Atasi Boros Belanja Yang Kerap Mama Lakukan Dengan 6 Langkah Simpel Ini!

Atasi Boros Belanja Yang Kerap Mama Lakukan Dengan 6 Langkah Simpel Ini!

2.6K
Atasi boros belanja memang gampang-gampang susah, ya, Ma? Kita harus lebih bisa memprioritaskan yang mana kebutuhan dan mana keinginan.

Ada nggak Mama yang hobi belanja? *ngacung. Hehehe

Pasti sebagian besar Mama suka sama yang namanya shopping. Perempuan gitu loh. Yang namanya belanja itu udah kodrat pokoknya. Hahaha. Setuju kan, Ma?

Ya, belanja itu juga salah satu job desc kita di rumah sebagai ratu rumah tangga. Gimana enggak, semua kita yang atur dan beli bukan? Belanja buat masak lah, buat kebutuhan sehari-hari macam pasta gigi, sabun mandi, sabun cuci piring dan seterusnya. Dan atasi boros belanja juga masih menjadi pe-er bagi sebagian Mama.

Tapi, kadang, ada batas tipis antara kewajiban atau job desc sama hobi. Kalau di rumah mulai numpuk barang-barang yang sebenarnya nggak butuh tapi dibeli hanya karena lapar mata atau hanya karena sale, nah itu tanda bahaya, Ma! Pasalnya, hobi belanja ini membahayakan padahal di satu sisi Mama lagi berhemat! Ya, terutama sih buat kelangsungan dompet nih. Papa kasihnya juga terbatas bukan? Dan mendapatkannya juga dengan susah payah dan kerja keras? Jadi, ya masa, mau kita habiskan dalam sekali tebas terus sih?

Jadi, supaya kita tetap bisa menyalurkan hobi, memenuhi job desc, tapi juga nggak bikin dompet merana di tengah bulan sedangkan jatah dari Papa masih di awal bulan depan, berikut ada 6 langkah atasi boros belanja yang bisa Mama lakukan.


6 langkah atasi boros belanja ala Rocking Mama


1. Don’t believe the hype


Yang paling potensial bikin dompet bocor buat perempuan biasanya adalah urusan penampilan. Betul, Ma?

Ya, kita sih memang harus peduli dengan penampilan. Seenggaknya ada saatnya harus dandan cantik biar Papa makin sayang, atau tampil rapi di sekolah biar anak-anak nggak malu dan dandan minimalis saat hadiri arisan keluarga. Meski begitu nggak berarti semua yang di etalase harus dibeli, terutama produk-produk kecantikannya dan peralatan make up wajib yang sudah Mama miliki sebagian di rumah.

Meski kelihatannya bermacam-macam, tapi sebenarnya semua produk itu sama saja. Bahan-bahannya sama. Yang membedakan adalah pencitraan produk dan bintang iklannya. Iya lho, Ma, semua sama saja. Kenapa begitu? Ya, supaya Mama bisa dipengaruhi dan merasa membutuhkan produk ini. Belum lagi tulisan dan foto instagram dari para beauty blogger bikin Mama penasaran pengin coba produk A, B, C demi sebuah kekinian.

Sehingga, untuk bisa mengerem nafsu membeli produk-produk ini, apalagi hanya karena iklan, please sadari dulu bahwa semua iklan tersebut adalah omong kosong.

Kemudian sebelum mengeluarkan uang untuk hal yang Mama lihat di iklan untuk segala macam kulit yang lebih kencang, kulit yang lebih putih, serum ini serum itu, adalah 3 pertanyaan ini bisa bantu Mama atasi boros belanja :

• Apakah saya bisa hidup tanpa menggunakan barang ini?
• Apakah barang serupa sudah ada di rumah?
• Apakah yang menjadi pembeda dalam hidup saya hingga saya harus membeli produk ini?

Iya, Ma, memang sounds a little bit sinis ya. Tapi itu pertanyaan wajib yang harus Mama jawab demi keselamatan dompet Mama.


2. Sensible shopping


Setiap kali berbelanja, pastikan Mama selalu berpikir pragmatis agar anggaran tetap bisa dikendalikan. Berikut beberapa langkah yang harus dipertimbangkan atasi boros belanja :

  • Habiskan lebih sedikit untuk benda yang sama. Jangan pernah menghabiskan uang Mama. Sebelum membeli, bandingkan produk tersebut dengan produk yang sama di toko sebelah. Atau dengan produk lain yang mirip namun harganya lebih murah
  • Ketahui bahwa harga itu sangat bervariasi. Memang sih, barang lebih mahal cenderungnya akan lebih awet dan kualitasnya pun lebih bagus. Namun, perlu juga Mama pertimbangkan. Apakah memang memerlukan barang yang awet ataukah cukup barang yang nggak usah awet-awet amat karena Mama pembosan, misalnya. Jika nantinya Mama cepat bosan, maka lebih baik Mama mencari produk dengan harga yang lebih murah. Apalagi produk fashion, Ma, kan cepat banget berubah sesuai tren, ya. Intinya, sesuaikan dengan kebutuhan.
  • Berbelanja dadakan itu berbahaya, Ma. Akan lebih baik jika Mama belanja dengan rencana seperti bikin list. Jagalah kartu kredit dan uang Mama untuk hal-hal yang benar-benar dibutuhkan. So, pastikan bahwa apa yang Mama beli memang merupakan kebutuhan dengan sedikit mengeremnya melalui sebuah perencanaan.


