Apakah Suami Mama Benar-Benar the One? Berikut 9 Mitos Seputar Soulmate yang Mungkin Akan Mengejutkan Mama!

Apakah Suami Mama Benar-Benar the One? Berikut 9 Mitos Seputar Soulmate yang Mungkin Akan Mengejutkan Mama!

130
Apakah Mama masih percaya akan beberapa mitos mengenai pernikahan dan soulmate berikut? Bisa saja beberapa di antaranya Mama percayai sebagai fakta! Semoga pengungkapan mitos berikut tak mengurangi cinta Mama pada suami ya!

Is Papa the one for you, Ma? Apakah ia benar-benar suami yang merupakan belahan jiwa Mama?

Banyak orang percaya, bahwa dalam hidupnya, ia akan bertemu dengan seorang soulmate yang akan menjadi pasangan hidupnya, menemani, melengkapi dan saling mengisi, menua bersama.

Padahal ada beberapa mitos seputar soulmate yang perlu dibenarkan.


9 Mitos seputar pasangan hidup atau suami / istri yang mengejutkan karena sebelumnya dipercaya sebagai fakta

1. The one and only


Banyak orang percaya, bahwa ia hanya memiliki satu orang soulmate saja yang benar-benar diciptakan untuknya.

Mitos ini membuat orang jadi enggan menjalin hubungan lagi, ketika hubungannya dengan seseorang yang ia anggap soulmate telah berakhir. Ya, memang nggak dimungkiri sih ya, Ma, terutama buat Mama yang pernah terluka seperti ini ya. *peluk*

Namun, jika memang Mama percaya bahwa hanya ada satu soulmate yang diciptakan untuk kita, hal ini justru akan mempersempit kesempatan menemukan cinta baru, termasuk juga dalam networking kita, Ma.

Dalam hidup, jangan sampai kita menutup kemungkinan untuk memiliki beberapa soul relationship, seperti sahabat, rekan kerja, bahkan saudara.


BACA JUGA


5 Hal tentang Suami Kita yang Harus Segera Dipahami Begitu Kita Terikat dalam Pernikahan

5 Hal tentang Suami Kita yang Harus Segera Dipahami Begitu Kita Terikat dalam Pernikahan

Setelah menjadi pasangan suami istri, ternyata banyak sekali PR yang harus segera kita lakukan dan selesaikan. Di antaranya adalah saling ...

Read more..


2. Soulmate minim konflik


Kita selalu berpikiran, bahwa kalau kita bersama dengan orang (baca: suami) yang memang meant to be ours, maka nggak akan bakalan ada konflik yang berarti.

Well, sorry to say bahwa hal ini nggak benar. Menjalin hubungan dengan soulmate tak lantas membuat kita jauh dari konflik. Yes, sorry about that.

Dr. John Gray, penulis buku Relationship Tools for Positive Change, menekankan bahwa yang namanya soulmate justru adalah seorang partner yang terlibat dengan kita secara langsung dalam mengatasi tantangan yang menguji hubungan tersebut.

Daya tahan sepasang soulmate yang sesungguhnya, akan terus diuji oleh waktu. Karena dari situlah waktu membuktikan, bagaimana kita bisa belajar dan bertumbuh ketika menghadapi konflik dan tantangan.


3. Soulmate always romantic


Wake up, Ma! Kita hidup di dunia nyata! Bukan di kisah Cinderela, Belle atau Anna dan Elsa, di mana para pria selalu bisa dan punya sejuta cara romantis untuk bikin pasangan meleleh dalam cinta. Tsah.

Kita boleh saja menjadi penikmat cerita fiksi romantis, tapi jangan pernah bandingkan hubungan kita dengan kisah tersebut. Setiap suami punya cara sendiri-sendiri untuk mengungkapkan rasa sayang mereka.

Rasanya bosan juga kan, kalau setiap hari ia selalu menghujani kita dengan kata-kata romantis, atau selalu mengirim kita sebuket bunga. Salah-salah kita malah dikira mau buka usaha toko bunga sama tetangga. Hahaha.


4. Soulmate never cheats


Rasa sayang dan cinta yang begitu besar pada sang soulmate aka suami, bisa saja membuat kita buta. Buta hati dan pikiran, Ma. Makanya terus timbul yang namanya cinta buta.

Termasuk, ketika kita percaya, bahwa seorang suami pasti tak akan berkhianat, karena ia diciptakan hanya untuk kita seorang.

Inilah yang akan membuat kita mengabaikan semua bukti yang ada, hanya karena kita merasa dan yakin bahwa dia adalah belahan jiwa. Padahal sudah nyata secara fakta, bahwa Mama telah dikhianati.

Well, mungkin dia memang soulmate kita saat itu, namun bukanlah soulmate yang diciptakan untuk menjadi pendamping hidup sampai akhir nanti.


5. Soulmate loves the same things


Benarkah seorang soulmate haruslah sepikiran dan memiliki kesukaan dalam hal yang sama? Hmmm, itu kuno, Ma!

