7 Cerita Poirot yang Harus Banget Diangkat Menjadi Film Hollywood Setelah Murder On The Orient Express

7 Cerita Poirot yang Harus Banget Diangkat Menjadi Film Hollywood Setelah Murder On The Orient Express

726
Nggak sabar nunggu semua seri Hercule Poirot diangkat menjadi film Hollywood!

Hai, Mama! Sudah menonton film Hollywood yang lagi ngehits, Murder On The Orient Express? Apa pendapat Mama?

Kalau menurut saya, penggemar Agatha Christie, Murder On The Orient Express memang cerita detektif terbaik yang pernah ditulis oleh Agatha Christie, the queen of mystery ini, di samping Curtain.

Makanya saya sih nggak heran, kalau cerita ini duluan yang terpilih untuk di-remake oleh 20th Century Fox. Well, sebenarnya sih setiap novel Agatha Christie sepertinya sudah difilmkan semua, bahkan sudah ada juga TV series-nya. However, kalau remake film dengan adaptasi teknologi zaman now, pasti akan menarik. Betul kan ya?

Murder on The Orient Express memang digadang menjadi pembuka yang baik untuk serial Poirot khususnya. Next, dengar-dengar sih Death on the Nile yang akan difilmkan. Akan rilis kapan, kita tunggu saja.

Yah, mungkin 20th Century Fox juga sudah punya rencana sendiri sih, cerita mana saja yang akan mereka remake menjadi film Hollywood selanjutnya. Tapi, hmmm ... Rocking Mama juga boleh dong punya pilihan sendiri. Siapa tahu, artikel ini dibaca sama orang 20th Century Fox lalu bisa jadi pertimbangan kan? Yakalik.


BACA JUGA


Film Coco dari Pixar Meraih Box Office di Minggu Pertama Pemutarannya - Ini Dia 3 Hal yang Bisa Dipelajari Anak-Anak dari Miguel!

Film Coco dari Pixar Meraih Box Office di Minggu Pertama Pemutarannya - Ini Dia 3 Hal yang Bisa Dipelajari Anak-Anak dari Miguel!

Film Coco tak sekadar menjadi film yang enak ditonton, tapi juga menawarkan banyak sekali nilai kebaikan hidup, terutama bagi anak-anak. ...

Read more..


7 Cerita Poirot ini harus juga dibuat versi film Hollywood


1. The ABC Murders

Dalam cerita ini, ada 2 sahabat Hercule Poirot lain yang ikut memecahkan misteri, yaitu Arthur Hastings dan Inspektur Japp. Dua-duanya punya karakter istimewa, Ma. So I'd love to see them both! Penisirin bingit, gimana para pekerja kreatif menerjemahkan keduanya dalam visual film Hollywood.

Dalam cerita ini, Poirot dan teman-teman memburu seorang pembunuh berantai yang mereka namakan ABC, karena telah membunuh korbannya berdasarkan urutan alfabet. Sementara hadir seorang penjual stocking yang misterius bernama Alexander Bonaparte Cust, yang yahhh ... jadi menarik perhatian kita padanya dan mencurigainya.

Hmmm. Tapi nggak mau spoiler ah. Kita tunggu aja, semoga cerita Poirot ini bisa diangkat menjadi film Hollywood.


2. Five Little Pigs

16 tahun setelah Caroline Crale dihukum atas pembunuhan yang dilakukannya terhadap suaminya sendiri, Amyas Crale, putrinya, Carla Lemarchant, meminta Poirot untuk menyelidiki kasus ini, dengan keyakinan bahwa ibunya tidak bersalah. Keyakinan tersebut didasarkan oleh surat yang diterima Carla dari ibunya.

Selain itu, Carla juga takut, bahwa kasus pembunuhan yang menimpa Caroline akan memengaruhi cinta tunangannya. Carla takut ditinggalkan.

Maka, mulailah perjalanan investigasi Poirot terhadap pembunuhan yang telah terjadi 16 tahun yang lalu, hanya dengan berbekal kesaksian-kesaksian para saksi yang ada di TKP saat itu.

Apakah Poirot butuh mesin waktu untuk kembali ke masa lalu? Bakalan seru banget nih kalau diangkat menjadi film Hollywood yes?


3. Elephants Can Remember

Dalam cerita ini, hadir Ariadne Oliver, seorang penulis wanita senior (entah kenapa, saya selalu membayangkan Miss Oliver ini adalah gambaran Agatha Christie sendiri ya? Hehehe.), yang berusaha memecahkan kasus pembunuhan--yang lagi-lagi--terjadi di masa lalu bersama Poirot.

Saya tertarik dengan kalimat judul, "Elephants can remember" ini sih, Ma. Gajah selalu ingat. Dan, saya baru tahu lo, kalau gajah itu adalah salah satu binatang yang punya daya memori yang paling kuat.

Berharap banget deh cerita ini diangkat jadi film Hollywood. Pengin liat Ms. Oliver yang gemesin itu. Hahaha.


