Anak Juga Punya Rahasia yang Disembunyikan dari Orang Tuanya. Ini Dia 9 di Antaranya!

Anak Juga Punya Rahasia yang Disembunyikan dari Orang Tuanya. Ini Dia 9 di Antaranya!

1.2K
Jangan dikira, anak tak bisa menyembunyikan sesuatu dari kita. Seiring waktu, juga karena pergaulan mereka, anak akan bisa mulai menyimpan hal-hal pribadi yang menurutnya tak perlu diberitahukan pada kita. Keep smart, Ma!

Tahu nggak sih, Ma, saat anak sudah memasuki usia sekolah, merek apun biasanya sudah mulai membentuk area “privacy”- nya sendiri? Rasa malu, pergaulan di sekolah dan lingkungan sekitarnya, termasuk faktor yang turut membentuk area ini. Keinginan untuk dianggap dewasa, merasa sudah mengerti dan tidak mau terlalu diatur orang tua, membuat anak mempunyai beberapa rahasia yang perlu disembunyikannya dari orang tua.

Rahasia? What? How?


BACA JUGA


Sabar Menghadapi Anak Memang Tidak Mudah. 4 Hal Ini Membuat Kesabaran Para Mama Berada di Ambang Batas!

Sabar Menghadapi Anak Memang Tidak Mudah. 4 Hal Ini Membuat Kesabaran Para Mama Berada di Ambang Batas!

Sabar menghadapi anak memang nggak mudah, benar nggak Ma? Rasanya kalau sabar menghadapi anak itu bisa dicharge layaknya batere ponsel, ...

Read more..


Yuk, mari kita simak, masak sih pakai rahasia-rahasiaan segala.


Ini dia, ada 9 rahasia yang biasanya disembunyikan oleh anak dari orang tua


1. Kekacauan yang telah mereka timbulkan


Tahu nggak, Ma. Suatu waktu anak merasa sangat kacau.

Di sekolah ia membuat onar, lalu dipanggil guru BP. Although kenakalannya masih dianggap wajar dan guru BP belum perlu memanggil kita sebagai orang tuanya, namun anak akan menyimpan rahasia ini. Selamanya, sampai suatu waktu kita tahu sendiri dari seseorang yang mengatakannya.

Why? Karena menjadi anak yang manis di sekolah adalah impian semua orang tua. Betul?

Tentu kita bisa tersenyum bahkan tertawa bangga serta menyiarkannya kepada dunia, jika bisa mendidik anak menjadi anak yang manis bukan? Namun apa yang akan kita lakukan jika yang terjadi adalah hal yang sebaliknya?

Maka, inilah alasan anak memilih untuk merahasiakan kekacauan yang telah disebabkannya karena dianggap suatu aib yang patut disembunyikan.


2. Hasil Mereka Mengulik Komputer atau Internet


Anak zaman sekarang sudah lekat dengan teknologi sejak lahir. Mereka mampu mengoperasikan komputer lebih cepat dan canggih dibandingkan orang tuanya.

Termasuk mereka juga lihai menyembunyikan hasil browsing mereka di internet dengan clear history. Yes, itu dia, Ma, salah satu cara menghilangkan jejak, sehingga kita tidak bisa melihat apa saja yang sudah mereka lihat.

Nah, tentu kita tidak bisa mengawasinya sepanjang waktu, kan Ma. Namun alangkah bijaknya jika kita juga harus punya senjata untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya dengan mengatur setting-an internet di komputer dengan parental block sehingga anak hanya bisa mengakses situs-situs yang general saja.


3. PR dan tugas sekolah


Sering nggak, Ma, kita bertanya pada anak, ”Ada PR?”, lalu dijawab,”Nggak, ada Ma.” Dan kita percaya begitu saja tanpa merasa perlu mengeceknya.

Padahal sebenarnya ada PR loh. Lah, kenapa berbohong ya?

Karena mereka tidak ingin keasyikannya menonton film kesukaannya terhenti gara-gara disuruh mengerjakan PR! Walaupun mungkin mereka akan mengerjakan PR-nya diam-diam tanpa sepengetahuan orang tuanya, jika ritual nonton filmnya sudah selesai namun tetap saja mereka telah berani berbohong.

Coba kita ubah pertanyaannya menjadi,”Ada berapa PR hari ini?”

Pertanyaan ini terbukiti lebih efektif karena bisa menuntun anak untuk, mau tak mau, mengecek bukunya dan segera mengerjakan PR.

Cobain deh, Ma.


4. Saat mereka memecahkan sesuatu


Pernah nggak, suatu waktu kita merasa sedih dan marah, karena melihat pot kesayangan pecah berkeping-keping? Lalu saat kita tanya, ternyata tak ada satu orang pun di rumah yang mengaku memecahkannya.

Atau saat tanpa sengaja kita melihat nilai jeblok anak kita yang tidak diperlihatkan kepada kita?

Ya, mereka sengaja merahasiakannya, Ma, karena mereka takut dengan reaksi kita. Mereka takut kita tidak akan respect dengan perbuatan ini. Jadi, mereka akan merasa lebih aman jika kita tidak tahu kalau mereka telah melakukan sesuatu.


5. Pengetahuan Seks yang Tak Terduga


Di zaman digital sekarang ini, banjirnya informasi mudah sekali didapatkan oleh anak ya, Ma. Mereka bisa mendapatkannya dari mana saja, dari siapa saja, dari teman-temannya, yang bisa saja mereka lakukan dengan mengakses internet beramai-ramai.

Aduduh!

Tanpa memberi dasar pemahaman yang cukup tentang seks kepada anak secara benar dan aman, rasa penasaran yang besar akan mendorong mereka mencari tahu jika pertanyaannya tidak terpuaskan.

