ASI Perah Jangan Diberikan dengan Dot - Ini Dia Alasannya!

ASI Perah Jangan Diberikan dengan Dot - Ini Dia Alasannya!

1.1K
Media dot untuk memberikan ASI perah bisa berdampak kurang baik bagi perkembangan bayi. Ini alasan-alasannya mengapa kita sebaiknya berhenti menggunakan botol dot.

Tantangan pemberian ASI, terutama ASI eksklusif, terhadap bayi bisa dikatakan sebagai sesuatu yang bukan sederhana ya, Ma. Tidak hanya berasal dari faktor internal ibu dan bayi, tapi bahkan juga dipengaruhi oleh faktor eksternal.

Apalagi bagi ibu bekerja yang baru saja kembali mulai bekerja setelah cuti melahirkan. Pastinya, Mama, yang kebetulan sudah harus kembali bekerja ini, sudah mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan si bayi selama Mama berada di kantor.

Barangkali, tabungan stok ASI perah bisa dikatakan sudah mencukupi, dan pihak ketiga yang akan menjaga bayinya juga sudah ada. Mungkin nenek si bayi sendiri atau pengasuh.

Permasalahan kemudian timbul, saat nenek atau pengasuh menggunakan media dot untuk pemberian ASI perah. Barangkali Mama sudah menjelaskan dan meminta siapa pun yang akan membantu si bayi minum ASI untuk menggunakan sendok, ataupun media lain selain dot ya. Namun, mereka beralasan bahwa selama Mama tidak di rumah, bayi tidak merasa nyaman menggunakan media lain, atau kemungkinan merekalah yang sebenarnya tidak nyaman membantu bayi minum ASI perah dengan media non dot.


BACA JUGA


Hasil Pumping ASI Berkurang Setelah Cuti Melahirkan Berakhir dan Mulai Masuk Kerja, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Hasil Pumping ASI Berkurang Setelah Cuti Melahirkan Berakhir dan Mulai Masuk Kerja, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Pumping ASI berkurang, akhirnya membuat ibu bekerja makin rentan stres. Segera atasi ya, Ma. Jangan menyerah

Read more..


Kemudian, Mama menemukan fakta, bahwa bayi Mama terlihat malas-malasan menyusu. Puting dan areola payudara sudah masuk ke mulut, tapi seperti tidak diisap. Makin lama bayi Mama mulai rewel dalam menyusu. Hingga berujung bayi menolak sama sekali.

Nah, ini nih, Ma, yang dikatakan sebagai bayi bingung puting.

Dan, bagaimana perasaan Mama?

Mama baru saja mengalami penolakan oleh bayi Mama sendiri untuk disusui. Duh, sedihnya ya, Ma. Ini yang pertama, dan rasanya sama sekali tidak enak. Cemas dan khawatir, si dedek bayi akan kekurangan asupan.

Mama mungkin kemudian mencoba berbagai cara agar si dedek mau menyusu lagi. Tapi, gagal.

Hingga kemudian Mama mungkin akan mengalami frustrasi karena berbagai cara telah dilakukan dan belum membuahkan hasil. Bahkan sampai menyesali diri.


Inilah alasan mengapa Mama jangan memberikan ASI perah dengan dot


Apa itu Bingung Puting dan Apa Penyebabnya?


Ketika bayi yang masih dalam tahap belajar menyusu diberikan dot sebagai media meminum ASI perah, bayi dapat berada dalam kebingungan karena bayi menjadi tidak tahu bagaimana cara mengisap payudara setelah bayi menggunakan dot.

Dalam bahasa yang sederhana, bingung puting diakibatkan karena bayi mengalami kesulitan mengisap payudara ibunya untuk mengeluarkan ASI setelah sebelumnya bayi merasakan kemudahan ketika penggunaan dot untuk meminum ASI perah.

Kenapa bisa begitu ya, Mama?

Dari gambar di atas, Mama perlu tahu bahwa mengisap payudara dan puting memiliki mekanisme kerja yang berbeda dengan mengisap dot untuk meminum ASI perah.

