PAUD nanti, ia juga akan bertemu banyak sekali anak lain dengan kondisi yang kurang lebih sama dengannya. Juga ia harus berkenalan pula dengan guru dan pengasuh di sana.

Untuk anak yang berada di bawah tiga tahun, mungkin ini akan lebih berat ya, Ma. Saat dikenalkan dengan para guru dan pengasuh PAUD, bisa saja kemudian ia malah berancang-ancang ingin lari, atau malah memukul. Segera tangkap kedua tangannya dengan lembut, lalu pegang dan arahkan tangan mungilnya untuk bersalaman.

Jika ia menolak bersalaman? That’s OK, Ma. Tersenyumlah padanya, dan katakan bahwa tak apa jika ia tak mau bersalaman, asalkan tidak memukul.

Mama bisa memberikan pengertian, “Miss kan mau kenalan sama Adik. Nanti Adik di sini bisa punya banyak teman. Nanti kalau dipukul Miss bisa sedih dong.”


BACA JUGA


Jangan Lupa Mendidik Anak Soal 4 Hal Remeh Temeh yang Sering Terlupakan Ini Agar Mereka Survive Kelak!

Jangan Lupa Mendidik Anak Soal 4 Hal Remeh Temeh yang Sering Terlupakan Ini Agar Mereka Survive Kelak!

Dalam mendidik anak, banyak sekali PR yang harus kita kerjakan; sex education, pendidikan akademis, ini, itu. Lalu, kadang kita terlupa ...

Read more..


3. Suara baru


Menurut Gail Whitelaw, Ph.D., pimpinan The American Academy of Audiology di Reston Virginia, pendengaran merupakan indra yang berkembang seiring waktu dan pengalaman.

Karena itu, berikan pengalaman yang menarik pada telinga si kecil. Mulai perkenalkan anak pada suara-suara binatang, juga suara alat-alat musik sedini mungkin. Ajak mereka bernyanyi mengikuti lagu atau tirukan suara-suara binatang yang ia kenal.

Pelan-pelan pula ajak anak ke tempat yang cukup ramai agar ia terbiasa dengan keiuhan. Tapi tetap hindari tempat-tempat yang terlalu bising sebab pendengaran si kecil masih sensitif.


4. Makanan baru


Saat mengenalkan makanan baru pada si kecil, pastikan bahwa usianya sudah tepat untuk mengonsumsi makanan tersebut. Selain itu, kenali temperamen anak dan juga lihat apakah ia termasuk picky eater atau enggak.

Pada awalnya, ia mungkin akan menolak makan dengan cara mengeluarkannya atau justru diemut saja lama-lama.

Makanan perlu diperkenalkan secara berulang-ulang (10 – 15 kali) sebelum Mama memutuskan untuk menyerah, Ma. Perhatikan juga kebiasaan makannya serta cermati makanan apa yang bisa memicu alergi si kecil.

Jika ingin mengajaknya makan di restoran, pilihlah restoran yang terjamin kebersihannya agar anak terhindar pula dari berbagai penyakit.


5. Kemampuan baru


Saat anak mulai mempunyai kemampuan untuk berjalan, kaki anak akan beradaptasi dengan materi yang ia injak. Mama pasti akan menjumpai berbagai bentuk penolakan pada awalnya. Terus perkenalkan kaki anak pada berbagai tekstur, Ma, agar ia makin terbiasa.

Suatu saat, jika memang si kecil terlihat menyukai musik, Mama juga perlu mengenalkannya pada kemampuan baru, seperti mencoba memainkan alat musik atau menari seirama musik, untuk mencoba mengamati minatnya.

Begitu pun dengan kemampuan-kemampuan lain.


BACA JUGA


Mau Mendidik Anak dengan Cara yang Unik dan Efektif? Yuk, Belajar dari 3 Sosok Rocking Mama Antimainstream Ini!

Mau Mendidik Anak dengan Cara yang Unik dan Efektif? Yuk, Belajar dari 3 Sosok Rocking Mama Antimainstream Ini!

Jika Mama adalah salah satu dari mereka yang menerapkan metode mendidik anak yang unik dan lain daripada yang umum, ya kenapa tidak

Read more..


Sesuatu yang baru memang bisa jadi agak membuat anak menjadi takut-takut dan ragu-ragu. Hal ini wajar saja, Ma. Bukankah kita sendiri juga sering merasa nggak yakin ketika harus melakukan sesuatu yang baru?

There is always the first time.

Namun si kecil pastinya akan lebih beruntung, karena mereka punya Mama yang membimbing dan mendampingi mereka selama mencoba hal yang baru.

Semangat, Ma!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "5 Strategi Mendampingi Anak Menghadapi Hal Baru dalam Kehidupannya". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Carolina Ratri | @carolinaratri

An INFJ-T sarcastic sagittarian Managing Editor of Rocking Mama. Deeply passionate about writings, graphic designs, hand-drawings, and hand-letterings. Read her journal at www.CarolinaRatri.com

Silahkan login untuk memberi komentar