6 Tipe Teman Berbahaya Ini Perlu Mama Hindari Demi Kewarasan dan Kesehatan Jiwa!

6 Tipe Teman Berbahaya Ini Perlu Mama Hindari Demi Kewarasan dan Kesehatan Jiwa!

4.4K
Teman, bisa membuat diri kita "kaya" namun juga bisa membuat diri kita "menyedihkan". Mau yang mana, tergantung kita sendiri yang memutuskan.

Mama punya banyak teman? Wah, betapa menyenangkan! Banyak teman berarti makin banyak pula wawasan dan networking yang bisa kita dapatkan. Betul?

Apalagi zaman sekarang. Sepertinya makin mudah saja kita memperoleh teman bukan, Ma? Cukup buka media sosial dan, voila! Ada jutaan orang yang siap menjadi teman Mama.

Pernah dengar kalimat inspiratif ini belum?

"You are the average of the 5 people you spend the most time with."

Itu adalah kalimat inspiratif dari Jim Rohn. Kita adalah gambaran dari 5 orang teman yang menghabiskan banyak waktu dengan kita tiap harinya.


BACA JUGA


Mengapa Perempuan Lebih Suka Curhat pada Sahabatnya? Ternyata Ini Alasannya!

Mengapa Perempuan Lebih Suka Curhat pada Sahabatnya? Ternyata Ini Alasannya!

A best friend is like a four-leave clover; hard to find and lucky to have ~ Sarah Jessica Parker

Read more..


Hmmm ... Saya rasa ini ada benarnya. Karena, teman itu turut ‘menularkan’ efek positif dan negatif.

Singkatnya begini, jika kita berteman dengan orang kreatif, lambat laun kita pun tertular sifat kreatif mereka. Kita seperti berada di dimensi baru, bisa berpikir out of box. Lain pula jika lingkaran teman terdekat kita cenderung suka bergosip, percaya kan, kita pun akan ‘tertular’ dengan kebiasaan mereka itu.

Dan, pastinya, Mama pun harus bisa memilah tipe teman seperti apa yang ‘satu frekuensi’ dengan Mama agar lebih enak untuk berkomunikasi, selain pastinya harus memberikan pengaruh yang baik pada diri Mama sendiri, bukan?

Berarti memang kita harus memilih-milih teman? Yes! Demi kewarasan dan kesehatan jiwa kita sendiri!

Lalu, bagaimana caranya bisa memilih teman yang tepat?

Ya, tergantung kita sendiri. Kita sendirilah yang lebih mengetahui kualitas seperti apa teman-teman yang dipunya, entah itu online maupun offline. Yang punya kuasa atas diri kita ya hanyalah kita sendiri.

Jadi, apakah Mama ingin mendapatkan pengaruh yang baik dari pertemanan tersebut? Kalau iya, maka Mama harus bisa pintar memilah dan memilih teman. Bukan berarti kita sombong loh, kita hanya membatasi saja intensitas pertemanan dengan orang-orang tertentu karena efek mereka tidak baik bagi kita.

Nah, lantas memang ada baiknya bagi Mama untuk mengetahui 6 tipe teman berbahaya ini dan perlu dihindari demi kewarasan serta kesehatan jiwa.


Tipe orang yang sebaiknya dihindari untuk dijadikan teman karena akan membawa pengaruh buruk bagi diri kita sendiri


1. Si Pesimis


Bergaul dengan teman tipe ini, hari-hari Mama akan terlihat kelam.

Bagimana tidak, tipe teman seperti ini memiliki kebiasaan melihat masalah ketimbang hal positif dari berbagai hal yang dihadapinya. Sifat negatif seperti ini sangat menular lho Ma, karena ini berkaitan dengan sudut pandang kita.

Jadi pastikan untuk menjaga jarak saat bergaul dengan tipe orang pesimis.

Gejala saat menghabiskan banyak waktu dengan tipe teman pesimis adalah hilangnya sikap optimis, ketidakpuasan dengan kegiatan sehari-hari, sikap cengeng dan suka mengeluh yang mencapai level parah.


2. Tukang cemburu


Eits dalam dunia pertemanan ada juga loh, yang namanya cemburu. Tipe ini sukanya menginginkan apa yang Mama miliki. Dari cemburu lalu ke iri hati lalu ke dengki. Nggak bisa melihat prestasi Mama, ia memilih untuk nyinyir di belakang Mama. Hvft. Beuh, penyakit hati yang akut nih Ma. Waspadalah!

Teman yang baik tentunya akan senang mengetahui keberhasilan Mama, tapi tipe teman seperti ini bukanlah teman yang baik.

Gejala ketika karakter ini mulai merasuki kehidupan Mama adalah Mama merasakan ketidakpuasan yang tidak biasa dan rasa bersalah yang tidak beralasan untuk hal-hal yang sebelumnya Mama syukuri.


3. Tukang gosip


Oke, kita harus mengakui kalau kaum perempuan itu hobinya gosip. Betul? Entah gosip artis, tetangga maupun sesama teman.

