Agar Liburan Makin Menyenangkan, Perhatikan 5 Hal yang Harus Dijaga di Tempat Wisata Ini Agar Tetap Terjaga dan Tidak Tercemar!

Agar Liburan Makin Menyenangkan, Perhatikan 5 Hal yang Harus Dijaga di Tempat Wisata Ini Agar Tetap Terjaga dan Tidak Tercemar!

1.9K
Liburan memang menyenangkan! Tapi, kalau tempat wisata yang kita datangi kotor dan rusak, gimana dong? Itu ulah kita juga kan, yang nggak ikut menjaganya saat liburan ke sana? Yuk, jadi traveler yang pintar dan peduli lingkungan!

Musim liburan tahun baru dan juga semesteran anak sekolah usai sudah. Kini saatnya kembali ke tugas sehari-hari, pastinya semangat juga sudah kembali ya, Ma?

Namun, ada yang tertinggal dari musim liburan yang cukup panjang kemarin. Selain semangat dan jiwa yang terasa di-recharge kembali, ternyata tersisa pula keprihatinan.

Lho, kok gitu?

Iya, Ma, salah satunya keprihatinan akan kondisi tempat wisata di saat liburan. Apakah Mama menyadarinya? Sampah berserakan (padahal ada tempat sampah tersedia), fasilitas yang digunakan tidak dengan layak, dan sebagainya.


BACA JUGA


Liburan Seru Bersama Anak-anak Tanpa Beban Itu Bukan Sekadar Mimpi, Ma! Begini Caranya.

Liburan Seru Bersama Anak-anak Tanpa Beban Itu Bukan Sekadar Mimpi, Ma! Begini Caranya.

Liburan seru yang menyenangkan itu penting sebagai penyeimbang hidup. Kerja keras yang sudah kita lakukan sepanjang waktu sebelumnya bisa ...

Read more..


Sebenarnya ada banyak hal lho, Ma, yang bisa kita lakukan agar liburan kita tak berdampak buruk pada lingkungan tempat wisata kita berlibur. Apa sajakah itu?


Hal-hal yang bisa kita lakukan selama liburan, agar lingkungan tempat wisata tetap terjaga dan tidak tercemar


Transportasi


Mama, setuju nggak, bahwa dengan menggunakan transportasi umum berarti kita telah ikut menjaga lingkungan global kita?

Yah, karena harus diakui ya, bahwa dengan menggunakan transportasi umum kita telah membantu program pemerintah untuk efisien bahan bakar. Gimana enggak, misalnya saja kereta nih, Ma. Kereta dengan gerbong yang berjumlah minimal 8 itu satu gerbongnya bisa mengangkut sekian ratus penumpang.

Irit nggak tuh, Ma? Lebih irit pastinya kan?

Namun, bukan berarti nggak boleh mempergunakan kendaraan pribadi juga sih. Bagaimanapun kondisi tiap orang kan berbeda. Jika kita pergi liburan sekeluarga yang lebih dari 4 orang, tentunya kalau dihitung-hitung, menggunakan kendaraan sendiri juga masih efisien.

Tapi ada yang harus diperhatikan ya, Ma, jika Mama sekeluarga ingin liburan dengan menggunakan kendaraan pribadi lain kali.

Pastikan kendaraan dalam kondisi prima, karena kondisi kendaraan yang baik akan berpengaruh juga pada konsumsi bahan bakar. Cara mengendarai kendaraan pun juga bisa memengaruhi konsumsi bahan bakar lho. Jadi, mengendaralah dengan kecepatan normal.


Makan dan minum


Nah, kalau kita liburan, salah satu yang akan menarik kita di lokasi wisata adalah kulinernya. Betul, Ma?

Tapi, kita juga nggak harus selalu beli makan dan minum sepanjang perjalanan liburan lho. Ada saat-saat di mana kita sebaiknya membawa bekal saja.

Saya pribadi, saat sedang berlibur bersama keluarga dengan kendaraan pribadi, maka biasanya saya akan membawa persediaan air minum dengan jerigen besar, bahkan kadang bawa satu galon air mineral sekalian. Bawa juga botol-botol atau tumbler yang aman dari tumpah. Kalau air bekal di botol atau tumbler habis, saya tinggal isi dari galon atau jerigen.

Nah, jadi saya bisa berhemat tak perlu membeli air minum dalam kemasan. Lebih hemat banget! Sudah hemat biaya, juga hemat sampah lho, Ma! Karena kita tak harus mengurusi bekas minuman dalam kemasan kan?

