Agar Anak Pandai Mengelola Emosi, Yuk, Kenalkan Berbagai Bentuk Emosi Padanya!

Agar Anak Pandai Mengelola Emosi, Yuk, Kenalkan Berbagai Bentuk Emosi Padanya!

1.6K
Anak pandai mengelola emosi saat besar nanti pasti akan mempunyai skor EQ (Emotional Intelligence) yang tinggi, dan itu merupakan modalnya untuk menjadi orang sukses

Si kecil suka tantrum, Ma? Suka marah-marah nggak jelas? Yah, anak balita memang kadang belum bisa mengutarakan perasaannya dengan kata-kata. Makanya dia kemudian hanya bisa menangis dan marah-marah nggak jelas. Untuk mengatasinya, nggak cuma kita yang harus belajar mengenalinya, mengapa tak kenalkan saja berbagai bentuk emosi padanya agar kemudian anak pandai mengelola emosi?

Dengan kemampuan mengenali emosi ini, anak dapat belajar untuk memahami penyebab timbulnya emosi tersebut, entah emosi positif maupun negatif. Hingga pada akhirnya anak pandai mengelola emosi sendiri hingga ke hari depan nanti.

Yes yes, ini ternyata merupakan salah satu bentuk keterampilan dasar yang sudah harus dia punyai sejak dini ya, Mama. Bahkan sebelum mulai playgroup ataupun Taman Kanak-Kanak. Karena begitu dia sudah bisa mengenali emosi sendiri, maka akan lebih mudah untuknya mengelola emosinya sehingga dia nggak akan cuma tantrum nggak jelas saat ada emosi yang ingin dia ungkapkan.

Salah satu faktor terpenting agar survive dalam kehidupan di tengah masyarakat dewasa ini adalah kemampuan kita untuk mengarahkan emosi dengan baik. Ada peneilitian yang dilakukan oleh Goleman yang mengungkapkan bahwa skor IQ memang bisa menentukan kesuksesan seseorang hingga 20%. Namun ternyata 80% sisanya ditentukan oleh kecerdasan emosional seseorang.

Yah, dengan kata lain, orang dengan IQ tinggi belum tentu sukses dan belum tentu juga hidupnya bahagia. Nah, nah. Makin yakin ya sekarang, apa pentingnya kita mengenalkan berbagai bentuk emosi supaya anak pandai mengelola emosi sendiri?

Terus, gimana nih cara mengenalkan emosi hingga anak pandai mengelola emosi sendiri begini?

Ternyata cukup sederhana kok, Ma. Mama nggak perlu mempelajari psikologi anak sampai berbuku-buku kok.


Lakukan 7 langkah mengenalkan emosi supaya anak pandai mengelola emosi sendiri berikut ini.


1. Gunakan buku bergambar


Agar anak pandai mengelola emosi #1: kenalkan dengan buku cerita bergambar

Buku cerita anak yang bergambar akan dapat menyampaikan maksud dan arti emosi secara tepat bagi anak-anak, Ma. Makanya, jangan pernah bosan dan capek untuk membacakan cerita pada mereka ya?

Untuk melatih mereka mengenali sehingga anak pandai mengelola emosi, maka Mama juga harus menyesuaikan buku ceritanya. Pilihlah buku gambar dengan banyak ekspresi wajah karakter dalam cerita. Bacalah bersama si kecil, lalu catatlah berbagai emosi yang timbul seiring berjalannya cerita dalam buku tersebut. Dan minta anak menyebutkan ciri-ciri emosi yang dapat ditangkapnya.


2. Bermain tebak kata



Agar anak pandai mengelola emosi #2: bermain tebak-tebakan

Setelah mengenali beberapa jenis emosi dalam buku cerita bergambar, ajaklah si kecil untuk bermain tebak kata. Mama bisa membuat flashcards sendiri, kemudian mintalah si kecil untuk menebak nama emosi yang sesuai dengan flashcards yang Mama tunjukkan.

Jangan lupa beri apresiasi setiap kali anak mampu menjawab ya, Ma. Yang penting, harus fun!


3. Bermain role play


Agar anak pandai mengelola emosi #3: kenalkan dengan bermain peran

Anak-anak biasanya suka bermain role play, mereka berpura-pura menjadi seseorang yang lain dan melakukan peran. Ajak anak bermain peran, dan kemudian gunakan emosi-emosi yang sudah diperkenalkan sebelumnya. Setelahnya, ajak kembali anak untuk membicarakan semua emosi yang pernah dimainkan.

