7 Tips Memperkenalkan Makanan Anak yang Baru Agar Si Kecil Tidak Menjadi Picky Eater

7 Tips Memperkenalkan Makanan Anak yang Baru Agar Si Kecil Tidak Menjadi Picky Eater

1.4K
Mengenalkan berbagai makanan anak, apalagi jenis makanan baru, memang butuh kesabaran, Ma. Tapi pasti bisa!

Mikirin soal makanan anak ini memang suka bikin gemes ya, Ma? Kadang rasanya buntu banget menghadapi anak yang pilih-pilih makanan.

Sudah dimasakin yang enak-enak, eh, ditengok saja enggak. Sudah dibeliin berbagai bahan masakan yang bergizi, yah, cuma dibaui doang. Hvft!

Well, memiliki anak yang pilih-pilih makanan memang menjadi tantangan tersendiri bagi hampir semua mama yang ada di muka bumi. So, tenang, Ma, hal ini nggak terjadi pada Mama seorang. Balita, pada umumnya, memang terkesan memilih-milih makanan atau biasa disebut picky eater.

Faktanya, masa balita ini memang merupakan waktu bagi mereka untuk mengeksplor berbagai hal yang ada di lingkungannya, termasuk soal makanan.

Makanan anak yang beraneka warna, bentuk dan rasa memang sangat menantang untuk dicoba. Umumnya balita akan cenderung memilih makanan yang rasanya dia sukai. Makanan yang manis dan gurih selalu menjadi favorit. Coba sodorin cokelat, lolipop, permen kapas ... wah! Pasti matanya berbinar, tangannya segera terulur, dan lalu lahap dimakan.


BACA JUGA


Selera Makan Anak yang Baik Dibentuk oleh Selera Makan Kita Sendiri - Yuk, Biasakan Supaya Anak Nggak Jadi Picky Eater!

Selera Makan Anak yang Baik Dibentuk oleh Selera Makan Kita Sendiri - Yuk, Biasakan Supaya Anak Nggak Jadi Picky Eater!

Selera makan dibentuk oleh budaya keluarga. anak dari orangtua yang picky eater memang biasanya akan cenderung jadi picky eater juga. So, ...

Read more..


Tapi, sebagai orang tua, tentunya kita kan ingin memberikan makanan anak yang bervariasi dan seimbang ya, Ma, agar asupan gizi si kecil terpenuhi. Bukankah di masa pertumbuhannya, mereka ini membutuhkan banyak karbohidrat, vitamin dan mineral, protein nabati dan hewani serta lemak yang cukup?

Semua kebutuhan gizi tersebut hanya bisa diperoleh dari nutrisi makanan anak yang beragam. Gimana tumbuh kembang anak akan optimal, jika dia selalu mengonsumsi makanan kesukaannya saja? Selain itu, memilih makanan anak yang manis-manis saja tentu akan menimbulkan masalah kesehatan, seperti kerusakan gigi dan obesitas.

Nggak mau kan, Ma, anak-anak jadi kurang lincah bergerak, ngos-ngosan saat lari, bahkan yang lebih mengerikan, terancam penyakit jantung? Hiy! Jangan sampai deh ya!

Apalagi, tahu nggak sih, Ma, sikap picky eater saat balita ini bisa menetap hingga mereka beranjak dewasa lho.

Makanya, akan lebih baik banget kalau Mama mulai memperkenalkan beraneka ragam makanan sejak dini, agar anak tidak menjadi picky eater.

Gimana ya, caranya? Simak terus artikel ini sampai selesai ya!


7 tips memperkenalkan variasi makanan anak berbeda kepada balita yang patut Mama coba


1. Menjadi Teladan yang Baik


Balita merupakan peniru ulung. Iyes, ini pasti Mama sudah tahu betul ya. Mereka belajar dari apa yang dilihatnya. Demikian pula kebiasaan makan dan pemilihan makanan anak sangat dipengaruhi oleh perilaku orang tua.

Jeng! Jeng! Jadi, bagaimanakah pola makan Mama sendiri? Bagaimanakah cara Mama mengatur menu keluarga?

