Mendampingi dan Mendidik Anak Melewati Fase Egosentris, Ini Dia 7 Langkah Efektifnya!

Mendampingi dan Mendidik Anak Melewati Fase Egosentris, Ini Dia 7 Langkah Efektifnya!

646
Mendidik anak memang menjadi tugas orang tua ya, Ma. Termasuk saat si kecil sedang mengalami fase egosentris ini, di mana sering memancing kita untuk nggak sabar dan jadi suka memaksa anak.

Apakah si kecil sekarang dalam kondisi ego tinggi, Ma? Well, salah satu tahapan yang harus kita lalui dalam mendidik anak memang adalah membantunya melewati fase egosentris ini.

Yang gimana sih, fase egosentris itu?

“Eh, aku pinjem mainan kamu ya?"
"Nggak boleh, aku nggak mau minjemin!”
Lalu tiba-tiba si mama datang dan berkata pada anaknya, “Dik, temennya mau pinjem mainan kamu, kamu kok nggak mau minjemin?"
"Nggak mau, Mama. Itu kan mainan aku!"
"Kok kamu pelit sih sama temen, Dik? Ayo, pinjemin!”
Lalu si mama pun mengambil mainan si anak, dan meminjamkannya pada si teman. Si anak lantas menangis karena mainannya diambil secara paksa.

Ha, akrabkah Mama dengan kondisi seperti di atas? Atau, yang mirip-mirip begitu?


BACA JUGA


Dalam Mendidik Anak Hindari Meremehkan Kemampuan Mereka Dengan Melakukan 5 Hal ini!

Dalam Mendidik Anak Hindari Meremehkan Kemampuan Mereka Dengan Melakukan 5 Hal ini!

Intuisi dan insting adalah hal luar biasa yang Tuhan berikan kepada kita, Mama, sebagai bekal untuk melindungi anak-anak kita. Betapa orang ...

Read more..


Bisa jadi, Mama sering harus mengalaminya ya. Bahkan kejadian seperti itu begitu familier dan sering kita jumpai dalam proses kita mendidik anak.

Barangkali mirip-miriplah ya. Sama-sama anak tidak mau meminjamkan miliknya pada orang lain, atau menginginkan milik orang lain untuk ia miliki.

Kemudian terkadang, secara sengaja atau tidak sengaja, kita jadi melabeli anak kita dengan kata-kata negatif seperti anak pelit, anak serakah dan sebagainya.

Padahal ingat kan, Ma, bahwa sekesal apa pun kita pada si kecil, tetap saja kita sebaiknya tak melabeli anak dengan sebutan-sebutan negatif. Apalagi Mama juga percaya kan, kalau kata-kata itu adalah doa. Jadi, kita harus berhati-hati dalam berucap, terutama saat kita bertujuan mendidik anak.

Lalu, kembali ke soal egosentris.


Pada umumnya, fase egosentris ini membuat para orang tua menjadi khawatir kalau anak-anak mereka akan tumbuh sebagai pribadi yang tidak mau berbagi dengan orang lain, atau kurang memiliki empati terhadap orang lain.

Tetapi sesungguhnya, Ma, Mama nggak perlu merasa khawatir berlebihan begitu, karena sebenarnya tahap ini adalah tahap yang sangat wajar dialami. Anak yang bertingkah seperti itu dinamakan sedang dalam fase egosentris, di mana “keakuan” anak pada dirinya begitu tinggi.

Setiap anak akan mengalami fase egosentris ini, Ma, karena ini adalah salah satu tahap perkembangan anak yang normal. Umumnya, fase ini akan berakhir di usia 4 tahun, dan maksimal di usia 7 tahun.

Untuk mengatasinya, sebenarnya kita hanya perlu bersabar saja. Jika orang tua tidak dapat menerima fase ini pada anak dan suka memaksa anak, maka dampak dari fase ini justru akan terbawa sampai anak remaja dan dewasa, karena tak terpenuhinya kebutuhan anak di fase ini sejak kecil.

Lalu bagaimana tepatnya orang tua harus mendidik anak dan mendampinginya melalui fase egosentris ini?


