Begini Cara Mengatasi Konflik dengan Ibu Kita Setelah Mama Mempunyai Anak Akibat Gap Generasi

Begini Cara Mengatasi Konflik dengan Ibu Kita Setelah Mama Mempunyai Anak Akibat Gap Generasi

555
Sebentar lagi Hari Ibu nih, Ma. Apakah Mama sering menghadapi konflik dengan Ibu setelah Mama mempunyai anak? Ini lo, Ma cara mengatasinya.

Tanggal 10 Desember 2017 kemarin di Grand Indonesia West Mall 5th floor, baru saja digelar I love Bazaar Jakarta. Di acara tersebut terdapat satu even bertema Mom + Me Market yang menampilkan talkshow dari komunitas Dear Moms yang digawangi oleh Vendryana selaku influencer dan founder dari Dearmoms.id. Bertemakan #DamaiDenganIbu, di talkshow tersebut membahas tentang gimana sih mengatasi konflik dengan ibu pascamelahirkan yang diakibatkan karena gap generasi.

Mungkin di antara Mama masih ada yang bingung dengan maksud dari gap generasi itu apa ya?

Jadi gap generasi itu sebenarnya hanyalah perbedaan generasi zaman now dan old, Ma. Kalau zamannya Mama sekarang kan udah kekinian, beda dengan zaman ibunya Mama yang masih kolot dan percaya dengan yang namanya mitos.

Nah, perbedaan pola pikir dari gap generasi ini nggak jarang menimbulkan konflik antara ibu dan anaknya yang baru saja melahirkan.

Di acara talkshow tersebut juga menghadirkan seorang psikolog TigaGenerasi, Inez Kristanti, M.Psi yang memberikan penjelasan dan solusi bagaimana cara mengatasi konflik dengan ibu pascamelahirkan agar Mama selalu bisa damai bersama ibu dengan adanya gap generasi tersebut.

Mama tentunya mau banget dong bisa hidup damai selalu tanpa konflik bersama ibu kandung ataupun ibu mertua Mama. Simaks tip cerdasnya yuk, Ma.


BACA JUGA


Ibu Mertua Seperti Orang Tua Sendiri? Mudah Kok, Coba Terapkan Tips Berikut Ini!

Ibu Mertua Seperti Orang Tua Sendiri? Mudah Kok, Coba Terapkan Tips Berikut Ini!

Ibu mertua adalah orang tua yang di persiapkan oleh Tuhan untuk mendidikmu ketika kamu menjadi seorang istri. Cintai mereka seperti kamu ...

Read more..


Ini dia cara mengatasi konflik dengan ibu setelah mempunyai anak akibat adanya gap generasi

1. Komunikasikan dengan baik

matrimonio

Segala sesuatu selalu bisa diatasi dengan komunikasi yang baik ya, Ma. Di sini Inez mempunyai trik jitu tentang komunikasi yang baik. Yaitu lakukanlah komunikasi asertif, artinya Mama sebaiknya menyampaikan apa yang Mama pikirkan secara sopan tapi tetap tegas kepada ibunya Mama.

Biasakan menggunakan kata ‘saya’ dalam percakapan, karena itu lebih powerful dan bisa mengundang si ibu untuk merasa nyaman dan lebih paham dengan apa yang Mama rasakan.

Jadi menurut Inez, berkomunikasi yang baik itu harus menggunakan trik khusus dan nggak asal ngomong aja ya, Ma.


2. Cari waktu yang tepat untuk bicara

wetellyouhow

Mengomunikasikan apa yang Mama ingin sampaikan kepada ibunya Mama juga membutuhkan waktu yang tepat lo, Ma. Sangat penting untuk melihat mood-nya si ibu agar komunikasi bisa berjalan dengan baik.


3. Cari data untuk mengedukasi

rokiemoms

Untuk menangkis mitos yang sudah terbiasa dianut oleh ibunya Mama setiap kali terjadi konflik soal pemahaman bagaimana merawat si anak dengan baik, Mama perlu mencari data untuk mengedukasi diri Mama sendiri sebelum menyampaikan ke ibunya Mama tentang pemikiran Mama terhadap mitos-mitos yang sebenarnya udah nggak relevan di zaman now.

Setelah Mama memiliki bukti kuat untuk menyangkal segala mitos yang membuat Mama nggak nyaman untuk menjalaninya, barulah Mama bisa beropini dan bicarakan secara asertif tadi kepada ibunya Mama.


BACA JUGA


Sudah Menikah Namun Tinggal Bersama Orang Tua? Tetap Nyaman dengan Beberapa Langkah Berikut!

Sudah Menikah Namun Tinggal Bersama Orang Tua? Tetap Nyaman dengan Beberapa Langkah Berikut!

Kami sudah bersyukur sudah boleh tinggal sementara di rumah orang tua setelah menikah. Jadi sebisa mungkin menghindari pertengkaran dan ...

Read more..


4. Jangan sakit hati terhadap omongan ibu

babypregnance

Namanya juga sudah kolot ya, Ma. Kadang omongan si ibu suka bikin Mama menjadi sensitif dan jadi mudah tersinggung. Itu sebenarnya wajar terjadi, sekitar 70% Mama sering mengalami postpartum blues, yaitu perubahan mood akibat stres dan sensitif setelah melahirkan.

Untuk mengatasi rasa sakit hati ini, Mama hanya perlu memahami bahwa sebenarnya maksud dan tujuan ibunya Mama itu selalu baik sesuai pengalaman beliau sebagai seorang ibu. Hanya perbedaan gap generasi yang terkadang menjadi penyebabnya, jadi Mama nggak perlu senewen menghadapi omongan ibunya Mama yang terkadang nggak sesuai dengan pola pikir Mama zaman now.


5. Ajak suami untuk ikut berperan serta menghadapi ibu

Iamexpat

Mama juga tentunya perlu dukungan dari Papa dong ya, untuk menghadapi setiap permasalahan dalam rumah tangga Mama.

Jadi sebaiknya libatkan si Papa untuk ikut berperan mengatasi konflik tersebut dengan cara membuat kesepakatan bersama sebelum mengomunikasikan apa yang ingin Mama sampaikan kepada ibunya Mama terkait tentang pola asuh anak, dan apa saja yang terjadi dalam rumah tangga Mama.


BACA JUGA


Lakukan 5 Hal Ini Supaya Demi Bisa Menjaga Hubungan Baik dengan Keluarga Besar Suami!

Lakukan 5 Hal Ini Supaya Demi Bisa Menjaga Hubungan Baik dengan Keluarga Besar Suami!

Ma, memiliki keluarga besar (extended family) untuk kita orang Indonesia, bukan lagi menjadi hal yang luar biasa ya? Apalagi di zaman kakek ...

Read more..


Konflik yang terjadi antara Mama dengan ibu kandung ataupun ibu mertua adalah hal yang sangat lumrah terjadi. Jadi Mama nggak perlu panik lagi ya menghadapinya.

Damai bersama ibu sangat mungkin kok untuk bisa Mama rasakan setiap waktu, jadi nggak cuma di Hari Ibu aja. Semoga bermanfaat ya, Ma.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Begini Cara Mengatasi Konflik dengan Ibu Kita Setelah Mama Mempunyai Anak Akibat Gap Generasi". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Mel Ara | @melara

Silahkan login untuk memberi komentar