5 Tips BerTAHAN dalam Hubungan Suami Istri yang Harus Kita Ingat Setiap Waktu

5 Tips BerTAHAN dalam Hubungan Suami Istri yang Harus Kita Ingat Setiap Waktu

10.8K
Tips melanggengkan hubungan suami istri memang lebih mudah diucapkan. Tapi bukan berarti tak mungkin dilakukan kan? Setidaknya masing-masing suami istri harus mencoba dan mengusahakannya berdua.

Jika ikatan suami istri sekadar belenggu, mungkin banyak yang memilih untuk tidak melakukannya.
Jika pernikahan adalah sebuah kontrak, mungkin banyak yang ingin segera menyudahinya.
Jika pasangan bukan satu untuk selamanya, mungkin banyak yang ingin mengganti dengan yang baru.
Jika suami dan istri hanyalah sekadar status, untuk apa pura-pura bahagia.
Jika menikah adalah soal deadline umur, banyak yang asal pilih untuk dinikahi.

Jika tujuan pernikahan hanya seperti dalam kalimat-kalimat di atas, apa yang akan terjadi?

Satu per satu barangkali ada penyesalan yang datang silih berganti. Pernikahan memang bisa saja tak seindah yang diimpikan atau dibayangkan. Lebih jauh lagi, ternyata pernikahan bukan merupakan jaminan kebahagiaan.

Padahal, apakah Mama sempat mengamati, bagaimana orang-orang muda di luar sana mengeluhkan kejombloan mereka? Bahwa menjadi jomblo, atau pacaran terlalu lama, itu begitu menyengsarakan?

Juga, di luar sana, ada banyak pasangan suami istri yang harus mengeluarkan banyak rupiah demi bisa mendapatkan seorang bayi dalam sebuah pernikahan yang mereka dambakan.

Lalu, ada apa dengan kita, Ma? Kita yang selalu lupa bahwa kita sudah punya semua yang mereka inginkan. Kita yang selalu membandingkan kondisi kita dengan kondisi orang lain? Parah lagi, kita merasa iri dengan kondisi orang lain setelah melihat apa yang mereka unggah ke media sosial!

Dalam pernikahan ada keutamaan atas nama Tuhan, untuk setia mendampingi dalam suka duka, sakit dan sehat, untung dan malang. Pernikahan bukan sekadar tanda tangan di atas kertas demi status yang resmi dan halal. Ada tanggung jawab di atas segala perkara.

Bersyukurlah kita jika kita saling mencinta dengan pasangan kita. Nggak perlu ngomongin bagaimana hubungan yang sempurna, atau bahagia selamanya. Bisa saling memahami, mengerti, dan melengkapi saja sudah cukup. Karena kebahagiaan itu bisa kita ciptakan sendiri.

Mau mencari tips keluarga bahagia, Mama bisa menemukan banyak sekali di mana-mana. Namun, ada satu yang selalu saya ingat, Ma, dan selalu berusaha untuk saya wujudkan bersama papanya anak-anak. Yaitu, TAHAN, dari kata bertahan. Iya kan, Ma, kita mau mempertahankan ikatan pernikahan ini sampai jadi kakek nenek dan maut memisahkan kan?

Makanya, TAHAN, Ma!


Tips mempertahankan ikatan suami istri dalam sebuah pernikahan


T = Terbuka



Suami istri harus selalu bersikap terbuka satu sama lain.

Demi kebaikan, tak ada yang ditutupi rasanya lebih fair. Well, saat mau bermain cinta saja, langsung buka-bukaan kok, masa sih saat ada masalah malah ditutup-tutupi kan? Hehehe.

Dengan bersikap terbuka, suami istri akan lebih mudah berdiskusi mencari solusi bersama. Termasuk di sini adalah keterbukaan terhadap masa lalu, keluarga masing-masing, pergaulannya, hingga hal-hal kecil lainnya. Masing-masing harus mengerti dan paham kondisi pasangannya.

Keterbukaan ini juga soal keuangan rumah tangga, pola pengasuhan anak, pekerjaan, aktivitas rutin harian, dan lainnya. Sebagai contoh, habis kantor, suami mau pergi dulu bareng teman-teman, istri haruslah tahu. Begitupun kalau istri mau arisan, suami juga harus tahu istrinya ke mana dan pergi dengan siapa kalau misal nggak bisa mengantar.

Intinya sih, komunikasi harus lancar.


A = Asyik


Hubungan antara suami istri harus dibuat seasyik mungkin. Setuju, Ma?

Asyik, karena kita akan sering berhadapan dengan yang namanya kejenuhan. Apalagi untuk pernikahan yang sudah berlangsung cukup lama dan begitu-begitu saja. Bosan? Wajar, apalagi kalau monoton. Ibaratnya, makanan saja akan basi kalau nggak dipanaskan atau dimasukkan ke kulkas. Tiap hari kita makan menu masakan yang sama, juga akan terasa bosan.

