Begini Cara Membuat Anak Semangat Belajar Hingga Nilai-Nilai Rapornya Bisa Meningkat di Akhir Semester Nanti

Begini Cara Membuat Anak Semangat Belajar Hingga Nilai-Nilai Rapornya Bisa Meningkat di Akhir Semester Nanti

1.5K
Mencari cara membuat anak selalu semangat belajar dan meraih nilai bagus tak hanya menjadi tugas guru, tapi justru terutama menjadi tugas orangtua!

Rapor sementara sudah dibagikan. Bagaimana, Ma, hasil belajar si kecil? Apakah sudah bagus? Belum? Nilai rapornya tidak memuaskan sama sekali? Wah, pastinya mengecewakan ya. Tenang, Ma! Yang harus kita temukan dengan segera adalah cara membuat anak mau belajar lebih giat lagi, agar nilai rapornya di akhir semester tidak sejeblok sekarang.

Memang sih, keberhasilan anak kita meraih standar minimal kompetensi merupakan indikasi keberhasilan metode ajar yang diterapkan oleh guru. Namun, kita sebagai orangtua juga seharusnya nggak cuma diam dan menyerah saja jika anak kita agak tertinggal dibandingkan yang lain.

Karena, nggak ada orangtua yang ingin melihat anaknya gagal. Betul? Begitu juga Mama, bukan?

Oke, saatnya berhenti ngomelin anak-anak, Ma! Sekarang kita harus segera menemukan cara membuat anak bersemangat belajar lebih giat lagi.

Apakah ini berarti solusinya menambah jam les dan pelajaran tambahan di luar jam sekolah? Belum tentu, Ma! Mungkin memang ada yang salah dengan cara pendampingan kita selama ini. Kalau perlu kita harus menemukan metode dan gaya belajar yang tepat bagi mereka.

Lalu, bagaimana cara membuat anak mau belajar lebih giat lagi? Dan, apa saja yang bisa kita lakukan untuk membantunya agar bisa mengejar ketertinggalannya ini? Tentu saja kita harus lebih ekstra dalam mendampinginya ya, Ma. Here's what you can do.


Cara membuat anak mampu meningkatkan nilai rapor di akhir semester mendatang


1. Ajak anak untuk mencari tahu penyebab kegagalannya


Sebelum melangkah lebih jauh, cara membuat anak agar mau belajar lebih giat adalah dengan mengenali kekurangannya.

Ajaklah si kecil untuk melakukan refleksi pada diri mereka, Ma. Pastinya caranya akan berbeda-beda tergantung pada usia dan karakter si kecil ya. Tapi untuk sekolah menengah dan jenjang yang lebih tinggi, Mama bisa memberi mereka kuesioner singkat yang meminta mereka untuk:

  1. membuat daftar mengenai hal-hal yang mereka pikir menjadi penyebab mengapa mereka gagal paham sehingga hasilnya mengecewakan.
  2. membuat daftar rencana untuk memperbaikinya.

Kemudian Mama bisa mendampingi mereka selama proses perbaikan tersebut, memotivasi mereka, dan memberikan masukan-masukan tambahan.

Memang cara seperti ini nggak sepenuhnya bisa berhasil dengan baik, dalam artian mungkin mereka tak tahu harus menulis apa dalam daftar-daftar tersebut. Tapi, nggak apa-apa, Ma. Bersabar saja sedikit, biarkan mereka duduk dan memikirkannya.

Mama juga bisa membantunya menjawab pertanyaan tersebut dengan memberinya pertanyaan pancingan, seperti, Apakah pekerjaan rumah atau PR juga menjadi masalah? Jika ya, kenapa? Apakah kondisi rumah kurang kondusif untuk belajar? Dan sebagainya.


2. Temukan akar permasalahannya


Nah, kalau daftar kesulitan anak belajar tadi sudah selesai, maka Mama akan bisa menemukan inti masalah kenapa si kecil kesulitan belajar.

Maka untuk menemukan cara membuat anak lebih giat belajar selanjutnya adalah dengan mengajukan pertanyaan berikutnya, misalnya seperti apakah ada materi yang memang sulit mereka tangkap? Apakah ada mata pelajaran yang mereka takuti, matematika misalnya? Ataukah ada masalah ada di sekolah? Apakah ada yang membuatnya stres di sekolah?

Mama juga harus mengamati beberapa hal yang tidak berhubungan langsung dengan proses belajar mereka di rumah, tapi bisa memengaruhi konsentrasi mereka belajar. Misalnya seperti, apakah mereka membutuhkan kacamata? Apakah mereka bermain video games atau menonton televisi terlalu banyak?

Dengan modal jawaban atas beberapa pertanyaan di atas, Mama kan lantas lebih mudah mencari referensi dan menawarkan solusi bantuan bagi si kecil.

So, cobalah untuk menentukan pokok dari permasalahan mereka sulit menerima pelajaran atau menghambat mereka untuk bisa belajar dengan baik di rumah. Karena seringkali kita mencoba memperbaiki gejala tanpa pernah sampai ke akar masalah.


3. Selalu berkomunikasi dengan guru sejak awal


Akan lebih baik jika Mama terus berkomunikasi dengan gurunya sejak awal.

Saya sendiri percaya, bahwa salah satu cara membuat anak bisa belajar dengan baik di rumah, adalah ketika ada kesamaan visi dan misi antara orangtua dan guru di sekolah. Apalagi kemudian kita dan guru juga mempunyai metode yang sama dalam pendampingan anak-anak belajar.

