Begini 5 Cara Simpel Menjadi Bahagia ala Working Mom yang Sekaligus Ibu Rumah Tangga

Begini 5 Cara Simpel Menjadi Bahagia ala Working Mom yang Sekaligus Ibu Rumah Tangga

34.4K
Menjadi bahagia adalah hak setiap orang. Menjadi bahagia juga adalah hak setiap mama, baik itu seorang ibu bekerja ataupun seorang stay at home mom. Ibu bekerja rentan stres? Itu karena ia belum tahu cara menjadi bahagia.

Bahagia itu pilihan. Setuju kan, Ma? So, jangan hanya melihat tipe rumah, jenis kendaraan atau seringnya piknik keluar negeri untuk mengukur kebahagiaan. Karena bukan di situ standar cara bahagia manusia.

Kebahagiaan itu juga relatif. Mau bilang itu tak tergantung materi, kok kesannya klise amat. Tapi ya itulah kenyataannya. Beberapa teman bahkan mengaku pengin bertukar tempat dengan saya, katanya. What? Padahal baru kemarin saya punya pikiran, asyik banget ya hidup mereka. Nggak kekurangan materi, rumah bagus, endebre endebre. Sekarang malah mereka bilang saya punya hidup yang lebih baik.

Ah. Manusia.

Saya adalah mama dari 2 anak. Sejak dulu saya selalu berkeinginan untuk bisa menjadi seorang stay at home mom. Semua karena saya dibesarkan oleh seorang perempuan tangguh yang mendedikasikan waktunya secara penuh pada anak-anak dan keluarga.

Namun ternyata ya begini deh. Rezeki saya ternyata menjadi seorang working mom, mama yang bekerja di luar rumah. Dan, berbekal semua pengetahuan yang telah diwariskan ibu saya, saya pun dengan yakin pasti bisa menjalani hari-hari saya sebagai working mom sekaligus ibu rumah tangga yang mumpuni di rumah.

Semua berawal dari rumah dan akan berakhir pula di rumah. Begitulah kami mempunyai prinsip menjadikan rumah sebagai muara dari semua kegiatan. Saya dan suami sama-sama bekerja, kedua anak kami berada di daycare selama kami bekerja.

Komentar semacam, "Nggak takut apa, anak-anak jadi nggak dekat dengan bapak dan ibunya?" sudah terlalu sering kami dengar.


BACA JUGA


Menjadi Ibu Bekerja dan Tetap Dekat dengan Si Kecil? Bisa Banget! Lakukan 6 Hal Sederhana Ini!

Menjadi Ibu Bekerja dan Tetap Dekat dengan Si Kecil? Bisa Banget! Lakukan 6 Hal Sederhana Ini!

Menjadi ibu bekerja kadang dianggap tak punya waktu untuk si kecil. Benarkah

Read more..


Namun, faktanya, anak-anak kami bisa tumbuh selayaknya anak-anak yang lain. Mereka pun bahagia dan aktif, tak pernah kekurangan perhatian dan kasih sayang. Sering pula dikomentarin, "Aduh, anak-anaknya happy banget. Mamanya bisa jaga dengan baik sih. "

Aih. See? Padahal saya seorang full time working mom. Apa nggak seneng kalau ada yang komen seperti itu, Ma?

Yes, nggak cuma para stay at home mom saja yang bisa bonding dengan anak, yang memiliki ikatan emosional yang sangat dekat dengan anak-anaknya.

Sampai di sini saya makin masih percaya, bahwa kualitaslah yang menjadi penentu. Bukan kuantitas.

Alhamdulillah, suami pun tak kalah (kelihatan) bahagianya. Teman-teman kantornya selalu heran mendapati suami tiba di kantor dalam kondisi 'full tank', alias sudah sarapan dari rumah. Bahkan sempat bawa bekal makan siang dengan menu yang selalu berganti. Padahal mereka tahu, saya juga seorang pekerja.

Yes, kalau kita bahagia mah, semua kesulitan bisa diatasi kok, Ma. Kalau kita sudah terbebani dulu dengan ini dan itu, kita nggak bakalan sempat mengelola diri sendiri, apalagi mengelola waktu. Rasanya seharian di rumah tapi kok nggak sempat masak. Lalu, anak-anak yang 'disalahkan'.

Well, saya juga capek sih, Ma. Tapi karena semua saya kerjakan tanpa beban dan anggap enteng saja, ehhh ... malah makin bisa mengelola diri sendiri dan waktu dengan lebih baik. Karena kalau kita bahagia, maka kebahagiaan itu menular pada semua orang di rumah. Jadi pilihlah menjadi bahagia, Ma.


Begini cara saya untuk lebih bahagia menjalankan peran sebagai working mom sekaligus seorang full time mom.


1. Buatlah rumah agar nyaman


Setiap mama pasti punya support system sendiri-sendiri di rumah ya. Bagaimana standar kenyamanan masing-masing juga berbeda.

Saya sendiri selalu fokus di kamar tidur. Jangan sampai berantakan. Agar kalau sudah terlalu capek, kita bisa langsung nyungsep ke kasur sembari tersenyum. Nggak harus merapikan atau menyingkirkan segala benda yang ada di atasnya. Kebayang kan, udah capek masih beberes. Makin sebel deh.


