Awas! Jejak Digital di Media Sosial Mama Bisa Memengaruhi Masa Depan Anak-Anak Loh! Behave!

Awas! Jejak Digital di Media Sosial Mama Bisa Memengaruhi Masa Depan Anak-Anak Loh! Behave!

567
Masih berani bilang "Akun-akun media sosial gue, terserah gue dong!", hati-hati loh, jangan-jangan ada calon mertua stalking di media sosial. Bisa-bisa jadi bumerang bagi diri sendiri.

Beberapa waktu lalu pernah heboh di media sosial. Tante Marissa Haque berfoto bersama calon mertua-batalnya Laudya Chintya Bella di Instagram. Caption Tante Marissa menyindir gagalnya perjodohan tersebut, bahkan dilanjutkan dengan menyentil di Twitter soal pamitan ke camer-batal dan mahar yang belum kembali.

Wahhh. Ternyata, urusan mertua dan menantu sudah menjadi konsumsi umum juga ya. Beugh. Hati-hati ya, Ma, dan juga peringatkan deh putra-putrinya.

Kesenjangan generasi di media sosial sudah merapat. Mama-mama dengan anak remaja sekarang sudah bukan lagi generasi yang gagap teknologi dan tak mengenal internet. Justru mereka yang rata-rata lahir sekitar tahun 1960-an akhir atau 1970-an ini adalah generasi yang membersamai perkembangan dunia digital dari DOS, Windows, Multiply, Yahoo, Google, Facebook, Line, Youtube, Instagram dan sebagainya.

We know everything kan, Ma?

Lalu, bagaimana dampaknya terhadap perjodohan anak-anak milenial? Besar!

Maka di tahun-tahun ke depan, bisa saja tiba-tiba generasi saya berteman dengan calon menantu tanpa sengaja di Instagram. Bahkan bisa saja Mama dengan sengaja search calon menantunya di Facebook untuk memantau sepak terjang calon istri putra kesayangan.

Jadi, mesti jaga pose ya itu yang suka selfie. Media sosial nantinya tidak hanya penting untuk karier, tapi juga sampai perjodohan.

Pun sebaliknya, akun media sosial para orang tua juga bisa di-scroll oleh calon besan untuk mengetahui latar belakang keluarga si calon mantu.

Wih. Seru ya, Ma!


BACA JUGA


Rey Utami dan Pablo Putera Benua, serta Jodoh-Jodoh Anak Kita yang Ada di Tangan Mereka Sendiri

Rey Utami dan Pablo Putera Benua, serta Jodoh-Jodoh Anak Kita yang Ada di Tangan Mereka Sendiri

Rey Utami dan Pablo Putera Benua, menikah setelah 7 hari perkenalan mereka melalui aplikasi Tinder di smartphone masing-masing. Apa pendapat ...

Read more..


Jodoh memang di tangan Tuhan, namun kewajiban manusia mengusahakannya untuk meneruskan eksistensi manusia di muka bumi. Sebenarnya di luar urusan jodoh, akun media sosial itu memengaruhi pula citra diri kita secara keseluruhan.

Mana mungkin minta orang lain untuk "don't judge", sedangkan mereka hanya bisa melihat sisi kita yang ada media sosial, bukan sisi yang lain? Iya nggak, Ma? Iya dong. Mama bisa saja bilang, "Itu kan cuma yang saya perlihatkan di media sosial saja. Aslinya mah nggak gitu!"

Lah, mengapa Mama sengaja menciptakan citra yang nggak sesuai dengan diri Mama? Apa coba untungnya? Mengapa nggak be yourself saja? Bukankah memperlihatkan sisi baik of yourself itu selalu lebih baik?

Tapi, ya sudahlah. Agar tidak terlalu stres memikirkan pencitraan jika sudah waktunya punya calon menantu atau besan, coba beberapa tip ini deh, Ma!


5 Tips untuk menjaga jejak digital yang baik di media sosial

1. Bersikap sesuai usia dalam pergaulan di media sosial


Media sosial itu membuat hubungan sosial kita jadi setara. Kita berani protes presiden secara langsung, kita bisa menyapa orang-orang terkenal dan kita bisa berteman dengan orang dari segala usia.

Pertemanan dengan orang lain tak kenal batas umur, ruang, waktu dan strata sosial dalam media sosial makin mudah, apalagi dengan tumbuh suburnya komunitas yang memanfaatkan jejaring online.

Mama-mama yang sudah punya anak remaja bisa saja berteman dengan anggota komunitas yang seumuran dengan putra-putri Mama.

Namun, meski demikian, rasanya nggak perlu deh Mama sok muda supaya bisa berbaur dengan anak-anak muda itu. Kurang-kurangi tuh status ala ababil atau caption cinta-cintaan bersayap di media sosial, kecuali kalau Mama mengunggah foto bersama Papa atau mention Papa langsung sebagai orang yang dimaksud.

