Atasi 3 Permasalahan Komunikasi Suami Istri Ini Segera, Kalau Nggak Mau Semua Berantakan!

Atasi 3 Permasalahan Komunikasi Suami Istri Ini Segera, Kalau Nggak Mau Semua Berantakan!

3.7K
Pasangan kita bukanlah pembaca pikiran, tukang sihir, ataupun peramal!

Kalau dilogika sih, seharusnya berbincang dengan suami akan jauh lebih mudah ketimbang berbincang dengan seseorang yang baru kita kenal ya, Ma.

Ya, gimana enggak? Seharusnya pasangan suami istri sudah terlatih satu sama lain untuk tahu apa yang disuka, apa yang enggak, apa yang diinginkan, dan apa yang nggak diinginkan. Bahkan kebiasaan-kebiasaan buruk yang konyol yang kerap muncul di setiap harinya, seharusnya kita pun hafal. Kita tahu kalau suami mengorok saat tidur. Suami pun hafal kebiasaan mandi kita yang makan waktu satu jam. Kita juga tahu suami bakalan tertidur saat kita ajak nonton film drama, dan suami juga hafal betul kalau kita nggak mau diganggu kalau lagi nonton Uttaran.


Baca juga: Semua Permasalahan Rumah Tangga Berkembang dari 8 Penyebab Dasar Ini. Kenali dan Atasi!


Bukankah yang begini ini normal dalam sebuah pernikahan?

Hmmm ... nggak selalu, Ma. Ternyata punya chemistry dan ikatan batin yang kuat antara suami dan istri itu nggak selalu menjadi jaminan bagi komunikasi yang lancar.

Sebuat penelitian dari psikolog sekaligus seorang profesor dari William College, Ken Savitsky Ph.D, menyebutkan bahwa semakin dekat hubungan kita dengan seseorang (dalam hal ini suami), maka justru akan semakin sulit untuk menyatukan mindset masing-masing. Bahwa meski kita telah menikah begitu lama, itu bukan berarti suami akan langsung dengan cepat mengerti apa yang kita maksud, dan begitu pula sebaliknya. Apalagi kalau kita berbicara secara telepati, atau dengan kode-kode, atau dengan sindiran. Bicara mengenai topiknya langsung saja kadang susah nyambung, apalagi dipenuhi dengan isyarat-isyarat.


1. Kode-kode rahasia dan isyarat-isyarat


So, kapan terakhir kali Mama dan Papa bertengkar karena salah paham? Semalam? Kemarin? Minggu lalu? Seberapa sering Mama dan Papa bertengkar? Jarang, sering, atau bahkan setiap hari?

Kalau salah satu kerap kesal hanya karena yang lainnya tak pernah mengerti yang dikatakan, maka mungkin Mama atau Papa harus mengganti cara untuk mengatakannya. You have to speak clearly.

“Pasangan sering mengatakan pernyataan yang bias dan nggak jelas, itulah yang biasanya menyebabkan pertengkaran terjadi,” jelas James Cordova Ph.D, penulis buku The Marriage Checkup.

Kode-kode, isyarat, sindiran, dan kalimat-kalimat ambigu adalah beberapa bentuk pernyataan yang bias dan nggak jelas ini. Misalnya, saat Mama bertanya jam berapa Papa pulang dari kantor hari ini, kemudian Papa menjawab, “Aku mau ketemuan dulu dengan teman lama, nggak lama kok.” Tapi nyatanya sampai pukul 12 malam, Papa belum juga pulang.

Nah, jawaban “nggak lama kok” tersebut adalah kalimat ambigu, yang akhirnya membuat Mama dan Papa punya interpretasi yang berbeda.

Lalu, bagaimana harus mengatasi hal ini? Mudah sebenarnya, jika masing-masing mau memperjelas apa yang dimaksud. Dan kalau nggak jelas, masing-masing juga menanyakannya langsung dengan lebih spesifik. Lama kelamaan, masing-masing pasangan akan menyadari informasi seperti apa yang ingin didengar dari yang lainnya. Semakin jelas pesan yang diterima tanpa mengaburkan arti, maka kesalahpahaman pun akan semakin berkurang.


