Suka Marah, Ma? Awas! Waspadai 5 Dampak Buruknya yang Dapat Memengaruhi Pertumbuhan Anak

Suka Marah, Ma? Awas! Waspadai 5 Dampak Buruknya yang Dapat Memengaruhi Pertumbuhan Anak

3.2K
Tak hanya orang dewasa saja yang bisa marah, anak-anak pun bisa. Dan, mungkin karena belum dikelola dengan baik, beberapa anak malah tak bisa mengendalikan rasa marah, sehingga terjadilah tantrum, atau anak menjadi mengamuk.

Marah merupakan salah satu bentuk emosi, yaitu emosi yang negatif. Emosi sendiri bisa didefinisikan sebagai bentuk respon dari manusia terhadap sesuatu hal atau peristiwa yang menimpa dirinya.

As parents, kadang kita sering merasa marah kalau melihat kelakuan anak-anak kita yang bagi kita menjengkelkan, merepotkan, dan menyulitkan. Dan kalau kita cermati lebih dekat lagi, umumnya kemarahan yang kita ekspresikan itu merupakan salah satu bentuk manifestasi usaha untuk memiliki kendali atas anak.

Singkatnya, dengan marah-marah, orang tua berharap anak akan mau menuruti apa yang diarahkannya.

Hmmm. Tahukah nggak sih, Ma, bahwa emosi tak terkendali yang ditunjukkan oleh si kecil itu merupakan cerminan apa yang dilakukan oleh orang tuanya? Ya, perilaku marah memang bisa terjadi turun temurun, dan bukan tak mungkin menjadi mata rantai tanpa ujung yang bisa membahayakan kehidupan anak di masa depan nanti.


Coba kita lihat, apa saja dampak buruk yang bisa terjadi jika kebiasaan marah dalam keluarga ini tak segera diatasi

1. Menghambat tumbuh kembang anak


Anak-anak belajar dan bertumbuh kembang setiap hari. Hal ini akan menjadi mudah saat anak-anak belajar dalam situasi yang nyaman dan menyenangkan. Dapatkah kita bayangkan jika mereka melalui proses ini dalam kemarahan?

Emosi negatif, seperti rasa marah ini, dapat membuat anak tertekan sehingga menghambat perkembangan fisik dan otaknya. Ada beberapa penyebab mengapa hal ini bisa terjadi.

  • Otak neokorteks, yang berfungsi untuk menganalisis informasi yang datang, tak dapat bekerja dengan baik saat tertekan. Sehingga pelajaran atau informasi apa pun yang diberikan pada anak, tak akan dapat diterima dengan baik pula.
  • Rasa tertekan pada anak yang timbul karena rasa marah akan menghambat proses pertumbuhan interkoneksi serabut saraf otak sehingga juga akan memengaruhi perkembangan kecerdasannya.


BACA JUGA


Agar Tak Gampang Emosi, Intip 9 Tips Jadi Orang Tua yang Sabar Berikut Yuk!

Agar Tak Gampang Emosi, Intip 9 Tips Jadi Orang Tua yang Sabar Berikut Yuk!

Kalau sudah melampiaskan seluruh emosi lalu marah, rasanya memang plong, ya, Ma? Tapi, apakah memang itu solusi untuk setiap masalah

Read more..


2. Terjadi gangguan sosial emosional pada anak


Dalam jangka panjang, rasa marah pada anak yang tak terkendali dapat menghambat peluang mereka untuk mencapai sukses di kemudian hari.

Ada berbagai karakter yang bisa muncul dari anak-anak yang kurang bisa mengelola emosi diri sendiri, misalnya seperti berkurangnya rasa percaya diri yang tumbuh dalam diri anak yang suka dimarahi, ada yang menjadi anak pendiam, atau menjadi pribadi yang sangat emosional.


3. Merusak ikatan orang tua dan anak


Banyak orang tua memarahi anak dengan mengatasnamakan sayang ataupun khawatir jika si anak akan tumbuh menjadi pribadi yang kurang baik.

Tapi, pada kenyataannya anak-anak tak menangkap pesan cinta tersebut. Justru sebagian besar anak akan berpikir, bahwa orang tuanya tak menyayanginya. Hal ini, tentu saja, akan merusak ikatan kasih sayang orang tua pada anak, dan sebaliknya.


