Ayo, Hemat Air Sejak Dini! Demi Menghindari Krisis Air Global Tahun 2020!

Ayo, Hemat Air Sejak Dini! Demi Menghindari Krisis Air Global Tahun 2020!

1.3K
Hemat air harus kita lakukan walau negara kita, Indonesia, termasuk negara yang kaya akan air, namun ancaman krisis air baku makin di depan mata

Ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan utama bagi setiap orang. Yah, kita sih memang termasuk beruntung karena hidup di negara yang kaya akan air. Cadangan air kita mencapai 2.530 km3/tahun. Meski demikian, bukan berarti kita bisa tenang-tenang saja, Ma. Karena krisis air pun sudah mulai mengintai negara kita yang subur kaya akan kolam susu ini. Hemat air adalah salah satu solusi menghadapinya.


Krisis air mengancam kehidupan kita, Ma!

Jika prediksi para ahli ini tepat, krisis air akan benar-benar terjadi 15 tahun lagi. Tapi, siapa sih yang mau mengalaminya? Entah 15 tahun lagi, 100 tahun lagi, 1 tahun lagi, mana bisa hidup kalau kekurangan air? Bagaimana nasib anak-anak kita kelak?

Jadi, sebenarnya krisis air, terutama air bersih untuk dikonsumsi sehari-hari ini sama sekali nggak boleh terjadi, karena kehidupan manusia amat sangat bergantung pada air.

Prediksi krisis air ini sudah disampaikan pada Forum Air Dunia II (World Water Forum) di Den Haag, sekitar 10 tahun lebih sedikit yang lalu. Sementara, UNESCO malah memperkirakan, dunia akan mengalami krisis air global tahun 2020.

Ya ampun. Itu kan 3 tahun lagi!

Indonesia berada di urutan kelima negara yang kaya air, setelah Brasil, Rusia, Tiongkok, dan Rusia. Dan, sebagai negara yang memiliki tingkat kelembapan udara yang tinggi (humid), semestinya Indonesia nggak sampai mengalami krisis air.

Well, ketersediaan air memang nggak sama di setiap tempat, dan tergantung pada kepadatan penduduknya. Pulau Jawa yang sangat padat penduduknya, tentu menjadi daerah kritis dalam hal ketersediaan air, sehingga harus lebih bersiap-siap.

Yang menjadi masalah utama sehingga terjadi krisis air saat ini adalah jumlah penduduk yang meningkat namun tanpa diimbangi oleh ketersediaan air secara sepadan, yang disebabkan oleh aspek penyediaan dan pengelolaannya yang belum optimal.

Bayangkan saja, Ma, di kota Jakarta saja nih ya, masih banyak penduduknya yang kesulitan mendapatkan air PAM. Tak sedikit warga memanfaatkan air sungai, sementara kelompok masyarakat yang lebih mampu memilih memanfaatkan air bawah permukaan dengan membuat sumur-sumur pompa, yang mana hal ini justru bisa menyebabkan penurunan tinggi muka air bawah permukaan dan intrusi air laut.


BACA JUGA


Agar Barang Bekas Bermanfaat, Berikut 7 Ide Kreatif Pemanfaatannya Untuk Mempercantik Rumah

Agar Barang Bekas Bermanfaat, Berikut 7 Ide Kreatif Pemanfaatannya Untuk Mempercantik Rumah

Bagi sebagian besar Mama, mengoleksi piranti rumah tangga itu hal yang wajib dilakukan. Bener nggak, Ma? Setiap ada diskon di toko, pasti ...

Read more..


STOP melakukan pemborosan air!

Sesungguhnya, masih banyak lagi faktor penyebab krisis air ini. Mulai dari pengelolaan lingkungan yang masih saja keliru, menyebabkan kerusakan pada banyak daerah resapan air, pencemaran sumber-sumber air, hingga penggunaannya yang tidak efisien, baik oleh kita sendiri ataupun oleh sistem.

Seperti yang terjadi di perkotaan, Ma, krisis air tanah pada umumnya disebabkan oleh eksploitasi besar-besaran air tanah yang dilakukan oleh gedung-gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, apartemen, hotel, pengusaha laundry dan sebagainya.