2. Memasak buat keluarga


Buat saya, yang satu ini adalah kewajiban. Memang mungkin agak kerepotan buat seorang working mom, tapi bisa kok, asal kita punya manajemen dapur yang tepat.

Nah, bagaimana manajemen dapur yang tepat ini juga tergantung masing-masing.

Belanja setiap 2 minggu sekali, lauk sudah siap di freezer, sayuran sudah disiangi, bumbu juga sudah disiapkan, adalah rahasia manajemen dapur saya. Saat harus memasak sarapan atau bekal makan siang akan cukup mudah. Tinggal cemplung cemplung, beres.

Merupakan kebahagiaan tersendiri juga buat saya, Ma, kalau bisa memasak untuk keluarga setiap hari.


3. Jam tidur teratur


Kualitas tidur juga merupakan faktor penting untuk bisa bahagia lho, Ma. Jadi tetapkan jam tidur untuk keluarga Mama, jangan menunggu sampai ngantuk.

Kami di rumah sudah akan lelap pukul 20.00. Itu sudah menjadi kebiasaan kami, agar paginya kami bisa bangun segar dan tepat waktu.


4. Adakan ritual-ritual kecil pagi hari dan sepulang kerja dengan suami dan anak-anak


Untuk saya di rumah, saya mewajibkan diri memandikan anak-anak sebelum berangkat.

Bagi saya, kegiatan memandikan ini menjadi kesempatan besar saya untuk membuat ikatan emosioal dengan mereka, Ma. Sembari memandikan, saya bisa mengobrol banyak, sesekali memberikan pelukan dan juga melempar canda. Kami bisa tertawa bersama, dan menyanyi bersama. Setelah mandi, saya gendong mereka sehingga membuat saya menjadi merasa tambah dekat dengan mereka.

Sedangkan bersama suami, saya selalu berusaha untuk sarapan bersama. Supaya nggak terlambat, saya sarapan pukul 05.00 pagi lho. Nggak masalah, segitu aja sering sambil terburu-buru. Tapi kami menikmatinya.

Sembari berangkat ke kantor, saya antar anak-anak ke daycare dulu. Selama di perjalanan, saya masih berusaha untuk selalu mengobrol dengan mereka. Sesampainya di daycare, saya akan pamit dan meninggalkan mereka dengan senyuman. Yah. rewel-rewel sedikit mah biasa, Ma. Namanya juga anak-anak. Anggap saja mereka lagi pengin bermanja-manja lebih lama dengan mamanya.

Pulang kerja saya usahakan untuk selalu on time. Anak-anak yang masih kecil memang belum paham akan waktu dan tugas. Apalagi soal lembur. Saat mereka tahu bahwa di jam yang seharusnya orangtua sudah pulang tapi belum juga menjemput mereka di daycare, maka mereka akan sedih. Jadi, sebisa mungkin saya selalu tepat waktu saat pulang.

Begitu pulang, pastikan untuk memberikan pelukan, ciuman dan ajukan pertanyaan-pertanyaan mengenai hari yang mereka lalui di daycare.


5. Rayakan momen penting keluarga


Ulang tahun anak-anak menjadi momen yang paling ditunggu ya, biasanya.

Saya nggak akan melewatkan momen ini agar bisa membahagiakan anak-anak saya. Meski sederhana, selalu berusaha untuk saya rayakan. Harus ada acara tiup lilin, menyanyikan lagu ulang tahun hingga memberi mereka pelukan dan ciuman hangat.

Weekend juga menjadi 'momen penting', Ma, sehingga harus selalu 'dirayakan' juga. Perayaannya nggak mesti kalau merayakan ulang tahun juga sih. Namun, weekend adalah saat yang memang kami tunggu untuk bisa berkumpul selama sehari penuh. Meski mungkin sambil beberes rumah yang seminggu kemarin berantakan, kami sempatkan untuk bermain bersama. Kalau ada waktu luang, ya bisa deh terus main ke mal.

Pokoknya kebersamaan itu yang utama.


BACA JUGA


Antara Keluarga dan Pekerjaan, Mungkinkah Bisa Seimbang?

Antara Keluarga dan Pekerjaan, Mungkinkah Bisa Seimbang?

Keluarga seringkali harus terkalahkan oleh urusan karier. Bagaimana cara menyeimbangkannya menurut pendapat ahli? Mungkinkah keduanya bisa ...

Read more..

Nah, Mama, itu dia cara menjadi bahagia sebagai seorang working mom sekaligus ibu rumah tangga ala saya.

Karena pada dasarnya, setiap ibu itu kan full time mom kan? Ya, masa' kalau di rumah statusnya ibu, terus begitu keluar rumah bukan ibu lagi. Setiap mama adalah seorang full time mom. Hanya saja ada yang harus bekerja di luar rumah, ada juga yang tinggal di rumah. Semua adalah pilihan masing-masing, dan semua mama berhak untuk bahagia.

Stay happy, Mama!




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Begini 5 Cara Simpel Menjadi Bahagia ala Working Mom yang Sekaligus Ibu Rumah Tangga". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Uli Hape | @ulihape

Mom of two boys who loves blogging, also a working mommy and full time ladies in the haouse

Silahkan login untuk memberi komentar