Anak Terkadang Punya Sikap dan Sifat yang Lebih Dewasa Ketimbang Kita, Orang tuanya Lo! Yuk, Belajar dari Mereka!

Anak Terkadang Punya Sikap dan Sifat yang Lebih Dewasa Ketimbang Kita, Orang tuanya Lo! Yuk, Belajar dari Mereka!

557
Orang tua ternyata juga bisa belajar banyak dari anak lo.

Memberikan pelajaran dan didikan pada si kecil, ah itu mah memang tugas kita ya, Ma, sebagai orang tua Tapi, sadarkah Mama, bahwa kita pun bisa belajar banyak dari anak?

Coba deh, mulai hari ini, Mama amati si kecil. Apa saja; tingkah lakunya, sikap-sikapnya, juga sampai ke karakter dan sifatnya. Saya jamin, Mama akan terkaget-kaget melihatnya.

So, kenapa nggak kita belajar dari mereka, dan mencoba untuk menerapkannya pada diri kita sendiri sehari-hari?

Apa saja yang bisa kita pelajari dari mereka? Ini dia beberapa di antaranya.


BACA JUGA


Balita dan Anak-anak Itu Sungguh Mengerti Arti Menikmati Hidup - Kita Harus Belajar 7 Hal tentang Kehidupan Ini dari Mereka!

Balita dan Anak-anak Itu Sungguh Mengerti Arti Menikmati Hidup - Kita Harus Belajar 7 Hal tentang Kehidupan Ini dari Mereka!

Terkadang hidup ini memang menyebalkan! Uang di dompet yang tinggal 1 lembar, tumpukan setrikaan di keranjang, dan target-target yang tidak ...

Read more..


Orang tua harus belajar dari anak-anak tentang beberapa sikap dan karakter berikut

1. Gampang move on


“Aku nggak mau lagi main sama Adik!”

Wah, saya sering banget mendengar kalimat ini dari si Kakak, setelah ia dan adiknya rebutan mainan. Biasanya sih Kakak lantas menyingkir jauh-jauh atau ngambek.

Tapi coba lihat, beberapa menit kemudian.

Kakak dan Adik sudah saling tegur, dan kemudian main bersama lagi. Yang tadi bikin ngambek? Auk ah glap.

Lalu, coba kita lihat diri kita sendiri sebagai orang tua, Ma. Kalau marah kadang betaaah banget sampai berhari-hari. Bener nggak? Eh, atau itu cuma saya aja ya? Hahaha.

Ketika sedang berdebat dengan orang lain, bahkan dengan suami kita sekalipun, kita juga tak perlu memendamnya lama-lama, Ma. Ungkapkan saja amarah kita, agar mereka tahu bahwa kita sedang marah. Kemudian, segera maafkan.

Nggak sehat lo, Ma, menahan amarah terlalu lama, apalagi sama Papa. Rugi sendiri juga kita. Nggak bisa minta peluk ntar. #eaaaa


2. Semua orang itu sama


Anak-anak cenderung tak peduli dengan perbedaan, baik itu perbedaan jenis kelamin, warna kulit, kaya miskin, usia, disability, bahkan agama ataupun ras. Ya, mereka tak mengenal semua itu!

Bagi mereka, asal sesama ‘makhluk’, maka semua orang adalah teman. Mereka tak ragu menegur dan mengajak main teman barunya.

Pun balita lo. Kalau mereka diperlakukan dengan baik, maka mereka juga akan memperlakukan dengan baik pula. Mereka membalas cinta dengan cinta.

Menerima perbedaan memang menjadi isu krusial belakangan ini, bukan? Kita, para orang tua, sibuk menuding dan menghakimi orang lain yang tak sepemikiran atau tak sependapat dengan kita.

Makin sedikit orang menyempit pikirannya, karena semakin mempermasalahkan perbedaan. Bahkan berbeda pandangan atau paham akan sesuatu saja, bisa membuat orang berkonfrontasi hingga berakhir jadi permusuhan!

Dari anak-anak, kita bisa belajar untuk menerima perbedaan dan fokus pada kebaikan saja, bukan kejelekan, kekurangan atau keanehan orang lain.

Seandainya semua orang bisa menerima perbedaan, bukankah dunia ini akan nyaman?


3. Berani bertanya


Well, pernah coba hitung, berapa kali dalam sehari balita Mama yang serba ingin tahu itu bertanya tentang sesuatu pada Mama? Belasan kali? Puluhan kali? Tak terhitung?

Hahaha. Ya, memang begitulah balita ya, Ma. Mau tahu aja.

“Itu apa? Ini apa? Mengapa begini? Mengapa begitu? Kok ada begitu? Terus bagaimana? Kalau begini, bisa?” … dan seterusnya.