BACA JUGA


Selain Naura dan Genk Juara, Berikut 7 Film Barat dan Film Indonesia yang Juga Menuai Kontroversi Terkait Isu SARA

Selain Naura dan Genk Juara, Berikut 7 Film Barat dan Film Indonesia yang Juga Menuai Kontroversi Terkait Isu SARA

Film menuai kontroversi karena isu SARA bukan sekali saja terjadi. Beberapa film Barat dan film Indonesia berikut juga menuai protes karena ...

Read more..


4. Sad Cypress

Elinor Carlisle dan Roddy Welman telah bertunangan ketika menerima surat tanpa nama pengirim yang memberitahunya bahwa ada orang yang hendak merebut kekayaan bibinya, Laura Welman, yang seharusnya menjadi milik Elinor dan Roddy kelak.

Elinor mencurigai seseorang, yang merupakan putri pengurus rumah, sebagai orang yang hendak merebut harta warisan haknya. Gegas Elinor dan Roddy pergi mengunjungi Laura Welman. Singkat cerita, Roddy malah jatuh cinta pada putri pengurus rumah tersebut, yang membuat Elinor marah dan memutuskan pertunangan. Ndilalah, Laura Welman juga tiba-tiba meninggal yang membuat Elinor menjadi pewaris tunggal seluruh hartanya.

Wah, soal warisan kayak begini--saya ngebayangin--pasti seru sangat kalau bisa kita saksikan di layar lebar film Hollywood kan, Ma?


5. The Murder of Roger Ackroyd

Poirot berniat hendak beristirahat di sebuah desa, yang berada dekat dengan rumah seorang teman yang ia temui di London, Roger Ackroyd. Demi kenyamanan, Roger juga setuju untuk merahasiakan nama Poirot. Maklumlah, Poirot memang detektif paling terkenal. Hahaha.

Namun, kemudian terjadi pembunuhan atas Roger Ackroyd. Keponakan Ackroyd lantas meminta bantuan pada Poirot untuk menyelidiki kasus tersebut, lebih-lebih lagi supaya bisa menjauhkan tuduhan terhadap anak Ackroyd sendiri.

Cerita Poirot yang satu ini dinobatkan sebagai the best crime novel ever oleh British Crime Writers' Association, Ma. Semua karena twist ending yang begitu mengejutkan di akhir cerita.

Well, kalau akhirnya diangkat ke film Hollywood, kira-kira akan disuka penonton seperti halnya Murder on The Orient Express nggak ya?


6. Mysterious Affair at Styles

Cerita ini merupakan novel Agatha Christie pertama yang diterbitkan, Ma. Di dalamnya hadir kembali 3 sahabat; Poirot, Hastings dan Inspektur Japp.

Poirot, diceritakan sebagai seorang pengungsi Belgia dalam Great War yang terjadi di masa itu, akhirnya memutuskan untuk menetap di Inggris, di dekat rumah Emily Inglethorp, seorang wanita baik hati yang membantunya menjalani kehidupan baru.

Saat Hastings berkunjung, saat itu pula wanita itu terbunuh. Poirot pun lantas menggunakan kemampuan detektifnya untuk memecahkan misteri tersebut.


7. Curtain

And then, of course, Curtain. Novel terakhir Agatha Christie yang menceritakan tentang penyelidikan terakhir Hercule Poirot. Agak-agak jleb jleb jleb dan sedikit bikin patah hati sih endingnya. Tapi, saya benar-benar nggak bisa move on dari kisah heroik Poirot dalam novel ini, yang membuktikan bahwa dirinya benar-benar detektif terbaik di Inggris.

Curtain HARUS banget diangkat menjadi film Hollywood, meski mungkin akan jadi yang terakhir. HARUS. Nggak bisa enggak.


BACA JUGA


Selain It, Ini Dia 5 Film Hollywood Terbaik yang Diadaptasi dari Novel Stephen King yang Wajib Tonton!

Selain It, Ini Dia 5 Film Hollywood Terbaik yang Diadaptasi dari Novel Stephen King yang Wajib Tonton!

It telah dirilis dan mencetak box office hanya dalam hitungan hari! 5 film Hollywood berdasar novel Stephen King ini juga wajib tonton! ...

Read more..


Hahay! Gimana nih, pilihan Rocking Mama? Setuju nggak, Ma?

Well, sebenarnya sih semua seri Poirot kayaknya tetep bakalan seru kalau diangkat jadi film Hollywood semua. Mau yang mana aja, ya tetep bakalan nonton deh! Hahaha.

Ya sudah. Kita tunggu saja seri-seri film Hollywood berikutnya dari Agatha Christie. Mau Poirot, mau Miss Marple, semua pasti keren!



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "7 Cerita Poirot yang Harus Banget Diangkat Menjadi Film Hollywood Setelah Murder On The Orient Express". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Carolina Ratri | @carolinaratri

An INFJ-T sarcastic sagittarian Managing Editor of Rocking Mama. Deeply passionate about writings, graphic designs, hand-drawings, and hand-letterings. Read her journal at www.CarolinaRatri.com

Silahkan login untuk memberi komentar