Baru Menyapih Anak? Siap-Siap Menghadapi Masalah Setelahnya. Ini Solusinya!

Baru Menyapih Anak? Siap-Siap Menghadapi Masalah Setelahnya. Ini Solusinya!

1.2K
Menyapih anak ternyata merupakan proses yang panjang dan penuh perjuangan, sama halnya ketika kita sedang berusaha menyusui di awal si kecil hadir dulu. Sabar ya, Ma. Ikuti cerita saya soal menyapih anak ini yuk!

Siklus hidup perempuan itu sepertinya tiada akhir ya, Ma. Bayangkan saja, sejak usia pubertas, kita sudah harus menjalani menstruasi sampai hampir seumur hidup. Setelah menikah, mengalami fase hamil 9 bulan lebih dan melahirkan. Setelah itu ada tugas menyusui dan mendidik anak. Selesai menyusui, kita pun mulai berpikir bagaimana cara menyapih anak.

Lalu, setelah sukses menyapih, apakah masalah selesai? Enggak, Ma! Masalah itu selalu ada dan begitu terus mencari solusi. Sebaiknya sih, satu masalah diselesaikan secara tuntas baru mulai berpikir ke rencana selanjutnya. Jangan sampai, misalnya nih, urusan menyapih anak belum kelar, eh sudah mau punya adik baru. #ehgimana Hahaha. Enggak sih, itu mah memang tugas kita seumur hidup ya, Ma. Karena kita memang kuat.

Daaan ... soal menyapih anak di usia 2 tahun ini memang selalu menyisakan cerita suka dan duka.


BACA JUGA


5 Tips Menyapih Anak dari ASI Eksklusif Supaya Si Kecil Nggak Rewel, Mama juga Nggak Galau

5 Tips Menyapih Anak dari ASI Eksklusif Supaya Si Kecil Nggak Rewel, Mama juga Nggak Galau

ASI Eksklusif telah menemaninya bertumbuh. Nggak heran jika si kecil dan juga Mama jadi baper saat memisahkan mereka dari ASI Eksklusif ini ...

Read more..


Sukanya ketika akhirnya kita bisa berhasil melalui proses menyapih anak yang tak mudah. Bayangkan effort yang harus dilakukan mulai dari menyiapkan mental kita sendiri dan juga si kecil. Berusaha menyamakan keduanya dalam kondisi sehat, dan tentu segala upaya yang kita lakukan nggak cukup 1 - 2 kali lalu berhasil.

Saya saja gagal maning gagal maning sampai target menyapih anak molor sampai 3 bulan. Yup, anak saya usia 2 tahun lewat 3 bulan baru bisa disapih, Ma.

Tahu nggak, Ma, saat Mama menyapih anak, kondisi tubuh Mama juga ikut berproses. Perubahan fisik yang langsung kentara adalah payudara yang membengkak.

Hal ini bisa terjadi karena ASI masih aktif diproduksi, namun sudah tidak diperlukan lagi. Kondisi payudara yang membengkak ini, apalagi biasanya juga diikuti oleh rasa nyeri, kan bikin kita nggak nyaman kan, Ma? Tak jarang, tubuh pun rasanya panas dingin seperti demam.

Namun, jangan panik, Ma! Hampir semua mama yang menyusui mengalami hal ini kok. Tenang! Karena di balik masalah, pasti selalu ada solusi jika kita tenang dalam menghadapinya. Becul?


Nah, ini dia beberapa hal yang saya lakukan untuk mengatasi payudara bengkak, berdasarkan masukan dari berbagai pihak yang men-support saat saya agak stres pasca menyapih anak.


1. Kompres payudara dengan air dingin

Cara ini saya lakukan untuk mengurangi dan sedikit demi sedikit menghentikan produksi ASI. Tidak dianjurkan mengompres payudara dengan air hangat ya, Ma, karena justru akan merangsang kembali tersedianya ASI.


2. Perah ASI sedikit saja

Jika tidak tahan dengan rasa nyeri yang cukup menyiksa, coba keluarkan dengan peras sedikit ASI. Memerasnya dengan menggunakan tangan saja ya, Ma. Nggak perlu dengan alat pumping ASI.

Usahakan jangan sampai payudara kosong, karena ASI akan berproduksi dan penuh kembali. Tujuan memerah sedikit hanya untuk mengurangi rasa sakit dan mencegah terjadinya penggumpalan atau pengerasan payudara yang bisa memicu terjadinya kanker jika ASI tidak dikeluarkan.