3. Making the most of you have


Aplikasikan peraturan dalam hidup Mama, bahwa lemari pakaian itu penuh dengan sejarah. Ingat-ingat kembali saat Mama akan membeli baju-baju tertentu, atau aksesoris-aksesoris tertentu. Dengan mengingat setiap barang yang sudah Mama punya, maka akan lebih mudah bagi Mama untuk menghindari membeli barang yang sama.

Sesekali, sortirlah barang-barang Mama. Pisahkan mana yang sering dipakai, mana yang jarang dipakai, mana yang hanya dipakai sesekali, dan mana yang sama sekali sudah tak bisa dipakai. Kumpulkan barang yang masuk ke kategori sama sekali tak bisa dipakai dan yang nggak Mama sukai, lalu gelar garage sale di Instagram. Banyak lho, Ma, yang mau membeli meski barangnya sudah bukan barang baru lagi. Istilahnya, preloved sale. Pastikan kondisinya bagus ya!


4. Overcoming the seduction


Godaan terbesar adalah dari sale atau harga promosi. Betul, Ma?

Jika sebelumnya Mama menjual barang-barang preloved Mama, otherwise Mama jangan terlalu kalap membeli barang sale, promosi dan juga preloved yang memang murah-murah. It’s a classic sale trap!

Pokoknya, selalu ingat 3 pertanyaan di atas tadi setiap kali Mama ingin membeli sesuatu ya! Dan Mama harus ingat untuk selalu atasi boros belanja!


5. Controlling your flicking and clicking


Belanja online!

Duh, siapa sih yang nggak punya hobi baru ini sekarang? Sudah lebih mudah karena segalanya bisa diakses lewat teknologi, nggak harus macet-macetan, kadang harganya malah lebih murah kalau kita beli di toko konvensional. Sudah gitu, semua metode pembayaran sekarang bisa kita lakukan ya. Nggak perlu lagi ke ATM.

Racun bener! *huft

Namun hati-hati, Ma. Bahwa sebenarnya semua harga itu ya sama saja kok. Hati-hati juga akan iming-iming free ongkos kirim ataupun bonus yang ditawarkan. Semua teteup, yes ... balik lagi ke 3 pertanyaan sinis di atas itu, Ma.

Tapi, kalau memang perlu nih, Ma, kadang belanja online itu justru malah mahal di ongkos kirim ketimbang harga produknya. Nah, kalau sudah begini, cobalah ajak teman-teman Mama untuk ikutan beli. Jadi, bisa share ongkos kirim deh. Jangan lupa minta diskon lagi pada online shop-nya ya, karena Mama berhasil menjadi staf marketingnya yang baik. Ups! Hahaha.


6. Signing savvy


Jangan mudah tergiur dengan promosi ‘get now, pay later’. It’s another trap, Ma! Jebakan ini berpotensi besar membuat anggaran pengeluaran Mama membengkak, sehingga Mama sulit atasi boros belanja. Selama Mama mencicil dengan menggunakan kartu kredit, Mama juga akan dikenakan bunga. Sehingga jatuhnya nanti harga barangnya akan nggak sesuai lagi dengan harga display.


Mudah kan atasi boros ini ini, Mama? Semua tergantung niat juga. Coba deh tahan nafsu belanjanya, kalau emang nggak penting banget, ditunda aja dulu belinya atau biarkan saja toh sudah punya barang sejenis. Kita juga nggak akan dikucilkan sama lingkungan bukan jika tidak memiliki lipstik yang lagi kekinian itu?

Mama sebagai manajer keuangan rumah tangga haruslah bisa atasi boros belanja dengan cara apa pun. Just think twice before you put those things in your trolly shopping! Belanja di saat emosi juga perlu Mama hindari karena pasti Mama akan lebih 'buas' dua kali lipat. Trust me! Atasi boros belanja bisa bikin keuangan keluarga stabil dan Mama pun punya tabungan yang mungkin bisa dialokasikan untuk liburan keluarga atau membeli produk dana pendidikan anak. Gimana, nggak rugi kan atasi boros belanja?

Always be smart buyer, Ma!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Atasi Boros Belanja Yang Kerap Mama Lakukan Dengan 6 Langkah Simpel Ini!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Carolina Ratri | @carolinaratri

An INFJ-T sarcastic sagittarian Managing Editor of Rocking Mama. Deeply passionate about writings, graphic designs, hand-drawings, and hand-letterings. Read her journal at www.CarolinaRatri.com

Silahkan login untuk memberi komentar