Anak Tidak Mau Sekolah Secara TIba-tiba? Ketahui Hal yang Menjadi Penyebab dan Cara Mengatasinya!

photo credit : callingallquestions

Anak Tidak Mau Sekolah Secara TIba-tiba? Ketahui Hal yang Menjadi Penyebab dan Cara Mengatasinya!

2.8K
Anak tidak mau sekolah kemungkinan karena stres. Stres karena apa? Itulah yang harus Mama cari bersama dengan si kecil.

Tiba-tiba saja hari ini anak tidak mau sekolah, Ma? Dan, Mama ngeblank nggak tahu apa alasannya? Sepertinya baik-baik saja kok, tapi entah ada angin dari mana, hari ini ia menolak berangkat sekolah.

Enaknya gimana nih? Dipaksa?

Jangan, Ma. Lebih baik, cobalah untuk mencari tahu apa sebab anak tidak mau sekolah, dan kemudian mencari solusi untuk mencari penyebab tersebut.

Yang pertama harus Mama pikirkan adalah, apakah Mama masih sering memantau kegiatan belajar anak di sekolah? Seiring bertumbuh besarnya anak, mungkin Mama tidak terlalu memantau lagi ya, karena beranggapan anak sudah cukup dewasa dan mampu mengatasi berbagai hal di sekolah.


BACA JUGA


Si Kecil Nampak Stres di Sekolah, Ma? Jangan Remehkan, Mungkin Tiga Hal Ini Penyebabnya!

Si Kecil Nampak Stres di Sekolah, Ma? Jangan Remehkan, Mungkin Tiga Hal Ini Penyebabnya!

Going to school is an everyday process; it isn't something we accomplish and are all done with. ~ Bruce Vento

Read more..


Namun pikiran tersebut salah, Ma. Ketika Mama dan anak minim komunikasi mengenai keadaan mereka di sekolah, maka mereka akan cenderung diam dan enggan untuk menceritakannya kepada Mama, termasuk saat tiba-tiba saja anak tidak mau sekolah seperti hari ini. Nah loh, terus siapa sekarang yang bingung?

Pastinya Mama menjadi kesulitan untuk mengidentifikasi, mengapa dan apa alasan anak tidak mau sekolah.

Well, baiklah. Rocking Mama akan membantu Mama, mengira-ira apa alasan si anak tidak mau sekolah hari ini, jika memang Mama sudah mentok tak mendapatkan jawaban dari si kecil. Plus, akan ada beberapa solusi yang barangkali bisa Mama gunakan.


Beberapa Penyebab Anak Tidak Mau Sekolah dan Cara Mengatasinya


1. Kesulitan Mengikuti Pelajaran


photo credit : today's parent

Setiap anak pasti memiliki pelajaran yang sangat ia sukai dan yang tidak ia sukai. Pelajaran yang menurutnya sulit, misalnya seperti matematika ataupun IPA, biasanya menjadi pelajaran yang tidak disukainya, sehingga membuat anak malas untuk mengikuti pelajaran tersebut.

Alasannya bisa karena mereka kesulitan untuk mengikuti materi yang disampaikan oleh guru, atau bisa juga karena merasa minder akan kemampuannya ketika melihat teman-teman yang lain bisa sementara ia tidak.

Ketika anak mendapati pelajaran yang semakin sulit dari hari ke hari, ia akan mulai merasa cemas dan ragu akan dirinya. Ditambah jika nilai yang didapatnya terus-menerus rendah. Pada tahap ini biasanya anak akan mencari alasan untuk tidak masuk sekolah. Bisa saja mereka beralasan sakit kepada Mama agar tidak masuk sekolah.

Tapi bisa jadi lebih parah, Ma, bahwa anak dapat benar-benar sakit secara fisik karena dipengaruhi oleh pikiran minder dan perasaan cemas yang berlebihan. Di sinilah, peran dan support Mama dan Papa menjadi sangat penting, terutama untuk mengembalikan rasa percaya diri kepada anak.

Meskipun Mama dan Papa sibuk bekerja, jangan pernah lupa untuk meluangkan waktu, meskipun hanya sebentar, sekadar membantu buah hati mengerjakan PR atau dalam belajarnya. Mama juga bisa berkonsultasi langsung dengan wali kelas anak di sekolah dengan tujuan dapat mengetahui kelemahan anak dalam pelajaran dan membantu mengatasinya.


2. Korban Bully


photo credit : safeharbor1

Tidak hanya karena pelajaran saja yang dapat membuat anak stres, Ma. Konflik dengan sesama teman ataupun kakak kelas juga dapat membuat anak tidak mau sekolah loh.

Terlebih lagi jika anak menjadi korban bullying di sekolah.

Ciri-ciri yang nampak dari anak korban bully, biasanya mereka memiliki mood yang berubah-ubah, perasaan cemas dan sedih, sulit untuk tidur serta pola makan yang berubah. Selain itu ia akan lebih pemurung dan menjauhi pergaulan dengan teman-temannya. Mama pun harus mengenali beberapa gejala tersebut ketika tiba-tiba anak tidak mau sekolah.

Mungkin awalnya ia akan merasa malu atau takut untuk menceritakannya kepada Mama ataupun Papa, sehingga lebih memilih diam. Mama harus lebih aktif untuk menjalin komunikasi dengan anak agar ia mau terbuka atas permasalahannya di sekolah. Jadilah teman curhat yang baik baginya saat anak merasa tidak ada yang mau menjadi temannya, berikan dukungan dan semangat agar ia bangkit dari situasi tersebut.