BACA JUGA


Mendidik Anak dengan Kekerasan Hanya Akan Menghasilkan Anak yang Penuh dengan Kekerasan. Lakukan Hal-Hal Berikut untuk Menghindarinya!

Mendidik Anak dengan Kekerasan Hanya Akan Menghasilkan Anak yang Penuh dengan Kekerasan. Lakukan Hal-Hal Berikut untuk Menghindarinya!

Mendidik anak dengan kekerasan juga akan menghasilkan anak yang penuh dengan kekerasan. Dan ini bukanlah hal yang baik bagi perkembangannya ...

Read more..


7 Cara mendidik anak untuk mengendalikan egosentrisnya

Yes, tugas kita sebagai orang tualah yang harus mendampingi dan mendidik anak melalui fase egosentrisnya. Berikut beberapa cara mendampingi anak di fase ini.


  1. Tidak memaksa anak dan biarkan anak menemukan kesadarannya sendiri
  2. Biarkan anak bereksplorasi sesuai keinginannya, selama itu tidak berbahaya bagi anak dan tidak mengganggu orang lain.
  3. Berikan batasan atau aturan yang jelas pada anak dan sertai dengan alasannya. Misalnya, jika anak menginginkan barang milik orang lain, maka kita harus menjelaskan bahwa keinginannya tidak bisa kita turuti karena barang tersebut bukan barang miliknya.
  4. Jika kita ingin meminjam atau menggunakan barang milik anak, maka sebaiknya kita juga meminta izin pada si kecil terlebih dahulu. Dengan cara begini, kita sudah langsung memberi contoh untuk meminta izin jika ia ingin menggunakan barang yang bukan miliknya. Ingat, Ma, anak-anak akan meniru apa yang kita lakukan. So, untuk bisa sukses mendidik anak melalui "keakuan"-nya, contohkanlah sikap tersebut lebih dahulu pada si kecil.
  5. Jika si kecil sedang mau berbagi, jangan lupa berikan anak pujian. Misalnya seperti, “Wah, anak Mama hebat mau berbagi. Terima kasih ya, Sayang!”
    Tetapi jika anak tidak mau berbagi, maka jangan memaksa anak. Jangan pula mengintervensinya. Biarkan dulu si kecil menikmati fasenya ini.
  6. Berikan anak pengertian tentang berbagi, tentang mana yang miliknya, dan mana yang bukan.
  7. Ajarkan mengenai bahagianya berbagi dengan memberi contoh pada si kecil langsung. Misalnya, saat Mama kebetulan membuat kue kering, maka ajak si kecil ikut mengantarkannya pada tetangga. Atau, sesekali ajak si kecil mengunjungi panti asuhan sembari membawa beberapa mainan yang sudah bosan dimainkannya.
    Kegiatan seperti ini akan membantu anak menumbuhkan kesadarannya sendiri bahwa ternyata berbagi itu menyenangkan, juga mendidik anak tentang empati kepada orang lain.


BACA JUGA


Awas, 5 Senjata Mendidik Anak Ini Bisa Melukai Perasaan dan Perkembangan Jiwa Mereka! Jangan Teruskan!

Awas, 5 Senjata Mendidik Anak Ini Bisa Melukai Perasaan dan Perkembangan Jiwa Mereka! Jangan Teruskan!

Dalam hal mendidik anak, karakter anak akan terbentuk berdasarkan pola kebiasaan orangtua. Apakah Mama sering mempergunakan 5 senjata ...

Read more..


Nah, jika kita dapat bersabar, maka kita pun akan sukses dalam mendampingi dan mendidik anak di fase egosentris ini dengan baik, Ma.

Seiring pertumbuhan dan perkembangan anak, mereka pun akan berubah dengan sendirinya. Si kecil akan menemukannya sendiri sesuai arahan kita.

Jadi semuanya dikembalikan lagi kepada cara kita sebagai orang tua dalam menanggapi fase ini pada anak.

Semangat, Mama!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Mendampingi dan Mendidik Anak Melewati Fase Egosentris, Ini Dia 7 Langkah Efektifnya!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Yeni Sovia | @yenisovia

Bunda Erysha / Penulis / Blogger www.bundaerysha.blogspot.com

Silahkan login untuk memberi komentar