Penyebab berikutnya adalah pembangunan gedung-gedung yang nggak mematuhi perbandingan lahan terpakai dan lahan terbuka, sehingga mengganggu proses penyerapan air hujan ke dalam tanah.

BACA JUGA


2 Cara Cerdas Mengelola Dapur dan Rumah Tangga ala Rocking Mama Ini Akan Membuat Hidup Lebih Praktis!

2 Cara Cerdas Mengelola Dapur dan Rumah Tangga ala Rocking Mama Ini Akan Membuat Hidup Lebih Praktis!

Rumah tangga memang penuh dengan printilan-printilan kecil yang kadang menyedot tenaga dan pikiran untuk sekadar memikirkannya. Perlu taktik ...

Read more..

Well, kita memang apah atuh. Bukan pemerintah yang punya kuasa dan wewenang untuk membuat kebijakan yang mengatur hal-hal tersebut. Tapi, bisa dong, seenggaknya kita lakukan sesuatu agar kelestarian air ini terjaga.

Yes, meski hanya langkah-langkah kecil, tapi kita bisa kok melakukan sesuatu untuk menabung dan hemat air.


Hemat air sejak dini perlu Mama lakukan

Hemat air memang solusi yang tepat untuk menangani krisis ini. Inilah beberapa cara yang bisa Mama lakukan untuk hemat air.

  • Saat gosok gigi sebaiknya gunakan segelas air saja. Jangan biarkan air mengucur terus dari keran dan terbuang percuma, sementara Mama masih sibuk menggosok gigi.
  • Untuk buang air kecil, gunakan single flush, dan gunakan dual flush untuk BAB.
  • Saat mencuci piring, matikan air sewaktu Mama menyabuni piring, baru nyalakan air saat akan membilas. Bisa juga Mama gunakan baskom untuk air sabun dan air bilasan. Agar air bisa digunakan untuk lebih banyak cucian, bersihkan dulu piring dari sisa makanan dan minyak, baru disabuni dan dibilas.
  • Air juga dapat dipakai ulang lho. Contohnya nih, air cucian sisa bilasan baju bisa Mama gunakan untuk membersihkan teras atau menggosok lantai kamar mandi. Air bekas mencuci sayuran, beras, dan daging untuk memasak juga bisa dipakai untuk menyiram tanaman.
  • Jangan mandi terlalu lama. Idealnya sih kurang lebih 3 - 5 menit saja, dan sebaiknya gunakan shower.
  • Cuci motor menggunakan ember. Gunakan sedikit sabun, dan bilas pelan-pelan secara merata. Kalau mencuci mobil menggunakan shower, buka keran setengahnya saat akan membilas saja.
  • Cek pipa-pipa air, ledeng, dan flush di kloset, jika ada yang bocor segera perbaiki.
  • Ajak orang-orang terdekat untuk ikut hemat air seperti Mama. Saatnya nih Mama menjadi agen perubahan dan aktivis lingkungan dengan cara sederhana.

Cara hemat air di atas sesungguhnya sangat mudah untuk dilakukan karena berhubungan dengan aktivitas kita sehari-hari. Betul? Tapi, seringkali kita lupa terlebih di poin mandi 3-5 menit saja. Hayo, biasanya mandi jadi lama karena bawa gadget kan? Hehehe. Mulai sekarang Mama bisa menghentikan kegiatan itu toh main gadget bisa dilakukan kapan saja, nggak hanya pas mandi.

Hemat air memang haruslah kita lakukan sejak dini, Ma. Bumi makin tua tapi orang-orang makin sering melakukan pengrusakan. Hal-hal kecil ini memang terlihat sepele tapi jika Mama dan keluarga melakukannya dan menularkan ke yang lain, niscaya bumi ini akan terselamatkan. Anak dan cucu kita kelak bisa terhindar dari ancaman krisis air karena langkah kecil hemat air yang sudah dilakukan sejak dini.

Mari, kita ciptakan bumi sebagai tempat tinggal yang nyaman untuk anak, cucu kita.

Anyway, selamat Hari Air Sedunia ya, Ma!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Ayo, Hemat Air Sejak Dini! Demi Menghindari Krisis Air Global Tahun 2020!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Dewi Kamaratih | @DewiKamaratih

A mom. A wife. A fighter.

Silahkan login untuk memberi komentar