Agar Tak Gampang Emosi, Intip 9 Tips Jadi Orang Tua yang Sabar Berikut Yuk!

Agar Tak Gampang Emosi, Intip 9 Tips Jadi Orang Tua yang Sabar Berikut Yuk!

1.2K
Kalau sudah melampiaskan seluruh emosi lalu marah, rasanya memang plong, ya, Ma? Tapi, apakah memang itu solusi untuk setiap masalah?

Mama pernah tidak, sih, merasakan satu hari di mana semua terasa menjengkelkan? Anak-anak yang sering bertengkar, saling berteriak satu sama lain, dan membuat Mama pusing tujuh keliling. Sudah dinasihati baik-baik, diperingatkan pelan-pelan, tapi anak-anak tak mengerti juga. Akhirnya apa? Emosi pun meledak.

Saya, baru-baru ini merasakannya juga. Bayangkan, Ma! Anak-anak saya menumpahkan hampir separuh botol sabun mandi. Botol sabun cair itu dibukanya, lalu dituang pelan-pelan. Mereka terlihat sangat gembira karena bisa membuat gelembung sabun. Tak hanya itu, beberapa hari sebelumnya, sampo mereka pun habis hanya dalam waktu dua hari.

Rasanya kesal, marah, sedih, dan sayang karena sabun cair dan sampo yang seharusnya bisa dipakai untuk beberapa minggu, harus habis dalam sekejap. Yang lebih menyakitkan lagi, saya harus mengeluarkan uang untuk membeli dua benda itu lagi. Duh!

Emosi saya pun tak terkendali.

Kalau sudah melampiaskan seluruh emosi lalu marah, rasanya memang plong, ya, Ma?

Tapi kemudian, ketika pandangan beralih pada anak-anak yang merintih lirih atau menangis, entah karena merasa bersalah ataukah karena takut dengan kita yang baru saja meluapkan amarah, penyesalan pun terbit. Terus, kita pun janji pada diri sendiri, esok tak akan mengulangi kebiasaan ini lagi.

Ya, esok harus lebih sabar lagi. Lagipula, uang bisa dicari, tapi trauma mereka mungkin akan diingat hingga besar nanti.

Duh, Ma, saya mewek lagi!

Mungkin sudah banyak usaha yang telah kita lakukan untuk mengontrol emosi. Apakah Mama sudah berhasil? Mungkin sebagian sudah, tapi bisa juga belum. Saya salah satunya. Mari Ma, kita sama-sama perbaiki lagi caranya.

Saya menulis tips berikut ini tidak dengan maksud agar dianggap sebagai orang tua yang paling sabar di dunia. Jujur, saya masih sulit mengendalikan amarah dan emosi saya. Dan menjadi seorang mama yang penyabar, adalah salah satu resolusi saya tahun ini. Ini adalah sesuatu yang benar-benar saya usahakan untuk bisa terwujud.

Setiap orang tua pasti pernah kehilangan kesabarannya. Orang tua juga bukan malaikat yang tak pernah salah. Tapi alasan-alasan itu tentu tak bisa dijadikan pembenaran bagi kita yang sulit mengendalikan emosi. Sabar adalah pilihan. Jika kita memilih untuk bisa bersabar, maka kita perlu menjadikannya sebagai kebiasaan. Dan pembiasaan itu, memerlukan konsentrasi dan fokus.


BACA JUGA


Diskusi dengan Suami Selalu Bikin Emosi Meledak? Coba 5 Cara Adem Ini, Ma!

Diskusi dengan Suami Selalu Bikin Emosi Meledak? Coba 5 Cara Adem Ini, Ma!

Nah, Mama, itulah awal dari perjalanan panjang antara Mama dan suami. Memang, setiap perjalanan (baca: pernikahan) bakalan menemui aral ...

Read more..


Mari, Ma, kita berlatih untuk membiasakan diri mengontrol emosi dan bersikap sabar, dengan 9 langkah berikut ini!


1. Berhitung sampai 10


Bila Mama merasa frustrasi atau marah, maka segera berhentilah dari apa pun yang Mama lakukan. Hitung perlahan dari 1 hingga 10.

Biasanya setelah itu, sebagian besar dorongan awal untuk berteriak akan hilang. Sebagai alternatif, jika Mama menghitung dengan keras sampai 10, anak-anak Mama yang cerdik itu mungkin akan memanfaatkan waktu ini sebagai pertanda baik untuk melarikan diri. Hihihi.


2. Ambil napas dalam-dalam


Ini bekerja sangat baik dalam hubungannya dengan tip sebelumnya di atas. Hitung sampai 10, lalu ambil napas dalam-dalam, setidaknya hingga tiga kali.

Rasakan frustrasi dan emosi yang perlahan terlepas, seiring dengan napas yang Mama embuskan.


3. Istirahat


Mama mungkin sudah tahu, jika kita sedang emosi dan marah dalam posisi berdiri, maka duduklah. Jika itu juga belum bisa membantu, maka berbaringlah.

Biarkan diri Mama tenang, agar bisa merangkai kata-kata yang tepat untuk dikatakan pada anak-anak, juga merencanakan tindakan berikutnya.


BACA JUGA


Anak Bikin Kesal? Yuk, Kenali 7 Cara Mengendalikan Emosi Agar Mama Tidak Sampai Meledak

Anak Bikin Kesal? Yuk, Kenali 7 Cara Mengendalikan Emosi Agar Mama Tidak Sampai Meledak

Apa sih yang diperbuat anak Mama yang bisa membuat Mama tak bisa menemukan cara mengendalikan emosi yang efektif dan efisien? Apakah karena ...

Read more..


