Auditori, Visual atau Kinestetik? Ini Dia Cara Mudah Kenali Gaya Belajar Anak

Auditori, Visual atau Kinestetik? Ini Dia Cara Mudah Kenali Gaya Belajar Anak

11.1K
Educators must work toward developing the talent in each and every child. ~ Mary Cay Ricci

Tahukah Mama, bahwa ada tiga tipe gaya belajar pada anak, yaitu auditori, visual, dan kinestetik?

Kesuksesan anak dalam belajar, sedikit banyak dipengaruhi oleh ketepatan kita mengenali tipe gaya belajar anak kita, Ma. Karena logikanya, kalau mereka belajar sesuai dengan gaya yang mereka sukai, maka rasanya belajar itu akan lebih menyenangkan. Semua materi akan mereka libas nggak bersisa. Bahkan mungkin kita bisa menambah hal-hal lain karena rasa ingin tahunya terpicu.

Terus, gimana caranya tahu anak kita mempunyai atau cenderung ke gaya belajar yang mana dari ketiganya? Well, salah satu cara untuk bisa mengenalinya adalah dengan finger print test atau tes sidik jari, atau psikotes terhadap si anak. Mama bisa membawa si kecil menemui psikolog anak dan minta untuk dilakukan finger print test.

Saat hasil finger print test keluar, nanti akan kelihatan, Ma, si kecil akan cenderung ke gaya belajar yang mana. Sebenarnya sih, si kecil bisa saja memiliki kecenderungan tiga gaya belajar tersebut dalam dirinya, tetapi akan selalu ada satu gaya belajar yang lebih dominan ketimbang yang lain. Nah, kita bisa menyimpulkan, bahwa gaya belajar yang dominan itulah yang cocok untuknya. Finger test print ini juga nggak cuma bisa menganalisis gaya belajar lho, Ma, tapi juga bisa untuk menjadi indikator karakter psikologis si kecil, apakah dia termasuk sanguinis, melankolis, koleris, atau phlegmatis. Keempat karakter psikologis tersebut juga bisa kita gunakan untuk menyesuaikan gaya belajarnya.


Baca juga: Yuk, Bantu Anak dalam Proses Pendidikannya di Sekolah dengan 5 Hal Berikut Ini!


Nah, tapi kalau seandainya Mama memang tidak berkenan melakukan finger test print pada si kecil, kita tetap bisa kok mencari tahu, gaya belajar seperti apa yang cocok untuk si kecil.

Caranya adalah dengan mengamatinya dalam beraktivitas sehari-hari.


Tipe anak visual


Tipe anak visual adalah anak-anak yang akan memperhatikan dan menatap Mama dengan saksama, saat Mama belajar dengannya.

Anak-anak tipe ini biasanya mempunyai ingatan fotografis, Ma. Mereka akan dengan mudah mengingat sesuatu dari bentuk, penampilan, warna dan sebagainya yang berhubungan dengan visual. Mereka umumnya suka menggambar, suka memperhatikan detail gambar, dan memperhatikan gejala-gejala fenomena alam yang terjadi di sekitarnya. Saat belajar, mereka akan lebih mudah menghafal jika mereka dibantu dengan mind mapping, diagram alur, dan gambar-gambar dalam buku-buku catatan mereka.

Nah, untuk membantunya belajar, Mama dapat menstimulasinya dengan membuatkan presentasi-presentasi menggunakan PowerPoint, atau membuatkan video-video pendek. Atau bisa juga dengan mengajak mereka menonton Youtube atau mencari materi via Slideshare. Untuk lebih menstimulasinya, biarkan dia mencari tahu dan bereksplorasi lebih dengan mencari bentuk benda yang sedang dieksplorasi dan menunjukkan foto padanya.

Kekurangan anak-anak tipe visual ini adalah gampang terdistraksi oleh sesuatu yang bergerak di sekitarnya. Sehingga dia nggak bisa, Ma, kalau diajak belajar tanpa TV dimatikan (meski mungkin suaranya di-mute).


Baca juga: Rumah Tanpa TV? Why Not? Dengan 3 Pertimbangan Ini, Kami Memutuskan Diet TV Sejak 3 Tahun Lalu


Tipe anak auditori


Tipe anak auditori merupakan tipe anak pendengar yang baik.

