Ayo, Lakukan Detox Media Sosial! 7 Cara Ini Akan Membuat Mama Tetap Waras dan Bebas Menikmati Hidup!

Ayo, Lakukan Detox Media Sosial! 7 Cara Ini Akan Membuat Mama Tetap Waras dan Bebas Menikmati Hidup!

314
Detox media sosial itu penting, Ma, dan perlu Mama lakukan saat Mama sudah mulai tak bisa lepas darinya. Ayo, lakukan mulai hari ini!

Bangun tidur langsung cek Facebook, Instagram, Pinterest, Snapchat, Twitter, dan Path. Apa? Masih ada lagi media sosial lain yang Mama gunakan?

Hmmm. Apa nggak lelah, Ma?

Mama mungkin baru akan menyadarinya saat sedang kumpul dengan keluarga, atau teman-teman Mama. Alih-alih ngobrol yang terjadi secara intens dengan mereka, menanyakan kabar mereka dan mendengarkan cerita mereka, Mama justru sibuk dengan media sosial. Fisik Mama sedang bersama siapa, tapi pikiran dan mata Mama mengembara ke mana-mana.

Duh, justru di saat seharusnya Mama berada dekat dengan orang-orang kesayangan, justru Mama malah tak terjangkau oleh mereka. How sad is that?

Kalau kondisi ini telah Mama alami, sampai nggak bisa lepas dari media sosial sama sekali, maka sepertinya mama punya masalah. Mama membutuhkan detox media sosial secepatnya.

Detox media sosial? Apa itu?

Ya, Mama butuh istirahat dari media sosial. Mungkin Mama paham itu tapi tidak tahu bagaimana melakukannya. Mudah diucapkan sulit dilakukan.

Detox media sosial bukan berarti berhenti sama sekali menggunakannya. Hanya saja Mama perlu kembali ke “jalan yang benar”. Bermedia sosial sesuai dengan track-nya. Kita perlu membersihkan diri dan jiwa dari media sosial.


BACA JUGA


Public Display of Affection di Media Sosial - Yay or Nay?

Public Display of Affection di Media Sosial - Yay or Nay?

Media sosial sebagai ajang mengumbar kehidupan pribadi, termasuk soal hubungan dengan pasangan kita. Yay or nay

Read more..


Begini caranya melakukan detox media sosial

1. Matikan HP saat Mama tidur


Hal yang sangat buruk jika Mama harus terbangun di malam hari karena tiba-tiba terdengar suara notifikasi media sosial dari smartphone Mama, dan membuat Mama bangun untuk mengeceknya.

Ma, Mama butuh tidur. Jadi matikan smartphone Mama, atau ganti ke silent mode.

Ya, ini adalah salah satu cara untuk bisa fokus pada apa yang penting untuk Mama – tidur.


2. Jangan taruh smartphone Mama di atas meja


Saat sedang makan malam, maka ya makan malamlah, Ma. Jauhkan jangkauan Mama dari smartphone saat makan. Setelah selesai baru Mama bisa mengambilnya kembali.

Mama harus fokus pada apa yang terjadi di depan Mama. So, makanlah dan nikmati makanan Mama atau ngobrol dengan yang ada di depan atau sebelah Mama. Bergembiralah dengan mereka yang ada di sekitar Mama, nikmati momen tersebut.

Menikmati suasana yang terjadi di sekitar Mama merupakan bagian penting dari proses detox media sosial.


3. Matikan notifikasi

Paling efektif sih kalau Mama bisa mematikan notifikasi semua media sosial yang Mama install di smartphone. Notifikasi inilah yang sering mengganggu konsentrasi kita. Betul nggak?

Apalagi kalau Mama sedang bekerja. Semua notifikasi yang terdengar dari smartphone ini bisa memecah konsentrasi Mama! Jika Mama sedang bekerja, bekerjalah. Jangan campur adukkan antara pekerjaan dengan media sosial. Tentukan waktu, kapan Mama mengecek media sosial, dan kapan sebaiknya smartphone Mama disimpan saja.

Jika tidak, Mama pasti akan lebih fokus pada sosial media daripada apa yang seharusnya Mama kerjakan.

Kalau sudah benar-benar mengganggu, maka mungkin sekarang saatnya Mama mempertimbangkan untuk uninstall saja aplikasi media sosial di gadget Mama.


BACA JUGA


Kesal lalu Ngomelin Papa di Media Sosial? Bijaklah, Ma! Sharing is Not Always Caring!