Jika Mama selalu menyediakan makanan bergizi yang bervariasi serta mengonsumsinya tanpa memilih-milih, maka si kecil pun akan mengikuti dengan sendirinya. Mereka akan makan apa pun yang Mama makan. Karena mereka sudah tahu dan hafal betul, bahwa apa yang dimakan oleh mamanya itu berarti makanan yang enak!

Nah, jadi perhatikan dulu pola makan Mama sendiri ya, sebelum Mama mengatur pola makan si kecil.

Jika Mama jarang menyediakan makanan yang bervariasi, maka sama halnya dengan mengajari anak makan makanan tertentu saja.

*singkirkan burger, kentang goreng, dan keripik-keripik*


2. Melibatkan Anak Menyiapkan Makanan


Mama bisa mengajak si kecil berpartisipasi menyiapkan makanan. Memasak bareng si kecil itu seru banget lho, Ma! Mama bisa mengajak mereka mulai dari berbelanja dan mencuci sayuran hingga saat memasak makanannya.

Melibatkan balita dalam kegiatan urusan makan keluarga akan membuat mereka lebih termotivasi untuk mencoba melahap berbagai jenis makanan anak yang Mama sajikan.


3. Ciptakan Suasana Makan yang Menyenangkan


Ada beragam cara yang dapat Mama lakukan untuk menciptakan suasana makan yang menyenangkan.

Salah satunya yaitu menyajikan makanan anak dengan cara yang menarik. Misalnya, makanan dihias sedemikian rupa sehingga menggugah selera makan, atau bisa juga menggunakan peralatan makan yang memiliki karakter kesukaan si kecil.

Selain itu, sayuran dapat juga disajikan dengan cara yang berbeda lho. Wortel, brokoli dan sayuran lain dapat disajikan dengan saus keju yang gurih, atau bumbu favorit lainnya.

Satu hal yang hendaknya Mama hindari, yaitu mengajak anak makan sambil main atau menonton TV, walaupun ini akan sangat menyenangkan bagi anak. Dengan demikian, si kecil pun akan fokus pada makanan sehingga mampu menikmati tiap kunyahannya.


4. Kenalkan Sayur Terlebih Dulu Sebelum Buah-buahan


Rasa buah yang manis tentu akan lebih mudah diterima lidah anak. Sementara sayuran yang rasanya hambar akan kurang diminati.

Hal ini juga wajar, Ma. So, untuk mengatasinya, akan lebih baik jika Mama memperkenalkan sayuran terlebih dahulu. Setelah anak mengenal dan familier dengan sayuran, selanjutnya Mama bisa memberikan buah-buahan. Mama juga dapat mencampur buah dan sayur menjadi jus atau smoothie yang nikmat buat sang buah hati.

Ada baiknya juga jika Mama mengombinasikan sayuran dan buah-buahan dengan makanan anak utama lainnya. Seperti potongan brokoli atau parutan wortel dalam saus spaghetti. Bayam cincang dan daging giling juga bisa lho menambah nutrisi omelet telur yang lezat.

Jika anak menyukai sereal dan susu, Mama juga dapat menaburkan potongan buah di atasnya. So yummy!


BACA JUGA


Si Kecil Masih Susah Makan Sayur, Ma? Coba 15 Cara Sederhana Ini, Yuk!

Si Kecil Masih Susah Makan Sayur, Ma? Coba 15 Cara Sederhana Ini, Yuk!

Membuat anak suka makan sayur memang gampang-gampang susah. Tidak seperti cokelat atau makanan-makanan manis lainnya yang dengan mudahnya ...

Read more..


5. Biasakan Mengatur Waktu Makan


Waktu makan yang baik yaitu 3 kali makan utama dan 2 kali makan selingan.

Membiasakan anak makan teratur akan mengurangi kemungkinan mereka makan camilan yang kurang bergizi bila merasa lapar. Pengaturan jadwal makan tersebut juga memudahkan Mama berkreasi dengan berbagai bahan makanan anak sehat yang beragam.

