Ajak Anak Nonton Film R-Rated? Beberapa Alasan Berikut Semoga Meyakinkan Mama untuk Tak Melakukannya Lagi

Ajak Anak Nonton Film R-Rated? Beberapa Alasan Berikut Semoga Meyakinkan Mama untuk Tak Melakukannya Lagi

3.7K
Ajak anak nonton film nggak bisa sembarangan! Please perhatikan rating film yang akan ditonton. Salah-salah, Mama malah akan membawa si kecil ke efek buruk film.

Hai, Mama! Masih suka ajak anak untuk ber-movie date? Suka nonton film jenis apa? Semoga film keluarga saja ya? What? Barusan ajak anak nonton film IT? Atau, Kingsman?

Oh no. Kalau begitu, Mama harus baca beberapa hal soal mengajak anak nonton film R-rated seperti IT, Kingsman, Deadpool, Logan, 300, dan seterusnya itu, Ma.

The Motion Picture Association of America, Inc (MPAA) telah menciptakan sistem rating yang kita gunakan sejak tahun 1966, untuk menjadi pedoman saat kita hendak nonton film. Dewan MPAA ini terdiri atas 8-13 anggota, yang kesemuanya merupakan para ahli parenting di Amerika, yang mempunyai pengalaman sebagai praktisi pengasuhan anak. So, mereka benar-benar pengalaman dan concern dengan dunia anak.

Berikut adalah rating film yang telah dibuat oleh MPAA yang bisa menjadi pedoman kita nonton film, terutama saat nonton film bareng anak.


Image via thoughtco

Film R-Rated adalah film yang dianggap mengandung materi dewasa, termasuk mengandung kata-kata yang kurang pantas atau keras, intense violence atau kekerasan hebat, adegan seksual, nudity (ada adegan telanjang), dan sebagainya.

"Orang tua sebaiknya tidak membawa anak-anak untuk nonton film R-rated."

Demikian jelas MPAA mengenai film R-Rated.

Kenapa sih nggak boleh? Padahal filmnya kan keren banget. Coba lihat IT deh. Dapat rating 8 di IMDb, dan 85% di Rotten Tomatoes lo! Anak-anak mesti lihat nih film bagus!


BACA JUGA


Menonton Film Bareng Anak di Bioskop, Mama Perlu Memperhatikan 7 Hal Ini Agar Sukses Menonton Dari Awal Hingga Akhir!

Menonton Film Bareng Anak di Bioskop, Mama Perlu Memperhatikan 7 Hal Ini Agar Sukses Menonton Dari Awal Hingga Akhir!

Menonton film bareng anak di bioskop kesayangan kadang susah dilakukan terlebih jika si kecil masih balita. 7 hal ini perlu Mama perhatikan ...

Read more..


Sebelum membawa anak-anak untuk nonton film R-Rated, pertimbangkanlah beberapa alasan berikut ini, Ma.

Kita akan sulit menikmati filmnya


Film R-Rated yang kita tonton itu bisa saja memang bagus, tapi mungkin di dalamnya ada adegan telanjang atau adegan seksual.

I don't know about you, tapi kalau saya pribadi, nonton adegan seperti itu dengan anak-anak di samping saya, rasanya kok ... ewww! Nggak nyaman, awkward, dan berbagai perasaan bercampur baur.

Yeah, kita bisa saja ngeles, bahwa itu untuk pendidikan seks usia dini. Tapi, that's not the way it works! Bukan itu sih caranya untuk memberikan pendidikan seks pada anak-anak. Tidak dengan mengajak mereka nonton film dengan adegan seksual. Kalaupun iya, nggak di bioskop juga. Dan pasti kita harus menyesuaikan usianya kan?


Anak-anak mungkin akan bosan


Untuk film lain yang lebih serius yang menyentuh tapi memiliki tema dewasa, misalnya seperti Schindler's List, anak-anak mungkin dengan cepat akan merasa bosan.

Dan, Mama tahu sendiri kan, gimana sih kalau anak-anak bosan? Kemungkinan yang terjadi adalah mereka akan berlarian di lorong-lorong di kursi di bioskop. Atau, merengek minta jajan lagi. Atau, segala kehebohan yang lain, yang akan membuat Mama nggak bisa konsentrasi nonton film.

Nggak cuma Mama yang terganggu, penonton lainnya juga, Ma.

Jadi, sebelum diusir dari dalam ruang bioskop karena kegaduhan yang kita timbulkan, sebaiknya kita pertimbangkan saja baik-baik.


BACA JUGA


5 Film Animasi Ini Tidak Disarankan untuk Ditonton oleh Anak-anak. Waspada, Ma!

5 Film Animasi Ini Tidak Disarankan untuk Ditonton oleh Anak-anak. Waspada, Ma!

Siapa bilang film animasi selalu aman buat si kecil? Coba cek dulu kelima film animasi ini

Read more..


Berefek buruk pada psikis anak


Untuk film horor, thriller dan film-film sejenisnya, seperti IT, atau Sweeny Todd yang dibintangi oleh Johnny Depp, anak-anak dikhawatirkan masih belum bisa menerima adegan-adegan yang ada dalam nalarnya. Pemahaman mereka belum sedewasa kita, hingga bisa saja mereka mengalami kesulitan untuk memahami bahwa yang ada di film hanyalah rekaan belaka.

Tahun 2006, ada penelitian yang dilakukan oleh Morgan Stanley Children's Hospital dan Columbia University Medical Center, Ma. Para ahli menemukan fakta, bahwa anak-anak dengan usia di bawah 5 tahun yang diajak nonton film horor, akan terpengaruh secara psikologis oleh film-film yang mereka tonton. Efek yang timbul kemudian pada mereka adalah diliputi kecemasan, fobia, mengalami masalah tidur, lebih agresif, dan suka kekerasan.