Tapi, ada yang lebih parah, Ma. Si tukang gosip ini suka membuat cerita yang seolah-olah nyata kemudian disebarluaskan. Atau hanya berbekal sepotong cerita, maka dibuatlah cerita baru yang lebay kemudian diceritakan ke mana-mana. Oh gosh!

Apa iya Mama ingin menjadi orang yang suka berbicara tentang orang lain di belakang mereka? Teman seperti ini membuat semua hancur dengan begitu mudah dan sulit terhindarkan. Tipe teman seperti ini senangnya membuat orang lain terlihat buruk, tapi at the end, tukang gosip seperti inilah justru yang terburuk.

Gejala yang Mama alami ketika berteman dengan tipe ini adalah, cara menilai yang tidak adil akan meningkat, persahabatan rusak dan hilangnya kepercayaan antar teman.


4. Playing as a victim


Jika menghadapi satu masalah, tipe teman seperti ini senang memutarbalikkan keadaan. Mereka seolah-olah menjadi korban, padahal kenyataannya tidak seperti itu.

“Huaa, itu aku!” adalah kalimat sakti dari teman tipe ini.

Ia tidak bisa menghargai saran Mama karena tidak jelas apa yang ia bisa lakukan untuk memperbaiki situasi atau masalah. Dan jadinya, ia merasa menjadi korban.


5. Si Pengkhianat


Mama pastinya tahu kan, teman-teman mana yang bisa dipercaya atau tidak?

Well, jangan pernah memberi kepercayaan pada seseorang yang tidak berhak menerimanya. Tipe teman seperti ini ingin selalu berada di atas angin, dan berteman dengan tipe yang satu ini hanya memberikan peluang padanya untuk mencuri kesempatan apa pun dari Mama.

Ingat cerita Julius Caesar, Ma? Julius tampaknya tidak terlalu terkejut ketika Brutus mendekatinya dengan pisau. Di sini kita bisa melihat, bahwa seorang teman dekat pun bisa ‘membunuh’ kita kapan saja. So, hati-hatilah saat memutuskan untuk memberikan satu kepercayaan, ya, Ma.

Gejala yang muncul saat berteman dengan tipe ini adalah reputasi kita mulai terlihat rusak, harga diri hilang dan meningkatkan keinginan untuk melukai orang lain.


6. Penyebar hoax


Penyakit satu ini tengah mewabah seiring derasnya arus informasi dan makin banyak orang yang bisa mengakses media sosial.

Kadang kita nggak bisa pungkiri teman baik sekalipun ketika berhadapan dengan media sosial menjadi sosok yang berbeda. Informasi yang tumpah di media sosial pun kadang tidak difilter, hanya membaca judul saja langsung dishare! Huh!

Belum lagi situasi politik yang memanas akhir-akhir ini menciptakan kubu-kubu di media sosial. Capek kan, Ma, lihatnya. Ketika memasuki lini masa, suasananya seperti makan kuah bakso yang ketumpahan sambal seporsi. Udah panas, eh, pedas juga!

Tipe teman penyebar hoax lebih suka menyebarkan berita tanpa membacanya terlebih dahulu, pilihan politik pun turut membuat mereka ‘buta’ dan senang menyebarkan sesuatu berbau ‘kebencian’.

Untuk mengatasinya mudah saja, cukup klik tombol unfollow di Facebook, atau klik mute di Twitter. Kalaupun temannya sudah keterlaluan, nggak ada salahnya di-unfriend saja!

Gejala yang muncul saat berteman dengan tipe ini adalah Mama cenderung merasa selalu benar akan satu hal, ikutan menyebar berita tanpa difilter.


BACA JUGA


Sahabat Baik Mama Sudah Sering Mengecewakan Mama? Ini dia 3 Tanda Bahwa Mama Butuh Teman Baru

Sahabat Baik Mama Sudah Sering Mengecewakan Mama? Ini dia 3 Tanda Bahwa Mama Butuh Teman Baru

Sahabat baik, seharusnya kehadirannya bisa membuat kita jadi bahagia. Tapi jika tidak? Well, tak ada yang tak bisa dilepaskan kan

Read more..


Walaupun 6 tipe teman ini menulari Mama, ada baiknya berhati-hati saat mengeliminasi mereka dari kehidupan Mama. Kalaupun Mama mencoba untuk tetap bertahan terus berteman dengan mereka, semoga kebaikan yang Mama punya bisa memiliki efek menyembukan pada mereka. Tapi, ini bukan berarti Mama mencampuri urusan memperbaiki sifat teman, ya.

Di sisi lain, Mama bisa menghindari bergaul dengan 6 tipe teman berbahaya di atas. Membatasi kehadiran mereka di lini masa maupun cairkan pengaruh mereka saat berada di dalam satu grup. Dan jika teman ini tidak terlalu Mama kenal, just remove him/her completely!

Sometimes, we must cut some peoples in our life to keep our sanity, right?


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "6 Tipe Teman Berbahaya Ini Perlu Mama Hindari Demi Kewarasan dan Kesehatan Jiwa!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Ranny Afandi | @rannyafandi

Content creator. Aquarian. Movie lover. Bookaholic. Read my stories at www.hujanpelangi.com | Find me on IG & twitter : @rannyrainy

Silahkan login untuk memberi komentar