Bayi Baru Lahir Gumoh? Normal Kok! Kenali Juga 6 Keluhan Bayi Baru Lahir yang Lain Ini Supaya Mama Nggak Panik!

Bayi Baru Lahir Gumoh? Normal Kok! Kenali Juga 6 Keluhan Bayi Baru Lahir yang Lain Ini Supaya Mama Nggak Panik!

805
Sering kita menemui keluhan-keluhan pada bayi baru lahir kita ya, Ma. Nggak perlu panik. Coba lihat, apakah keluhan itu ada dalam daftar di bawah ini? Kalau iya, itu wajar kok.

Hai, Mama! Melihat bayi baru lahir kita rasanya begitu membahagiakan ya. Semua rasa sakit selama hamil dan melahirkan rasanya terbayarkan, ketika melihat bayi mungil kita hadir di dunia dalam keadaan sehat dan normal.

Tapi menjelang hari-hari berikutnya, bayi mulai menunjukkan beberapa gejala keluhan. Biasanya ini jadi kekhawatiran apalagi bagi kita yang baru jadi Mama untuk pertama kalinya.

Kok begini ya, kok begitu ya. Duh, aku harus apa nih?


BACA JUGA


Punya Bayi Baru Lahir Membuat Mama Nggak Bisa Menyelesaikan Pekerjaan Lain? Coba Atasi dengan 5 Tips Ini!

Punya Bayi Baru Lahir Membuat Mama Nggak Bisa Menyelesaikan Pekerjaan Lain? Coba Atasi dengan 5 Tips Ini!

Punya bayi baru lahir kan harusnya bahagia, tapi kok malah stres? Well, jangan dianggap ringan. Karena stres ini bisa berlanjut ke hal yang ...

Read more..


Jangan panik dulu ya, Ma! Sebab, beberapa gejala atau keluhan pada bayi baru lahir itu wajar terjadi kok. Ini dikarenakan ketahanan dan kekebalan tubuh pada bayi baru lahir masih kurang baik.


Di antaranya, inilah 7 keluhan yang wajar dialami oleh bayi baru lahir



1. Bayi gumoh

1. Bayi Gumoh -


Gumoh ini memang mirip muntah, Ma. Mungkin kita panik saat melihat bayi kita muntah ya. 

Tapi ternyata hal ini wajar terjadi pada setiap bayi baru lahir yang diberi ASI maupun susu formula. Bedanya, gumoh hanya keluar sedikit, sekitar 10 ml, sedangkan muntah akan mengeluarkan lebih banyak susu. 


Untuk mencegah bayi gumoh: Susui bayi sebelum lapar sedikit demi sedikit, supaya tidak terlalu banyak udara yang menekan di dalam perut. Jika menggunakan dot, gunakan dot dengan lubang yang pas agar bayi tidak tersedak. 

Jangan memakai popok sekali pakai terlalu ketat dan menekan perut bayi. Setelah menyusu, gendong bayi dengan posisi berdiri, lalu tepuk-tepuk punggungnya dengan lembut, supaya bayi berserdawa.



2. Biang keringat bayi

2. Biang Keringat Bayi -


Karena kekebalan tubuh bayi baru lahir masih kurang, maka penyesuaian dengan lingkungan pun belum sesempurna orang dewasa. Maka wajar kalau bayi lebih cepat kedinginan atau mudah berkeringat. Dan, karena keringat tidak segera mengering dan terkumpul pada kulitnya, maka jadilah menyebabkan biang keringat.


Untuk mencegah biang keringat bayi: jaga agar kulit bayi selalu dalam kondisi kering. Kenakan pakaian bayi dari bahan yang menyerap keringat, segera ganti bajunya yang basah karena keringat dengan baju yang kering. 

Segera lap keringatnya dengan kain lembut, atau keringkan dengan handuk. Kalau hal-hal ini bisa Mama lakukan dengan rutin, maka biang keringat bayi baru lahir pun bisa dicegah, Ma.



3. Napas bayi bunyi

3. Napas Bayi Bunyi -


Kalau napas bayi baru lahir berbunyi grok-grok, mungkin kita menyangka bayi sedang pilek ya, Ma. Padahal ini normal. 

Karena sewaktu masih di dalam kandungan Mama, paru-paru bayi terisi dengan cairan ketuban. Saat Mama akan melahirkan dan mengalami kontraksi, kemudian bayi melewati jalan lahir, ada penekanan pada paru-parunya dan ini akan membuat cairan ketuban ini tertekan keluar. 

Selanjutnya, mekanisme tubuh bayi baru lahir akan membersihkan cairan ketuban agar keluar dari paru-paru, dan membuat jalan pernapasan menjadi lancar. Pada proses ini yang membuat napasnya sedikit berbunyi grok-grok.


Untuk mengobati napas bayi bunyi: cukup jemur bayi baru lahir pada pagi hari dari pukul 06.00 - 08.00.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Bayi Baru Lahir Gumoh? Normal Kok! Kenali Juga 6 Keluhan Bayi Baru Lahir yang Lain Ini Supaya Mama Nggak Panik!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Ade Delina Putri | @adedelinaputri

Blogger, stay at home mom, and bookish

Silahkan login untuk memberi komentar