Dalam sebuah hubungan, termasuk hubungan suami istri, ada kalanya kita memiliki persamaan dengan suami kita dan ada kalanya pula kita memiliki pilihan yang berbeda, bahkan mungkin bertolak belakang.

Being one artinya kita saling melengkapi satu sama lain, bukannya sama persis bagai kloningan.

Hargai perbedaan sebagai jalan untuk mengeksplor hal baru, menemukan hobi baru, bahkan ciptakan ide-ide baru. Perluas jaringan hidup Mama dengan perbedaan tersebut.

Beda itu indah!


BACA JUGA


7 Mitos Seputar Hubungan Suami Istri yang Justru Akan Membahayakan Kehidupan Pernikahan

7 Mitos Seputar Hubungan Suami Istri yang Justru Akan Membahayakan Kehidupan Pernikahan

Selama ini banyak beredar berbagai mitos tentang hubungan suami istri atau seks yang nggak jelas kebenarannya. Padahal banyak di antaranya ...

Read more..


6. Soulmate can read your mind


Jangan mentang-mentang merasa sudah menemukan belahan jiwa, lantas kita merasa bahwa kita dan soulmate kita tersebut sudah saling memahami dan mengerti, bahkan tanpa kata-kata!

Mama, nggak ada orang yang benar-benar bisa membaca pikiran dan memahami sesuatu tentang kita begitu saja. Termasuk suami.

Iya sih, Papa pastinya tahu banget mengenai kita, kebiasaan kita yang sudah kita lakukan selama sudah menikah. Tapi, jangan harap dia bisa paham dengan cepat.


7. You need nothing else


Orang-orang yang percaya pada mitos ini, merasa bahwa segala yang dibutuhkan sudah tersedia dalam sosok si soulmate. Nggak cuma bisa menjadi kekasih yang baik, ia juga bisa menjadi teman, sahabat, saudara, bahkan sosok yang mengayomi layaknya orangtua.

Akibatnya, kita jadi merasa tak membutuhkan orang lain lagi dalam hidup.

Well, sebenarnya sih ya sah-sah saja sih cinta setengah mati pada suami, tapi juga jangan lupakan kehidupan lain yang terjadi di sekitar kita.

Apalagi jika Mama masih punya mimpi yang belum diwujudkan. Masih punya cita-cita yang sempat terlupakan. Mengapa Mama tak coba meraihnya, sembari minta dukungan pada si soulmate?

Bergaullah lebih luas lagi ya, Ma.


8. Soulmate = forever your love


Nggak selamanya yang kita anggap soulmate itu adalah orang yang tak akan pergi dari kita. Ya, meski sudah menikah sekalipun, Ma!

Kita bisa saja menemukan kecocokan pada diri seseorang, namun nyatanya kehadirannya dalam hidup hanya sebatas teman baik atau sahabat.

Setiap soulmate yang ada dalam hidup kita, memiliki porsi masing-masing. Ada yang memang diciptakan untuk menjadi soulmate sepanjang hidup kita (yaitu suami kita), ada pula sosok soulmate yang mendewasakan diri kita dalam episode hidup tertentu saja. Mantan, contohnya. #eh

Jika hubungan kita dengan si soulmate ini memang sudah berakhir, percayalah, Ma, bahwa kita akan menemukan soulmate lagi di waktu yang lain.


9. Tanpa soulmate, jiwa kita hampa


Hanya orang-orang yang tidak mensyukuri hidup yang memiliki pemikiran semacam itu.

Apakah kita lupa bahwa sejak lahir, kita memang sudah dikelilingi oleh orang-orang yang menyayangi kita? Hidup kita baik-baik saja kan selama itu?

Yes, setiap orang tumbuh dan berkembang dengan cara masing-masing. Nggak ada patokan waktu atau cara yang benar, termasuk soal menemukan soulmate itu sendiri.

Daripada terus mengeluh soal kekurangan diri sendiri, karena kehilangan soulmate, lebih baik mencari jalan keluar agar segala kekurangan dan masalah bisa segera diatasi.


BACA JUGA


Suami Istri yang Mampu Melewati 5 Ujian Terberat dalam Rumah Tangga Ini Bisa Dipastikan Pernikahannya Langgeng!

Suami Istri yang Mampu Melewati 5 Ujian Terberat dalam Rumah Tangga Ini Bisa Dipastikan Pernikahannya Langgeng!

Sebaga suami istri, kita memang kerap dihadapkan pada beberapa ujian. Tidak mengeluh dan putus asa saat diberi cobaan terberat adalah bukti ...

Read more..


Yassshhh! Itu dia beberapa mitos seputar soulmate--dalam hal ini, suami--yang selalu kita percaya sebagai fakta. Semoga pengungkapan mitos-mitos di atas tak mengurangi cinta Mama pada Papa ya? Justru akan menguatkan! Amin.

Stay in love, Mama!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Apakah Suami Mama Benar-Benar the One? Berikut 9 Mitos Seputar Soulmate yang Mungkin Akan Mengejutkan Mama!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Dewi Kamaratih | @DewiKamaratih

A mom. A wife. A fighter.

Silahkan login untuk memberi komentar