So, jika Mama mau ajak anak nonton film yang belum pernah Mama tonton juga sebelumnya, pertimbangkanlah konten dari film tersebut dengan mengecek rating-nya. Pilihlah film yang sesuai untuk si kecil.


Mencegah konsumsi alkohol lebih awal

Iya, ternyata mengajak anak-anak nonton film R-Rated ada hubungannya dengan perilaku kecanduan alkohol pada usia dini.

Hal ini sudah dibuktikan melalui sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Studies on Alcohol and Drugs edisi Mei 2010, yang dilakukan di wilayah New England dan melibatkan 3.600 siswa yang bersekolah di sekolah menengah.

Para peneliti melakukan penelitian terhadap sejumlah anak-anak selama 13 - 24 bulan. Dari kelompok yang mengatakan bahwa mereka tidak diizinkan menonton film R-rated, hanya 3% dari mereka yang mulai minum alkohol. Sedangkan, mereka yang mengaku sesekali diizinkan menonton film R-rated, 19% di antara mulai mengonsumsi alkohol. Dan, 25 % dari kelompok yang selalu dibiarkan nonton film R-rated mulai minum alkohol sejak mereka masih usia sekolah.

Jangan salah, Ma. Dalam penelitian ini, para peneliti juga memperhitungkan pola asuh orang tua masing-masing. Anak-anak ditanyai, seberapa ketat pola pengasuhan orang tua mereka pada umumnya.

Dan, hasilnya, bahkan dengan pertimbangan tersebut, peneliti masih saja menemukan bahwa paparan film R-rated masih terkait dengan peningkatan kemungkinan minum alkohol dini.


BACA JUGA


Halloween Tiba! Inilah 10 Film Horor untuk Anak yang Cocok Ditonton Bersama Nanti Malam!

Halloween Tiba! Inilah 10 Film Horor untuk Anak yang Cocok Ditonton Bersama Nanti Malam!

Film horor nggak cocok ditonton oleh anak-anak? Kata siapa? Daftar film horor untuk anak berikut ini dilengkapi dengan panduan usia ...

Read more..


Agar Mama lebih paham soal rating film ini, berikut adalah beberapa pedoman mengenai tontonan seperti apa yang sesuai dengan usia anak-anak, seperti yang dilansir oleh situs Common Sense Media.

  • Anak-anak berusia 2-4 tahun, masih boleh melihat cartoon violence, atau adegan "kekerasan" dalam film kartun. Tapi jauhkan mereka dari apa pun yang menunjukkan agresi fisik sebagai alat resolusi konflik, karena mereka akan meniru apa yang mereka lihat.
  • Anak usia 5-7 tahun, sudah bisa menerima dengan baik adegan kekerasan kartun yang sedikit lebih kasar, ketegangan, dan kekerasan fantasi. Namun, adegan kekerasan yang bisa mengakibatkan kematian atau cedera serius sebaiknya masih dihindarkan.
  • Anak-anak usia 8-10 tahun dapat menangani adegan pertempuran yang melibatkan pedang, atau aksi tembak-menembak selama tidak ada adegan gore atau adegan berdarah-darah.
  • Anak usia 11-12 tahun, sudah bisa memahami dengan baik adegan pertempuran yang terjadi dalam sejarah (pernah benar-benar terjadi), dan pertempuran fantasi. Namun, pastikan tidak ada adegan penuh darah yang terlalu detail, apalagi yang juga melibatkan seksualitas atau nudity, dan rasis.
  • Anak-anak usia 13-17 tahun sudah lebih paham akan adegan tembak menembak, ledakan, dan kekerasan yang dipoles dengan efek berteknologi tinggi. Juga sudah mengerti mengenai adegan kecelakaan dengan kerusakan parah atau yang menyebabkan kematian. Namun, tetap perlu Mama dampingi dan berikan pengertian secara simultan, bahwa kekerasan yang ditampilkan dalam film tersebut akan membawa banyak rasa sakit dan penderitaan pada orang lain. Batasi waktu juga ya, Ma. Jangan biarkan mereka terlalu banyak terpapar adegan kekerasan seperti ini.

Yang pasti, setiap kali Mama pulang dari movie date dengan si kecil, amati perilakunya. Mama bisa bertanya, apa pendapatnya mengenai film yang baru saja ditontonnya. Perhatikan, apakah ada kebiasaan si kecil yang lantas berubah setelah diajak Mama nonton film.

Satu hal yang pasti, Ma. Anak-anak mungkin memang belum bisa mengutarakan pendapatnya dengan tepat, namun anak-anak selalu menemukan cara untuk mengungkapkannya selain dengan cara verbal. Ada anak yang lantas mengungkapkannya melalui tindak tanduk, ada pula yang mengungkapkan pendapatnya melalui gambar yang dibuatnya.

Jadi, misalnya, jika si kecil mulai menggambar hal-hal yang tidak biasa, yang diakuinya terinspirasi oleh film yang baru saja ditontonnya, berarti Mama mungkin harus sudah mulai waspada.


BACA JUGA



Memang berat, Ma, tugas kita sebagai orang tua. Namun, semua pasti bisa diatasi ataupun dicegah. Keep updated dengan pengetahuan parenting seperti ini akan bisa membantu Mama.

Stay smart and wise, Mama!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Ajak Anak Nonton Film R-Rated? Beberapa Alasan Berikut Semoga Meyakinkan Mama untuk Tak Melakukannya Lagi". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Carolina Ratri | @carolinaratri

An INFJ-T sarcastic sagittarian Managing Editor of Rocking Mama. Deeply passionate about writings, graphic designs, hand-drawings, and hand-letterings. Read her journal at www.CarolinaRatri.com

Silahkan login untuk memberi komentar