3. Tenangkan pikiran

Sama seperti saat awal menyusui, setelah berhasil menyapih anak, Mama pun harus tenang. Selain perubahan fisik, perubahan hormon juga bakalan ikut memengaruhi kondisi kejiwaan Mama.

Seperti yang Mama tahu, saat ASI diproduksi, maka akan diproduksi pula hormon yang membuat rasa senang sehingga Mama menyusui akan merasa happy meskipun capek. Nah, ketika produksi ASI dihentikan saat proses menyapih anak, maka hormon yang menyebabkan rasa tenang dan senang perlahan ikut berkurang.

Hal ini yang kadang bisa membuat Mama sering tiba-tiba merasa sedih, nggak nyaman, dan bahkan ada yang sampai depresi.

Nah, sebaiknya Mama bisa menjaga pola pikir untuk tetap tenang ya, karena proses ini sifatnya sementara dan tentu akan berakhir dengan sendirinya. Lama nggaknya proses pemulihan pasca menyapih anak ini sih tergantung masing-masing kondisi tubuh.

Saya sendiri butuh waktu sekitar 1 minggu sampai payudara saya normal kembali dari kondisi bengkak.


BACA JUGA


Menyusui Itu Penuh Kejutan Seperti Naik Roller Coaster! Ini dia 7 Kejutan Seputar Menyusui

Menyusui Itu Penuh Kejutan Seperti Naik Roller Coaster! Ini dia 7 Kejutan Seputar Menyusui

Yang bilang menyusui (breastfeeding) itu 'hanya' kegiatan memberi asupan nutrisi bagi bayi, pasti belum pernah menyusui! Ya, Itu sih yang ...

Read more..


Perubahan Kebiasaan Anak

Sementara Mama sibuk dengan kondisi fisik dan perubahan hormon pasca menyapih anak, si kecil juga perlu mendapat perhatian yang lebih. Ajak anggota keluarga yang lain untuk membantu dan mendukung proses penyapihan ini, supaya berjalan lancar dan tidak menimbulkan masalah baru.

Berdasarkan pengalaman saya sendiri, ada beberapa hal yang membuat anak saya mengalami banyak perubahan di luar kebiasaannya.

Perubahan-perubahan itu antara lain:


1. Tidur larut malam

Terus terang, pasca disapih, anak saya mengalami perubahan pola tidur.

Saat masih menyusu ASI dulu, biasanya jam tidur paling malam adalah pukul 22.00, meskipun sudah tidur siang. Kebiasaan menyusu sebelum tidur membuatnya mudah terlelap. Saat tengah malam terbangun pun, ia bisa langsung tertidur kembali setelah disusui ASI.

Namun saat berhasil disapih, anak saya harus beradaptasi membiasakan diri minum susu formula dari gelas.

Awalnya agak sulit, Ma, membiasakannya minum susu formula sebelum tidur. Ia hanya minum susu sedikit sekali. Alhasil, malamnya akan sulit tidur. Tidurnya larut sekali, bahkan pernah saya sampai kecapekan karena ia baru bisa tidur pukul 01.00 dini hari. Duh!


2. Sering rewel saat terbangun tengah malam

Karena minum susu formulanya hanya sedikit sebelum tidur, maka bisa dipastikan ia jadi sering kehausan, dan akan terbangun tengah malam.

Bangunnya pun pakai drama tantrum, gara-gara nggak sabar saat menunggu dibuatkan susu formula. Dalam kondisi sama-sama mengantuk, saya pun meminumkan susu formula padanya dengan sendok.

Awalnya ia juga jerit-jerit menolak minum susu, sampai saya bingung harus bagaimana. Digendong, menangis. Disodorin susu, kok mulutnya tidak mau membuka. Sampai kelelahan, ia pun baru mau diberi susu sedikit demi sedikit.


3. Bangun tidur kesiangan

Karena begadang, ditambah terbangun tengah malam plus rewel, maka keesokan harinya ia pun akan bangun kesiangan.

Biasanya, paling cepat pukul 09.00, ia baru bangun. Saya juga nggak tega membangunkannya pagi-pagi, karena pasti jumlah tidurnya berkurang. Kalau sampai kurang tidur, maka ia juga akan rewel sepanjang hari.

Itu artinya, segala kegiatan saya akan terbengkalai, dan saya akan mudah terpancing emosi karena saya juga lelah menjaganya semalaman.


BACA JUGA


Ibu Menyusui Anak Sampai Tertidur Akankah Menjadi Bad Habit? Coba, Baca Pendapat Beberapa Ahli Berikut!

