Anandhi Serta 5 Pelajaran Mengenai Bagaimana Menjadi Seorang Perempuan dan Istri yang Baik

Anandhi Serta 5 Pelajaran Mengenai Bagaimana Menjadi Seorang Perempuan dan Istri yang Baik

6.8K
Anandhi, siapa yang tak kenal? Setiap hari kita menikmati kehadirannya di layar televisi. Ternyata, Anandhi telah mengajarkan kita mengenai 5 pelajaran menjadi perempuan dan istri yang baik ini.

“Aku tak bisa jauh darimu, oh Luis Fernando ...”

“Begitu juga denganku, sayangku Maria ...”

Kalimat-kalimat bernada romantis dengan nama-nama Latin begitu sudah sering kita dengar berpuluh tahun lalu dalam telenovela. Bukan begitu, Ma? *lalu sebagian mengangguk semangat, sebagian lain bingung. Jadi berasa sangat dewasa deh saya. Hahaha.

Tapi zaman berubah. Sekarang ini, nama-nama klasik berbahasa Sansekerta, perempuan-perempuan berwajah ayu dengan kain sari indahlah yang menguasai layar kaca kita. Para aktor dengan hidung mancung dan bulu-bulu halus yang menutupi sebagian wajah dan lehernya pun wara-wiri. And they are all gorgeous! Seakan membenarkan bahwa leluhurnya, bangsa Arya, adalah manusia-manusia dengan karunia fisik sempurna bak dewi dan dewa. Jadi jelas kan, mengapa banyak yang tertarik dengan serial drama India? Eh, selain ceritanya juga menarik, maksudnya.


BACA JUGA


Ini Dia 10 Film India Terbaik versi Rocking Mama! Mama Sudah Nonton yang Mana?

Ini Dia 10 Film India Terbaik versi Rocking Mama! Mama Sudah Nonton yang Mana?

Film India memang nggak ada matinya! Setiap tahun ratusan judul dirilis. Nggak hanya ngetop di negeri sendiri, sekarang film India juga ...

Read more..


Salah satu yang sedang on air adalah Anandhi. Serial yang menyorot masalah perjodohan dini itu sudah sangat membesut perhatian sejak kemunculan perdananya bulan Maret setahun silam. Lalu, apa sih yang membuat drama ini begitu digemari? Jawabannya adalah, silakan menonton sendiri deh, Ma! Hahaha.

Tapi Rocking Mama akan memberikan 5 hal yang bisa dipetik dalam serial yang tayang dalam 2000 lebih episode itu.


1. Anandhi adalah ibu rumah tangga yang hebat


Image via Bollycurry

Sejak dijodohkan, Anandhi yang ketika itu masih dalam usia sekolah dasar sudah dibekali dengan banyak pelatihan untuk menjadi istri yang sempurna. Ia sudah bisa memasak kari dan roti prata, juga sudah terbiasa beberes dan mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga.

Berasal dari keluarga yang kurang berada, tentu saja ia tidak memiliki pelayan, hingga kesehariannya sebagai anak perempuan rumahan yang harus membantu orangtua begitu melekat. Pak Kajan dan Ibu Baghwati sudah sangat mempersiapkannya untuk menjadi IRT yang luar biasa. Kelak, rumah mertuanya akan bersih mengilat dengan meja makan penuh dengan makanan lezat karenanya.


2. Anandhi adalah istri yang taat


Image via Voot

Tak hanya ‘program pelatihan kerja’, tapi orangtua Anandhi juga memberinya banyak wejangan demi menjadi seorang istri yang disayang suami beserta seluruh keluarga. Lagipula, anak perempuan yang ayu itu memang sudah manis budinya. Anandhi mampu mengambil hati semua orang dengan sifatnya yang periang, yang lembut dan penyayang. Ia menjadi begitu disayang oleh keluarga jodohnya, Jagdish. Ayah Bhairon dan Ibu Sumitra, sang Nenek Kalyani, sampai Paman Vasant dan Bibi Gehna, semua sependapat bahwa Anandhi adalah seorang istri yang bisa membahagiakan suaminya nanti.

Tapi, seperti layaknya sebuah drama yang penuh ups and downs, Anandhi juga adalah seorang istri yang banyak berkorban perasaan. Sudah rela dijodohkan di usia dini, dengan mengorbankan masa kecilnya yang indah bersama kedua orangtua kandungnya, perjodohan itu berakhir sia-sia. Suaminya yang sedari kecil sudah dilayani segala keperluannya (kecuali di ranjang, tentu saja!), yang didukungnya dalam setiap keadaan, berbalik mengkhianatinya demi gadis lain.

Untungnya, keluarga suaminya itu tahu benar kualitas Anandhi, baik sebagai istri, maupun sebagai menantu. Kehormatan keluarga (yang kebetulan adalah keluarga terpandang di desanya), selalu dijunjung tinggi. Walau terjadi banyak friksi, Anandhi tetap mengalah, mendahulukan keutuhan keluarga di atas penderitaan bathinnya. Saking mengertinya akan luka Anandhi, keluarga jodohnya itu tak lagi menganggapnya sebagai istri dari putra keluarga, tapi juga seorang putri keluarga.