Mereka nggak berhenti bertanya tentang segala sesuatu yang mereka ingin ketahui.

Belajar dari anak-anak kita, sebaiknya kita pun, sebagai orang tua, tidak malu dan tidak takut untuk bertanya, meskipun terkadang pertanyaan itu kadang terasa konyol.

Misalnya, jika Mama nggak tahu bagaimana menangani si kecil yang sedang sakit tertentu. Mama seharusnya nggak malu bertanya, bagaimana penanganannya yang tepat, bahkan meski mungkin sudah lazim. Bukankah ilmu pengetahuan kedokteran makin berkembang? Bisa saja, ilmu Mama sudah nggak update lagi.

Memupuk rasa ingin tahu itu penting, Ma. Bukankah nggak ada sekolah untuk orang tua?


BACA JUGA


Marak Video Pornografi HA, Ini Surat Mama Untukmu, Anak Perempuan Mama Tersayang!

Marak Video Pornografi HA, Ini Surat Mama Untukmu, Anak Perempuan Mama Tersayang!

Pornografi, bukan satu-satunya musuh yang harus kita hadapi bersama di dunia maya, Sayang. Tapi Mama yakin, kita pasti bisa mengatasinya, ...

Read more..


4. Menikmati hidup


Setiap pagi, ritme si kecil adalah melompat di atas tempat tidurnya. Hanya beberapa kali lompatan, sudah tampak bahwa ia begitu bahagia. Lalu coba beri si kecil baling-baling kertas, Ma. Pasti sebentar kemudian, Mama akan mendengar gelak tawanya atau melihatnya berlari ke sana kemari sembari membawa baling-balingnya yang berputar.

Bahkan, saat jalan macet pun, mereka rasanya juga nggak keberatan. Mereka asyik mengomentari apa pun yang mereka lihat di luar jendela mobil, yang mungkin menurut para orang tua ini begitu menyebalkan.

Saat mati lampu? Coba saja, kasih senter. Wah, mereka pasti akan senang sekali! Bisa mainin cahaya.

Ya, dari mereka kita bisa belajar menghadapi hidup dengan lebih santai. Lihatlah segala sesuatu yang tadinya mungkin menyebalkan dari sudut yang berbeda. Bisa kok, Ma. Karena pada dasarnya segala sesuatu yang terjadi itu kan ada hikmahnya.

Betul, Ma?


5. Tersenyum setiap pagi


Coba Mama lihat, bagaimana ekspresi si kecil setiap ia Mama bawa ke depan cermin. Ia akan tersenyum, bahkan menertawakan dirinya sendiri bukan?

Sepertinya si kecil sangat bahagia ya, atau bangga pada dirinya sendiri. Ia pun nggak mau dibawa pergi dari depan cermin. Maunya bermain-main bersama bayangannya sendiri di dalam cermin. Hihihi. Gemesin!

Kita bisa belajar untuk selalu tersenyum setiap hari, Ma. Kita bisa memulai hari dengan memberikan senyum yang terbaik untuk diri kita sendiri melalui cermin. Yakin deh, mood-nya akan terbawa bagus.

Bukankah dunia selalu terlihat cerah di balik sebuah senyuman?

Bahasa tubuh yang dipercaya dapat mengubah suasana hati ini akan membawa kita menjalani hari-hari menjadi lebih berwarna dan bahagia.

Hal ini pun akan berpengaruh pada bagaimana kita menghadapi suami dan si kecil seharian ini lo!


6. Berani mencoba


Balita lekat dengan fase eksplorasi, fase di mana ia selalu mencari dan mencoba sesuatu yang baru.

Ia berani menuruni mainan seluncur dengan ketinggian yang cukup menantang bagi ukuran anak-anak. Ia bisa berdamai dengan dirinya sendiri, asalkan bisa bermain. Dan seringkali, keberaniannya justru berbuah kebaikan untuknya sendiri. Ia bisa merasakan keseruan bermain seluncuran.

Kita pun harus selalu berani mencoba sesuatu yang baru, Ma. Meski mungkin sempat terpikir, bahwa anak-anak memang lebih berani mengambil risiko karena mereka belum memahami konsep sebab akibat. Beda sama orang tua, yang selalu mikirin risiko, rugi dan untungnya apa.

Well, buat kita, mungkin itu berarti adalah berani mengambil kesempatan dengan risiko yang diminimalisir. Betul? Meskipun Mama pasti juga menyadari, bahwa biasanya peluang dengan risiko yang besar pastinya juga punya dampak positif yang lebih besar pula.

So, ayo, Ma, jangan ragu mengambil kesempatan yang ada di depan mata.