Baca juga: Suami Kurang Mantap di Tempat Tidur? Ayo, Bantu Dia dengan 7 Kursus Kilat, Cepat, dan Mudah Ini!


2. Pembaca pikiran


Satu kesalahan fatal dalam hubungan: karena beranggapan dan percaya bahwa satu diciptakan karena yang lain, maka pikiran pun nyambung tanpa harus berkata-kata. Karena sudah menikah, maka otomatis suami dan istri pun bisa bertelepati satu sama lain, hanya karena masing-masing sudah merasa bahwa karakternya sudah dikenali dengan baik oleh pasangannya.

We’re couple! So we have the same thoughts!

Well, wake up! Nggak selamanya apa yang kita pikirkan sama dengan yang suami pikirkan, begitu pula sebaliknya. Meski perempuan dianugerahi insting yang lebih baik ketimbang pria, namun tetap saja, jika tidak bertanya maka tidak ada situasi yang akan kita ketahui benar-benar.

Masing-masing selalu menganggap bahwa lawan jenisnya adalah makhluk yang sukar ditebak. Pria menganggap, perempuan itu menjengkelkan dengan segala sikapnya yang nggak jelas. Ditanya ada apa, jawabannya, “Nggak apa-apa.” Tapi kemudian malah menangis. Bagi perempuan, pria juga menjengkelkan, dan susah sekali ditebak.

Kita bukan mind reader. Pasangan kita juga bukan mind reader. Jadi ayolah, jangan bersikap seperti seorang mind reader, juga jangan menganggap pasangan mempunyai kekuatan yang sama. We don’t have that kind of super power.

Nggak ada salahnya, masing-masing sebelum menyembur marah, jauhkan dulu semua pikiran negatif dari kepala. Tarik napas dalam-dalam, dan kemudian cobalah untuk bertanya.


Baca juga: 5 Pikiran Negatif Tentang Suami yang Harus Segera Mama Hilangkan Sebelum Semuanya Hancur Berantakan


3. Komunikasi non verbal


Gerak tubuh, kontak mata, dan ekspresi wajah merupakan tiga faktor penting dalam proses komunikasi. Apalagi untuk obrolan sepasang suami istri.

Tapi hati-hati dengan bias pesan yang terjadi antara perkataan dengan bahasa tubuh. Misalnya, kita hanya bertanya sih sebenarnya. Tapi karena kita ngomongnya sambil berkacak pinggang, ya jadinya ... it sounds like, “You are so in trouble!”. Tentu akan lebih baik jika kita pasang ekspresi santai, dan tangan yang menyilang saja. Maka pasangan akan menganggap bahwa kita bersedia berdiskusi dan mau bersama menemukan solusi.

Steven Stosny, Ph. D, salah satu penulis dari How to Improve Your Marriage Without Talking About It, menyarankan, bahwa komunikasi akan berjalan dengan lebih baik jika kita memegang tangan pasangan sembari berbincang bisa membantu mencairkan suasana. Dengan memberikan sentuhan lembut di bagian lengannya atau lutut saat berbicara akan membuat pasangan merasa semakin dekat satu sama lain.


Baca juga: 5 Jenis Pujian Inilah yang Akan Selalu Diharapkan oleh Suami dari Mama. Berikan, Ma!


Nah, jadi nggak begitu sulit kan sebenarnya untuk memperbaiki cara berkomunikasi ini?


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Atasi 3 Permasalahan Komunikasi Suami Istri Ini Segera, Kalau Nggak Mau Semua Berantakan!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Carolina Ratri | @carolinaratri

An INFJ-T sarcastic sagittarian Managing Editor of Rocking Mama. Deeply passionate about writings, graphic designs, hand-drawings, and hand-letterings. Read her journal at www.CarolinaRatri.com

Silahkan login untuk memberi komentar