Ah, Manisnya Punya Anak Laki-laki! Apakah Mama Juga Merasakan 4 Hal Ini?

anak laki-laki bermain pasir

Ah, Manisnya Punya Anak Laki-laki! Apakah Mama Juga Merasakan 4 Hal Ini?

2.2K
Punya anak laki-laki dianggap ribet, karena sifatnya yang terlalu aktif dan cenderung lebih berisik. Tapi, saya merasakan betapa manisnya punya anak laki-laki. Mama merasakan jugakah?
“Anak laki-laki lagi?” tanya seorang teman saat melihat perut gendut saya yang berisi janin berusia 6 bulan. “Berisik banget dong,” lanjutnya.
Saya cuma tersenyum saja. “Rezeki saya dapat anak laki-laki,” jawab saya santai.

Iya, ini sudah pertanyaan dan pernyataan kesekian kalinya yang saya hadapi saat menjawab pertanyaan jenis kelamin janin yang saya kandung. Mulanya saya agak kaget menghadapi pertanyaan semacam itu, tapi lama-lama terbiasa juga. Bahkan mendengar celotehan, “Bikin lagi, siapa tahu perempuan,” juga sudah bisa saya tanggapi dengan santai.

Ya, mau bagaimana lagi, Ma. Tuhan yang mengatur semuanya, kan?


BACA JUGA


Sering Ditanya Kapan Punya Anak Lagi? Nggak Perlu Dongkol, Jawab Saja Begini!

Sering Ditanya Kapan Punya Anak Lagi? Nggak Perlu Dongkol, Jawab Saja Begini!

Pertanyaan annoying berikutnya, setelah "Kapan hamil lagi?". Yes, "Kapan punya anak lagi?" Nggak perlu dongkol, jawab saja dengan ringan dan ...

Read more..


Rasanya memang hampir semua teman saya yang perempuan seperti menaruh rasa iba kepada saya, saat tahu calon janin saya laki-laki. Bagaimana tidak, saya sudah punya dua anak laki-laki yang aktif dan super heboh dengan jarak usia yang cuma 14 bulan. Tidak hanya satu-dua orang yang bilang kalau saya ini sabar, kuat, hebat karena bisa menghadapi dua anak laki-laki yang tidak bisa berhenti bikin kehebohan di rumah kecuali saat mereka sudah tidur.

Memang secara genetis, dari jalur suami saya lebih banyak anak laki-laki daripada perempuan. Dari 18 cucu mertua saya saja cuma ada 6 cucu perempuan. Ya, bayangkan saja saat ada acara keluarga besar seperti lebaran atau pernikahan. Heboh dan heboh, Ma!

Sudah bukan rahasia lagi mungkin ya, Ma, kalau punya anak laki-laki itu identik dengan rumah yang tak pernah rapi dan badan remuk karena beberes tidak habis-habis? Mama yang senasib dengan saya pasti sudah terbiasa deh dengan handuk yang tidak dijemur usai mereka mandi, sepatu yang bertebaran di mana-mana gara-gara sepulang sekolah tidak diletakkan di tempatnya. Belum lagi fenomena kaus kaki tertukar di sekolah, atau pensil yang tiap hari hilang.

Huft! Rasanya ingin menaikkan level suara kita ke oktaf selanjutnya, ya, Ma.


Tapi, di balik semua kehebohan dan keribetan punya anak laki-laki, ada sisi asyiknya juga lho, Ma.


Mama paling cantik di rumah


Hahaha. Iya sih, somehow, ini terdengar semacam sekadar kalimat penghibur hati saja.

Tapi sungguh lho, Ma, punya anak laki-laki bikin Mama paling cantik di rumah! Kalau tidak percaya, coba tanyakan kepada anak laki-laki, “Di sini siapa yang paling cantik?” Jawabannya tentu adalah, “Mama!”


Mama adalah perempuan yang paling kusayangi


Ini bukan cuma di iklan lho, Ma. Saya mengalami sendiri bagaimana mendapat curahan perhatian dan ungkapan sayang dari anak laki-laki saya.

