6 Alasan Kenapa Berat Badan Mama Tidak Juga Turun

turun berat badan

6 Alasan Kenapa Berat Badan Mama Tidak Juga Turun

200
Sudah ikutan diet ini-itu, sampai puasa Senin-Kamis segala, tapi kok masih belum ada tanda-tanda turun berat badan, ya? Hvft!

Sedang menjalani program diet, ya Ma? Beberapa dari kita memang mudah sekali naik berat badan, ya?

Bahkan katanya, saat yang lain bebas makan sesukanya tanpa menggendut, Mama baru memikirkan mau beli siomay saja sudah naik sekilo. Hahaha.

Sudahlah, biarkan saja mereka dengan gift-nya itu. Mama bersyukur saja karena di dunia ini punya ikhtiar berpahala yang harus dijalankan, yaitu menjaga berat badan.

Ngomong-ngomong, sudah berusaha keras menjaga kelangsingan, ikutan diet ini-itu, sampai puasa Senin-Kamis segala, tapi kok masih belum ada tanda-tanda turun berat badan, ya? Tubuh ini masih semlohai, dengan jarum timbangan yang semakin bergerak ke kanan.


BACA JUGA


Sudah Diet Tapi Kok Malah Tambah Gemuk? Duh, Pasti Ada yang Salah Nih!

Sudah Diet Tapi Kok Malah Tambah Gemuk? Duh, Pasti Ada yang Salah Nih!

Program diet rutin sudah dijalankan. Tapi, kok, bukannya langsing, malah berat badan makin nambah sih? Apa yang salah ya

Read more..


Duh, gimana, ya? Apa mungkin Mama melakukan satu dari 6 alasan kenapa berat badan tidak juga turun berikut ini?

1. Tidak Sarapan


Sebetulnya, ada beberapa penelitian yang membuktikan bahwa tidak sarapan itu tidak berpengaruh apa-apa terhadap stamina. Asalkan tetap menjaga keseimbangan nutrisi, tubuh ini bisa kok nggak dikasih sarapan.

Namun, menurut situs mensfitness, sering tidak sarapan berarti juga membuat rentan terhadap penambahan berat badan, meningkatkan risiko penyakit jantung, obesitas, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi dan diabetes.

Hmmm, masuk akal ya Ma, soalnya kalau melewatkan makan pagi di rumah, sarapannya pindah ke tukang bubur di depan kantor, atau tukang ketupat sayur di sekolah anak-anak.


2. Salah Makan


Kalau Mama sedang dalam program diet, perhatikan baik-baik apakah pola makan yang dianjurkan itu cukup memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh.

Jangan berdiet dengan menghilangkan satu atau dua dari empat sehat lima sempurna ya, Ma, karena akan berdampak pada ketidakseimbangan dalam tubuh. Makan saja semua yang mengandung karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral, karena itulah sejatinya yang diperlukan tubuh. Hanya saja, pilih-pilih yang rendah kalori.

Menurut ahli gizi Michelle Davenport, Ph.D, seorang wanita dewasa bisa memangkas kebutuhan kalorinya sampai dengan 1200-1400 KKal per hari. Jadi, makanlah dengan gizi seimbang namun rendah kalori ya, Ma.


3. Tidak memberi asupan karbohidrat yang cukup


Memang ada yang namanya Diet Karbohidrat atau Carbo Diet, tapi bukan berarti Mama menghindari nasi, kentang, atau sumber karbohidrat lainnya, kan? Apalagi, karbohidrat itu akan diproses menjadi glukosa, yaitu sumber energi tubuh.

Kekurangan karbohidrat berarti kekurangan energi, sehingga badan mudah lelah. Belum lagi, rendahnya kadar glukosa dalam tubuh juga berakibat pada mood yang buruk. Mama jadi gampang marah dan tersinggung jka kekurangan zat yang satu ini.

Nah, jika badan lelah dan hati kesal, ke mana lagi akan berlari, kecuali ke tukang bakso di ujung gang rumah itu?


BACA JUGA


Diet Sehat Mama Selalu Gagal? Mungkin Karena Mama Mempunyai Kepribadian Penyebab Gagal Diet Ini!

Diet Sehat Mama Selalu Gagal? Mungkin Karena Mama Mempunyai Kepribadian Penyebab Gagal Diet Ini!

Penyebab gagal diet sehat Mama mungkin bukan karena makanan yang enak-enak itu, mungkin saja kepribadian Mama sendiri yang menyebabkan Mama ...

Read more..


4. Tidak cukup protein


Selain karbohidrat, protein juga penting bagi tubuh, Ma. Mengonsumsi cukup protein dapat meningkatkan metabolisme tubuh dan menjaga massa otot. Massa otot itu kan penting, Ma, karena jika sedang berdiet, yang seharusnya berkurang itu adalah massa lemak, bukan massa otot.

Kekurangan massa otot dalam diet akan membuat badan cepat lelah, juga meningkatkan keinginan untuk menyamil.

Nah, cukupkan asupan protein dalam tubuh ya Ma, terutama yang rendah kalori dan padat lemak baik seperti ikan-ikan dan kacang-kacangan.


5. Tidak cukup tidur


Menurut situs Health Line, kekurangan tidur adalah salah satu faktor terbesar akan obesitas. Orang dewasa akan meningkat risikonya sebanyak 55%, dan anak-anak sebesar 89% menderita kelebihan berat badan karenanya.

Lagi-lagi ini masuk akal, Ma, karena jika kurang tidur, kecenderungannya akan mengemil. Bahkan jika terpaksa begadang karena pekerjaan pun harus disambi dengan minum kopi, kan?

Makin banyak minum kopi, makin banyak gula yang tertelan, makin jauh dari harapan turun berat badan.


6. Kurang minum


Masih menurut situs Health Line, orang yang minum setengah liter air dalam 30 menit sebelum makan akan kehilangan berat badannya sebanyak 44%. Juga, minum banyak air akan meningkatkan pembakaran kalori sebanyak 24-30% selama 1,5 jam.

Lumayan banget kan, Ma? Lagipula, minum air putih itu sangat baik bagi kesehatan ginjal dan tubuh secara keseluruhan. Nah, jangan malas untuk minum segelas air putih setidaknya setiap dua jam sekali, ya!


BACA JUGA


Kalau Cara Diet Mama Seperti 7 Hal Ini, Yakinlah, Bukan Langsing yang Mama Dapat, Melainkan Penyakit!

Kalau Cara Diet Mama Seperti 7 Hal Ini, Yakinlah, Bukan Langsing yang Mama Dapat, Melainkan Penyakit!

Mau langsing boleh saja. Tapi cara diet yang dilakukan harus tepat, agar juga sehat

Read more..


Jadi bagaimana, sudah mengerti mengapa berat badan nggak juga turun dan jarum timbangan belum juga bergerak ke selatan? Kita perbaiki dulu 6 kebiasaan tersebut di atas, yuk!

Selamat berikhitar turun berat badan, Ma! Semoga sukses ya!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "6 Alasan Kenapa Berat Badan Mama Tidak Juga Turun". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


PutuAyu Winayasari | @ayuwinayasari

A whole-hearted writer. A caring teacher. A Rocking Mama. A loving wife-daughter. Visit me at bilikayuwinayasari@blogspot.co.id. Reach me at raynorkayla@gmail.com. Or just come by to LIA-Bandung to have some bakso with me :)

Silahkan login untuk memberi komentar