6 Kesalahan Keuangan Berikut Ini Sering Dilakukan oleh Mama Demi Keluarga. Apa Saja?

6 Kesalahan Keuangan Berikut Ini Sering Dilakukan oleh Mama Demi Keluarga. Apa Saja?

4.8K
No one has ever achieved financial fitness with a January resolution that's abandoned by February - Suze Orman

Terkadang saking merasa nyaman dengan kehidupan keluarga yang bahagia, Mama suka lupa ada beberapa hal yang harus dipikirkan secara jeli soal keuangan. Apalagi kalau demi kebahagiaan dan kewarasan bersama. Lebih-lebih kalau Mama yang jadi CFO - Chief Family Operation. Saking banyaknya yang harus diurus kemungkinan besar beberapa hal jadi terlewat.

Nah, ini dia beberapa hal yang biasanya "lupa" diperhatikan oleh Mama, dan bisa jadi kesalahan yang akan merepotkan.


Asuransi Papa Kurang

Asuransi Papa Kurang -

Apakah asuransi si Papa yang bekerja atau jadi pencari nafkah utama sudah cukup untuk perlindungan kalau seandainya terjadi sesuatu?

Well, bukan berharap yang terburuk ya, Ma.  Tapi kan Mama dan anak-anak merupakan tanggungan Papa. Seandainya terjadi sesuatu dengan pencari nafkah utama, paling tidak dana dari uang pertanggungan tersebut dapat dipergunakan sampai Mama siap untuk bekerja menggantikan posisi suami dan ataupun sampai anak dewasa. Jangan sampai di saat sedang berduka, Mama harus mengambil keputusan sulit segera kembali bekerja. 

Maka dari itu, kecukupan uang pertanggungan asuransi untuk si Papa perlu diperiksa nih, Ma, sebagai pencari nafkah utama. Sekadar informasi, asuransi term life akan memberikan uang pertanggungan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan asuransi whole-life atau unitlink dengan biaya premi yang lebih murah. Kan uang premi yang harus dibayar juga harus diperhitungkan dengan kebutuhan keluarga. Betul nggak, Ma?

Nah, kalau uang asuransi mencukupi, berarti si Papa mencintai Mama seumur hidup Mama. Kalau tidak? Ya, berarti si Papa hanya mencintai Mama seumur hidupnya saja. Waduh.



Menjadi yang Paling Tahu tentang Uang Belanja

Menjadi Yang Paling Tahu Tentang Uang Belanja -

Mama yang pegang uang gaji Papa? Pasti pusing ya, Ma, mikirin bayar uang sekolah anak, beli pulsa listrik, bayar gaji pekerja rumah tangga, bayar uang les anak dan lain-lain. Dan, jangan lupa tuh, premi asuransi dan investasi belum disisihkan!

Aduh, menjadi pemegang keputusan utama kadang bisa sangat melelahkan. Belum lagi Papa yang seolah tidak tahu uang sekolah anak terus naik. 

Nah, untuk menghindari pikiran berlebihan, mulai ajak Papa duduk bareng untuk membicarakan keuangan keluarga. Terkadang permasalahan keuangan yang pelik bisa dipecahkan bila dibicarakan bersama. 

Dalam keluarga, posisi Papa dan Mama seharusnya seimbang. Tidak ada yang namanya Papa cari uang dan Mama yang menghabiskan. Kan uang Papa uang Mama juga. #eh



Percaya Saja Apa Kata Banker

Percaya Saja Apa Kata Banker -

Datang ke bank dan bertemu dengan banker yang ganteng dan wangi, Mama bisa jadi target market yang utama untuk menjual produk dengan kata kunci investasi, anak, pendidikan dan keluarga. Karena sudah banyak yang terlalu dipikirkan dan ingin yang terbaik untuk anak, untuk keluarga, maka tawaran yang disertai dengan ilustrasi grafik dan nilai uang di masa depan langsung diiyakan dan kemudian dibeli. 

Seringkali Mama tidak kepikiran untuk memeriksa dulu perhitungan dan membandingkan dengan produk lain yang memiliki tujuan sama. Kalau pun menunda pembelian, keesokan harinya setelah dibeli hanya berdasarkan keputusan mumpung ada yang jual, orangnya baik, dan bank yang menjual bisa dipercaya. 

Saran saya, coba benar-benar cari info tentang satu produk sebelum membeli ya, Ma. Kalau perlu bandingkan dengan dua atau tiga instrumen sejenis. Asuransi pendidikan anak, misalnya, coba dibandingkan dengan tabungan pendidikan atau produk investasi reksadana.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "6 Kesalahan Keuangan Berikut Ini Sering Dilakukan oleh Mama Demi Keluarga. Apa Saja?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Dani Rachmat | @danirachmat

An avid blogger with passion in financial planning at http://danirachmat.com

Silahkan login untuk memberi komentar