Anak Bahagia? Sudah Pasti Jadi Tujuan Hidup Mama. Ayo, Bantu Mereka Agar Lebih Bahagia!

Anak Bahagia? Sudah Pasti Jadi Tujuan Hidup Mama. Ayo, Bantu Mereka Agar Lebih Bahagia!

929
Anak bahagia pastinya menjadi keinginan bagi seluruh orang tua, termasuk Mama bukan? Memiliki anak bahagia ternyata bisa Mama lakukan dengan 5 cara ini!

Menjalani hidup bahagia adalah impian semua orang. Betul? Melihat anak bahagia pun bisa bikin hati ini turut merasakannya dan membuat kita lebih semangat menjalani hari. Tanpa diminta, anak-anak pun ingin hidup bahagia, Ma. Tapi, mereka nggak punya pemikiran kayak kita yang harus melakukan ini-itu untuk mendapatkannya.

Beberapa Mama luput kalau bahagia memang ada caranya. Nggak kayak 'magic' yang tiba-tiba langsung ada, tapi semuanya memang butuh proses. Begitupun memiliki anak bahagia. Tak semudah mengantarkan mereka ke arena bermain dan selesai. Memang mereka akan tertawa riang tapi anak bahagia lebih dari itu, Ma. Dibutuhkan proses untuk membangun bonding agar tercipta anak bahagia.


Nggak perlu khawatir. Ma. 5 cara mudah ini bisa bantu Mama memiliki anak bahagia.


1. Jalin hubungan

Mama sekeluarga pasti tahu film "Home Alone" yang legendaris itu, kan? Yap! Salah satu film keluarga terbaik sepanjang masa.

Awalnya, Kevin, sebagai pemeran utama dalam film Home Alone sering di-bully saudara kandungnya. Kevin yang 'ketinggalan' oleh keluarganya yang berlibur ke Paris menikmati waktu bebas di rumah. Singkat cerita, setelah kejadian ia berhasil survive dari niat jahat pencuri hingga akhirnya ditangkap polisi, keluarganya sangat bersyukur Kevin bisa selamat. Anggota keluarga yang sebelumnya menganggap ia anak yang nakal dan sering di-bully berubah menjadi sangat bangga padanya.

Nah, ternyata sepenting itu untuk menjalin hubungan yang erat di antara anggota keluarga ya, Ma. Bagi anak, keluarga adalah sistem sosial terkecil yang ia temukan, ya, bisa dibilang 'ring satu'nya. Dengan menjalin koneksi kuat antara Mama dan anak serta membina hubungan antar anggota keluarga yang baik, dapat memberikan dukungan emosional kepadanya. Selanjutnya, anak Mama tidak akan ragu bahwa ia aman dan dicintai oleh keluarganya.

Tadi 'circle' terkecil udah, selanjutnya dukung mereka agar menjalin hubungan erat dengan keluarga besar atau teman sebaya (tetangga / teman sekolah). Dari situ lah ia akan merasa bagian penting dari dunia yang membuat ia dapat merasakan kebahagiaan.

So, mulai dari hal paling gampang yang bisa Mama lakukan dulu, ya. Jangan sampai, si kecil lebih nempel sama baby sitter daripada sama Mama.

BACA JUGA


Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Anak Laki-laki? Hanya Papa yang Bisa Melakukannya!

Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Anak Laki-laki? Hanya Papa yang Bisa Melakukannya!

Hanya Papa yang bisa menjadi guru kehidupan bagi anak-anak, termasuk dalam hal menumbuhkan rasa percaya diri anak, terutama anak laki-laki ...

Read more..

2. Biarkan ia merasa sedih

Ada untung, ada rugi. Anak Mama nggak akan selalu merasa bahagia juga, kan. Nggak apa-apa kok, Ma. Jangan selalu 'dibackup", biar ia belajar sendiri dan mengambil nilai dari kejadian yang membuat ia sedih. Anak Mama nggak bakal ngerti apa arti bahagia yang sebenarnya kalau ia tak pernah merasa 'sesedih' itu.