Pernah anak sulung saya membuat kartu ucapan sayang untuk saya. Lalu membuat gambar dengan aplikasi di ponsel dengan bunyi “Love” dengan gambar saya sebagai latar belakang.

Aih, so sweet deh, Ma! Perempuan mana sih yang nggak suka dilimpahi cinta oleh laki-laki? Bahkan oleh anaknya sendiri?


[readmore]http://rockingmama.id/post/benarkah-anak-laki-laki-cenderung-kurang-empati-ayo-didik-mereka-sejak[/readmore[


Kesukaan Mama adalah kesukaanku juga


Saat saya makan keripik singkong, tiba-tiba saja anak sulung saya ikut-ikutan memakannya. Saat saya memilih minuman dingin di minimarket, anak kedua saya ikut memilih varian rasa yang sama. Kata mereka, “Enak, Ma.” '

Di lain kesempatan, saya menonton acara tentang membangun rumah di televisi, anak-anak saya ikut menonton dan ikut berkomentar. Hmmm, rupanya mereka tahu yang saya suka dan ikut merasa suka. Tidak semua hal ya, Ma, tapi sebagian besar kesukaan saya menjadi kesukaan mereka.

Ini kesempatan emas, lho, Ma, untuk menanamkan prinsip Mama ke diri anak laki-laki. Misalnya nih, Ma, saya pernah dengan terang-terangan menyatakan kalau saya kagum dengan anak tetangga yang rajin bangun pagi dan membantu orangtuanya di warung.

“Kakak yang itu tiap subuh bangun sendiri, terus salat dan mandi tanpa disuruh orangtuanya. Dan kakak itu kalau hari libur membantu orang tuanya berjualan di warung makan.”

Saya ingin anak-anak saya memahami bahwa yang disebut anak baik itu seperti yang saya sebutkan. Sebaliknya, saya juga tak segan menceritakan hal yang tak baik juga dari seorang anak juga dengan tujuan agar anak-anak saya mengerti yang kurang baik itu seperti apa.


Menikmati dunia laki-laki


Mana ada dulu saya bermain pedang-pedangan waktu kecil, Ma. Kalau bermain di kali sih pernah, tapi tidak seeksktrem yang dilakukan anak laki-laki.

Giliran punya anak laki-laki, semua mainan mereka pun jadi mainan saya. Beli mainan truk, mobil pemadam kebakaran, mobil remote control adalah mainan-mainan saya saat mengajak anak beli mainan. Selamat tinggal boneka dan mainan dapur-dapuran.

Beli buku cerita anak pun yang berbau mesin. Bahkan nonton video lewat internet pun tentang mobil, kereta, jalan raya dan konstruksi. Belum lagi tontonan di televisi, berubah drastis, Ma. Adanya film tentang robot, mobil dan petualangan.

Yang terkini adalah ikut menikmati dunia telolet, Ma! Saya harus siap nyengir ketika melintas di jalan raya dan anak-anak saya berteriak, “Om, telolet, Om!” sambil mengacungkan jempol mereka saat bertemu bus besar atau truk.


BACA JUGA


Anak Laki-laki Mama Membutuhkan 6 Perkataan Penting Ini dari Mama - So, Say It Now!

Anak Laki-laki Mama Membutuhkan 6 Perkataan Penting Ini dari Mama - So, Say It Now!

Konon katanya, anak laki-laki itu lebih dekat ke mamanya ya, Ma? Saya juga nggak tahu kenapa, tapi itu juga yang saya rasakan. Mungkin ...

Read more..


Meskipun berbeda jauh dengan dunia anak perempuan, tapi saya menikmatinya, Ma. Tumbuh perasaan adventurous dalam diri secara diam-diam.

Itulah, Ma, manisnya punya anak laki-laki yang saya rasakan. Mama juga merasakan hal yang sama?


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Ah, Manisnya Punya Anak Laki-laki! Apakah Mama Juga Merasakan 4 Hal Ini?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Diah Dwi Arti | @diahdwiarti

SAHM, Blogger, Introvert, Mom of Two

Silahkan login untuk memberi komentar