Wahai Para Ibu Bekerja, Jangan Lupa Seimbangkan Kehidupan Keluarga dan Pekerjaan dengan 7 Langkah Mudah Ini!

Wahai Para Ibu Bekerja, Jangan Lupa Seimbangkan Kehidupan Keluarga dan Pekerjaan dengan 7 Langkah Mudah Ini!

2.1K
Ibu bekerja biasanya kerepotan membagi waktu antara pekerjaan dan urusan keluarga. Itu lumrah. Tahu nggak sih, bahwa cara mengatasinya itu cukup sederhana lo!

Mama yang juga seorang ibu bekerja, sering nggak merasa kalau waktu itu lebih banyak terpakai untuk urusan pekerjaan?

Sering ya? Bahkan kadang urusan keluarga jadi agak terbengkalai. Atau mungkin sebaliknya, merasa terlalu banyak waktu mengurusi keluarga sehingga urusan pekerjaan berantakan? Maunya sih semua urusan berjalan beriringan dan bisa ter-handle dengan baik tanpa ada yang harus dikorbankan.

Memang tidak mudah, Ma, menjadi seorang ibu bekerja dan harus menyeimbangkan urusan pekerjaan dan keluarga. Mungkin Mama memang punya impian untuk mengejar karier atau bisnis, dan untuk mewujudkannya kita tahu pasti ada yang harus dikorbankan. Sedihnya, yang paling mudah untuk dikorbankan adalah waktu dengan keluarga.

Padahal quality time dengan keluarga itu nggak cuma bisa diwujudkan dengan makan atau berpergian bersama. Iya nggak sih? Lalu bagaimana dengan anak-anak? Bisakah kita menyalahkan mereka? Bagaimanapun kita adalah sumber keamanan, kebaikan dan kebahagiaan yang mereka dambakan.

Nah, Mama, nggak perlu galau. Yang harus dilakukan oleh seorang ibu bekerja sebenarnya cukup sederhana, yaitu berusaha menyeimbangkan antara kehidupan karier atau pekerjaan dengan kehidupan keluarga.

Well, sounds easy but so hard to do, huh? Mungkinkah itu kita lakukan? Mungkin banget, Mama. Dengan sedikit usaha, Mama pasti bisa mewujudkannya.


Berikut adalah 7 tips yang bisa membantu para ibu bekerja mencapai keseimbangan antara kehidupan keluarga dengan pekerjaan



1. Membuat prioritas

Seorang ibu bekerja semua perlu untuk membuat skala prioritas sehingga bisa mengatur waktu untuk semua hal yang harus dilakukan.

Ingat, Ma, kita punya keterbatasan namun kadang terlalu banyak hal yang harus kita lakukan. Kalau tanpa skala prioritas, kita pasti tak akan bisa melakukannya.

Tulislah daftar tugas untuk sehari atau seminggu mendatang. Mulailah dengan tugas yang paling penting, kemudian tempatkan pekerjaan yang bisa diabaikan atau agak ditunda di urutan akhir.

Saya sering melakukan hal ini. Menulis daftar tugas mingguan dan kemudian membaginya per hari. Saya melakukannya sebelum tidur atau di pagi hari sebelum memulai aktivitas. Spending time with your family, jangan lupa dimasukkan ke dalam daftar prioritas ini ya! Karena menghabiskan waktu dengan keluarga merupakan hal yang nggak bisa dinegosiasikan.


BACA JUGA


Anak Perempuan dari Ibu Bekerja Lebih Sukses di Pekerjaannya Kelak - Benarkah Demikian?

Anak Perempuan dari Ibu Bekerja Lebih Sukses di Pekerjaannya Kelak - Benarkah Demikian?

4,5 % anak perempuan dari seorang ibu bekerja ternyata lebih sukses dalam kariernya, dan memegang posisi penting dalam pekerjaannya

Read more..


2. Buat jadwal

Kita pasti mempunyai waktu untuk mengerjakan ini dan itu yang memang menjadi passion kita, tapi ironisnya, terkadang nggak ada waktu untuk melakukan aktivitas favorit keluarga. Mungkin anak-anak pengin jalan-jalan sebentar ke taman, atau sekadar menemaninya bermain? Hal itu mungkin bukan merupakan aktivitas favorit kita ya, Ma. Tapi sebenarnya hal tersebut bisa menjadi reward yang menyenangkan untuk anak-anak lo.

Coba Mama jadwalkan waktu untuk hal tersebut, dan nikmatilah.