Saat menyusu langsung ke payudara ibu, bayi memerlukan koordinasi mulut, pipi, langit-langit dan lidah untuk memeras areola supaya ASI keluar. Bahkan puting susu Mama akan 'dibuat' memanjang untuk memudahkan bayi memeras.

Sedangkan ASI perah yang diberikan dengan media botol dot, maka ASI tersebut dapat dengan mudah mengalir melalui lubang pada dot. Kepala dot ditaruh di ujung lidah, dan bayi cukup melakukan gerakan lidah menyedot sehingga ASI akan keluar terus menerus.

Begitu bayi terbiasa melakukan gerakan menyedot ASI perah melalui dot, maka bayi merasa harus melakukan ‘kerja keras’ untuk mengisap payudara. Dan, siapa sih yang nggak suka kemudahan, Ma? Bayi pun demikian. 'Kerja keras' tersebut menyebabkan bayi akhirnya menjadi tidak mau lagi menyusu langsung pada ibunya. Karena dot sudah memberikannya 'kemanjaan'.


BACA JUGA


Menyusui itu Gampang? Sebelum Berkata Demikian, Catat Dulu Hal-Hal Berikut Ini!

Menyusui itu Gampang? Sebelum Berkata Demikian, Catat Dulu Hal-Hal Berikut Ini!

Breastmilk is a magical elixir and have this strong conviction to breastfeed your baby

Read more..


Risiko-risiko Lain dari Penggunaan Dot untuk ASI Perah


Oh ya, bingung puting bukan satu-satunya risiko dari penggunaan dot lho, Mama.

Lebih jauh lagi kita perlu mengetahui kehigienisan dari dot yang dipakai. Salah-salah nanti bayi bisa menderita muntah dan diare akibat dot yang tidak bersih.

Bayangkan dalam sehari berapa kali bayi menggunakan dot untuk meminum ASI perah? Apakah jumlah botol dot yang tersedia cukup banyak di rumah Mama?

Biasanya memang, begitu dipakai, botol tersebut harus langsung dicuci. Dan, ini cukup merepotkan juga kan, untuk Mama yang sibuk? Belum lagi sisa lemak-lemak ASI perah yang menempel di sela-sela dot, terkadang susah untuk dibersihkan.

Satu lagi, Ma, apakah pembersihan dot ASI perah ini sudah menggunakan spons pembersih yang berbeda dengan spons yang dipergunakan untuk mencuci piring? Belum? Nah, itu dia, Ma.

Padahal higienitas dot merupakan hal yang mutlak bagi bayi karena sistem imunnya belum sempurna.

Menyusu langsung pada payudara bukan hanya untuk membuat bayi kenyang saja lho, Mama. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang kompleks. Melibatkan seluruh otot yang berada di sekitar mulut dan rahang.

Sebaliknya pemberian ASI perah dan pengganti ASI melalui dot tidak merangsang bayi untuk belajar dan bekerja. Akibatnya, kekuatan otot-otot mulat dan rahang tersebut melemah, dan bisa menyebabkan kemampuan bicara menjadi terhambat, meskipun ini bukanlah satu-satunya penyebab gangguan bicara pada anak.


BACA JUGA


Cara Menyusui Bayi Secara Exclusive Pumping - Salah Satu Cara untuk Memenuhi Hak ASI Bayi Kita

Cara Menyusui Bayi Secara Exclusive Pumping - Salah Satu Cara untuk Memenuhi Hak ASI Bayi Kita

Apa pun cara menyusui bayi yang kita gunakan, namun tujuannya hanya tetap satu, yaitu memenuhi hak anak untuk mendapatkan nutrisi yang baik ...

Read more..


Penanganan Bayi Bingung Puting


Bagaimana cara penanganan terhadap bayi yag mengalami bingung puting? Apakah hanya dibiarkan saja dengan berharap nantinya akan membaik seiring waktu?

Jangan salah, Mama, bingung puting bisa memicu penyapihan dini lho. Pastinya Mama tidak mau kondisi ini terjadi kan?