So, memang penting banget ya, untuk selalu me-recharge hubungan suami istri. Sesekali kencan ala film Hollywood kayaknya oke juga. Atau, bolehlah nonton ke bioskop berdua saja. Atau, sekadar ngobrol mesra berdua di teras sambil seruput kopi kayak pas masih pacaran dulu.

Jatuh cintalah untuk yang kedua kali sama pasangan. Dan jatuh cintalah juga untuk yang ketiga kali, keempat kali, kelima kali ... keseratus juta kali. Cinta ibarat tanaman, kalau dipupuk maka dia pun semakin subur. Kalau dicuekin doang, ya bisa saja mati sewaktu-waktu.

Saya punya cerita, Ma. Sepasang suami istri kenalan saya tengah merayakan ulang tahun pernikahan yang kelima puluh. Kepo dong, apa sih resepnya hingga bisa awet begitu? Nggak bosankah? *ini nanyanya kok ya kurang ajar banget ya? Hahaha.*

Mau tahu apa jawabannya, Ma?

Katanya, meski keduanya sudah sepuh (Jw. usia lanjut), mereka nggak ragu-ragu untuk saling berpegangan tangan, berpelukan dan berciuman saat menjelang tidur malam lho. Awww. So romantic!

Selain itu, mereka juga sering melakukan ritual mandi berdua. Auw!

See, ternyata resepnya sesederhana itu ya, dan terbukti cukup ampuh.


H = Hormati dan hargai


Saling menghormati dan menghargai, bagaimanapun latar belakang pasangan, pastinya akan membuat hubungan suami istri berjalan dengan baik.

Perbedaan pendapat pastilah selalu ada. Yang penting, ketimbang adu urat mencari siapa yang salah, mendingan langsung cari solusi saja. Ambil jalan tengah atau win-win solution, pasti akan lebih baik. Saling menghormati dan menghargai kebutuhan masing-masing, turunkan ego yang memuncak. Harus ada yang mengalah, atau sama-sama mengalah saja.

Jangan sampai terjadi salah paham, maka komunikasi tetap yang utama. Dan komunikasi berjalan lancar, jika masing-masing nggak ngotot saat mengutarakan pendapat.


A = Ampun


Setelah saling menghormati dan menghargai, selanjutnya adalah saling memaafkan. Jika ada yang salah, maka harus saling minta maaf dan memaafkan, kemudian tak perlulah diungkit kembali.

Untuk beberapa kesalahan berat, mungkin ini memang hal yang paling sulit dilakukan. Tapi, tak ada salahnya kan, mencoba memberi kesempatan kedua? Peganglah janji pasangan bahwa dia sudah menyesal, meminta maaf, dan kemudian berjanji tak mengulanginya lagi. Toh, kita sendiri juga bisa salah dan jauh dari sempurna.

Yang penting sekarang bagaimana caranya merangkai masa depan bersama. Betul kan, Ma?


N = Nasihat


Boleh kok, antara suami istri saling menasihati.

Kalau istri salah, suami wajib mengingatkan dan memberikan saran supaya bener. Kalau suami yang salah, istri pun jangan segan untuk memberikan masukan. Istri jangan ngeyel, suami pun jangan merasai digurui. Semua kan demi kebaikan bersama.

Carilah cara yang paling baik untuk saling memberikan masukan. Bicara saja baik-baik tanpa menuding. Samakan visi dan misi, perbarui kembali tujuan pernikahan setiap kali diperlukan.


Nah, itu dia tips mempertahankan ikatan pernikahan antara suami istri agar tetap langgeng hingga maut memisahkan. Mungkin kedengarannya, mudah diucapkan begitu sulit dilakukan. Memang, Ma! Memang lebih mudah diucapkan. Tapi bukan berarti tak mungkin dilakukan kan? Setidaknya kita harus mencoba dan mengusahakannya berdua bersama pasangan.

Sebenarnya tips-tips di atas lebih ditujukan untuk pernikahan saya sendiri saja sih. Katakanlah, sebagai refleksi di ulang tahun pernikahan kami. Iya, sepuluh tahun sudah kami terikat dalam pernikahan. Mari saling mendoakan, supaya selalu bisa menjaga hubungan pernikahan kita hingga nanti, sampai anak-anak besar. Bisa menyaksikan anak-anak bertemu jodoh masing-masing dan menikah, punya cucu, lalu memperingati ulang tahun pernikahan perak, emas. Yah, pokoknya bisa awet terus sampai maut memisahkan. Segala hambatan dan godaan bisa dilewati dengan selamat.

Aminkan, Ma! Hihihi.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "5 Tips BerTAHAN dalam Hubungan Suami Istri yang Harus Kita Ingat Setiap Waktu". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Juliastri Sn | @juliastrisn

A mom of 2, suka menulis di blog www.juliastrisn.com. Entrepeneur di bidang otomotif. Beberapa tulisan pernah dimuat di majalah wanita dan majalah parenting terkemuka di Indonesia.

Silahkan login untuk memberi komentar