Pastinya ini akan berbahaya jika mereka mendapatkan pemahaman seks dari orang yang kurang tepat dan dengan cara yang salah. Maka, alangkah baiknya jika orang tua menyimpan segala hal yang berbau seks di tempat yang jauh dari jangkauan anak. Termasuk proteksi internet dari konsumsi dewasa.

Percayalah, dewasa sebelum waktunya akan menimbulkan banyak akibat yang tidak kita inginkan.


BACA JUGA


Pelaku Kejahatan dan Kekerasan Seksual Anak Mungkin Ada di Dekat Kita. Ini 6 Cara Preventif Untuk Lindungi Anak Mama!

Pelaku Kejahatan dan Kekerasan Seksual Anak Mungkin Ada di Dekat Kita. Ini 6 Cara Preventif Untuk Lindungi Anak Mama!

Beberapa hari yang lalu kita dikejutkan oleh terbongkarnya kasus Official Candy's Group, sebuah grup Facebook beranggotakan sekian banyak ...

Read more..


6. Punya Bahasa Planet Sendiri


Dengan sesama teman, anak bisa berkomunikasi dengan bahasa baru yang mereka ciptakan sendiri. Tujuannya tentu supaya orang lain termasuk orang tua tidak mengetahui apa yang mereka bicarakan.

Coba kita membuka diri untuk tahu bahasa prokem apa yang sedang musim saat ini. Misalnya dengan membuat singkatan ODK yang artinya Ortu Di Kamar. AT, yang artinya Aman Terkendali, dan lain sebagainya. Semua itu merupakan bahasa kode untuk melakukan hal-hal tertentu yang tak ingin diketahui oleh orang lain, termasuk orang tuanya.


7. Rasa Takut Yang Berlebihan


Saat anak merasa takut, dan kurang berani tampil di depan umum, kuatkan dirinya, Ma. Mereka tidak akan berterus terang mengatakan, jika dirinya merasa tidak nyaman dengan dirinya sendiri. Tumbuhkan rasa percaya diri yang kuat.

Anak dengan karakter yang kuat tentu lebih baik daripada anak yang kurang percaya diri. Salah satu caranya adalah dengan memberinya kesempatan untuk belajar mandiri. Tak perlu selalu dimanja dengan menyediakan semua keperluannya. Biarkan anak belajar tentang proses mendapatkan sesuatu bukan melulu pada hasil.

Dengan demikian anak akan lebih menghargai kemampuan dirinya sendiri dan berani untuk mencoba segala sesuatu dengan senang.


8. Menjadi Korban Bullying


Anak tidak akan bercerita jika dia telah di-bully teman-temannya. Dia takut jika bercerita, maka akan terus-terusan di-bully tanpa henti.

Saya pun pernah mengalaminya, Ma. Saya kaget ketika salah seorang ibu dari teman anak saya, bahwa anak saya sering menangis ketika diolok-olok teman sekelasnya. Saya tidak akan tahu hal ini karena anak saya tidak pernah cerita. Dia baru bercerita dengan takut ketika saya bilang saya tahu kalau dia sering menangis di kelas. Padahal, anak saya laki-laki dan tubuhnya lebih besar daripada temannya yang mem-bully.

Duh! Saya jadi punya PR menumbuhkan mental beraninya untuk melawan teman-teman yang suka mem-bully itu, Ma. Semakin anak saya terlihat takut, bully itu akan terus berlangsung.

Saya bilang, saat kamu harus berteriak dan menggertak, lakukan. Tunjukkan bahwa tidak ada orang lain yang berhak untuk mengolok-olok kamu. Kamu adalah insan yang sangat berharga. Jangan biarkan hidupmu dikendalikan oleh orang lain. Yang bisa membuatmu keluar dari bullying ini adalah dirimu sendiri. Ayo bangun dan tunjukkan keberanianmu!


9. Melihat Tontonan yang Tidak Pantas


Terkadang, ada rasa penasaran dari anak untuk melihat apa yang tersembunyi dari film khusus dewasa. Rasa ingin tahunya membuat dia akan menonton sembunyi-sembunyi, atau mungkin bersama teman-temannya.

Berilah pengetahuan bahwa semua ada waktunya sesuai dengan umurnya nanti. Saat ini, yang boleh ditonton adalah film-film yang full edukasi anak dengan animasi yang menarik. Buat anak terpuaskan dengan tontonan sesuai umurnya, sehingga tidak ada keinginan untuk melihat tontonan yang dikiranya menarik di luar umurnya.


BACA JUGA


Mendidik Anak Bukan Berarti Kita Harus Menjadi Toxic Parents. Begini Cara Untuk Menghindarinya!

Mendidik Anak Bukan Berarti Kita Harus Menjadi Toxic Parents. Begini Cara Untuk Menghindarinya!

Mendidik anak, bakal banyak cerita yang bisa kita bagi. Dan ketika mendidik anak, sebaiknya kita menghindari menjadi pribadi yang menjadi ' ...

Read more..


Nah, sudah tahu kan, Ma, apa saja rahasia yang disembunyikan anak dari kita? Yuk, Keep Smart ya, Ma!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Anak Juga Punya Rahasia yang Disembunyikan dari Orang Tuanya. Ini Dia 9 di Antaranya!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Juliastri Sn | @juliastrisn

A mom of 2, suka menulis di blog www.juliastrisn.com. Entrepeneur di bidang otomotif. Beberapa tulisan pernah dimuat di majalah wanita dan majalah parenting terkemuka di Indonesia.

Silahkan login untuk memberi komentar