Kesal lalu Ngomelin Papa di Media Sosial? Bijaklah, Ma! Sharing is Not Always Caring!

Media sosial menyediakan tempat untuk bereskpresi dan berpendapat secara bebas tak terbatas. Perlu kebijakan besar untuk memanfaatkan segala ...

Read more..


4. Kurang update dan sharing status Mama di media sosial


Mama tidak perlu update Snapchat kalau hanya jalan ke warung buat beli tambahan bumbu masak. Juga sepertinya nggak perlu pula update status saat Mama sedang mengganti warna cat kuku Mama.

Nggak ada yang terlalu peduli, Ma. Jika ada yang ngelike, mungkin saja itu hanya sopan santun belaka. Update status yang tak terlalu penting semacam ini nggak mengubah hidup siapa pun.

Jika Mama merasa perlu memposting sesuatu, maka filterlah terhadap hal-hal penting yang sekiranya "bisa mengubah hidup orang lain menjadi lebih baik".

Kalau memang banyak sekali yang perlu Mama share di media sosial, maka buatlah jadwal postingan. Susunlah waktu setiap hari di mana Mama ingin memposting sesuatu baik di Facebook, Instagram, Path dan lainnya. Jika tidak, Mama tahu-tahu sudah asyik menskroll seluruh wall dan mencari-cari apa yang akan Mama posting sepanjang hari.

Jika Mama masih saja belum bisa mengatur waktu dengan baik, kapan Mama bisa update status dan kapan seharusnya Mama menggunakan waktu untuk yang lain, mungkin Mama bisa set alarm di smartphone Mama untuk 10 menit ke depan. Selama waktu itu, bolehlah Mama menikmati waktu menelusur instagram atau Pinterest.

Begitu alarm berbunyi, maka selesai pula kegiatan scrolling media sosial.


5. Keep being busy


Mengapa? Karena saat Mama merasa tidak sedang menyelesaikan tugas apa pun, maka saat itu pasti muncul keinginan untuk menghabiskan waktu menjelajah Instagram, Facebook atau yang lainnya.

Saat itulah candu media sosial mulai bekerja, dan Mama akan mengisi waktu Mama yang berharga dengan sesuatu yang sia-sia.

So, keep being busy, Ma! Mama punya 2 jam waktu luang dalam sehari? Mengapa tidak mengambil kelas yoga, atau memperdalam hobi fotografi Mama? Atau mungkin Mama bisa memanfaatkan waktu dengan crafting, mencoba-coba semua tutorial DIY yang useful banget dari Rocking Mama?


6. Balas semua pesan dan notifikasi dalam satu kali sesi


Saat coffee break atau saat makan siang, Mama mungkin bisa memanfaatkan waktu tersisa dari jam istirahat Mama untuk sekadar membuka smartphone. Lalu, balaslah semua pesan, email, sms ataupun pesan Whatsapp dalam satu waktu tersebut. Itu pun Mama perlu banget untuk memfilternya. Mana yang memang perlu banget dibalas, mana yang lebih baik di-skip saja.

Setelah selesai membalas semua pesan dan notifikasi yang masuk lalu segera taruh kembali smartphone Mama. Tidak perlu ada percakapan panjang yang tidak perlu.


7. Stop stalking!


Hentikan menguntit kehidupan orang lain di media sosial, Mama! Hal ini nggak ada manfaatnya!

Jika Mama memang suka mengikuti kehidupan seseorang sepanjang waktu, bagaimana kalau dibagi waktunya, Ma? Mama kan nggak wajib tahu dan mengikuti kegiatan orang lain sepanjang waktu? Biarkan mereka menjalani hidup mereka, begitu pun dengan diri Mama sendiri.



Nah, sekarang Mama sudah tahu apa yang harus Mama lakukan untuk detox media sosial kan? Segera ambil langkah dan mulai hari ini ya, Ma.

Mungkin akan terasa sulit pada awalnya, namun kelak bisa Mama rasakan betapa nikmatnya bebas dari semua media sosial tersebut.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Ayo, Lakukan Detox Media Sosial! 7 Cara Ini Akan Membuat Mama Tetap Waras dan Bebas Menikmati Hidup!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Ophi Ziadah | @OphiZiadah

Mom of Trio Alinga, Zaha, and Paksi. Legislative drafter who loves blogging. Visit her personal blog at www.ophiziadah.com www.marlekum.net

Silahkan login untuk memberi komentar