Untuk makan juga gitu, Ma. Sebagian saya bawa bekal makanan sendiri. Terutama sih untuk mengurangi sampah box, kertas lilin, bahkan styrofoam yang sangat berbahaya itu. Setiap kali sedang wisata kuliner, saya juga sering minta dimasukkan saja ke wadah kalau memang mau takeaway. Untuk snack juga demikian, Ma. Saya pilih snack yang praktis dibawa, dan yang penting lagi, yang minim sampah.

Hemat biaya, hemat sampah.


Bertanggung jawab atas sampah kita sendiri


Salah seorang teman saya sempat bercerita, bahwa dia sempat menyaksikan kelakuan seorang wisatawan yang membuang sampah sembarangan di pavement di Candi Borobudur telah membuatnya ilfil untuk meneruskan liburan.

Yah, memang harus diakui sih, terutama pada saat liburan, tempat wisata ini nggak hanya ramai dikunjungi wisatawan saja, tetapi juga diikuti oleh bertambahnya sampah yang dibuang sembarangan.

Memprihatinkan sekali, bukan?

Yah, meskipun kadang memang jumlah tempat sampah di lokasi wisata itu minim, tapi bagi saya pribadi, dan saya harap Mama juga sependapat, bahwa itu bukanlah alasan kita boleh membuang sampah sembarangan.

Kita kan bisa mengantungi dulu sampah-sampah kecil itu, di saku celana, saku jaket, atau dibawa dulu deh. Baru saat ada tempat sampah yang disediakan, kita buang ke dalamnya. Saya juga selalu membawa kantung plastik bekas yang besar dalam tas yang saya bawa liburan. Saat harus membuang sampah, tapi belum ada tempat sampah, ya kantung plastik itulah yang jadi tempat sampah sementara, sampai saya temukan tempat sampah barulah saya buang dengan tenang.

Nggak sulit kan, Ma, membuang sampah pada tempatnya begitu? Enggak dong.



Jangan ambil apa pun kecuali foto


Well, terdengar klise, mungkin ya? Tapi ungkapan itu benar kok. Saya setuju banget.

Saking suka dan kagumnya dengan bunga-bunga indah di sebuah taman lokasi liburan, mungkin terbersit niat kita untuk memetiknya. But, wait! Tunggu dulu, Ma! Sebaiknya jangan! Mari kita nikmati saja keindahannya. Difoto saja buat kenang-kenangan, jangan dirusak.

Saat sedang memotret, atau mungkin selfie, perhatikan juga kondisi sekitar ya, Ma. Jangan karena keasyikan selfie, tahunya Mama malah menginjak-injak bunga-bunga tersebut. Duh.


Perhatikan papan petunjuk


Biasanya di setiap tempat wisata, ada disediakan papan petunjuk yang berisi imbauan atau larangan. Misalnya, kalau di candi ada larangan untuk memanjat. Kalau di museum, biasanya ada larangan untuk menyentuh objek. Di taman margasatwa atau kebun binatang juga biasanya ada larangan untuk memberi makan hewan.

Nah, Mama, adalah penting untuk mematuhi semua larangan dan imbauan ini. Misalnya saja, larangan untuk memberi makan hewan. Bisa saja kan makanan yang kita berikan justru berakibat buruk bagi kesehatan hewan yang kita beri makan itu? Bener nggak, Ma?

Semua larangan dibuat bukan untuk dilanggar ya, Ma. Larangan, aturan dan imbauan dibuat, agar semua bisa berjalan lancar, dan tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan. Kadang larangan itu ada juga demi keselamatan kita, para wisatawan. Jadi, jangan abai terhadap semua petunjuk yang ada di lokasi wisata.


BACA JUGA



Nah, Mama, demikian beberapa hal yang menurut pengalaman saya, penting untuk diperhatikan saat kita sedang liburan ke tempat wisata, agar kita selalu bisa menjadi traveler yang peduli lingkungan.

Mama punya pengalaman lain terkait kebiasaan-kebiasaan kita di tempat wisata? Boleh dishare di kolom komen ya, Ma!

Stay healthy, Mama!



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Agar Liburan Makin Menyenangkan, Perhatikan 5 Hal yang Harus Dijaga di Tempat Wisata Ini Agar Tetap Terjaga dan Tidak Tercemar!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Widyanti Yuliandari | @widyantiyuliandari

Ibu dua anak, pecinta sayur dan buah lokal, food combiner, blogger dan penulis buku.

Silahkan login untuk memberi komentar