4. Anggap seseorang sedang mengawasi Mama


Kita tentu tidak ingin dicap sebagai mama tergalak sedunia, bukan? Itulah sebabnya, kita selalu berusaha menjaga image kita di depan orang-orang.

Buktinya, di depan banyak orang, kita selalu bisa menahan diri untuk tidak emosi dan marah pada anak-anak.

Nah, kalau lagi marah, cobalah untuk menganggap bahwa di sekeliling kita ada banyak mata yang melihat tingkah laku kita, Ma. Cara ini sepertinya cukup efektif lo.


5. Mengingat orang paling sabar yang kita kenal


Waktu kecil dulu, saya tinggal dengan Uti, nenek saya. Rumah Uti memang hanya sepuluh langkah dari rumah orang tua saya. Tetapi karena Uti tinggal sendiri di rumahnya, maka sejak SD saya selalu menemaninya hingga beliau tiada sewaktu saya masih SMA.

Beliau adalah orang yang sangat sabar. Saat saya mengingat kejadian saat anak-anak saya menumpahkan sabun dan sampo, saya kembali memutar memori saat saya juga tanpa sengaja menumpahkan sebotol minyak goreng milik Uti. Beliau tidak marah, dan hanya mengatakan eman-eman (sayang -Jw). Iya, tentu sayang sekali, karena jadi mubazir kan? Tanpa perlu marah-marah, kata eman-eman itu cukup membuat saya menyesal kok, dan saya berjanji dalam hati tak akan seceroboh itu lagi.

Bagaimanapun, kita tidak bisa menarik waktu agar peristiwa buruk itu tidak terjadi. Iya, seperti minyak goreng, sabun dan sampo yang sudah tumpah, tentu tidak bisa disedot lagi.

Alih-alih berlama-lama dengan perasaan marah dan menyesal, lebih baik jadikan itu sebagai pelajaran, bukan?


6. Bicaralah! Berteriak atau marah jarang membantu dalam situasi apa pun


Seperti yang telah saya tulis di atas, daripada energi kita habis untuk marah dan menyesali keadaan, lebih baik jadikan hal itu sebagai pelajaran.

Dalam kasus saya, anak-anak saya akhirnya tahu bahwa membuang-buang sabun dan sampo adalah suatu pemborosan. Saya pun menjadi lebih berhati-hati dengan menaruh dua benda itu di tempat yang tidak mudah dijangkau anak-anak, agar mereka tidak memainkannya lagi di saat saya lengah.

Saya bukan tidak pernah marah dan emosi. Marah juga diperlukan, dalam dosis tertentu, untuk menunjukkan bahwa kita tidak suka akan sesuatu atau untuk menunjukkan bahwa anak-anak kita telah melakukan sebuah kesalahan.


BACA JUGA


Anak Mudah Emosi? Jangan Khawatir, Ma, 5 Langkah Ini Pasti Bisa Bantu Mengatasinya!

Anak Mudah Emosi? Jangan Khawatir, Ma, 5 Langkah Ini Pasti Bisa Bantu Mengatasinya!

If you have never been hated by your child, you have never been a parent. ~ Bette Davis

Read more..


7. Kita dewasa, dan mereka anak-anak


Mengingat bahwa mereka masih anak-anak, sangat membantu saya. Mereka tidak sempurna, mereka belum tahu banyak hal, dan mereka harus banyak belajar.

Ma, kita adalah guru mereka. Kita harus bersabar saat mengajarkan mereka sesuatu. Ingat masa kecil kita dulu, ketika orang tua kita mengajari kita, kita juga nggak langsung paham seketika itu juga, kan?

Terkadang kita perlu mengingatkan diri kita bahwa tidak ada orang yang sempurna, bahwa kita seharusnya menikmati saat ini bersama anak-anak kita, dan bahwa hidup itu seharusnya menyenangkan, dan juga lucu.

Senyumlah, tertawalah, berbahagialah!


8. Cinta


Tentu kita mencintai anak-anak kita, kan, Ma?

Jika kita cinta, kita akan menerima baik buruknya, tanpa syarat. Peliharalah cinta itu, Ma. Daripada merespon dengan emosi dan kemarahan, lebih baik merespon dengan cinta, bukan?

Ketika anak kita menumpahkan sesuatu atau membuat kamar berantakan atau menghancurkan sesuatu yang berharga di rumah, responlah dengan cinta.

Itu adalah solusi terbaik.

Susah memang untuk melakukannya. Apalagi saat melihat semua berantakan, biasanya emosi buruk yang lebih sigap menguasai kita. Ayo Ma, saat itu terjadi, ingat satu kata ini, CINTA.


9. Ingat juga kutipan ini


Jujur, saya suka dengan sebuah quote dari Ralph Waldo Emerson ini.

“For every minute you are angry, you lose sixty seconds of happiness.”

Saya bahkan ingin menulisnya besar-besar, dan memasangnya di beberapa tempat yang mudah terlihat supaya selalu ingat. Terutama saat saya sedang emosi.

Well, barangkali Mama juga pengin gitu juga, agar menjadi reminder diri kita sendiri.


BACA JUGA


Jangan Sampai Menjadi Mama Pemarah, Simak 3 Cara Ampuh Redam Emosi Ini!

Jangan Sampai Menjadi Mama Pemarah, Simak 3 Cara Ampuh Redam Emosi Ini!

Yelling silences your message. Speak quietly so your children can hear your words instead of just your voice. ~ LR Knost

Read more..


Yuk, Ma, kita coba semua cara mengontrol emosi dan kemarahan ini bersama-sama. Good luck! Semoga kita berhasil menjadi Mama yang lebih sabar ya!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Agar Tak Gampang Emosi, Intip 9 Tips Jadi Orang Tua yang Sabar Berikut Yuk!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Arinta Adiningtyas | @arin282

Silahkan login untuk memberi komentar