3. Anandhi adalah pejuang sejati


Image via Bollycurry

Setelah menjadi trauma karena dijodohkan pada usia dini, lalu ditinggalkan oleh jodohnya sendiri, Anandhi kemudian merasa perlu berjuang untuk menentang perjodohan anak. Menurut pengalamannya, masa kecil yang indah adalah hak setiap anak, baik laki-laki maupun perempuan. Tidak ada yang boleh merenggutnya atas nama perjodohan. Apalagi setelah mengalami sendiri, bahwa zaman sudah berubah. Jodoh bukanlah di tangan para orangtua, tapi bebas, sesuai dengan pilihan hati masing-masing.

Dengan kapasitasnya sebagai kepala desa, Anandhi berani menerjang tradisi yang sudah terjadi sejak entah kapan, walau tentu saja dengan banyak rintangan. Dimusuhi oleh para sepuh sudah biasa, ia juga pernah difitnah, disekap, dianiaya, dan sebagainya dengan nyawa sebagai taruhannya. Namun ia tak gentar.

Hasilnya? Di desa kecilnya, Jaitsar, tidak ada lagi yang berani ‘menyodorkan’ anak-anak gadis mereka kepada keluarga-keluarga kaya, demi pengabdian yang merenggut kebebasan masa kanak-kanak.


4. Anandhi adalah perempuan berprestasi


Image via Dailymotion

Di daerahnya, Anandhi adalah perempuan pertama yang menjabat sebagai kepala desa. Bukan tanpa rintangan, karena sudah tentu ia harus menghadapi banyak tentangan, bahkan dari pamannya sendiri yang ikut dalam pemilihan (ternyata ributnya pilkada nggak cuma terjadi di Indonesia, ya, Ma. Hehehe).

Berkat Dewalah, ia yang akhirnya terpilih untuk memimpin desa. Lalu seperti biasa, dalam waktu singkat, perempuan lemah lembut nan hebat itu dapat mengambil hati seluruh penduduk, yang memanggilnya dengan panggilan sayang ‘Nak Kepala Desa’.

Tidak hanya sebagai orang nomor satu di desa, Anandhi juga adalah pelopor sekolah khusus perempuan. Layaknya Ibu Kartini yang berjuang demi kemajuan perempuan, Anandhi pun berdiri di depan sebagai pendiri sekaligus pengajar di sekolahnya yang dihadiri oleh gadis-gadis kecil (juga ibu-ibu!) sebagai murid.

Bahkan neneknya, yang pernah memintanya membakar semua buku pelajaran saat Anandhi kecil ketahuan bersekolah, pun datang ke kelasnya. Belajar baca. Hihihi.


5. Anandhi adalah orang yang (terlalu) baik


Sepertinya, memang sudah kodratnya seorang tokoh utama opera sabun itu penuh dengan suka dan banyak duka! Sebentar saja mengalami hari-hari penuh tawa, langsung disusul dengan masalah yang membuatnya sangat menderita. Begitulah Anandhi.

Baru saja ia didaftarkan sekolah oleh ayah jodohnya, neneknya langsung murka melihatnya belajar. Perempuan itu hanya boleh di dapur, di sumur, di kasur, bukan di sekolah, demikian menurut mata tua sang nenek. Padahal Anandhi lebih cerdas dan sering membantu Jagdish si jodohnya itu.

Setelah dewasa, ia baru saja menikmati bulan madunya dengan sang jodoh (supaya sah jadi suami), lalu Jagdish pergi meninggalkannya untuk berkuliah kedokteran di kota. Lalu, tak hanya meninggalkannya secara fisik, sang suami pun pindah ke lain hati, dan menikah siri dengan perempuan lain. Padahal, ditinggalkan jodoh/suami adalah sebuah aib terbesar seorang perempuan India.

Nah, sudah dijodohkan dini, direbut masa kecilnya demi mengabdi pada keluarga sang jodoh, setelah dewasa dan menjadi istri, ditinggal kabur pula oleh suami. Demi Dewa!


BACA JUGA



Jadi, bagaimana kalau kita simpulkan yang baik-baiknya saja dari drama India Anandhi ini; bahwa seorang perempuan haruslah mengerti benar akan kodratnya sebagai pendamping seorang laki-laki. Yang dapat menjadi ibu rumah tangga sekaligus mampu berkarya. Yang menjadi sandaran, kekuatan, pendukung terbesar, sekaligus rindu akan ridha suami. Yang lemah lembut sekaligus kuat dalam mempertahankan keutuhan keluarga, apapun masalahnya. Tidak lupa, yang berani juga menyuarakan isi hati dan menegakkan haknya sebagai perempuan yang perlu dilindungi sekaligus dihormati.

Setuju kan, Ma?

Yuk ah, terusin nonton Anandhi!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Anandhi Serta 5 Pelajaran Mengenai Bagaimana Menjadi Seorang Perempuan dan Istri yang Baik". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


PutuAyu Winayasari | @ayuwinayasari

A whole-hearted writer. A caring teacher. A Rocking Mama. A loving wife-daughter. Visit me at bilikayuwinayasari@blogspot.co.id. Reach me at raynorkayla@gmail.com. Or just come by to LIA-Bandung to have some bakso with me :)

Silahkan login untuk memberi komentar