Bisa panjang urusannya nanti kalau calon besan search nama Mama lalu menemukan foto selfie Mama dengan caption galau. Apalagi kalau ada nada-nada kangen mantan. Waduh!


2. Jauhi sikap SKSD alias Sok Kenal Sok Dekat


Sebagai contoh, Mama menemukan foto pasangan putri mama tercinta bersama keluarganya. Kebetulan si papa calon mantu adalah follower Mama di media sosial. Maka, hindarilah menyapa langsung jika belum dikenalkan sebagai calon besan ya, Ma.

Konfirmasi dulu dengan buah hati. Mama kan tidak tahu, mengapa Mama belum dikenalkan dengan calon besan. Jangan sampai perjodohan tersebut berantakan karena Mama terlalu ramah.

Jangan melampaui akses yang diberikan putra dan putri Mama. Itu adalah salah satu cara penting menghargai mereka, Ma.



3. Boleh nggak, Mama investigasi calon menantu dan calon besan di media sosial?


Malah harus, Ma. Tapi, simpan dulu pendapat Mama.

Mama harus banyak ngobrol dengan putra dan putri Mama agar tahu bagaimana cara putra dan putri Mama memandang calon pasangan mereka dan keluarganya. Tiap keluarga memiliki cara berkomunikasi yang berbeda. Mungkin yang Mama lihat sebagai urakan, sebenarnya malah memberikan kehangatan jika sudah mengenal mereka dengan baik.

Wajib dicatat, anak-anak tidak suka Mama stalking akun media sosial teman-teman mereka, apalagi pasangan mereka dan keluarganya.

Jadi, sssst! Jangan sampai ketahuan ya, Ma!


4. Nggak bisa jadi diri sendiri dong?


Sebenarnya ada beda besar antara menjadi diri sendiri dengan semaunya sendiri.

Akun-akun media sosial bisa sekaligus menjadi ujian kekuatan cinta. Cinta sejati adalah yang mau menerima pasangan dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Calon menantu dan keluarga besan Mama yang aktif di media sosial akan memberikan kesempatan pada putra putri Mama untuk menguji cintanya. Sebaliknya, bisa untuk menguji apakah calon menantu dan calon besan Mama mau menerima kelebihan dan kekurangan Mama juga, beserta keluarga.

Jadi memang tak perlu sok sempurna. Tapi tidak juga tanpa kendali karena jika tanpa kendali di media sosial, misalnya gemar mem-bully akun lain secara verbal, maka kemungkinan calon besan akan melarang putra-putrinya meneruskan hubungan.


5. If things go bad, go offline


Hidup itu kadang tidak sesuai rencana, seperti yang dialami Laudya.

Jadi, sebaiknya hindari curhat online ya, Ma, apalagi sampai ditulis di blog dan media sosial. Simpanlah untuk keluarga saja. Jangan curhat juga dengan orang di luar keluarga, seperti Tante Marissa yang aktif di media sosial.

Kita bukan manusia sempurna. Siapa tahu penyebabnya bukan calon menantu atau calon besan, tapi malah anak Mama sendiri. Memang sulit mengakui kesalahan diri sendiri atau keluarga, tapi media sosial punya rekam jejak yang mungkin Mama tak tahu. Nanti Mama bisa kecele.

Lagipula, seandainya buah hati sudah move on, pasangan selanjutnya dan keluarganya mungkin akan terganggu dengan kenangan pahit yang diabadikan di dunia maya tersebut.


BACA JUGA


Ayo, Lakukan Detox Media Sosial! 7 Cara Ini Akan Membuat Mama Tetap Waras dan Bebas Menikmati Hidup!

Ayo, Lakukan Detox Media Sosial! 7 Cara Ini Akan Membuat Mama Tetap Waras dan Bebas Menikmati Hidup!

Detox media sosial itu penting, Ma, dan perlu Mama lakukan saat Mama sudah mulai tak bisa lepas darinya. Ayo, lakukan mulai hari ini

Read more..


Jadi, Mama, jika kita tidak mengemban misi apa pun di media sosial, sebaiknya kurangi deh posting yang aneh-aneh di luar kepribadian kita.

Namun, jika Mama adalah seorang influencer dan social media enthusiast yang sering digandeng oleh pihak tertentu untuk memberikan edukasi atau promosi, misalnya sedang melakukan branding atau endorsement yang berbeda dari kepribadian kita, maka jelaskanlah kepada calon besan, calon menantu dan pasangan dengan baik.

Yakinlah, Ma. Perjodohan itu perlu usaha berupa pengendalian diri. Pengendalian diri yang baik menandakan seseorang siap berbagi hidup dengan pasangannya.

Stay smart, Mama!



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Awas! Jejak Digital di Media Sosial Mama Bisa Memengaruhi Masa Depan Anak-Anak Loh! Behave!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Lusi Tris | @lusitris

Silahkan login untuk memberi komentar