BACA JUGA


Anak Bikin Kesal? Yuk, Kenali 7 Cara Mengendalikan Emosi Agar Mama Tidak Sampai Meledak

Anak Bikin Kesal? Yuk, Kenali 7 Cara Mengendalikan Emosi Agar Mama Tidak Sampai Meledak

Apa sih yang diperbuat anak Mama yang bisa membuat Mama tak bisa menemukan cara mengendalikan emosi yang efektif dan efisien? Apakah karena ...

Read more..


4. Menimbulkan trauma psikologis pada anak


Perasaan tak dicintai atau tak disayangi yang timbul di atas pada akhirnya bisa membawa anak mengalami trauma psikologis. Apalagi jika dibarengi dengan kekerasan fisik, makin parahlah trauma tersebut.

Dan ini berarti, bukan tak mungkin, anak-anak malah akan berkembang ke arah yang lebih buruk dari yang pernah kita bayangkan.


5. Semakin liar tak terkendali


Anak yang sudah merasa tak dicintai lagi akan berusaha untuk selalu melawan. Buat apa mematuhi orang tua yang tak sayang padanya, itu yang selalu terlintas dalam benaknya setiap kali orang tua memintanya untuk patuh, atau saat orang tua menasihatinya.

Alih-alih patuh, anak-anak akan dengan sengaja memperlambat kegiatannya, melawan secara langsung atau hanya patuh saat orang tuanya ada.


BACA JUGA


Jangan Lakukan 5 Hal ini pada Anak yang Sedang Tantrum karena Malah Justru Memperburuk Keadaan

Jangan Lakukan 5 Hal ini pada Anak yang Sedang Tantrum karena Malah Justru Memperburuk Keadaan

Anak yang mengalami tantrum sepertinya menjadi hal yang biasa buat orangtua. Karena memang tantrum itu normal terjadi pada anak-anak, ...

Read more..


Lalu bagaimana sebaiknya yang dilakukan oleh orang tua, agar bisa mengendalikan emosi dan rasa marah sekaligus dapat menyampaikan pesan pada si anak dengan baik?

Ada banyak cara, Ma, untuk mengajarkan pada anak bagaimana mengelola emosi. Salah satunya adalah dengan teknik timeout. Teknik ini tak cuma bisa kita gunakan untuk mendidik anak mengendalikan emosinya, namun juga cukup efektif buat kita juga, Ma, untuk belajar mengendalikan diri saat marah. Teknik timeout telah terbukti memiliki lima nilai dasar yaitu kelembutan, kebenaran, ketegasan, empati dan kasih sayang.

Namun, teknik timeout ini tidak bisa serta merta kita lakukan pada setiap anak. Kita harus menyesuaikan dengan umur, kemampuan, dan juga kondisi anak.

Sebagai contoh, waktu timeout untuk anak usia 2 tahun tentu saja berbeda dengan waktu timeout untuk anak berusia 10 tahun. Treatment-nya pun berbeda, Ma, untuk anak balita dengan anak yang lebih besar.

Jadi, teknik ini memang membutuhkan ketelatenan kita juga untuk mengamati perilaku dasar si kecil. Kita akan membahas lebih dalam mengenai teknik ini di artikel-artikel mendatang ya, Ma, supaya kita bisa sama-sama belajar.

Yuk, belajar mengendalikan rasa marah kita, agar rantai marah yang berjalan turun temurun bisa terputus dan tak berakibat buruk pada pertumbuhan si kecil.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Suka Marah, Ma? Awas! Waspadai 5 Dampak Buruknya yang Dapat Memengaruhi Pertumbuhan Anak". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Carolina Ratri | @carolinaratri

An INFJ-T sarcastic sagittarian Managing Editor of Rocking Mama. Deeply passionate about writings, graphic designs, hand-drawings, and hand-letterings. Read her journal at www.CarolinaRatri.com

Silahkan login untuk memberi komentar

Jinnan Say AJN | @jinnan

Thanks artikelnya bermanfaat sekali, hal ini bisa menjadi solusi saya dalam mendidik anak karena sebelum membaca artikel ini memang saya sering marah karena sayang sama anak Terimakasih