Tipe ini adalah tipe anak yang konvensional, yang cocok bersekolah yang juga menerapkan cara konvensional. Guru menerangkan di depan kelas, dan anak-anak diam menyimak dan mencatat. Mereka mungkin sekilas saja tidak memperhatikan, Ma, tapi percayalah, telinga mereka terpasang dengan baik.

Menurut beberapa sumber, ciri-ciri paling menonjol dari anak tipe auditori adalah mereka aktif di berbagai diskusi kelompok, dan mampu menghafal lagu dengan cepat.

Jika anak Mama adalah tipe auditori, Mama bisa menstimulasinya dengan berbagai alat audio. Merekam materi pelajaran yang harus dihafalnya, dan kemudian memutarkannya kembali saat dia belajar. Atau Mama juga bisa bermain dengan lagu-lagu yang disukainya. Gantilah lirik-lirik lagunya dengan materi belajarnya sehingga dia akan lebih mudah menghafalnya.

Anak-anak tipe auditori gampang terdistraksi oleh suara-suara bising di sekitarnya. Jadi, saat dia belajar, pastikan kondisinya cukup sunyi.


Baca juga: Mendengarkan dan Memainkan Musik Bisa Meningkatkan IQ! Ini Dia 8 Buktinya!


Tipe anak kinestetik


Tipe anak kinestetik biasanya menyerap informasi dengan baik jika mereka tetap dibiarkan aktif bergerak.

Seorang anak kinestetik nggak bisa, Ma, hanya diam mendengarkan dan melihat, mereka harus melakukan sesuatu. Sembari guru membacakan materi, misalnya, mereka akan menandai hal-hal penting di bukunya dengan marker, atau digarisbawahi, atau digambari. Jadi, nggak perlu heran jika buku catatan mereka berantakan sekali. Mereka akan sibuk membuat diagram alur untuk menjelaskan suatu proses, dan suka membuat kerajinan tangan.

Nah, untuk membantunya belajar, Mama bisa menggabungkan banyak cara, Ma. Dari mulai yang visual, audio, dan juga aktivitas yang menuntut dia untuk ikut berpartisipasi. Misalnya nih, untuk percobaan IPA-nya, Mama bisa mencari berbagai video di Youtube, kemudian lakukan percobaan sendiri berdasarkan apa yang baru saja dilihat bersama si kecil. Anak tipe kinestetik juga cenderung untuk selalu menuntut alasan mengapa satu hal terjadi dan menjadi penyebab terjadinya hal yang lain. Jadi, jelaskan segala sesuatu sesuai dengan logika yang runut.

Anak-anak kinestetik gampang terganggu oleh setiap hal yang ada di sekitarnya, Ma. Karena itu terkadang ini disalahartikan oleh sebagian orang dengan menyebut mereka sebagai anak yang hiperaktif. Well, sebenarnya sih nggak begitu. Anak-anak tipe kinestetik ini hanya butuh dibantu untuk lebih fokus, dan didorong untuk menyelesaikan apa yang sudah dimulainya. Karena kecenderungannya yang terdistraksi oleh banyak hal, makanya mereka sering meninggalkan begitu saja apa yang sedang dikerjakannya untuk mengerjakan yang lain. Mereka senang jika diberi kesempatan untuk mengatakan pendapat dan pikiran mereka akan suatu hal.


Baca juga: Ini Lho, 5 Bukti Bahwa Anak-Anak Itu Lebih Cerdas Ketimbang Kita, Orangtuanya!


Nah, Mama, dengan mengenali tipe gaya belajar, kita akan dengan mudah membantu belajar si kecil selama di rumah. Pun saat kita harus memilihkan sekolah, kita akan bisa memilih metode sekolah seperti apa yang akan cocok untuknya.

Selamat belajar, Mama!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Auditori, Visual atau Kinestetik? Ini Dia Cara Mudah Kenali Gaya Belajar Anak". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Carolina Ratri | @carolinaratri

An INFJ-T sarcastic sagittarian Managing Editor of Rocking Mama. Deeply passionate about writings, graphic designs, hand-drawings, and hand-letterings. Read her journal at www.CarolinaRatri.com

Silahkan login untuk memberi komentar