Misalnya, ajak anak bermain peran menjadi pemilik toko kue dan juga pembelinya. Mama juga menjadi salah satu pelanggan. Ajaklah anak mengenal bagaimana harus ramah pada pelanggan, bagaimana cara melayani pelanggan dengan baik, lalu apa yang harus dilakukan kalau pelanggan marah, jelaskan apa yang menyebabkan pelanggan marah. Kalau pelanggan marah, apakah si pemilik toko akan sedih? Lalu tanyakan, apa yang bisa membuat pelanggan senang kembali?

Mama juga bisa melakukan role play dengan memintanya untuk menebak emosi apa yang sedang Mama peragakan. Hal ini akan melatih mereka untuk mampu membaca bahasa tubuh, sehingga anak dapat terlatih untuk mengendalikan bahasa tubuh mereka.


4. Membantunya memahami bahwa kemarahan merupakan emosi sekunder


Agar anak pandai mengelola emosi #4: bantu dia mengenali akar timbulnya rasa marah

Sebelum kita merasa marah, kita sering akan lebih dulu mengalami emosi utama, seperti kesedihan, kecemburuan, ataupun rasa malu. Itu pula yang terjadi pada si kecil, Ma. Saat marah, bantulah dia untuk mengenali emosi utama pemicu rasa marah tersebut terlebih dahulu. Bantulah dia mengenalinya dan kemudian dampingi dia untuk mengatasi emosi utamanya tersebut.

Marah hanyalah merupakan peluapan emosi sekunder, yang berarti menjadi tanda bahwa kita terlambat menangani emosi yang pertama dan utama yang timbul. Untuk meredakan amarah, maka kita harus mengatasi dari akar timbulnya emosi marah tersebut.


5. Ajarkan mengenai rasa empati


Agar anak pandai mengelola emosi #5: ajarkanlah mengenai empati

Komponen utama dalam kecerdasan emosional adalah rasa empati, Ma. Bagaimana mereka peduli pada sesamanya, bagaimana jika mereka berada dalam posisi yang berbeda.

Bantulah anak untuk memahami bagaimana perasaan orang lain.Tanyakan kepada mereka bagaimana perasaan mereka jika mereka berada di posisi orang lain. Mama bisa ajak mereka berkenalan dengan teman-temannya yang kurang beruntung, atau mungkin mengajak mereka untuk lebih dekat bergaul dengan anak berkebutuhan khusus.

Tentu akan ada pengalaman baru yang berharga bagi mereka, saat mereka tahu ada yang orang lain yang memerlukan bantuan mereka bukan, Ma?


6. Tulis cerita mengenai emosi


Agar anak pandai mengelola emosi #6: ajak dia membuat cerita dengan ekspresi-ekspresi emosi di dalamnya

Ajak anak membuat cerita pendek, tentu saja dengan gambar-gambar yang bisa dibuatnya sendiri. Jika si kecil belum bisa menuliskannya sendiri, maka Mama bisa membantunya, Ma. Biarkan dia memberi warna-warna pada emosi tertentu, misalnya warna merah pada raut muka orang yang marah, atau warna biru pada raut muka orang yang bersedih.

Biarkan dia berimajinasi dan menentukan jalan ceritanya.


7. Minta mereka untuk mengatakan perasaan


Agar anak pandai mengelola emosi #7: mintalah mereka untuk mengatakan perasaannya, dan dengarkan.

Hal ini bertujuan agar anak belajar untuk mengakui perasaannya, Ma. Akan lebih baik jika anak berterus terang mengenai perasaannya, ketimbang hanya memendamnya. Jelaskan dengan bahasa yang sederhana, bahwa Mama sebagai orangtuanya tak akan mampu memahaminya dan membantunya jika dia tak mengatakan perasaannya pada Mama.


Nah, dengan beberapa latihan mengenali beragam bentuk emosi tersebut, diharapkan anak pandai mengelola emosi dan mempunyai tingkat kecerdasan emosional yang cukup tinggi, yang tentu saja akan menentukan kepribadiannya di hari depan nanti.

Yang penting, tetap positif ya, Ma, meski anak mungkin masih belum bisa mengungkapkan perasaannya dengan benar. Mama punya trik lain untuk mengenalkan berbagai bentuk emosi pada anak? Silakan share di kolom komen ya! Semoga bisa membantu mama lain yang punya masalah yang sama.

Stay awesome, Mama!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Agar Anak Pandai Mengelola Emosi, Yuk, Kenalkan Berbagai Bentuk Emosi Padanya!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Dewi Kamaratih | @DewiKamaratih

A mom. A wife. A fighter.

Silahkan login untuk memberi komentar