Misalnya nih, Ma, saya punya cara A dan B untuk menyelesaikan penjumlahan bilangan bersusun, sedangkan guru anak saya di sekolah menggunakan cara C untuk menyelesaikannya. Saya tidak boleh memaksakan cara A dan B tersebut pada anak saya. Mau nggak mau, saya harus mempelajari dulu cara C yang dipakai oleh gurunya di sekolah untuk menyelesaikan soal-soal penjumlahan bilangan bersusun, baru kemudian saya bisa mendampingi anak saya belajar lebih baik.

Kalau saya memaksakan cara A atau cara B pada anak saya, bukan nggak mungkin dia akan mengalami kebingungan kan?

So, berkomunikasi dengan guru adalah hal yang mutlak kita lakukan kalau kita ingin menemukan cara membuat anak lebih mengerti materi-materi pelajarannya.

Gali informasi lebih jauh, Ma. Tanyakan pada guru, apakah mereka ada ide-ide dan masukan yang lebih spesifik mengenai apa saja yang bisa kita lakukan untuk membantu anak-anak kita dalam belajar. Karena banyak dari kita sebenarnya ingin membantu tetapi tidak tahu persis apa yang harus dilakukan. Tentunya masukan dari guru akan berguna kan?


4. Minta pada guru untuk memberi prioritas pada anak kita


Selain kita harus mencari cara membuat anak lebih semangat belajar secara langsung, kita juga harus mengondisikan lingkungan dan orang-orang di sekitar anak, Ma.

Anak-anak yang tertinggal, secara ironis, kadang malah juga sering agak diabaikan dengan alasan guru mengejar target materi yang harus diberikan pada kelas. Maka, ada baiknya jika Mama mengomunikasikan pada guru supaya mereka selalu "mengingat" anak-anak kita.

Mintalah tolong, supaya guru tetap bisa mengusahakan, agar menjadikan siswanya yang tertinggal ini sebagai prioritas utamanya, apa pun materi dan metode ajar yang mereka gunakan. Mintalah mereka untuk bergerak di sekitar anak Mama setiap saat. Mereka bisa kok, memberi tugas pada anak-anak yang lain, kemudian secara khusus mendampingi anak kita untuk lebih memahami materinya.

Yah, yang penting terus bangun komunikasi berkelanjutan dengan gurunya ya, Ma.


5. Memotivasi lebih


Mama memang merupakan motivator. Maka Mama memang harus selalu memotivasi anak-anak Mama, terutama dalam rangka mencari cara membuat anak bersemangat belajar lebih giat ini.

Jadi, berikan motivasi lebih banyak untuk anak Mama yang tertinggal. Setiap kali pulang sekolah, tanyakan hal-hal yang menarik yang terjadi di sekolah, baru kemudian tanyakan bagaimana pelajaran yang dia dapat hari ini. Dorong dia untuk menceritakan kesulitannya, lalu stay with them untuk mencari solusi.

Yah, mungkin bahkan Mama sendiri sekali waktu akan merasa frustrasi dan putus asa. Itu wajar saja sih. Balik lagi ke pertanyaan, orangtua mana yang suka melihat anaknya gagal?

Tapi memang kita nggak boleh cuma diam dan "meratapi nasib" saja kan? Selain anak yang harus segera dibangkitkan lagi semangat belajarnya, kita pun juga harus bisa menyemangati diri sendiri untuk lebih ekstra dalam mendampingi anak belajar.

Coba bayangkan bagaimana perasaan mereka, Ma. Kadang anak-anak yang tertinggal ini bahkan memanifestasikan rasa frustrasinya ke perilaku-perilaku yang negatif lho, seperti menjadi bandel dan defensif hingga menutup diri.

Tapi Mama jangan sampai menyerah. Pujian Mama, meski hanya atas keberhasilan yang paling kecil sekalipun, akan sangat berharga sekali bagi mereka. Katakan pada mereka, bahwa Anda percaya mereka pasti berhasil.


Jika semua cara membuat anak semangat belajar lebih giat lagi di atas sudah ditawarkan dan ditempuh, namun tidak memberikan hasil, ya, apa boleh buat. Jika memang anak harus tinggal kelas, maka mungkin akan lebih baik begitu untuknya. Banyak orangtua memang mempunyai ketakutan akan hal ini, bahkan lebih takut ketimbang anak-anaknya sendiri.

Perlu Mama renungkan nih, Ma, bahwa memang ada beberapa anak yang akan menjadi lebih baik dalam berproses, setelah mereka menerima materi pelajaran sampai dua kali. That's ok, Ma. Lepaskan ego Mama, dan kalau memang ini terjadi, pikirkanlah bahwa semua demi kebaikan si kecil. Karena hal ini nantinya akan lebih baik juga baginya, Ma, daripada guru memaksakannya naik kelas atau lulus, tapi dia akan kembali menemui kesulitan pada tingkat selanjutnya.

So, semangat selalu dalam mendampingi si kecil belajar ya! Jangan biarkan dia menyerah di tengah jalan.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Begini Cara Membuat Anak Semangat Belajar Hingga Nilai-Nilai Rapornya Bisa Meningkat di Akhir Semester Nanti". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Carolina Ratri | @carolinaratri

An INFJ-T sarcastic sagittarian rocking mama. Deeply passionate about writings, graphic designs, hand-drawings, and hand-letterings. Read her journal at www.CarolinaRatri.com