3. Katakan 'Tidak'

Tidak ada seorang pun suka mengatakan 'tidak', Ma, tapi terkadang itu adalah satu-satunya jawaban yang ada dan bisa kita berikan. Saya ngalamin banget nih, saat masih menjadi seorang ibu bekerja kantoran. Saat datang pekerjaan atau tugas, kita sering susah banget bilang 'tidak'.

Nah, mulai sekarang, Ma, belajarlah berkata 'tidak.' Jika memang waktunya untuk keluarga, maka Mama harus berkata 'tidak'. Tanpa harus mencari-cari alasan yang nggak jelas, lebih baik jika Mama langsung menolak pekerjaan tersebut kalau memang tak bisa dinegosiasikan dengan keperluan keluarga.



4. Ingat Hal yang Paling Penting

Anak dan suami Mama memang sepantasnya menjadi top priority. Jangan sampai terucap kalimat klise berbau penyesalan, seperti:

“Saya harap saya bisa menghabiskan waktu lebih banyak dengan keluarga.”

Bukankah kedengarannya sangat menyakitkan kalau kalimat seperti itu dikatakan ketika semua sudah terlambat, Ma?

Maka dari itu, selalu Ingatkan diri sendiri setiap hari bahwa anugerah terindah yang Tuhan telah berikan kepada kita adalah keluarga.

Yuk, Ma, habiskan lebih banyak waktu untuk keluarga, supaya kita tidak pernah menyesal nantinya.


BACA JUGA


5 Tips untuk Bekerja dari Rumah dengan Lancar, Rumah Beres, Suami dan Anak-anak Tetap Terurus

5 Tips untuk Bekerja dari Rumah dengan Lancar, Rumah Beres, Suami dan Anak-anak Tetap Terurus

"Home is where I work, and I work everywhere." ~ Alfred Nobel. Kalau Mama, bekerja dari rumah jugakah? Ini dia tips agar semua lancar

Read more..


5. Tinggalkan Pekerjaan Ketika Sudah Berada di Rumah

Ketika seorang ibu bekerja sudah meninggalkan kantor, maka biarkanlah pekerjaan tetap di sana dan jangan dibawa pulang. Ini berlaku baik fisik maupun pikiran kita lo. Sia-sia saja kalau kita berada di rumah, tapi jiwa dan pikiran tetap berada di kantor. Jadi kayak zombie deh.

Lupakan email dan semua paperworks itu, dan hadirlah baik fisik maupun pikiran untuk keluarga.


6. Beri Waktu untuk Diri Sendiri

Me time itu sangat penting. Kita harus memiliki waktu untuk diri sendiri, terutama bagi seorang ibu bekerja.

So, temukan me time, Mama, perdalam hobi, jalan-jalan, dan having fun. Tetapi ingat, Ma, kalau hobi tersebut memakan waktu kita, baca lagi poin 1 di atas, lalu atur lagi prioritas Mama, ya.


7. Sempatkan Mengobrol

Jika Mama menginginkan hubungan yang dalam dan terus mekar bersemi dengan anak dan pasangan, penting sekali mempunyai waktu untuk ngobrol. Ucapan seperti, “Bagaimana sekolahmu?” Atau, “Bisakah kamu memperbaiki ini dan melakukan itu?” Atau “ Apa acara TV yang menarik?” akan sangat bermakna.

Hubungan sejati hanya dibangun melalui proses komunikasi terus menerus, Ma. Ini saatnya 'pelajari kembali' keluarga Mama; emosinya, kekhawatirannya, harapannya dan juga mimpinya.


BACA JUGA


7 Hal Tentang Menjadi Ibu Bekerja yang Tak Akan Pernah Saya Sesali Seumur Hidup Saya

7 Hal Tentang Menjadi Ibu Bekerja yang Tak Akan Pernah Saya Sesali Seumur Hidup Saya

Working mom's guilties? Ya, sebagai ibu bekerja, dulu saya pernah merasakannya. Tapi sekarang saya bersyukur pernah menjadi seorang ibu ...

Read more..


Nah, ada punya pengalaman dalam menyeimbangkan kehidupan keluarga dan karier bagi ibu bekerja? Share yuk, Ma, di kolom komen!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Wahai Para Ibu Bekerja, Jangan Lupa Seimbangkan Kehidupan Keluarga dan Pekerjaan dengan 7 Langkah Mudah Ini!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Suzie Icus | @suzieicus

new mom, teacher, social entreprenuer, learner, suzieicus.com

Silahkan login untuk memberi komentar