Anak Bikin Kesal? Yuk, Kenali 7 Cara Mengendalikan Emosi Agar Mama Tidak Sampai Meledak

Anak Bikin Kesal? Yuk, Kenali 7 Cara Mengendalikan Emosi Agar Mama Tidak Sampai Meledak

1.3K
Sebagai ibu, kita benar-benar butuh cara mengendalikan emosi yang cepat, efektif dan efisien. Semacam remote control, yang saat mau meledak, tinggal pencet tombol OFF saja.

Apa sih yang diperbuat anak Mama yang bisa membuat Mama tak bisa menemukan cara mengendalikan emosi yang efektif dan efisien?

Apakah karena tiba-tiba ia menebarkan mainannya ke seluruh penjuru, sehingga rumah berantakan? Ketika diminta untuk membereskan, kemudian ia malah melawan atau --- lebih parah lagi --- menjerit-jerit dan menangis tak tentu arah? Atau, nggak ada angin, nggak ada hujan, dengan demonstratifnya si kecil menolak untuk makan; namun ketika makanan disingkirkan, ia mengamuk?

Duh, kalau sudah begini, rasanya mau meledak deh. Apa bener ya nggak ada cara mengendalikan emosi yang paling efektif? Semacam remote control khusus emosi gitu? Yang kalau mau meledak, kita tinggal acungkan remote-nya, lalu pencet tombol OFF, dan langsung tenang lagi?

Harus diakui, bahwa memiliki anak itu satu paket lengkap ya. Selain membahagiakan, terkadang pula begitu melelahkan dan membuat frustrasi. Rasanya adaaa saja polah anak yang bisa menguji batas kesabaran kita, ya Ma? Sampai-sampai kita sering berpikir, jangan-jangan anak itu dilahirkan dengan bekal kemampuan untuk menekan tombol marah kita.


BACA JUGA


Sabar Menghadapi Anak Memang Tidak Mudah. 4 Hal Ini Membuat Kesabaran Para Mama Berada di Ambang Batas!

Sabar Menghadapi Anak Memang Tidak Mudah. 4 Hal Ini Membuat Kesabaran Para Mama Berada di Ambang Batas!

Sabar menghadapi anak memang nggak mudah, benar nggak Ma? Rasanya kalau sabar menghadapi anak itu bisa dicharge layaknya batere ponsel, ...

Read more..


Mungkin di eranya ayah dan ibu atau kakek dan nenek kita menjadi orang tua, mengekspresikan amarah, baik dalam bentuk verbal, bahkan fisik (seperti memukul, mencubit dan menjewer) merupakan hal yang populer dalam mendisiplinkan anak. Cara-cara tersebut dianggap wajar; walau keras, namun menurut mereka positif untuk membentuk anak dengan karakter baik.

Namun pertanyaannya adalah, ketika kita memarahi anak, tujuan kita itu untuk mendisiplinkan atau semata hanya melampiaskan rasa kesal? Dan lebih jauh lagi, kita marah karena anak kita, atau sebenarnya kita sedang memiliki masalah dan ketika anak kita bertingkah sedikit, Mama jadi kesal?

Menurut Matthew Mckay, Ph.D, seorang psikolog sekaligus co-author buku When Anger Hurts Your Kids, berdasarkan berbagai penelitian, orang tua yang sering menunjukkan kemarahan di depan anaknya akan membentuk anak yang kurang mampu berempati. Anak-anak ini pun akan cenderung lebih agresif dan mudah depresi jika dibandingkan dengan anak-anak yang dididik dalam lingkungan yang tenang.

Semakin muda anak, maka akan semakin besar dampaknya. Menurut Robert Puff, Ph,D, penulis Anger Work: How to Express Your Anger and Still Be Kind, ketika anak masih sangat muda, orang tua adalah segalanya bagi mereka; maka ketika menunjukkan kemurkaan, maka dunia mereka pun tergoncang. Mereka seolah kehilangan tempat perlindungan, dan merasa bahwa ada yang salah dengan mereka.

Karena sebenarnya, inti dari mendisiplinkan anak adalah mengubah perilakunya agar menjadi lebih baik, dan seringkali kemarahan kita justru membuat tujuan tersebut tidak tercapai.

Namun, orangtua juga manusia, yang tidak selamanya memiliki stok kesabaran tak terhingga. Terpancing untuk kesal itu manusiawi.



Namun, bagaimana cara mengendalikan emosi agar tidak meledak menjadi sesuatu yang destruktif? Ini dia 7 caranya!



Cara Mengendalikan Emosi 1. Mengubah Cara Berpikir tentang Perilaku Anak

Cara Mengendalikan Emosi 1. Mengubah Cara Berpikir Tentang Perilaku Anak -


Anak gue sih kayaknya emang sengaja bikin gue marah ....

Begitu mungkin yang kita pikirkan setiap saat anak kita berperilaku tidak sesuai dengan harapan. We takes things personally

Jadi, setiap anak kita bertingkah 'menyebalkan', kita jadi percaya bahwa ia melakukannya dengan sengaja agar kita marah. Kalau sudah demikian, tentu kita akan dengan mudah terpancing kesal dan meledak. Padahal bisa saja ternyata penyebab perilakunya ternyata bukan itu.

Alih-alih berpikir bahwa anak kita sedang melakukan manipulasi untuk memancing kemarahan kita, anggap bahwa ia sedang berusaha untuk mengeksplorasi dunia dan belum mengerti bahwa apa yang diperbuatnya itu bisa membahayakan dirinya atau memberi efek buruk pada orang lain. 

Atau, cari tahu juga kondisinya, mungkin ia cranky karena tidak enak badan atau merasa tidak nyaman?

Mengubah cara berpikir bisa membuat kita berpikir lebih jernih dan mencari tahu penyebabnya terlebih dahulu, bukan kesal dulu.



Cara Mengendalikan Emosi 2. Tentukan Batasan Untuk Berhenti

Cara Mengendalikan Emosi 2. Tentukan Batasan Untuk Berhenti -


Mama tentu tahu batas kesabaran Mama ya. Jadi saat terasa ada dorongan untuk membentak atau beraksi fisik, stop immadiately! 

Diam,  tarik napas Mama lewat hidung dan keluarkan lewat mulut secara perlahan. Bahkan jika Mama sudah terlanjur membentak, segera katupkan mulut Mama. 

Inhale dan exhale.



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Anak Bikin Kesal? Yuk, Kenali 7 Cara Mengendalikan Emosi Agar Mama Tidak Sampai Meledak". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Oktarina Prasetyowati | @oktarinaprasetyowati

Sibuk antara menyusui, kerja, blogging dan menggambar.

Silahkan login untuk memberi komentar