Selain itu, pertemuan langsung dengan guru-guru di sekolah terutama guru konseling dapat menjadi cara ampuh untuk menghentikan kasus bully dan mencegahnya untuk terjadi lagi. Ajak para guru untuk memantau kegiatan belajar anak di sekolah agar ia merasa aman dari para pembully.


3. Takut dengan Guru


photo credit : pharmeage

Anak yang takut terhadap seorang guru, bisa disebabkan karena anak pernah dimarahi atau dihukum oleh guru tersebut. Biasanya terjadi saat anak tidak bisa mengerjakan soal yang diberikan, atau anak melanggar peraturan sekolah sehingga mendapat omelan dan hukuman. Apalagi jika guru biasanya memarahi dengan berteriak dan disertai kata-kata yang tidak pantas ataupun menggunakan kekerasan.

Jika anak Mama memiliki perasaan yang sensitif, ia akan mudah merasa terintimidasi dan akhirnya anak tidak mau sekolah.

Untuk mengatasinya, Mama dapat bertemu dengan guru yang bersangkutan untuk membicarakan bahwa sikapnya telah membuat anak tidak mau sekolah. Sebab tanpa Mama bertemu langsung dengannya, guru tersebut belum tentu sadar akan sikapnya yang keras kepada anak murid. Mama juga bisa meminta bantuan kepala sekolah untuk menangani permasalahan tersebut.


4. Tidak Nyaman dengan Lingkungan Sekolah


photo credit : freeiconspng

Anak Mama baru pertama kalinya masuk sekolah? Jika demikian, saat anak tidak mau sekolah bisa jadi ia sedikit tertekan dengan adanya lingkungan baru tersebut. Ia perlu beradaptasi dari lingkungan rumah yang nyaman ke lingkungan sekolah yang dipenuhi orang-orang asing. Menemaninya di awal-awal masa sekolah dapat membantu anak merasa nyaman, Ma. Jelaskan juga kepada anak kalau kegiatan di sekolah itu seru, seperti menggambar, mewarnai, dan ia juga bisa menemukan teman-teman baru di sekolah.

Anak yang baru pindah sekolah juga dapat merasa kurang nyaman dengan sekolah barunya. Mungkin ia akan merasa cemas dan takut apakah lingkungan baru tersebut akan menerimanya dengan baik. Ditambah ia juga harus beradaptasi dengan peraturan sekolah yang berbeda dari sekolah lama, serta memulai pergaulan dengan yang teman-teman baru. Untuk itu Mama perlu memantau terus keadaan anak dan mendengarkan keluh-kesah mereka.

Berikan keyakinan pada anak bahwa ia akan baik-baik saja di sekolah yang baru dan akan menemukan banyak teman. Ajak anak untuk aktif mengikuti ekskul atau kegiatan sekolah lainnya di luar jam belajar untuk mempercepat masa adaptasinya.


5. Takut Menghadapi Ujian


photo credit : woman's day

Saat masa ujian ataupun sekadar ulangan harian apakah anak Mama tiba-tiba merasa sakit? Kalau iya, mungkin anak Mama merasa tertekan dengan ulangan tersebut sehingga memengaruhi kondisi fisiknya.

Atau mungkin ia akan mencari alasan agar tidak masuk sekolah demi menghindarinya. Perasaan minder akan tidak bisa mengerjakan soal ulangan serta pikiran akan mendapat nilai jelek dapat menghantui anak. Hal tersebut merupakan bentuk ketidaksiapan anak dalam menghadapi ujian.

Jika anak membutuhkan pengajaran khusus terlepas dari kegiatan belajarnya di sekolah, Mama atau Papa harus menjadi penolong anak dalam belajarnya agar ia siap menghadapi ulangan. Namun jangan dimarahi ataupun dibentak ya, Ma, ketika ia lambat dalam memahami apa yang Mama ajarkan, karena setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda dalam menyerap pelajaran.

Kalau Mama dan Papa memilki uang lebih, tidak ada salahnya Mama memanggil guru les privat ke rumah untuk membantu belajar anak sehingga mendapat nilai yang baik.


BACA JUGA


Pengin Membantu Anak Belajar? Kita Harus Tahu Inti dari Pelajarannya di Sekolah Dulu!

Pengin Membantu Anak Belajar? Kita Harus Tahu Inti dari Pelajarannya di Sekolah Dulu!

Membantu anak belajar menjadi PR tersendiri bagi orangtua. Anak-anak ujian, orangtua tak ketinggalan ikut belajar. Namun, jika kita bisa ...

Read more..


Nah Ma, sekarang Mama menjadi tahu kan bahwa anak juga rentan menerima stres dan tekanan dari sekolah. Dan karena ia belum tahu bagaimana mengatasi berbagai masalah tersebut, akhirnya anak tidak mau sekolah.

So, jangan lupa selalu menanyakan kabar anak di sekolah ya, Ma, dan tanyakan jika ia mengalami kendala dalam belajarnya. Selain menjadi ibu, Mama juga harus berperan sebagai teman curhatnya.

Semangat, Ma!





Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Anak Tidak Mau Sekolah Secara TIba-tiba? Ketahui Hal yang Menjadi Penyebab dan Cara Mengatasinya!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Eunike Tania Barlian | @eunikeketania

Love kids and tech world. Techno journalist wanna be

Silahkan login untuk memberi komentar