Jadi langkah yang perlu Mama lakukan adalah segera menghubungi konselor menyusui begitu terjadi permasalahan ini. Mama juga harus tetap tenang ya. Yakinkan diri bahwa hal ini akan bisa diatasi dengan baik.

Kemudian lakukan beberapa langkah berikut:

  1. Segera hentikan pemakaian dot untuk pemberian ASI perah karena itulah sumber permasalahannya. Tidak menggunakan dot merupakan salah satu dari 10 langkah menuju keberhasilan menyusui sebagaimana dinyatakan dalam PP No 33 Tahun 2012 tentang ASI, Ma.
  2. Luangkan waktu berdua dengan bayi Mama. Ajak bayi untuk mengenal kembali anatomi payudara Mama.
  3. Lakukan kontak kulit dengan bayi. Ajak bayi untuk belajar menyusu kembali untuk membuat bayi ingat kembali reflek mengisap (suckling reflex) yang dipunyainya, dan ini disarankan ketika bayi sedang rileks.
  4. Jangan lupa untuk tetap memberikan ASI perah selama bayi masih bingung puting. Ini untuk menjaga supaya ASI tetap diproduksi.

Bukan pekerjaan yang mudah lho, Ma, untuk membuat bayi mau kembali menyusu setelah mengalami bingung puting.

Mungkin Mama akan memerlukan waktu lebih lama. Namun, yang terpenting, Mama harus tetap sabar dan tidak panik. Walaupun AAP (American Academy of Pediatrics) merekomendasikan, bahwa penggunaan dot sebaiknya tidak dilakukan sampai umur bayi satu bulan, tetapi tidak ada jaminan bahwa bayi pada umur-umur di atasnya tidak akan mengalami bingung puting juga.

Belum lagi bayi yang sudah terbiasa ngedot, isapan terhadap puting mamanya menjadi tidak maksimal, sehingga setiap menyusu tidak membuat payudara Mama menjadi kosong. Padahal kelancaran produksi ASI, dan ASI perah, dipengaruhi oleh mekanisme pengosongan payudara ini.

Untuk itu, bagi Mama bekerja, jika ingin memberikan ASI perah, maka sebaiknya gunakanlah media lain selain dot. Bisa dengan sedotan di bulan-bulan awal kelahiran bayi. Kemudian begitu kebutuhan ASI makin banyak, sendok bisa digunakan. Saat semakin meningkat lagi, Mama bisa menggunakan cup feeder, seperti gelas namun dalam ukuran yang lebih kecil.


Bahkan, Ma, jika Mama bisa menggunakan cup feeder, maka Mama tidak perlu melakukan penyapihan lho, nantinya. Bukankah kita akan terus menggunakan gelas untuk minum selama hidup? Mama bisa cari video referensi penggunaan cup feeder di Youtube.


BACA JUGA


Ibu Menyusui Akan Membutuhkan Dukungan dari Seluruh Keluarga - Berikut Hal-hal yang Bisa Dilakukan Agar Sukses Menyusui!

Ibu Menyusui Akan Membutuhkan Dukungan dari Seluruh Keluarga - Berikut Hal-hal yang Bisa Dilakukan Agar Sukses Menyusui!

 Ibu menyusui tidak sendirian. Ada banyak orang tersayang yang bisa membantu dan mendukung selama proses ibu menyusui. Ayo, ajak mereka ...

Read more..


So, dari sekarang Mama jangan ragu lagi ya untuk menggunakan media pemberian ASI perah selain dot.

Stay smart, Mama!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "ASI Perah Jangan Diberikan dengan Dot - Ini Dia Alasannya!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Yervi Hesna | @yervihesna

Saya ibu dari tiga anak perempuan. Disamping menjalani profesi Dosen di Fakultas Teknik Universitas Andalas, saya juga seorang Konselor Menyusui di Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia cabang Sumatera Barat. Aktif di kepenulisan sejak tiga tahun terakhir. Tuli

Silahkan login untuk memberi komentar