Ibu Menyusui Anak Sampai Tertidur Akankah Menjadi Bad Habit? Coba, Baca Pendapat Beberapa Ahli Berikut!

Ibu menyusui bayi kadang memang sampai keduanya tertidur. Apakah ini kebiasaan yang kurang baik? Apakah betul akan membentuk ketergantungan ...

Read more..


Jadi apa solusi untuk semua permasalahan menyapih anak di atas?


Siapa sih yang mau begadang terus menerus hampir setiap hari? Atau, lihat anak rewel terus tengah malam di saat semua orang terlelap tidur?

Yes, tenaga saya dan suami terkuras habis. Semua kegiatan saya di malam hari terganggu. Makanya sesegera mungkin, kami harus mencari solusi atas perubahan pola tidur si kecil supaya nggak semakin merembet ke mana-mana.

Tentu kita tidak mau si kecil punya pola tidur seperti kelelawar kan, Ma? Aktif di malam hari dan tidur di siang hari. Jelas pola tidur seperti ini tidak sehat.

Tidur malam sebelum pukul 24.00 itu penting sekali. Karena jam biologis manusia yang tepat untuk istirahat, di mana organ tubuh seperti empedu dan jantung mengeluarkan racun, ya di rentang waktu 24.00 hingga pukul 01.00 dini hari itu. Itulah sebabnya, begadang nggak dianjurkan, apalagi pada anak batita. Pastinya akan berdampak buruk pada kesehatannya kelak.

Maka saya dan suami sepakat untuk mulai memperbaiki pola tidur si kecil.

Saat ia bangun kesiangan hingga pukul 10.00, maka usahakan untuk nggak usah tidur siang. Dengan demikian, ia pun sudah tidur pukul 08.00 sampai keesokan harinya. Kebiasaannya terbangun tengah malam masih sering terjadi, tapi tanpa drama rewel. Hanya minta minum, dan langsung tidur lagi.

Lah, kalau si kecil ngantuk berat di siang hari gimana dong? Usahakan hanya tidur maksimal 1 jam. Lebih dari waktu itu, bangunkan, Ma. Karena kalau sampai tidur siangnya terlalu lama, maka bisa dipastikan, ia akan begadang pada malam harinya.


Nah, ketika si kecil sudah terbiasa tidur di bawah pukul 22.00, maka itu berarti pola tidurnya sudah mulai teratur.

Jika pagi hari susah bangun, sebaiknya segera dibangunkan saja, Ma.

Yah, sebagai orang tua, kadangkala kita memang harus berani bersikap tegas ya, Ma. Kan semua juga demi kebaikan anak. Nggak masalah jika siangnya ia mengantuk, dan tidur lagi. Yang penting kan sudah bangun pagi.


BACA JUGA


Setelah 3 Kali Gagal Menyapih Anak, Akhirnya Kami Berhasil Melakukannya dengan Cara Ke-4. Mama Bisa Coba Juga!

Setelah 3 Kali Gagal Menyapih Anak, Akhirnya Kami Berhasil Melakukannya dengan Cara Ke-4. Mama Bisa Coba Juga!

Menyapih anak dengan metode weaning with love ternyata menjadi cara yang cukup ampuh dan efektif dalam proses penyapihan. Bicara dari hati ...

Read more..


Oh ya, penting juga makanya, Ma, untuk membuatnya agar tetap sibuk dan aktif di siang hari, supaya ia pun capek dan bsia tidur nyenyak di malam hari.

Jika kebutuhan tidur si kecil tercukupi, sekitar 10-13 jam sehari, maka bisa dipastikan ia pun tidak mudah rewel. Namun jika jam tidurnya kurang, siap-siap saja deh harus menghadapi kerewelannya yang tak jarang berakhir tantrum. Hvft!

Percayalah, tidur yang cukup adalah cara untuk menjaga kondisi kesehatan, Ma, baik untuk si kecil maupun yang dewasa.

Nah, demikian sedikit cerita saya pasca proses menyapih anak.

Bagaimana dengan cerita Mama? Yuk, sharing!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Baru Menyapih Anak? Siap-Siap Menghadapi Masalah Setelahnya. Ini Solusinya!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Juliastri Sn | @juliastrisn

A mom of 2, suka menulis di blog www.juliastrisn.com. Entrepeneur di bidang otomotif. Beberapa tulisan pernah dimuat di majalah wanita dan majalah parenting terkemuka di Indonesia.

Silahkan login untuk memberi komentar