Beberapa Jenis Fobia yang Bisa Menjauhkan Hubungan Suami Istri dan Harus Segera Diatasi

Beberapa Jenis Fobia yang Bisa Menjauhkan Hubungan Suami Istri dan Harus Segera Diatasi

1.7K
Fobia biasanya terjadi karena masalah psikologis, terutama timbulnya trauma akan hal tertentu. Kalau dirasakan bisa mengganggu hubungan, maka segeralah atas fobia yang terjadi pada Mama ataupun Papa.

Bercinta seharusnya menjadi aktivitas wajib suami istri yang menyenangkan. Betul, Ma? Tapi siapa sangka, nggak sedikit acara menggairahkan ini yang harus berakhir menjadi drama hanya gara-gara fobia.

Fobia, alias rasa takut yang berlebihan akan sesuatu, memang bisa terjadi pada siapa pun terhadap apa saja, termasuk urusan seksual. Dalam beberapa artikel medis, fobia seks atau ketakutan akan kontak seksual ini termasuk dalam kelainan medis psikologis. Gejala yang mudah dilihat dan ditelusur misalnya seperti menghindar, gemetar, takut melihat, takut mendengar, atau pun takut melakukan kontak dengan objek-objek seksual.

Hmmm ... Apakah ada di antara Mama dan Papa sering kedapatan mempunyai gejala seperti di atas?

Pastinya hal tesebut bisa mengganggu keseimbangan hubungan suami istri, jika ada salah satu di antaranya menunjukkan salah satu atau beberapa gejala di atas.

Daripada hanya saling mencurigai dan menerka-nerka apa yang sebenarnya terjadi, ada baiknya kita cari tahu saja, Ma.

Menurut situs themedguru.com, ada beberapa jenis fobia seksual yang perlu kita ketahui, agar kemudaian kita bisa mengantisipasi kalau hal tersebut terjadi pada kita. Juga agar bisa memahami seandainya pasangan yang mengalaminya. Dan, kalau benar fobia ini terjadi pada Mama dan Papa, maka janganlah malu untuk berkonsultasi dengan psikolog maupun seksolog ya. Lebih cepat diatasi, tentunya akan lebih baik kan?


Beberapa fakta dan jenis fobia bercinta yang harus Mama ketahui.


1. Tokophobia


Berasal dari bahasa Yunani, tocos artinya melahirkan.

Fobia ini berupa rasa takut terhadap proses melahirkan. Biasanya terjadi pada perempuan yang akan melahirkan untuk kedua kali karena mengalami kejadian kurang mengenakkan pada kelahiran pertama, misalnya saja pernah mengalami kehamilan risiko tinggi.

Pada tingkat yang parah, seorang penderita tocophobia akan sangat takut melihat atau mendengar hal-hal yang berbau kelahiran bayi. Gejala fobia ini berupa panik, gemetar, berkeringat, atau menghindari percakapan soal kehamilan, persalinan dan bayi.

Untuk mengatasinya, para dokter menyarankan, agar penderita fobia ini mengikuti terapi pramelahirkan untuk menguatkan dirinya, atau orang-orang di sekitarnya.


2. Eurotophobia



Adalah ketakutan terhadap segala sesuatu yang berbau seks.

Orang yang mengidap fobia ini akan menghindari pembicaraan mengenai seks, karena ia akan merasa mual, pusing, jijik, bahkan histeris jika membayangkan fantasi erotis dan hubungan seksual. Penderita biasanya mengalami trauma, dan inilah yang menjadi faktor utama pemicu fobianya.

Beberapa pakar seks sering menganjurkan hipnoterapi untuk mengatasi fobia ini. Faktor kurangnya pengetahuan seks juga bisa menjadi penyebab utama timbulnya eurotophobia.


3. Kolpophobia


Fobia ini adalah efek dari eurotophobia.

Biasanya dialami oleh para pria, fobia ini menstimulasi otak pria sehingga akan merasakan mual, pusing, bahkan menghindar jika berhadapan dengan organ seks perempuan. Fobia ini bisa jadi timbul karena takut melukai ataupun ketidaknyamanan yang luar biasa dengan wujud organ tersebut.