Sedikit contoh ya, Ma. Jika Mama menyediakan sarapan bubur ayam dengan taburan bayam cincang, maka makan siangnya Mama dapat menyuguhkan wortel dan brokoli kukus dipadu saus mayones. Sementara untuk camilan, Mama bisa memberikan sepotong cake wortel dan buah apel.


6. Hindari Memberikan Makanan Favorit Sebagai Hadiah


Sebagai Mama terkadang kita ingin memberikan hadiah makanan anak favoritnya bila anak berprestasi atau melakukan sesuatu yang baik.

Misalnya, ketika anak mengerjakan tugasnya dengan baik, sebagai imbalannya Mama menyuguhkan makanan favorit si kecil. Well, memberikan hadiah kepada anak makanan favorit mereka justru menyebabkan anak berasumsi bahwa makanan favoritnya merupakan makanan spesial.

Hal ini tentu hanya akan meningkatkan keinginan anak untuk memilih-milih makanan.


7. Bersabar Saat Memperkenalkan Makanan Baru


Ketika Mama menyajikan makanan anak baru di meja makan, umumnya anak akan menyentuhnya atau menciumnya terlebih dahulu.

Setelah mencicipi makanan tersebut, mungkin mereka akan meletakkannya kembali. Hal tersebut sangat lumrah dilakukan oleh anak-anak.

Itu sebabnya, Mama hendaknya bersabar memperkenalkan jenis makanan anak yang baru. Bahkan mungkin, Mama harus menawarkannya berkali-kali di kesempatan yang berbeda. Setidaknya perlu 8 - 12 kali, Mama mencoba menawarkan jenis makanan baru untuk anak. Anak-anak butuh proses, sebelum akhirnya terbiasa dengan makanan anak yang baru.

Ingat ya, Ma, memperkenalkan makanan anak yang beragam pada si kecil memang memerlukan kesabaran. Ada kalanya anak nggak suka dengan makanan yang Mama sajikan, walau belum pernah mencoba. Hal itu bisa jadi karena bentuk dan warnanya yang belum familier di mata anak.

Tapi yakin deh, kalau Mama terus menerus menyajikannya hingga anak mau mencicipinya dan mengenali rasanya, bukan nggak mungkin di kemudian hari anak akan sangat menyukai makanan yang akhirnya mau dicobanya.


BACA JUGA


Agar Balita Sehat dan Bisa Tumbuh Menjadi Healthy Eater, Coba Terapkan 4 Kebiasaan Baik Ini Mulai Sekarang, Ma!

Agar Balita Sehat dan Bisa Tumbuh Menjadi Healthy Eater, Coba Terapkan 4 Kebiasaan Baik Ini Mulai Sekarang, Ma!

Ingin menumbuhkan balita sehat? Ingat-ingat selalu 4 kebiasaan yang harus Mama tanamkan sejak ia bayi ini

Read more..


Nah, Mama bisa mengadopsi 7 tips di atas untuk memperkenalkan beragam makanan anak pada si kecil demi menghapus kebiasaan picky eater-nya.

Pengenalan makanan anak baru ini akan berhasil dengan lebih baik jika Mama mulai mengenalkan makanan bergizi yang bervariasi sejak anak mampu mengonsumsi makanan padat. Kebiasaan makan yang baik kan memang harus dimulai sejak dini setahap demi setahap ya, Ma, karena rasanya akan sangat sulit untuk mengubah suatu kebiasaan hanya dalam waktu semalam saja.

Dengan menyediakan dan memperkenalkan berbagai makanan anak yang sehat dan bergizi sejak dini berarti ini sama halnya Mama menghindari anak menjadi picky eater. Kebiasaan makan berbagai jenis makanan sehat tersebut pun akan dibawanya sampai dewasa.

Happy fun eating, Ma!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "7 Tips Memperkenalkan Makanan Anak yang Baru Agar Si Kecil Tidak Menjadi Picky Eater". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Anittaqwa Elamien | @anittaqwaelamien

Setelah resign sebagai peneliti di lembaga Penelitian Penyakit Tropis Universitas Airlangga. Bunda dari Fikri dan Raisa benar-benar jatuh cinta pada dunia menulis. Baginya menulis merupakan katarsis stress yang paling ampuh.

Silahkan login untuk memberi komentar