Anak Lebih Dekat dengan Pengasuh Ketimbang dengan Mama? Lakukan 6 Cara Ini Agar Mama Tak Merasa Insecure!

Anak Lebih Dekat dengan Pengasuh Ketimbang dengan Mama? Lakukan 6 Cara Ini Agar Mama Tak Merasa Insecure!

2.1K
Children are not a distraction from more important work. They are the most important work.

Hola Ma, siapa sih yang tidak ingin mengasuh anaknya sendiri? Siapa yang tidak ingin bersenang-senang sepanjang hari dengan buah hati kesayangan? Siapa yang tidak merasa bersalah ketika harus membutuhkan bantuan orang lain untuk mengasuh anak-anak tercinta?

Wake up, Ma. Jangan suka berandai-andai. Saatnya membuktikan walaupun kesibukan mendera, Mama tetap bisa dekat dengan anak-anak. Mama tetap orang nomor satu di hati sang buah hati.

Tapi, gimana kalau anak-anak ternyata lebih dekat pada pengasuhnya ketimbang sama Mama? Sakit? Iyalah, sakitnya tuh di sini banget! *nunjuk dada* Mereka lebih memilih gelendotan pada pengasuh, ketimbang sama Mama. Mereka memilih duduk dekat si Mbak, ketimbang sama Mama. Mereka manja pada si Mbak, ketimbang sama Mama. Hiks. Nelangsa banget nggak sih, rasanya?

Jangan merasa sedih kalau anak lebih dekat dengan pengasuhnya. Mama nggak sendirian. Sebagian besar perempuan masa kini, yang mempunyai kesibukan baik sebagai pekerja kantoran atau bekerja dari rumah, membutuhkan orang lain untuk mengasuh atau menemani anak-anaknya selama Mama beraktivitas.

Mama juga nggak perlu sakit hati dengan pendapat orang, kalau kesibukan Mama membuat nggak bisa dekat dengan anak sendiri. Tapi, daripada sibuk meratapi diri sendiri, coba lakukan 9 cara ini ketika anak lebih dekat dengan pengasuhnya ketimbang dengan Mama.


1. Berterima kasih pada diri sendiri!


Ini penting, Ma. Zaman sekarang ini, mencari pengasuh yang bisa dekat dengan anak-anak, mau dan betah bekerja tanpa rewel dan permintaan yang macam-macam, itu cukup langka. Jadi ini adalah anugerah buat Mama.

Daripada Mama cemburu dan memberhentikannya bekerja, lebih baik Mama berterima kasih kepada diri sendiri karena telah mendapatkan pengasuh yang baik.

Banyak cerita bagaimana pengasuh berlaku tidak baik kepada anak-anak yang dijaganya. Bukan hal yang mudah mendapatkan pengasuh yang baik dan mengerti tentang anak. Mama telah mendapatkan pengasuh yang dekat dengan anak-anak. So, bersyukurlah!


2. Banggalah dengan anak-anak


Mama harus yakin, perasaan anak-anak tak akan berubah. Kasih sayang mereka tetap ada untuk Mama, perempuan yang telah mengajarkan dan membesarkan anak-anaknya untuk saling menyayangi kepada sesamanya. Bukannya membanggakan punya anak yang peduli dan memberikan kasih sayangnya kepada sesama makhluk ciptaan Tuhan?

Anak-anak telah berkembang sebagaimana mestinya. Punya empati yang tinggi terhadap orang lain, dan pasti lebih cepat akrab dan menyesuaikan diri di lingkungan baru.


3. Teamwork


Pengasuh anak-anak adalah rekan satu tim Mama. Bukan ibu pengganti.

Mama dan pengasuh adalah team yang harus saling bekerja sama dalam merawat anak-anak. Perlakukan pengasuh anak yang telah Mama ajak untuk bekerja di rumah, layaknya keluarga sendiri. Dia akan merasa dihargai, jika Mama dan seluruh anggota keluarga bersikap baik padanya.


4. Jangan khawatirkan anak-anak


Ketika Mama pergi ke kantor atau keluar rumah untuk beraktivitas, akan menyenangkan kalau kita tidak mengkhawatirkan mereka. Mama akan merasa nyaman dan tenang mengetahui anak-anak berada di tangan pengasuh yang baik. Yang Mama percayai!


5. Yakin dengan pilihan


Mama pengin melihat anak-anak menangis ketika Mama pergi karena tidak ada yang menemani? Atau karena Mama cemburu dengan kedekatan anak-anak dengan pengasuhnya, sehingga membuat pengasuh tidak bahagia?

Memang butuh keikhlasan yang luar biasa dari Mama saat berada dalam situasi seperti ini, anak lebih dekat dengan pengasuhnya. Tapi percayalah, Ma, banyak perempuan yang memiliki anak, tetap bekerja, mempunyai pengasuh dan anak-anaknya tetap menomorsatukan perempuan yang telah melahirkannya.


6. Walau jauh, sosok Mama tetap ada di rumah


Jika Mama terpaksa harus pergi dalam waktu lama (menginap) atau pergi ke luar kota, usahakan untuk 'menghadirkan' sosok Mama di rumah. Bagaimana caranya? Tinggalkan catatan apa yang harus dilakukan selama Mama pergi kepada pengasuh. Ajak pengasuh bekerja sama untuk mengingatkan anak-anak bahwa Mama ingin segera berada di rumah, bersama mereka. Mama juga harus memberitahu anak-anak kalau mereka selalu ada di pikiran.

Jangan lupa juga untuk selalu menghubungi anak-anak di rumah melalui telepon ya, Ma. Kalau bisa, sehari tiga kali! Sesering mungkin. Supaya mereka tetap bisa merasakan kehadiran Mama di tengah mereka.


Nah, Mama, jadi nggak perlu khawatir ya, kalau anak-anak lebih dekat ke pengasuh ketimbang dengan Mama. Ambil saja hikmahnya, dan tetap jadikan pengasuh sebagai partner Mama dalam merawat dan mendidik anak-anak. Mama pasti bisa! Mama punya saran lain, supaya si pengasuh dan Mama bisa bekerja sama lebih baik lagi? Yuk, share di kolom komen!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Anak Lebih Dekat dengan Pengasuh Ketimbang dengan Mama? Lakukan 6 Cara Ini Agar Mama Tak Merasa Insecure!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Indah Sibarani | @indahjulisibarani

Emak Blogger yang tinggal di Yogyarta. Wara wiri di Jakarta. Sesekali masak, lebih sering makan enak.

Silahkan login untuk memberi komentar