Sementara menurut pakar kesehatan, gejala fobia ini erat kaitannya dengan trauma masa lalu yang tersimpan di pikiran bawah sadar.


4. Parthenophobia


Fobia ini juga biasanya dialami oleh para pria.

Nama parthenophobia diambil dari nama Parthenon, Ma, yaitu nama kuil pemujaan Athena, dewi bangsa Yunani Kuno.

Pria yang mengalami parthenophobia akan merasakan ketakutan yang nggak lazim saat didekati gadis belia atau perempuan yang masih perawan.

Menurut para ahli, parthenophobia timbul akibat trauma yang dialami oleh pria, entah berupa pelecehan seksual atau menjadi saksi kekerasan seksual.


5. Heterophobia


Atau disebut juga coitophobia atau genophobia, yaitu ketakutan bersentuhan dengan lawan jenis. Fobia ini bisa menimpa kaum pria maupun perempuan, Ma. Namun, jangan samakan heterophobia dengan homoseksual ya, karena seorang yang mengalami fobia ini belum tentu suka dengan sesama jenis juga.

Saat ini masih terus dilakukan penelitian terhadap fobia ini untuk mengetahui faktor penyebab, dan juga cara mengobatinya.


6. Medomalacuphobia



Fobia ini merupakan ketakutan terbesar pria, yaitu takut kehilangan keperkasaannya. Gejalanya, jika merasa gugup saat bercinta, maka organnya akan lemas di tengah-tengah pertempuran.

Waduh, celaka dua belas betul!


7. Gymnophobia


Takut melihat tubuh yang telanjang, baik tubuh sendiri maupun tubuh pasangan adalah gejala fobia ini.

Menurut para pakar, fobia ini muncul akibat trauma yang begitu besar, terutama menyangkut pelecehan seksual. Saling meyakinkan bahwa hubungan yang akan dilakukan berdasarkan cinta adalah salah satu cara mengatasi fobia ini.


8. Ithyphallophobia


Masih masalahnya para pria juga nih, Ma. Fobia ini ditandai dengan ketakutan untuk merasakan, memikirkan, bahkan menyaksikan organ seksualnya ereksi.

Fobia inilah yang memicu gagalnya hubungan seksual. Pria yang mengidapnya juga tidak dapat menjelaskan dengan logis sih, jadi percuma juga kalau ditanya apa penyebab ketakutannya ini. Hanya saja saat organ seksualnya ereksi, timbul rasa bersalah dan ketakutan menyakiti pasangan.

Fobia ini juga bisa terjadi pada perempuan, Ma, dengan nama Medothorphobia dan Phallophobia.


9. Menophobia


Fobia ini cenderung dialami oleh para perempuan yang takut dengan darah, terutama darah menstruasi.

Faktor trauma, seperti pendarahan saat berhubungan seks yang pertama, bisa menjadi penyebabnya, Ma.


10. Philemaphobia


Yaitu phobia akan ciuman. Rasa takut ini dipicu oleh dua hal, yaitu pengalaman traumatis di masa lalu dan rasa takut akan mencium bau napas pasangan, termasuk juga takut akan adanya pertukaran cairan di mulut. Iyuhhh!


Nah, itu dia, Ma, beberapa fobia yang harus diwaspadai jika gejalanya mulai terlihat baik pada Mama sendiri ataupun pada Papa. Sebelum merusak dan mengganggu hubungan (yang seharusnya) hangat antara Mama dan Papa, segera saja temui dan minta bantuan pada yang profesional ya.

Stay on healthy relationship, Mama!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Beberapa Jenis Fobia yang Bisa Menjauhkan Hubungan Suami Istri dan Harus Segera Diatasi". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Carolina Ratri | @carolinaratri

An INFJ-T sarcastic sagittarian Managing Editor of Rocking Mama. Deeply passionate about writings, graphic designs, hand-drawings, and hand-letterings. Read her journal at www.CarolinaRatri.com

Silahkan login untuk memberi komentar