Saat ia ikut lomba untuk penyanyi cilik dan nggak menang, pulang ke rumah nangis dan bete, tak usah langsung di-cep-cep-in, lho. Walaupun biasanya reflek seorang Mama sih untuk langsung melindungi anaknya. Tapi, tahan dulu untuk beberapa menit. Biarin dia manyun-manyun dikit baru deh ceritain hal lucu selama lomba tadi. Tunjukkan kalau selalu ada kebahagiaan di samping kesedihan yang ia rasakan.

There are always two sides of a story, rite?

3. Jangan mencoba terlalu keras

Yash, ini nih yang umumnya para Mama sering banget lakuin. Terlalu berusaha membuat anaknya bahagia, kekeuuuh banget. Hihi, wajar sih, kayaknya kelak saya punya momongan akan seperti itu. *Ups...

Tapi, Mama nggak sepenuhnya bertanggung jawab atas kebahagiaannya. Istilahnya, Mama menyediakan lahan gembur dan bibit-bibit tanaman, yang menaman, kasih pupuk dan siramin setiap hari ya anak Mama aja. Toh, nanti kalau 'buah'nya sudah jadi, ia yang bakal memetik. Terus beri stimulasi positif pada takarannya ya, Ma. Apalagi, kalau anak Mama sudah termasuk anak usia akhir. Ajarkan prinsip bahagia dari pelajaran hidup yang pernah alami, biar lebih 'ngena' dan anak bertanggung jawab atas kebahagiaannya sendiri.

4. Pujian

"If you want your children to improve, let them overhear the nice things you say about them to others." -Haim Ginott

Pujian akan meningkatkan rasa percaya diri yang berhubungan dengan rasa bahagianya. Tekankan pujian pada proses yang ia lakukan daripada pujian pada hasil. Kalau dia dapat nilai 9 pada ulangan bahasa Inggrisnya, puji kemampuan dia karena tak pernah bolos les dan selalu latihan lagi. Jangan yang instan seperti "Wih! Pinter, ya, anak Mama." *cium pipi. Puji ia di depan orang lain pun akan menunjukkan penghargaan padanya.

Ketika orang merasa keberadaan dan usahanya dihargai, ia akan lebih mudah untuk merasa bahagia. Dan satu hal, Ma, komunikasi dengan anak tak sekedar menasehatinya saja, tapi juga tentang seberapa besar kita memberi pujian.

5. Perhatikan sikapnya

Sikap positif yang konsisten dapat 'menarik' kebahagiaan datang ke hidup kita. Begitu juga dengan si kecil. Ajarkan ia berlaku sesuai norma yang ada. Sikap positif akan mengarah kepada kebahagiaan.

Si kecil dapat nilai 6 di ulangan matematikanya? Gambar aja angka '6' itu jadi suatu karakter! Baru setelahnya Mama dapat mengajarkan lagi apa poin-poin yang ia lewatkan. Bukan suatu 'kondisi' yang berpengaruh pada kebahagiaan, tapi bagaimana cara ia merespon kondisi tersebut.

BACA JUGA


4 Cara Mendidik Anak Melalui Diri Mama Sendiri - Ayo, Praktikkan Sikap-Sikap Baik Ini Setiap Hari!

4 Cara Mendidik Anak Melalui Diri Mama Sendiri - Ayo, Praktikkan Sikap-Sikap Baik Ini Setiap Hari!

Mendidik anak memang nggak ada ilmu pastinya, tapi kita bisa belajar dari mana pun. Termasuk dari diri sendiri

Read more..

5 cara memiliki anak bahagia di atas menunjukkan bahwa sebenarnya bahagia itu sederhana tapi efek merasakannya itu nggak sejam, sehari tapi dalam rentang waktu yang lama. Anak bahagia, kita pun akan bahagia. Yuk, Ma, dilatih diri kita melakukan cara ini setiap hari demi anak bahagia.

Semangat!



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Anak Bahagia? Sudah Pasti Jadi Tujuan Hidup Mama. Ayo, Bantu Mereka Agar Lebih Bahagia!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Githa MuthiaAnanda | @githamuthiaananda