BACA JUGA


4 Anak Artis Hollywood Ini Punya Cara Pengekspresian Diri yang Unik, yang Menjadikan Diri Mereka Digunjingkan

4 Anak Artis Hollywood Ini Punya Cara Pengekspresian Diri yang Unik, yang Menjadikan Diri Mereka Digunjingkan

Namanya anak-anak, pasti ada saja caranya untuk mengekspresikan diri. Termasuk anak-anak yang terlahir di dunia gemerlap Hollywood ini

Read more..


7. Gampang tertawa


Menertawakan momen memang sepertinya sudah jadi dunia anak-anak ya, Ma. Apa pun itu, mau lucu, maupun yang garing, mereka selalu tertawa.

Seperti halnya Charlie Chaplin.

A day without laughter is a day wasted

Well, sepertinya kita lagi-lagi diminta untuk menikmati setiap momen kehidupan dengan tawa ya, Ma. Maka, tertawalah jika ada yang mengundang tawa, nggak perlu ditahan.

Nggak perlu jaga image! It’s so yesterday!

Menurut Lee Berk, Associate Professor dari University School of Medicine, California Amerika Serikat, tertawa itu dapat meningkatkan kemampuan tubuh dalam menghadapi tekanan dan melawan penyakit lo, Ma.

Bahkan tertawa juga merupakan bentuk latihan olahraga menurut beberapa penelitian. Tertawa 100 kali sama sehatnya dengan 15 menit bersepeda! Wuih!

Ayo, Ma, ketawa sekarang, Ma! Hahaha.


8. Spontaneous


“Mama, aku mau main sepak bola ya!”

Ha? Bukankah tadi sepulang sekolah, ia bilang mau main sepeda?

“Mama, aku mau pakai jaket sama boots ya! Biar keren kayak Papa!”

Ha? Bukankah hawanya panas dan terik? Papanya pakai jaket sama boots soalnya mau motoran ke kantor. Si bocil ini ngapain pakai jaket dan boots kalau cuma mau main lego?

“Mama, aku sayaaaaang deh sama Mama!”

Ha? Jangan-jangan ada maunya nih.

Hahahaha. Anak-anak memang ekspresif dan spontan, iya kan, Ma?

Mengapa kita tak mencontoh mereka? Orang tua mah kadang terlalu banyak rencana dan perhitungan! Akhirnya stres sendiri kan? Spontanlah dan ungkapkan saja yang ingin Mama katakan. Anak-anak itu jujur dan apa adanya. Kita harus bisa seperti mereka juga, Ma.

Sesuatu yang spontan biasanya juga akan membawa kejutan yang istimewa, bahkan untuk Papa dan si kecil.

“Ayo, hari ini kita piknik di taman! Mama akan masak bekal yang enak!”

Wiii, asyiiik!


9. Jago bermimpi


“Aku mau jadi penjelajah galaksi!”
“Besok kalau gede, aku mau punya hotel. Biar Mama sama Papa kalau nginep bisa gratis!”

Ya ampun. Asyiknya jadi anak-anak ya. Bisa saja setiap hari bermimpi begitu, ganti-ganti lagi! Nggak peduli seabsurd apa pun.

Ya, mereka memang punya mimpi dan imajinasi yang luar biasa ya, Ma? Dan, mereka percaya, mimpinya akan terwujud. Selanjutnya, ya mereka akan bikin mimpi yang lain lagi.

Memiliki mimpi dan percaya bahwa suatu hari mimpi terwujud, itu penting, Ma. Pastinya harus diikuti dengan usaha ya. Berbeda dengan anak-anak yang sering kita bantu untuk mewujudkan mimpi mereka.

Sekarang, mengapa kita tak menggunakan imajinasi kita untuk menggali kembali impian yang selama ini mungkin sudah terkubur?


BACA JUGA


Mau Tips Bonding Ibu dan Anak? Cobain Cara Bonding Ala 6 Artis Hollywood Ini!

Mau Tips Bonding Ibu dan Anak? Cobain Cara Bonding Ala 6 Artis Hollywood Ini!

Menjalin ikatan antara ibu dan anak memang sangat penting kita lakukan ya, Ma. Bingung mau melakukan apa untuk bonding time

Read more..


Ah, betapa menyenangkannya hidup kita sebagai orang tua, kalau kita bisa belajar dari anak-anak! Iya nggak sih, Ma? Saya sih siap untuk bersenang-senang sekarang. Dibawa happy aja, seperti halnya mereka.

Yuk!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Anak Terkadang Punya Sikap dan Sifat yang Lebih Dewasa Ketimbang Kita, Orang tuanya Lo! Yuk, Belajar dari Mereka!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Carolina Ratri | @carolinaratri

An INFJ-T sarcastic sagittarian Managing Editor of Rocking Mama. Deeply passionate about writings, graphic designs, hand-drawings, and hand-letterings. Read her journal at www.CarolinaRatri.com

Silahkan login untuk memberi komentar